Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 25


__ADS_3

Setelah seluruh tubuhku kembali normal dan tenaga dalamku pulih seperti sedia kala, Aku bertarung lagi dengan Iblis tersebut.


Bangsa Iblis memang memiliki fisik yang kuat dan kemampuan mereka dalam bertahan hidup bisa dibilang curang. Berbeda dengan manusia yang membutuhkan waktu yang lama dalam penyembuhan luka luka yang kita terima.


Namun sejak dulu kala, manusia menggunakan cara lain untuk mengimbangi kelebihan Iblis dan bangsa lainnya. Manusia menggunakan obat obatan dan teknik lainnya untuk bisa menyembuhkan luka dan mengisi ulang tenaga dalam maupun energi spiritual yang telah habis.


Tenaga dalam digunakan untuk memperkuat tubuh dan memakai teknik tertentu, sedangkan energi spiritual lebih banyak digunakan dalam teknik yang membutuhkan kekuatan mental dan sebagainya.


Seperti para anak indigo yang bisa melihat bangsa Jin, mereka memiliki energi spiritual yang membantu mereka dalam merasakan hal hal yang gaib.


Namun seberapa banyak yang mereka bisa lihat ataupun ketahui, tergantung kepada energi spiritual yang mereka miliki.


" Ukh.. "


Ah.. Aku terlempar kembali karena pukulan Iblis itu. Ini adalah pertama kalinya Aku merasakan pertarungan yang membuatku terlihat menyedihkan.


Tingkatan ilmu ataupun kultivasi yang dimiliki Iblis tersebut berada diatasku. Aku bisa bertahan sampai saat ini hanya karena tubuhku yang kuat disertai obat obatan yang kumiliki.


Obat obatan penyembuh yang kugunakan adalah sesuatu yang berharga dan Aku tidak bisa menghamburkannya begitu saja.


Namun Iblis ini seperti seekor kecoa yang sulit untuk dibunuh, dan Aku pun hanya berniat untuk melemahkannya dan menangkapnya saja. Karena bila Aku menghancurkan tubuhnya saja, dia bisa kembali lagi dengan tubuh barunya.


Aku harus mengurung tubuhnya yang ini dan membuatnya kesulitan untuk kembali membuat onar di alam manusia. Tentu saja hal itu percuma bila Iblis ini bisa membuat tubuh kedua, namun hal tersebut sangat sulit untuk dilakukan.


" Kau seperti seekor kecoa yang sulit dibunuh, sialan… "


Iblis itu menatapku dengan penuh kebencian sambil menutup luka yang ada di perutnya yang berlubang dan dipenuhi asap itu.


" Uh.. Kau juga seperti kecoa… "


Aku membalas ejekannya sambil mengerutkan dahiku. 


" Sial! "


Kemudian dia melompat ke arahku dan kami berdua kembali beradu fisik seperti seorang pegulat.


Kami berdua sudah kelelahan dan ingin cepat cepat menyelesaikan pertarungan yang melelahkan ini.


Hanya suara benturan dan suara napas yang terdengar ditelingaku. Kami berdua terlempar secara bersamaan dan terbaring diatas tanah.


" Hah.. Hah.. "


Aku merasa sangat lelah dan sepertinya tubuhku sudah berada pada batasnya. Aku ingin mengambil pil penyembuh dari dalam kantung dimensi milikku. Namun mengingat pil itu sangatlah berharga, Aku menahan rasa sakit ini dan merasa puas dengan kekuatan tubuhku ini.

__ADS_1


Sepertinya kekuatan tubuh dan tenaga dalamku sudah cukup untuk bertahan melawan Iblis setingkatnya ini. 


" Kau memaksaku manusia.. "


Iblis itu berdiri dan menjulurkan tangannya, kemudian terlihat lubang hitam dan Iblis itu memasukkan tangannya kedalam lubang itu.


Lalu Iblis itu menggenggam sesuatu dan menariknya keluar dari dalam pusaran lubang hitam itu.


" Terbunuh oleh tombak Iblis yang hanya dimiliki oleh seorang jenderal adalah sesuatu yang terhormat. Kau bisa tersenyum puas dalam kematianmu manusia.. "


Iblis itu tersenyum sambil menggenggam tombak setinggi dua meter yang berwarna hitam pekat. Terlihat aura yang berwarna hitam disekitar tombak Iblis tersebut. Sepertinya itu adalah senjata pusaka yang cukup kuat.


" Ah.. Maafkan Aku.. "


Aku memejamkan mataku dan menghela napas panjang.


" Haha.. Percuma saja kau meminta ampun padaku! "


Iblis itu berlari dan memegang tombak itu ke arahku dengan satu lengannya yang tersisa itu.


