Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 35 Satrio


__ADS_3

" Situasi kali ini cukup berbahaya. Untung saja para Iblis memusatkan perhatiannya pada Wisnu sehingga kita tidak kewalahan. Namun hal ini harus tetap kita waspadai, apalagi kalian belum terlalu kuat.. Hah… "


Mbah Bondo menggelengkan kepala di akhir ucapannya. Namun kekhawatirannya sia sia saja, karena di wilayah ini ada Aku yang akan menjaganya!


" Tenang aja Mbah, kan ada Aku. Biar kuhajar semua Iblis yang datang. "


Aku berbicara dengan penuh percaya diri sambil menepuk dadaku dengan keras. Aku merupakan salah satu anggota kantor urusan gaib yang ada di Jogja dan merupakan seseorang yang sangat spesial.


Aku sudah bisa melihat makhluk halus saat Aku masih kecil, dan memiliki bakat dalam teknik tenaga dalam yang membuat Mbah Bondo merekrut ku sejak Aku kecil.


" Haha… Percaya diri adalah hal yang baik, namun meremehkan lawan kita adalah hal yang bodoh. "


Mbah Bondo berbicara dengan alis yang berkedut kedut. Sepertinya dia khawatir dengan sikapku yang terlalu percaya diri ini.


" Tenang saja Mbah, Aku tidak bisa apa apa. Tapi semua yang Mbah ajarkan lah yang membuatku percaya diri melawan semuanya. "


Aku menggunakan senyuman terbaikku dan menatap seorang wanita cantik  dari sudut mataku.


Wanita itu adalah seorang pegawai biasa yang hanya mengurus dokumentasi. Dia bernama Nanda dan hanyalah seorang anak indigo yang bisa melihat mahluk gaib, namun dia tidak memiliki bakat dalam memanipulasi tenaga dalam sehingga dia tidak begitu mahir dalam pertarungan.


Ah Aya tersenyum mendengarkanku yang penuh karisma ini. Aku tidak dapat menyalahkannya bila dia sangat kagum padaku, apalagi wajahku yang tampan ini selalu membuatnya sedikit minder dan bertindak canggung.


" ….. "


Mbah Bondo hanya bisa tersenyum kaku, sepertinya dia sedikit malu karena Aku memujinya.


Penampilan Mbah Bondo terlihat seperti anak belasan tahun, namun Aku tahu bahwa Mbah Bondo ini sudah tua dan memiliki ilmu yang kuat.


Orang yang meremehkan Mbah Bondo akan menyesal ketika mereka tahu bahwa Mbah Bondo adalah salah satu orang yang sangat sakti di Indonesia ini.


Penampilannya sama sekali tidak berubah semenjak Aku pertama bertemu dengannya. Pertemuan dengannya telah membuat diriku, Satrio, menjadi seseorang yang sangat spesial.


" Baiklah, kalian boleh kembali. Aku harus bermeditasi dan bersiap bersiap bila harus menolong Wisnu. "


Kemudian Mbah Bondo membalikan tubuhnya dan menghilang dari pandangan mata kami. Seperti biasa, Mbah Bondo terlihat sangat keren dan misterius. 


" Nan, kamu mau makan apa? Biar Aku yang pesenin sekalian. "


Aku tersenyum kepada Nanda dan menatapnya yang terlihat canggung itu.

__ADS_1


" Uh.. Gak usah yo, biar Aku pesen online aja. "


Nanda tersenyum kaku, sepertinya dia masih sangat canggung berbicara padaku. Atau mungkin dia merasa cemburu dengan kedekatan Aku dan Kak Mei saat Kak Mei membantu kantor kami?.


Ah wanita sangatlah rumit, mengapa hal seperti itu bisa membuat mereka cemburu. Hal itu bahkan membuat pria populer sepertiku kebingungan.


" Kalo gitu sekalian pesenin ya Nan. Biar kita bisa makan bareng. "


Aku menawarkan kesempatan agar Nanda bisa makan siang bersamaku dan berniat memperbaiki mood yang canggung ini.


Saat Nanda selesai memesan makanan, Nanda berpamitan untuk pergi ke toilet. Kemudian  Aku duduk di sofa kantor dan membuka aplikasi messenger untuk mengirim pesan chat kepada Mei.


@Satrio : Jangan lupa makan siang Kak Mei (^^).


Sepertinya Kak Mei sedang sibuk dengan pekerjaannya karena dia tidak pernah membalas pesan chat dariku, bahkan dia tidak membaca setiap ucapan selamat tidur dariku.


