Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 47 Mencari Ipul


__ADS_3

" Mel, disini kamu gak apa apa sendiri? "


Arya bertanya pada Amel yang sedang duduk diseberangnya. Arya dan Amel sedang sarapan bersama di pagi ini, dan Arya merasa tidak enak kepada Amel yang harus sendirian karena masalah yang sedang mereka hadapi.


" Aku gak apa-apa kok Ya. Lagian kata kamu juga lebih aman disini kan? "


Amel mengunyah makanan buatannya sendiri. Amel membuat bubur yang telah dicampur beberapa bahan lain yang mengandung energi spiritual. 


Bahan bahan masak yang mengandung energi spiritual ini adalah pemberian dari Mei yang menyuruh Amel untuk melatih keahlian memasaknya.


Tentu saja Amel sangat senang dengan pemberian ini dan berlatih dengan giat, semua catatan panduan yang diberikan oleh Mei pun selalu dia baca berulang-ulang dengan serius.


" Kamu udah cukup baik buat seorang pemula Mel, Kak Mei pasti seneng ada temen yang satu hobi sama dia. "


Arya tersenyum saat merasakan masakan buatan Mei ini tidaklah buruk untuk seorang pemula. Meskipun ada beberapa bahan yang telah kehilangan energi spiritual, namun setidaknya masakan ini memiliki rasa yang enak dan energi spiritual yang cukup.


" Aku masih harus banyak belajar Ya. "


Amel menjawab dengan nada yang santai. Namun di dalam hatinya, Amel sangat senang sekali dengan komentar dari Arya. Amel mencoba menahan senyumnya, namun hal tersebut gagal dan Arya bisa melihat bahwa Amel makan sambil tersenyum dengan mata yang tidak fokus.


" Makasih Mel masakannya. "


Arya mengambil mangkok yang telah mereka gunakan dan pergi mencucinya. Amel awalnya melarang Arya dan bermaksud untuk mencucinya sendiri. Namun Arya berkata bahwa karena Amel sudah memasak, kini giliran Arya yang harus membersihkan piring piring dan meja makan.


' Gusti.. idaman banget.. '


Amel bergumam sambil melihat Arya yang terlihat semakin mempesona untuknya. Sepertinya saat saat mereka berdua seperti ini tidaklah buruk, karena Arya masih akan pulang kesini. Tidak seperti Maja dan Mei yang memiliki tugas yang lebih sibuk dan akan sangat jarang kembali ke tempat ini.


" Bentar Arya! "


Arya menoleh ke arah Mei yang menghampirinya dengan terburu buru. Arya berniat untuk pergi dan mencari Ipul dan bertanya mengenai racun yang saat ini berada di dalam tubuh Wisnu.


" Kenapa? "


" Uh.. Hati hati di jalan.. "


Ucap Amel sambil menjulurkan tangannya. Kemudian Arya tersenyum dan menjabat tangan Amel, namun Amel langsung membungkuk dan mendekatkan tangan Arya ke dahinya.


" Hehe.. "


Amel tertawa dan ingin melihat reaksi Arya, namun dia hanya melihat Arya yang tersenyum kaku. Amel sedikit kecewa karena dia berharap Arya akan tersipu malu, namun percobaannya ini gagal dan belum bisa menaklukan Arya.


" Aku.. Berangkat dulu ya Mel. "

__ADS_1


Arya hanya bisa berkata seperti itu dan berjalan menuju pintu, namun dia berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.


" Kalau ada apa-apa, chat Aku aja Mel. "


" Iya.. "


Amel melambaikan tangannya dan berdoa untuk keselamatan Arya. Amel sangat khawatir karena situasi akhir akhir ini sangat berbahaya, bahkan Wisnu sampai harus berdiam diri di Kerajaan Pantai Selatan untuk menahan racun yang dia dapatkan saat bertarung melawan Iblis.


Amel berharap tidak ada lagi anggota kantor ini yang terluka, karena dia sudah merasa nyaman berada disini.


***


Arya berjalan di sekitar daerah ini dan berharap bisa bertemu dengan Ipul. Arya juga bertanya kepada Jin di sekitar, namun mereka tidak mengetahui  keberadaan Ipul. 


Karena Iblis sejati seperti Ipul bisa menyembunyikan keberadaannya, sehingga akan sulit untuk mencarinya.


Arya sudah menggunakan berbagai teknik untuk mendeteksi keberadaan Ipul, namun dia benar benar tidak mendeteksi energi dari seorang Iblis. 


" Hah.. "


Arya menghela nafasnya dan merasa cukup lelah karena telah menggunakan berbagai macam teknik. Kemudian dia berjalan kaki dan mencari tempat beristirahat sebelum melanjutkan pencariannya ini.