" Maafkan Aku harus membunuhmu.. "


Aku memegang dada kiriku dan terlihat ingin menggenggam sesuatu.


"..... " 


Saat Iblis itu semakin dekat dengan tubuhku, Aku melihat senyuman sinis yang ada di tubuh Iblis itu terhenti. Kemudian tubuhnya terbelah dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan bagian tubuhnya terpisah ke arah kiri dan kananku.


Kedua bagian tubuhnya yang terbelah itu mengeluarkan asap, lalu asap itu seperti tersedot oleh sesuatu yang berada di genggamanku.


" Aaaaaa! "


Saat semua asap itu sudah terkumpul, Aku pun mendengar suara teriakan sang Iblis yang penuh rasa takut itu.


" Hah.. "


Aku kembali memasukan benda yang kugenggam ke dalam dadaku dan merasa sangat lelah sekali. Bukan hanya tenaga dalamku saja yang habis, bahkan energi spiritualku terasa kosong dan membuat kepalaku terasa berat sekali.


Aku hanya bisa terbaring lemah dan memandang langit biru tanpa awan yang ada di alam astral ini.


***


Setelah meminum pil yang mempercepat proses penyembuhan, semua luka di tubuhku terasa lebih baik. Pil ini berbeda dengan pil sebelumnya yang bisa menyembuhkan semua luka dan mengisi tenaga dalam.

__ADS_1


Namun setidaknya pil ini bisa membantu keadaanku yang lemah ini. Kemudian Aku keluar dari dimensi astral dan masuk kedalam alam manusia.


Aku melihat anak kecil itu yang terlihat masih berada dalam suatu ilusi. Kemudian Aku menjentikan jari dan menghilangkan ilusi yang mempengaruhi anak itu.


" Waaaa… Waaaaa.. Mama..."


Tubuh anak itu langsung bergetar dan dia pun menangis ketika Aku melepaskannya dari dalam ilusi itu. Sepertinya Iblis itu bermaksud memberikan anak ini ilusi yang akan membuatnya trauma sebelum membunuh anak ini sebagai tumbal dalam ritual mereka.


" Hah.. Tenang.."


Aku menepuk pundaknya dan membuat perhatian anak itu terfokus kepadaku. Kemudian saat matanya menatap mataku, Aku mengeluarkan suatu teknik hipnotis yang membuat mataku berkilau sejenak.


" Kamu hanya bermain main sampai kecapean dan tertidur di tempat ini.. "


Aku berbicara dengan nada yang datar dan memberikan sugesti kepadanya agar kejadian ini tidak memberikan trauma yang dalam kepada anak ini.


Saat dia menganggukkan kepalanya, Aku melepaskan teknikku dan membuat matanya yang kehilangan fokus itu kembali seperti sedia kala.


" Aaaa…! Orang gila…! Mama!!! "


Anak itu langsung berteriak histeris ketika melihatku dan langsung pingsan… Bibirku pun berkedut kedut mendengar kata kata yang menusuk itu.


Aku lupa untuk membersihkan bercak darah Iblis yang berwarna hitam di sekujur tubuhku. Untung saja darahku tertutup oleh cipratan darah Iblis itu dan tidak membuatku terlihat lebih menyeramkan.


Namun pakaianku yang compang camping ini membuatku seperti gelandangan, apalagi di rambut dan wajahku terdapat bercak darah yang sedikit mengering.


Kemudian Aku kembali ke dimensi astral dan mengeluarkan teknik air dengan sisa tenaga dalamku untuk menyelimuti tubuhku.


Melihat betapa kotornya tubuhku, Aku membuat air itu berputar putar di sekitar tubuhku. Aku merasa seperti pakaian yang sedang dibersihkan di dalam mesin cuci.


Saat Aku merasa semua tubuhku sudah terlihat bersih, Aku merasa belum cukup bersih dan mengambil sabun cair dari dalam kantung dimensi untuk membersihkan seluruh tubuhku kembali..


Setelah memakai pakaian dan parfum yang berada di dalam kantung dimensiku, Aku keluar dari dimensi astral dan melihat anak itu masih tidak sadarkan diri.


Kemudian, Aku membangunkan anak itu dan menghipnotisnya kembali agar melupakan sosok orang gila yang ia lihat…


" Waaa.." 


Anak perempuan itu membukakan mata dan mulutnya ketika menatapku dengan kaget sekali.


" Kamu kenapa ketiduran disini.. Aku kira ada kucing di dalem gudang ini. "


Aku pun tersenyum dan mengusap kepala anak itu dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2