Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 62 Jelangkung


__ADS_3

"Apa kamu tahu lokasi mereka?"


Arya bertanya kepada Bella setelah ia menyaksikan apa yang terjadi kepada Lisa dan Nisa.


Ia khawatir dengan apa yang akan terjadi bila ia terlambat untuk menyelamatkan mereka berdua. Meskipun ia tidak mengetahui tingkat kekuatan pria tua itu, namun Arya tetap bertekad untuk datang dan berusaha menyelamatkan mereka berdua.


Rasa peduli akan sesama manusia telah tertanam dalam diri Arya sejak ia masih kecil, Kakek dan orang orang disekelilingnya selalu memberikan nasihat kepada Arya.


Orang yang memiliki kelebihan dalam hal spiritual harus sebisa mungkin menggunakan kemampuannya dalam hal yang baik.


Hanya karena mereka memiliki kemampuan yang kuat, bukan berarti mereka bisa bertindak sesukanya. Mereka harus memikirkan tentang hukum karma dan hal lainnya yang akan berdampak pada sekelilingnya.


Meskipun hukum karma adalah hal yang misterius, namun mereka sudah banyak menyaksikan hal buruk terjadi kepada beberapa orang yang menyalahgunakan kemampuannya.


Tentu saja ada banyak pihak yang menentang teori ini karena masih banyak Jin dan Manusia yang tidak mendapatkan balasan atas perbuatan buruknya.


Namun setidaknya mereka setuju untuk tidak ikut campur dalam masalah duniawi. Karena dunia manusia ini akan cepat hancur bila para praktisi spiritual ataupun tenaga dalam berbuat onar di dunia manusia.


Mereka lebih memilih untuk bertarung di alam astral untuk menghindari kerusakan di alam manusia.


"Tentu saja, kau pikir Aku tidak bisa melakukan hal semudah itu?"


Bella memutar bola matanya saat menjawab Arya. Bila ia mampu mengamati apa yang terjadi disana, maka sudah pasti ia pun tahu dimana tempatnya.


Ia bukanlah seorang penyihir pemula dan memiliki berbagai macam teknik dan sihir. Menemukan lokasi seseorang adalah hal yang cukup mudah baginya.


Setelah mendapatkan jawaban dari Bella, Arya pun meminta lokasi Lisa dan Nisa kepadanya dan bersiap siap untuk menuju tempat tersebut.


Namun saat melihat Bella melakukan zoom out pada bola kristalnya layaknya sebuah aplikasi peta modern, Bibir Arya berkedut dan merasa bahwa ia juga ingin memiliki bola kristal seperti Bella!


Tentu saja Arya tidaklah serius, karena ia tahu bahwa sihir yang Bella lakukan adalah sihir tingkat tinggi. Meskipun ia memiliki bola kristal yang sama, belum tentu ia bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Bella.


Medium bola kristal tersebut hanya akan menjadi hiasan saja bila tidak dibekali ilmu yang cukup.


Bila semua orang bisa melakukan hal yang sama dengan medium bola kristal tersebut, Arya yakin bahwa semua praktisi spiritual akan memiliki bola kristal dan teknik pencarian atau ramalan lainnya akan tersisihkan.


Meskipun Arya khawatir beberapa pihak akan menyalahgunakan bola kristal tersebut untuk kepentingan tertentu..

__ADS_1


Membayangkan setiap pergerakan kita bisa dilihat oleh orang lain adalah hal yang mengganggu sekali, karena setiap orang tidak akan memiliki privasi lagi.


"Jadi kamu pergi gitu aja?"


Bella tersenyum saat melihat Arya yang membelakangi dirinya dan bersiap pergi setelah ia mendapatkan lokasi mereka.


"..."


Arya terdiam dan baru mengingat bahwa ia melupakan tentang Bella.


"Datang tak diundang, pulang tak diantar. Apa kamu itu jelangkung?"


Bella tersenyum ramah kepada Arya.


Namun Arya menjadi semakin canggung mengingat apa yang ia lakukan memang terlalu berlebihan.


Datang dengan dilengkapi senjata dan perlengkapan yang lengkap, berniat untuk bertarung, meminta bantuan kepada Bella dan langsung pergi setelah ia mendapatkan lokasi Nisa..