Aku memakluminya karena saat ini Kak Mei dan keluarganya sedang menghadapi bangsa Iblis yang mengancam wilayahnya.


Aku ingin membantu Kak Mei melawan para Iblis itu, namun Mbah Bondo tidak mengijinkanku. Sepertinya dia masih khawatir bila kemampuanku yang mencolok ini akan mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.


" Ini laporan dari penyelidikan kemarin, tolong diterima Pak. "


" Terima Kasih atas kerja keras kalian. Apakah ada hal yang mencurigakan?. Apa ada seseorang yang perlu dihajar? Haha.. "


"... Semuanya ada di laporan.. "


Ah dia masih saja tidak bisa diajak bercanda. Kemudian Jin itu pergi dan menghilang dari pandanganku. 


Hah.. Semuanya jadi terasa membosankan setelah Kak Mei pergi. Apalagi di Jogja ini penuh kedamaian dan jarang sekali terjadi keributan sehingga Aku tidak bisa mempertunjukan kemampuanku.


Saat Aku menoleh, Aku melihat layar komputer milik Nanda yang masih menyala. Sepertinya dia lupa mematikannya sebelum dia pergi ke toilet.


" Bagaimana cara menolak pria pengganggu "


Hmm.. Sepertinya ada seorang pria yang mengganggu Nanda dan membuatnya tidak nyaman, Aku harus membantu Nanda mengatasi masalah yang dia hadapi.


Sepertinya inilah penyebab Nanda menjadi canggung, dia mungkin ingin meminta bantuanku untuk memberi pria pengganggu itu pelajaran, haha.


Dasar cewek, padahal dia hanya perlu mengatakannya saja dan Aku akan siap membantunya. 

__ADS_1


Baiklah Aku akan bertanya kepadanya setelah Nanda kembali.


" Nan, kamu kalau ada masalah cerita dong. Siapa emang cowok yang ganggu kamu terus? Bilang aja sama Aku, biar Aku kasih tau supaya dia gak ganggu kamu lagi. "


Nanda terlihat terkejut ketika dia mendengar ucapanku, kemudian dia tersenyum kaku dan terlihat terharu karena Aku bisa melihat sedikit air mata di ujung matanya.


***


" Jangan berpikir bila kita memiliki hubungan dekat hanya karena Ayahku berkata hal yang aneh. "


Seorang gadis cantik yang terlihat berumur lebih dari 20 tahun itu berbicara padaku dengan nada yang dingin.


" Aku hanya menuruti perintah dan mengajakmu bersantai melihat alam manusia.. "


Wanita itu bernama Wulan dan merupakan putri dari teman Kakek, Bara. Wulan memiliki wajah yang terlihat dingin dan serius, rambut panjang lurus miliknya menambahkan karisma yang dia miliki.


Kulitnya yang putih dan sedikit pucat itu terlihat kontras sekali dengan matanya yang tajam.


Bara menyuruhku untuk membawa Wulan berjalan jalan di alam manusia karena Wulan sudah lama tidak mengunjungi alam manusia dan hanya fokus pada meditasi saja.


Bara mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu yang harus dia diskusikan dengan Kakek dan dengan senang hati menyuruhku untuk menemani Wulan.


Aku sebenarnya tidak mau melakukan hal ini karena Wulan sangat menarik perhatian orang banyak dengan paras cantiknya itu.


" …. "


Hah… Sudah berapa kali ini terjadi.. Wulan selalu bertanya seperti itu kepada siapapun yang memperhatikannya. Sepertinya dia belum terbiasa menjadi pusat perhatian di alam manusia dan selalu menatap balik orang yang memperhatikannya dengan tatapan mata yang tajam.


Maksudku.. Dia memakai gaun putih yang elegan dan terlihat mewah, disertai wajahnya yang cantik. Tentu saja dia akan menjadi pusat perhatian banyak orang, apalagi saat ini kita sedang berada di taman yang terdapat banyak orang.


" Kamu.. Gak usah liatin mereka. Mereka cuma kagum aja sama penampilan kamu yang menawan. "


Aku berbicara padanya dengan nada yang datar dan tanpa ekspresi apapun di wajahku.


" Hmm.. Apa ini yang Ayah bilang gombalan dari pria? "


Wulan menatapku dengan serius sambil mengerutkan dahinya.


" …. "

__ADS_1


Aku hanya bisa terdiam menanggapi perkataannya dan menahan kedutan di bibirku.


__ADS_2