Saat dia sampai di taman, dia melihat sekumpulan anak anak dan orang tuanya yang sedang berkumpul.


Mereka berkumpul dan terlihat sedang melingkari sesuatu yang ada di tengah mereka.


" Aku duluan Bang, Aku mau bentuknya Barbie! "


" Udah udah, Ibu duluan aja ya. Ibu mau bentuk Arka Saloka bisa Bang? Harga bukan masalah. "


Arya mendengar beberapa suara ribut darisana, sepertinya mereka sedang berebut sesuatu. Bahkan Arya melihat seorang Ibu ibu yang ikut berebutan dengan anak anak lain.


" Ah? Arya? Sini bantu Saya Ya! "


Arya mendengar seseorang yang memanggilnya dan sedikit terkejut. Kemudian orang orang dikerumunan itu pun menoleh kepada Arya, beberapa wanita yang masih muda pun mengalihkan handphone yang sedang merekam kerumunan itu ke arah Arya.


" Kasih jalan, sini kamu Arya! "


Kerumunan itu pun memberi jalan kepada Arya, dan Arya bisa melihat seseorang yang sedang duduk diatas kursi.


Pria itu sedang memegang stick kayu kecil, di ujung kayu itu terlihat permen gulali yang berbentuk karakter ninja berambut kuning.


Karakter itu terbentuk hampir sama dengan karakter yang Arya pernah lihat. Keahlian membentuk permen tersebut membuat Arya terkagum. 

__ADS_1


Pria yang memakai kacamata dan topi koboi tersebut memberikan permen gulali yang telah selesai ia bentuk kepada salah satu anak kecil yang sedang bersorak.


" Makasih Bang! Keren banget Bang! "


" Haha.. Mundur dulu ya, giliran yang lain. "


Pria itu tersenyum bangga dan melambaikan tangannya kepada Arya, seolah olah menyuruhnya cepat kesini.


Arya memandangi pria itu dengan bibir yang berkedut kedut. Karena dia tahu bahwa Iblis yang sedang ia cari dengan susah payah itu ternyata sedang menyamar sebagai manusia dan berjualan permen gulali.


Kemeja dan rompi levis yang ia kenakan membuatnya terlihat mencolok saat dipadukan dengan topi koboi dan kaca mata hitam. Arya tidak tahu harus berbicara apa melihat penyamaran yang dia lakukan.


[ Aku ada pertanyaan penting yang harus kamu jawab. ]


Arya berjalan menghampiri Ipul dan duduk dibangku yang ada disebelahnya sambil bertanya melalui telepati.


[ Bantu Aku dulu Arya. ]


Ipul hanya menjawab Arya dengan singkat dan memberikan stick kayu kepada Arya.


" Kamu bikinin karakter yang anak itu mau. Mana gambarnya tadi Nak? Biar Om yang ini yang bikinin. Tenang aja, Om yang satu ini sama kok kayak Saya. "


Ipul menyuruh seorang anak perempuan yang langsung menunjukkan gambar seorang artis korea dari handphonenya.


" Nah itu gambarnya Ya. Sekarang kamu bikin ya, dibikin chibi aja biar gampang bikinnya. "


Ipul tersenyum kepada Arya dan memberi tahu letak berbagai macam pewarna yang digunakan untuk mewarnai permen gulali itu.


" … Ok.. "


Arya hanya bisa menuruti perintah dari Ipul dan terpaksa membantunya berjualan permen gulali.


Arya memasang wajah yang serius dan mulai mengambil gulali yang masih lembek dan mulai membentuknya dengan perlahan. Arya baru pertama kali melakukan hal ini, namun karena dia bisa mengontrol gerakan tangan dan menggunakan sedikit energi spiritual, Arya yakin dia bisa melakukan pekerjaan ini.


" Waaaah…Tehyung.. "


Anak perempuan itu membuka mulutnya lebar-lebar dan melihat karakter pria yang dibuat oleh Arya. Karakter itu sangat lucu dan terbentuk dengan baik, bahkan pewarnaan yang Arya berikan sangatlah bagus dan penuh detail.


" Om jago banget, kalau udah gede Aku mau nikah sama orang yang kaya Om! "


Arya hanya bisa tersenyum kaku saat mendengar perkataan dari anak kecil yang polos itu. Meskipun Arya ingin sedikit mengoreksi dan mengatakan bahwa dia tidak ingin dipanggil Om.


" Kak, Aku juga mau dong. Aku mau bentuk permennya sama kaya Kakak.. "

__ADS_1


Seorang wanita yang terlihat masih berumur dua puluh tahun berkata kepada Arya sambil memegang handphone nya dan merekam Arya.


" Uh.. Ok.. "


__ADS_2