
" Jadi apa yang kau cari Arya? "
Bella dan Arya yang sudah saling memperkenalkan diri sedang duduk berhadapan. Bella meneguk teh hangat dari cangkir yang terlihat antik setelah ia bertanya kepada Arya.
" Roh seseorang yang bernama Nisa. "
Ucap Arya sambil menjelaskan kronologi kedatangannya kemari, ia pun menjelaskan bahwa orang tua Nisa lah yang telah menghubungi kantornya.
Arya ikut menjelaskan mengenai firasat buruk yang ia rasa sehingga ia memutuskan untuk menggunakan berbagai macam jimat dan artefak lainnya saat masuk kedalam dimensi kecil milik Bella.
"Ya… Aku bisa mengerti semuanya karena kamu sudah memiliki niat buruk untuk melawanku, maka instingmu yang kuat akan memperingati bahwa Aku sangat berbahaya".
"Untung saja kamu tidak langsung menyerang menggunakan sesuatu yang berbahaya".
Ucap Bella sambil menahan kedutan di bibirnya.
Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya. Meskipun ia yakin bahwa ia masih bisa selamat karena ia memiliki beberapa artefak penyelamat, namun cedera yang akan ia terima akan sangat serius.
Namun tentu saja hal tersebut hanya perkiraannya saja. Pengalaman dalam hidupnya telah mengajarkan bahwa ia tidak boleh merendahkan setiap hal dan harus bersikap hati-hati dalam segalanya.
"Haha.. Maaf.."
Arya hanya bisa tertawa kaku mendengar Bella yang terdengar kesal. Ia hanya berjaga-jaga dan tidak memiliki pilihan lain selain menyiapkan semua benda miliknya untuk menghadapi sesuatu yang berbahaya.
"Melihat bahwa takdir telah mempertemukan kita, maka Aku akan membantumu mencari wanita tadi secara gratis. Anggap saja ini adalah hadiah pertemuan kita."
Setelah merasa puas melihat wajah Arya yang merasa bersalah, Bella menganggukkan kepalanya dan mengambil sesuatu dari dalam cincin dimensi miliknya.
Arya memperhatikan bola kristal yang berukuran seperti bola sepak, bola kristal tersebut muncul secara tiba-tiba dan saat ini berada di atas meja.
__ADS_1
Tentu saja sudah tahu bahwa cincin yang ada di jari Bella adalah sebuah artefak dimensi seperti kantung dimensi miliknya.
Namun bentuk sebuah artefak memang berbeda-beda dan Arya hanya memiliki artefak dimensi yang berbentuk seperti kantong kecil saja.
Hanya Kakek, Nenek dan Mei saja yang menggunakan artefak dimensi berbentuk cincin. Awalnya ia ingin memiliki hal yang serupa, namun karena ia merasa tidak nyaman menggunakan cincin saat bepergian, maka ia menggunakan kantung dimensi sebagai gantinya.
Karena kantung dimensi merupakan sesuatu yang lebih umum dan nilai jualnya lebih rendah dibandingkan cincin dimensi yang lebih berharga dan memiliki ruang yang lebih luas.
Namun Kakek saja masih membawa kantong dimensi meskipun ia telah memakai cincin dimensi.
Arya mengingat Kakek berkata bahwa saat ia muda dan bepergian ke tempat yang dipenuhi harta karun, ia pernah bertemu sekelompok bandit yang kuat dan mencegatnya saat ia akan pulang dari tempat tersebut.
Kakek berhasil melarikan diri saat ia melemparkan kantong dimensi yang kosong dan membuat para bandit mengejar beberapa kantong dimensi yang ia lemparkan.
Bandit tersebut tidak mencurigai cincin dimensi yang Kakek miliki dan berusaha menangkap beberapa kantong dimensi yang Kakek lemparkan.
Oleh karena itu, bahkan sampai saat ini Kakek masih terbiasa membawa kantong dimensi cadangan. Kantong tersebut juga berguna saat akan berburu harta karun karena kita tidak akan tahu bahwa cincin dimensi yang ia miliki akan cukup untuk meram.. memburu harta karun di tempat tersebut.
