
Arya tidak tahu harus senang atau bersedih saat melihat Nisa dan Lisa yang terlihat sedang tertawa sambil membicarakan sesuatu.
Mereka berdua sedang duduk nyaman di atas sofa dan terlihat senang. Meskipun mereka tidak duduk bersebelahan, namun mereka terlihat cukup akrab.
Bahkan di atas meja sudah tersedia beberapa makanan dan minuman yang mengandung energi spiritual.
Sepertinya mereka berdua tidak mendapatkan perlakuan buruk, mereka berdua hanya terkurung di dalam ruangan yang sudah dikelilingi formasi yang berguna untuk melindungi mereka berdua.
"Lihat, mereka berdua baik baik saja kan.."
Rumbun tersenyum dengan penuh percaya diri sambil melirik Arya, matanya seakan menunjukan bahwa dia menang dan ingin melihat reaksi Arya.
"Hah..Maaf sudah salah sangka."
Arya menghela nafas dan mengakui kesalahannya.
Namun Arya bersyukur saat melihat Nisa dan Lisa baik baik saja.
Tubuh Arya menjadi lebih rileks dan beban dipikirannya seakan menghilang. Kemudian Arya menyimpan kembali semua alat spiritual dan jimat penyerangan yang sudah ia siapkan.
Namun Arya tetap menggunakan beberapa alat pertahanan untuk menjaga diri.
Mulut Rumbun berkedut kedut saat melihat Arya tetap menggunakan beberapa alat spiritual dan jimat pertahanan diri.
Namun ia tidak menyalahkan Arya karena hal tersebut menandakan bahwa Arya adalah seseorang yang berhati hati, ia sangat menyetujui apa yang telah Arya lakukan.
Saat ini Arya dan Rumbun berada diluar ruangan tempat Nisa dan Lisa berdiam diri dan mengamati mereka berdua.
Setelah Arya selesai mengamati formasi yang didalam ruangan dan merasakan tidak ada yang aneh, maka ia pun membuka pintu ruangan dan masuk kedalam ruangan tersebut dengan pelan.
Rumbun hanya menggelengkan kepalanya melihat Arya yang benar berhati-hati seperti itu.
"Eh Kak Arya!"
"Waaa…"
Lisa menyapa Arya dengan riang, sedangkan Nisa membuka mata dan mulutnya lebar lebar saat melihat Arya yang saat ini berjalan ke arahnya.
Jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah dan penampilan Arya. Setidaknya itu yang ia rasakan saat melihat Arya meskipun saat ini ia hanyalah roh dan terpisah dari tubuhnya..
"Syukurlah kalian baik baik aja."
__ADS_1
Arya tersenyum kecil saat melihat Lisa dan Nisa. Lisa langsung menghampiri Arya, berbeda dengan Nisa yang tertunduk dan tersipu malu saat melihat senyuman Arya.
"Ayo duduk Kak Arya, dimakan juga makanannya ini. Oh iya tadi Aku ketemu Lisa dan…"
Lisa langsung menyuruh Arya untuk duduk dan menawarkan makanan yang ada di atas meja, kemudian ia menceritakan pertemuannya dengan Lisa.
Mulut Rumbun berkedut kedut melihat mereka bertiga, bukankah ini adalah kediamannya? Mengapa Jin wanita itu malah menyuruh Arya untuk duduk dan menawarkan makanan layaknya seorang tuan rumah?
Dan..
Kenapa kalian tidak melirik Aku yang berada di dekat pintu..
Mata mereka hanya tertuju pada Arya sedari awal dan tidak pernah menyadari keberadaannya..
"Uhuk..uhuk.."
Ucap Rumbun yang mencoba untuk menarik perhatian mereka bertiga.
Namun Lisa dan Nisa hanya melirik Rumbun dan kembali mengacuhkannya.
"...."
Rumbun hanya bisa mencoba menahan kedutan di bibirnya dan duduk di sofa dengan wajah yang masam sambil memakan makanan yang di atas meja.
Setelah mengobrol sejenak bersama Lisa dan Nisa, Arya mengajak Rumbun untuk keluar dari ruangan ini agar mereka bisa berbicara berdua saja.
"Jadi seperti itu…"
Rumbun mengerutkan dahinya setelah mendengar tentang benih Iblis dari Arya.
Arya menjelaskan tentang benih Iblis yang pernah melekat pada roh Indah berikut penjelasan mengenai benih Iblis yang pernah Ipul katakan.
