
Hari ini suasana di kantor sangat sepi. Kakek bermeditasi, sedangkan Arya dan Maja sedang ada tugas di luar kota.
Aku menatap layar komputerku dan menutup permainan yang mulai terasa membosankan ini.
Saat Aku sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan ini dan cukup merasa betah, tiba tiba suasana di tempat ini menjadi serius.
Biasanya Aku masih bisa mendengar candaan Maja dan Kakek yang konyol. Apalagi terkadang Arya membalas candaan mereka dengan nada yang datar, namun sangat lucu sekali menurutku.
Sepertinya kekonyolan Kakek dan Maja mempengaruhi Arya, Aku pun sangat senang ketika melihat Arya seperti itu. Sedangkan Nenek jarang sekali berada di rumah ini, sepertinya Nenek memiliki kesibukan tersendiri dan hanya mengunjungi tempat ini sesekali saja.
Begitu pula dengan Anak Kakek yang bernama Mei. Aku belum bertemu dengannya, Maja mengatakan bahwa Mei sedang membantu teman Kakek yang ikut menuruti jejak Kakek dan membuat kantor yang mengawasi interaksi antara kaum Jin dan manusia.
Biasanya saat siang seperti ini akan ada Jin yang datang kemari dan melakukan pendataan dan kepentingan lainnya. Namun hal ini benar benar hal yang membuatku takjub, bangsa mereka benar benar menghormati Kakek dan keberadaan kantor ini.
Bahkan mereka ikut menghormatiku layaknya manusia yang menghormati pegawai pemerintahan. Dan Aku pun takjub dengan mereka yang setuju dan mendukung tindakan Kakek, mereka tidak lagi berwujud menyeramkan seperti di tempat lain.
Aku pun selalu tertawa ketika mendengar cerita lucu dari mereka tentang manusia disekitarnya. Semua ini membuatku memiliki pandangan baru tentang bangsa Jin. Namun mereka pun tetap mengingatkanku agar berhati hati ketika berinteraksi dengan sebangsanya, karena tidak semua bangsa Jin memiliki sifat baik.
Sebagian dari mereka ada yang memang suka mengelabui manusia, ada pula yang telah bersekutu dengan Iblis dan menyesatkan manusia.
Apalagi orang yang awam sepertiku akan mudah untuk dikelabui. Oleh karena itu mereka menyarankan agar Aku mengingatkan orang yang tertarik dengan hal gaib agar menjauh dari hal yang gaib agar tidak tersesat dan dikelabui. Atau setidaknya menjaga diri dan tidak sepenuhnya mempercayai semua yang mereka katakan.
" Amel, apa Arya sudah pulang? "
Ah Aku sedikit terkejut ketika mendengar suara yang tiba tiba seperti ini.
" Pak Kasim bisa gak ketuk pintu dulu, Saya kaget Pak… "
__ADS_1
Aku berbicara sambil menggelengkan kepala ketika melihat Pak Kasim yang saat ini berada di depan mejaku.
Pak Kasim adalah Jin yang bisa dibilang pekerja di kantor ini. Tugasnya adalah meninjau interaksi antara bangsa Jin dan Manusia dan melaporkan apapun hal yang mencurigakan yang terjadi.
Pak kasim pun sering berinteraksi dengan Jin lain dan akan menerima segala keluhan dan permasalah yang mereka alami dan menyampaikannya ke kantor kami ini.
" Maaf Mel, Saya lupa. Sudah kebiasaan Saya, hahaha. "
Pak Kasim berperawakan seperti pria paruh baya, dan berpakaian rapi. Pakaian berwarna hitam itu adalah seragam untuk Jin yang bekerja di kantor kami, dilengkapi dengan lencana yang merupakan bahwa dia adalah petugas kantor kami.
Lencana itu berbentuk lingkaran dan memiliki suatu simbol formasi yang mempunyai beberapa fungsi seperti untuk pertahanan dan melarikan diri.
Aku pun memiliki lencana tersebut yang membuatku lebih aman bila menerima serangan gaib. Nenek dan Kakek juga memberiku beberapa pusaka lain untuk melindungi diriku dari ancaman bangsa Jin.