"Terima kasih Kak.. Bella. Maaf sudah mengganggu dan merepotkan. Aku janji kesini lagi kalau urusan pekerjaan ini udah beres Kak."


Ia benar benar tulus berterima kasih kepada Bella, karena pada awalnya ia memang telah salah paham dan menuduh Bella lah yang menjadi dalang dari kasus hilangnya Nisa.


Namun Bella tetap memaafkannya dan malah membantunya dalam mencari Nisa.


Arya merasa telah berhutang banyak kepada Bella dan berniat untuk membantu Bella bila ia membutuhkan bantuan darinya.


Namun tentu saja saat ini ia memiliki hal yang lebih penting, yaitu menyelamatkan Nisa dan Lisa yang saat ini terlihat sedang berada dalam keadaan yang membahayakan.


Oleh karena itu ia terpaksa menjadi jelangkung dan pergi menyelamatkan Nisa…


"Aku cuma bercanda. Pergilah, lakukan apa yang harus kamu lakukan."


Bella menggelengkan kepalanya saat melihat Arya yang terlihat merasa bersalah itu.


Setidaknya ia salut kepada Arya yang masih bisa berpikir jernih dan mementingkan penyelamatan Nisa.


Karena belum tentu orang lain bisa bersikap sama saat bertemu orang sekuat Bella. Mereka akan lebih berhati hati dan takut membuatnya tersinggung setelah mengetahui kekuatannya.

__ADS_1


Tentu saja ada kemungkinan lain dan Bella berpikir bahwa Arya memang dikelilingi oleh orang yang memiliki kekuatan yang sama kuat ataupun lebih kuat darinya sehingga Arya bisa bersikap biasa saja.


Apalagi Arya berniat untuk pergi sendiri dan tidak meminta bantuan darinya untuk menyelamatkan Nisa.


Namun mengingat beberapa benda berbahaya yang Arya memiliki, Bella merasa bahwa Arya memang bisa mengatasi semua itu seorang diri.


Lagipula dia hanya perlu mengamatinya melalui bola kristal dan memberikannya bantuan bila Arya berada dalam keadaan yang berbahaya.


"Aku pamit dulu Kak Bella."


Arya pun berpamitan dan pergi menuju lokasi yang telah ia ketahui dari Bella.


"Mmm"


Bella hanya menganggukkan kepalanya saja dan memperhatikan Arya yang semakin menjauh dari pandangannya.


Bella menghela nafasnya saat melihat Arya sudah pergi.


Ada satu hal yang tidak ia katakan kepada Arya. saat ia melihat Arya, ia melihat Arya sedang berada dalam pengaruh suatu sihir.


Sihir tersebut merupakan sihir yang akan membuat orang tersebut menjadi sial. Namun semakin banyak kesialan dan bahaya dari kesialan tersebut, maka ia akan mendapatkan sebuah keberuntungan yang besar.


Orang yang berada dalam pengaruh sihir tersebut akan melakukan berbagai kesalahan dan kecerobohan bila mereka tidak waspada.


Apalagi orang yang berada disekitar mereka bisa terlibat dalam kesialan tersebut bila mereka tidak berhati hati.


Namun sepertinya melihat Arya yang bisa tiba tiba sampai di tempat ini dan melewatkan lokasi Nisa yang sebenarnya berada tidak jauh ditempat awal pencariannya, maka bisa dipastikan keberuntungan yang Arya dapatkan adalah pertemuannya dengan Bella.


'Melihat Kau tidak memiliki niatan buruk dan memiliki seseorang yang kuat di belakangmu, maka Aku akan menolongmu..'


Pikir Bella sambil menggelengkan wajahnya. Setidaknya sihir ataupun teknik ini merupakan suatu teknik yang langka dan kuno. Sehingga orang yang melakukan teknik tersebut bukanlah orang yang sembarangan.


Meskipun ia telah membantu Arya mencari lokasi Nisa, namun Bella yakin bahwa bukan hal tersebutlah yang menjadi alasan seseorang tersebut menggunakan teknik kuno itu.


'Semoga yang ia cari bukanlah jodoh.. Karena Aku terlalu tua untuknya…'


Pikir Bella sambil tersenyum kaku.

__ADS_1


__ADS_2