Arya hanya bisa setuju dengan alasan Kakek dan berjanji akan berhati-hati bila ia akan pergi ke suatu tempat untuk berburu harta karun.
"Kristal Galaxy v9.0.3 Limited edition. Bagaimana Arya? Kamu pasti belum pernah lihat yang seperti ini kan?"
Bella memperkenalkan bola kristal miliknya yang sangat ia banggakan kepada Arya. Bola kristal ini telah ia dapatkan dengan susah payah, persaingan untuk mendapatkannya saja sangat berat karena bola kristal merupakan sesuatu yang penting untuk para penyihir sepertinya.
Meskipun harganya sangatlah mahal, namun mengingat para penyihir lain yang terlihat kagum dan cemburu dengan bola kristal miliknya, Bella sangat merasa puas sekali dengan bola kristal miliknya ini.
"Dilengkapi map bumi dan beberapa daerah di alam astral, memiliki teknologi modern yang bisa tersambung dengan alat komunikasi biasa seperti pc, laptop dan smartphone. Haha.. Apa kau terkejut?"
Bella tertawa puas setelah menjelaskan kelebihan bola kristal yang ia miliki. Bola kristal ini merupakan terobosan terbaru dari para pembuat artefak yang merasa bahwa bola kristal yang selalu dibanggakan para penyihir bisa mereka padukan dengan beberapa alat modern buatan manusia biasa.
__ADS_1
Setelah beberapa percobaan, mereka berhasil membuat bola kristal yang bisa tersambung dengan alat modern. Meskipun bola kristal tersebut hanya bisa menjadi proyeksi dan tidak bisa tersambung secara langsung, namun setidaknya para penyihir menganggap terobosan terbaru mereka adalah sebuah ajang beradu kemewahan!
Aliansi pembuat artefak pun masih meneliti dan berupaya menanamkan sebuah sistem dari alat modern manusia, namun hal tersebut harus ditunda mengingat bahwa peningkatan teknologi yang terlalu cepat akan membuat para konsumen sebelumnya akan menjadi kecewa karena telah membeli produk mereka dengan harga yang mahal..
Namun setidaknya material bola kristal tersebut memang terbuat dari material yang langka dan lebih kuat dari material biasanya.
Mereka pun menerima pembelian bola kristal bekas yang akan bisa mereka daur ulang dan lebur kembali menjadi bola kristal biasa yang telah ditambahkan beberapa teknologi terbaru.
Arya hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan senyum yang kaku saat melihat wajah Bella yang berteriak "Puja Aku" tersebut.
Setelah Bella menjelaskan beberapa penjelasan lain mengenai kelebihan bola kristal miliknya, Arya bernafas lega saat Bella mengakhiri penjelasannya dan berkata bahwa ia akan menggunakan salah satu teknik pencarian miliknya untuk menemukan Roh Nisa.
"Baiklah, berikan Aku informasi tentang orang yang kau cari termasuk tanggal lahir dan nama orangtuanya."
Bella yang sudah merasa puas karena telah menjelaskan semua fitur bola kristal miliknya mulai bertanya mengenai Nisa kepada Arya.
Arya yang sudah menyiapkan informasi tentang Nisa pun memberikan informasi tersebut kepada Bella.
Sebenarnya Arya sudah mencoba teknik pencarian roh untuk mencari Nisa, namun entah mengapa tekniknya selalu gagal dan tidak berhasil menemukan Nisa.
Arya menganggap mungkin hal tersebut terjadi karena seseorang atau suatu pihak yang telah mengambil roh milik Nisa telah menggunakan teknik anti pelacakan untuk menyembunyikan posisi mereka.
Oleh karena itu Arya menyerah dan memutuskan untuk mencari roh Nisa di daerah sekitar saja.
"Aku akan memulai teknik pencarianku."
Bella berbicara dengan nada yang pelan dan berkonsentrasi sambil menatap bola kristal miliknya.
Tidak lama kemudian, Arya melihat bola kristal itu menjadi semakin terang dan bisa melihat sosok Nisa dari balik bila kristal tersebut.
__ADS_1