" Hah.. Gak apa apa Pak. Arya sama Maja masih belum pulang Pak. Ini Saya masih sendirian dari pagi disini. "
Pak Kasim duduk di sofa dan mulai bercerita kepadaku. Sepertinya para Jin diluar sana pun merasakan akan datangnya sesuatu yang serius.
" Iya Pak. Arya sama Maja aja sibuk terus, Aku jadi kaya penjaga rumah aja ini. "
Aku merasa sedikit kesepian dan kecewa karena tidak bisa berinteraksi dengan mereka seperti biasanya.
" Haha.. Kamu ini Mel. Tapi seenggaknya kamu bisa deket sama Arya kayak gini. Banyak loh yang mau deketin Arya itu, gak dari manusia aja. Jin aja pada suka sama Arya. Mereka iri sama kamu, hahaha. "
Pak Kasim mulai berbicara dan tertawa. Aku pun menganggukkan kepala dan setuju dengan apa yang dikatakan Pak Kasim.
Ini mungkin terdengar berlebihan, tapi selain penampilannya yang menarik, Arya memiliki daya tarik yang membuat orang terpesona. Ah.. Aku ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
Saat Aku terjun dalam lamunanku, Aku mendengar suara langkah kaki yang membuat Aku dan Pak Kasim menoleh ke Arah jendela do ruangan ini.
Kami berdua melihat Maja yang tiba tiba berada di dekat jendela dan sedang membawa Arya yang terlihat sedang tertidur di punggungnya sambil berjalan kearah kami.
" Kami pulang. Arya kecapean, biar dia istirahat dulu di kamar. "
Maja terdengar kelelahan dan berjalan meninggalkan kami menuju kamar Arya. Kami belum sempat berbicara sepatah kata pun dan Maja sudah menghilang dari pandangan kami.
" Pak Kasim.. Arya cuma tidur beneran kan? "
Aku bertanya dengan nada yang bergetar. Aku masih sedikit trauma melihat Arya yang sedang tidak sadarkan diri.
" Iya, napasnya tenang dan teratur. Tubuhnya juga baik baik aja Mel. Tapi kayaknya mereka baru selesai bertarung, Saya sudah lama gak liat Maja bertarung. Dilihat dari mereka yang kelelahan, mereka pasti bertarung dengan Jin ataupun Iblis yang kuat. "
Aku merasa lega setelah mendengar bahwa Arya baik baik saja. Aku tidak terlalu mengerti tentang pertarungan, namun Aku bersyukur Maja dan Arya bisa pulang dengan selamat.
" Maja.. Saya.. "
Kemudian Pak Kasim melaporkan apa yang telah dia ketahui dari misi pencarian informasi yang telah dia lakukan. Menurut Pak Kasim, belum ada pergerakan bangsa Iblis di wilayah sekitar kantor ini, namun bangsa Jin lain mulai merasakan bahwa akan terjadi sesuatu dan bertanya kepada Pak Kasim.
Namun Pak Kasim belum memberi tahu mereka dan hanya menjawab bahwa dia pun sedang mencari tahu apa yang aneh dengan aura aura negatif yang berada di sekitar kota Jakarta belakangan ini.
Dia pun mengatakan bahwa ia khawatir dengan aura negatif yang akan mengundang bangsa Iblis untuk berkumpul itu. Namun tentu saja ini hanyalah kebohongan yang semua Jin bisa ketahui.
Karena disaat aura negatif yang semakin besar itu berkumpul, sudah dipastikan bahwa Iblis akan bergerak dan melakukan hal yang besar di dunia manusia.
" Kasim, panggil semua agen dari bangsa Jin dan beritahu mereka untuk lebih berhati hati dan mengawasi Jin lain yang memiliki kemungkinan untuk bersekutu dengan Iblis. Bila mereka melakukan hal yang mencurigakan, beritahu Aku. Biar Aku yang akan menyelesaikan sisanya. "
__ADS_1
Maja terlihat sangat serius dan Pak Kasim pun terlihat gugup dengan situasi ini. Aku harap semuanya akan baik baik saja..