
Arya menatap seorang Pria Tua yang berada tepat di hadapannya dengan wajah yang serius.
Pria Tua itu memiliki janggut dan rambut panjang yang berwarna putih, namun beberapa rambut di bagian atas kepalanya sudah hilang.
Saat ini ia sedikit merasa aneh karena ternyata ia melewatkan tempat ini saat dia melakukan pencarian sebelumnya.
Meskipun bangunan yang terbuat dari bambu ini tidak terlalu besar, namun seharusnya ia tidak akan melewatkan tempat ini saat ia melewati daerah ini.
Apalagi formasi tersembunyi di tempat ini dipenuhi oleh energi negatif dan seharusnya ia akan merasakannya dan tidak akan terkecoh karena Arya cukup sensitif akan energi negatif.
"Ada keperluan apa anak muda?"
Pria tua itu menatap Arya sambil mengerutkan dahinya. Ia tidak merasa bahwa mereka berdua pernah bertemu, apalagi saat ini jumlah praktisi spiritual tidaklah banyak dan diantara orang yang ia kenal, ia tidak mengenali Arya sama sekali.
Apalagi tempat ini sudah ia pasang dengan formasi tersembunyi dan tidak sembarang orang bisa melihat tempat persembunyiannya di alam astral ini.
Pria tua itu merasa Arya bukanlah praktisi spiritual biasa dikarenakan energi spiritual yang Arya tunjukan saat ini cukup kuat untuk seusianya.
Sehingga ia mewaspadai bahwa Arya merupakan seorang tuan muda dari pihak tertentu yang memiliki keperluan ataupun mencari masalah dengannya.
"Lepaskan Nisa dan Lisa yang kamu sekap di dalam."
Arya berbicara dengan nada yang serius sambil mengumpulkan energi spiritual dan bersiap siap untuk bertarung bila pria tua itu melakukan perlawanan.
Meskipun ia tahu bahwa pria tua yang ada di hadapannya ini bukanlah seorang Jin biasa yang bisa diremehkan, namun ini adalah kewajibannya dan ia tidak akan mundur dari tanggung jawabnya.
Apalagi Arya yang saat ini memiliki berbagai alat pertahanan dan penyerangan yang sangat lengkap.
Bila kekuatannya tidak bisa mengalahkan pria tua itu, maka Arya akan mengalahkannya menggunakan hartanya!
Bila praktisi spiritual lain mengetahui apa yang dipikirkan oleh Arya, sepertinya mereka akan memukuli Arya karena menghamburkan beberapa jimat ataupun talisman berharga dan alat spiritual lain.
Di masa ini, alat spiritual dan talisman merupakan suatu hal yang cukup langka. Semua hal tersebut tidak bisa diukur dengan uang dan hanya bisa didapatkan dengan menukar beberapa benda spiritual lainnya.
__ADS_1
Namun Arya memiliki Kakek, Nenek, dan pihak lain yang tidak akan sungkan memberikannya benda benda berharga sehingga ia tidak merasa sayang untuk menggunakannya.
Nenek selalu berkata untuk apa menyimpan jimat ataupun talisman yang berharga hanya untuk keadaan darurat?
Kita tidak akan bisa menggunakannya bila kita mati gara gara terlambat menggunakannya hanya karena menahan diri.
Sebelumnya Arya merasa bahwa ia sangat jarang berada dalam situasi berbahaya, oleh karena itu kakek dan neneknya tidak membekali Arya sesuatu yang terlalu kuat untuknya.
Namun akhir akhir ini, Arya selalu berada dalam situasi yang berbahaya. Apalagi saat ini sedang terjadi konflik yang cukup besar dengan bangsa Iblis.
Sehingga Wisnu dan Li Shu bersikeras memberikan Arya berbagai macam alat spiritual dan talisman untuk keselamatan dirinya.
Mereka berdua tidak ingin Arya mengalami penyerangan seperti saat ia terkena anak panah penghapus jiwa.
Meskipun saat melawan para Iblis, Arya tidak menggunakan semua ini, itu hanya dikarenakan Arya mengetahui bahwa sang Ratu Pantai Selatan mengawasinya.