Sebelumnya saat Arya mengobrol dengan Nisa dan Lisa, Arya memperhatikan Nisa dan bisa memastikan bahwa gumpalan energi negatif yang melekat pada roh nya merupakan benih Iblis.
Namun benih Iblis yang melekat pada roh Nisa terlihat lebih besar perkembangannya daripada benih Iblis yang melekat pada Indah.
"Sepertinya dugaanku tidak terlalu jauh dengan apa yang kamu katakan. Aku sengaja membuat formasi pendeteksi dengan sumber daya energi negatif dan menyuruh Nisa untuk masuk kedalam formasi dan formasi itu malah menganggap Nisa sebagai suatu bagian dari formasi dan tidak mendeteksi keberadaannya."
Rumbun mengerutkan dahinya dan masih mencerna semua informasi yang ia terima.
Rumbun adalah seseorang ahli formasi dan sangat suka meneliti berbagai macam jenis energi spiritual sebagai hobinya.
__ADS_1
Sehingga ia tidak bisa menahan diri saat melihat Nisa yang memancarkan energi negatif. Meskipun orang lain tidak akan bisa mendeteksinya, namun Rumbun sangatlah sensitif terhadap sifat suatu energi sehingga ia bisa mengetahui keberadaan benih Iblis yang melekat pada Nisa.
Saat ia melihat benih Iblis yang bisa berkembang itu lah dia memutuskan untuk menculik.. meneliti Nisa untuk mencegah perkembangan energi negatif tersebut.
"Hah.. Setidaknya sekarang Aku sudah tahu tentang benih Iblis. Apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
Rumbun memijat dahinya dan bertanya kepada Arya dengan wajah yang lelah.
"Ya pasti musnahin benih Iblisnya dulu. Tapi Pak Rumbun bisa ambil sampel energinya untuk penelitian."
Arya berniat untuk memusnahkan benih Iblis tersebut secepat mungkin, tapi mengingat bahwa Rumbun mengatakan bahwa dirinya suka meneliti sesuatu, maka Arya berharap Rumbun bisa membuat teknik ataupun media untuk mendeteksi benih Iblis.
Kemudian Arya menjelaskan kepada Rumbun mengenai penyebaran benih Iblis yang akan mengancam manusia.
Ia berharap bisa bekerja sama dengan Rumbun untuk menghadapi rencana Iblis ini.
Arya yakin bila pihaknya bisa bekerja sama dengan Rumbun dan meneliti tentang benih Iblis, maka mereka akan bisa mendeteksi dan mencegah perkembangan benih Iblis.
"Tentu saja Aku akan senang meneliti tentang benih Iblis ini. Apalagi hal ini berkaitan dengan rencana Iblis."
Rumbun menganggukkan kepalanya dan mengerti bahwa hal ini sangat berbahaya bila dibiarkan begitu saja.
Meskipun Rumbun sudah sangat jarang bersosialisasi dengan manusia biasa dan lebih sering berpetualang, melakukan hobinya serta bertapa, namun ia tetap sangat peduli dengan manusia dan tidak menginginkan hal buruk ini terjadi kepada bangsa manusia.
Kemudian Arya pun memberikan alamatnya dan menyuruh Rumbun untuk melakukan penelitian di tempatnya saja demi keamanan bersama.
Arya khawatir jika bangsa Iblis akan mencari Rumbun bila mereka mengetahui bahwa Rumbun sedang mencoba untuk mencegah rencana mereka saat ini.
"Baik, Aku sudah banyak mendengar cerita mengenai Wisnu dan tidak menyangka kalau kamu itu cucunya, haha!"
Rumbun terdengar senang saat mendengar bahwa Arya adalah cucu dari Wisnu.
Wisnu adalah manusia yang disegani oleh para Jin dan praktisi spiritual lainnya, namun ia belum pernah melihat Wisnu secara langsung.
"Kakek sedang berada di Pantai Selatan.."
Arya tersenyum kaku dan menjelaskan kronologi pertarungan antara Wisnu dan bangsa Iblis kepada Rumbun.
" Sepertinya banyak hal yang terjadi saat Aku sedang bertapa.."
Rumbun menggelengkan kepalanya dan semakin menyadari bahwa situasi saat ini semakin berbahaya.
__ADS_1
Bahkan Wisnu yang terkenal sebagai petarung yang kuat pun bisa terluka seperti itu.
Dia bukanlah seorang petarung yang kuat, namun ia berharap dengan keahliannya ini, ia bisa membantu pihak Wisnu dalam menggagalkan rencana Iblis ini.