Sehingga Arya masih menahan diri dan tidak ingin menyia-nyia kan benda berharga miliknya.
Namun saat sang Ratu Pantai Selatan memberinya kristal yang dipenuhi kekuatan berbahaya itu, Arya mengetahui bahwa sang Ratu akan melakukan pertapaan dan tidak akan bisa melindunginya.
Bibir pria tua itu berkedut kedut saat melihat tubuh Arya yang saat ini dipenuhi beberapa alat dan jimat perlindungan diri.
Hey, mereka berdua baru saja bertemu dan anak muda ini langsung menunjukan statusnya yang sudah pasti penting karena dipenuhi oleh benda benda berharga.
Apalagi yang Arya tunjukan saat ini hanyalah alat perlindungan diri, Pria Tua itu tidak ingin mengetahui berapa jumlah alat dan jimat penyerangan yang Arya miliki!
Meskipun ia memiliki kultivasi yang lebih kuat dari Arya, namun ia tidak yakin bahwa ia memiliki kekayaan yang lebih dari keluarga Arya.
Karena bila keluarga Arya membekalinya dengan benda berharga seperti ini, ia tidak tahu apa yang akan terjadi bila dirinya melukai anak emas yang satu ini.
"Haha.. Tidak perlu berhati hati seperti itu anak muda.. Aku hanya tertarik dengan hal aneh yang ada pada mereka dan tidak melakukan apapun! Kau bisa masuk kedalam bila kau tidak percaya denganku!"
Ucap Pria tua itu setelah ia menelan ludahnya sendiri dan berusaha memberikan senyumannya yang paling ramah kepada Arya.
__ADS_1
Biasanya Pria tua ini tidak terlalu memperhatikan etika dan sopan santun saat berbicara dengan orang lain, namun sepertinya saat ini ia harus menjaga etikanya agar tidak memprovokasi harta karun berjalan ini..
Ia masih ingin menjaga nama baiknya dan tidak ingin berita bahwa dirinya dikalahkan oleh harta karun berjalan ini tersebar!
"Mhmm"
Arya hanya bergumam dan menganggukkan kepalanya saat melihat Pria Tua yang saat ini sedang berusaha tersenyum ramah kepadanya.
Namun Arya mengeluarkan beberapa jimat penyerangan dan bersiap mengaktifkan beberapa jimat perlindungan diri untuk berjaga jaga bila Pria Tua itu melakukan sesuatu di dalam rumahnya tersebut.
" Haha.. Perkenalkan Aku Bandrang Rumbun. Saat Aku melewati daerah ini, Aku melihat ada sesuatu yang menempel pada jiwa gadis itu. Jadi Aku memutuskan untuk mengamatinya.."
Pria Tua yang bernama Rumbun itu pun memperkenalkan dirinya dan menjelaskan alasannya menyekap Nisa untuk menghindari kesalahpahaman ini.
Dia benar benar tidak memiliki niat buruk dan hanya tertarik pada gumpalan energi negatif yang menempel pada roh ataupun jiwa Nisa.
Ia mencurigai bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang simpel dan memutuskan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Apalagi ia bisa merasakan bahwa gumpalan energi negatif tersebut bisa berkembang dan menyerap energi negatif di sekitarnya.
Sehingga ia terpaksa mengambil roh gadis itu untuk menghentikan perkembangan energi negatif tersebut.
"Jadi seperti itulah yang terjadi. Kau bisa melihatnya sendiri di dalam."
Rumbun merasa lebih tenang setelah menjelaskan alasannya untuk menyekap roh milik Nisa.
Namun ia menggelengkan kepalanya saat melihat bahwa Arya sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya dan hanya mengerutkan dahinya saja.
"Ayo silahkan masuk."
Rumbun tersenyum kaku dan mengibaskan tangannya untuk menonaktifkan formasi disekitar dan mempersilahkan Arya untuk masuk ke dalam rumahnya.
Ia hanya berharap bahwa harta karun berjalan ini bisa mengerti maksud dan tujuannya menyekap Nisa sehingga tidak terjadi konflik diantara mereka berdua.
__ADS_1
## Komentar dan like ya biar Author terus semangat update!##