
Arya menyuruh Roni beserta Istrinya untuk menutup mata mereka berdua, kemudian ia menutup kembali mata batin mereka berdua.
Arya sengaja membuka mata batin mereka berdua sebelumnya, agar mereka bisa melihat apa yang terjadi dan mempercayai dirinya.
Namun saat ini Arya harus menutupnya kembali karena ia merasa apa yang ia tunjukkan sampai saat ini sudah cukup.
"...."
Roni dan istrinya terkejut ketika melihat Arya menghilang secara tiba-tiba di depan mereka berdua.
" Ternyata ini yang namanya dukun sakti.. "
Roni bergumam dengan pelan, istrinya langsung menganggukan kepalanya saat mendengar ucapan Roni.
" Semoga Nisa bisa sembuh.. "
Mereka berdua mendekati putrinya dan menggenggam tangannya. Mereka hanya bisa berdoa agar Arya bisa menyelamatkan putri mereka.
***
Arya memasuki alam astral untuk menuju ruang bawah tanah yang berada 50 meter dibawah permukaan tanah.
Setelah ia berhasil masuk kedalam ruangan itu, Arya melihat lingkaran sihir ataupun formasi yang memenuhi seluruh permukaan lantai.
Terlihat sebuah kristal yang berada tepat di tengah-tengah formasi tersebut.
Kristal tersebut berwarna hitam, namun warna hitam itu telah banyak memudar. Arya menduga warna hitam pada kristal itu merupakan aura negatif yang terkumpul di dalam kristal tersebut.
Terlihat sebuah rantai transparan yang keluar dari dalam kristal berukuran sebesar bola sepak tersebut.
" Aku sudah ada disini sejak lama. Awalnya Aku belum bisa keluar dari ruangan ini, cuma lama kelamaan Aku semakin kuat karena energi dari kristal itu. Aku cuma bisa berkeliaran di sekitar sini saja, tapi untungnya di atas ruangan ini ada rumahnya Nisa.. Aku jadi gak merasa sepi lagi. "
Jin wanita itu berbicara melalui telepati kepada Arya sambil menutup mulut menggunakan kedua tangannya. Sepertinya ia tidak ingin menggunakan mulutnya karena khawatir lidahnya yang panjang itu akan keluar dan membuat Arya merasa jijik kepadanya.
"..."
Arya hanya menganggukkan kepalanya dan memperhatikan kristal tersebut dengan seksama. Kemudian dia mencoba menyentuh rantai transparan yang membelenggu Jin wanita itu, Arya merasakan aliran energi negatif yang mengalir dengan stabil.
Lalu Arya memperhatikan seluruh tubuh Jin wanita itu yang dipenuhi kerusakan akibat energi negatif yang berlebihan.
" Ok. Aku lepasin. "
Ucap Arya setelah ia terdiam sejenak.
Kemudian Arya menyentuh dada bidangnya dan mengambil keris hitam miliknya. Ia menatap keris hitam itu sejenak, lalu ia mencoba memotong rantai itu tanpa menggunakan energi spiritual.
Biasanya ia harus menggunakan energi spiritual agar kekuatan keris tersebut bisa keluar dengan maksimal. Namun kali ini ia ingin melihat kekuatan material keris itu tersendiri.
*Zzzzt*
Rantai itu pun terpotong dengan mudah seperti tahu.
"...."
__ADS_1
Jin wanita itu terlihat kaget, dan ia lupa untuk menutup mulutnya, sehingga lidah panjangnya itu pun menjulur sampai ke lantai.
" Yuk pergi. "
Ucap Arya memasukan keris itu kembali. Ia tidak terlihat seperti seseorang yang telah melakukan hal yang luar biasa.
Rantai yang selama itu mengekang Jin wanita tersebut bisa dipotong dengan mudah sekali, Arya bahkan tidak mengeluarkan keringat sama sekali.
"...."
Jin wanita itu tidak tahu harus tertawa atau menangis melihat hal yang terjadi di depan matanya. Selama seratus tahun lebih ia telah terkurung di tempat ini, ia berpikir rantai ini mungkin adalah hal yang akan sulit untuk dihancurkan.
Namun satu tebasan dari Arya telah mengatasi penderitaannya selama ini.
Ekspresi wajah Arya yang datar pun membuat Jin wanita tersebut merasa sedikit kecewa.
" Uh.. Selamat kamu udah bebas. "
Arya merasa suasana di tempat ini terlalu hening, dan wajah kecewa dari Jin itu membuat Arya merasa bahwa ia harus mengatakan sesuatu.
" Makasih.. "
Ucap jin wanita itu dengan ekspresi yang terlihat kaku.
Arya yang membalikan badannya karena ia merasa canggung saat melihat Jin wanita yang terlihat seperti telah kehilangan sesuatu yang berharga itu.
Lalu ia mengambil kristal yang dipenuhi energi negatif itu dan memasukkannya kedalam kantung dimensi miliknya.
Ucap Arya setelah ia merasa tidak ada hal lain yang penting disini. Tentu saja formasi yang ada di permukaan lantai sudah ia hancurkan sebelumnya sehingga ruangan ini menjadi ruangan yang tidak berguna lagi.
Jin wanita itu pun pergi mengikuti Arya yang sudah masuk kedalam alam astral.
***
Arya berjalan sesuai arah petunjuk dari Jin wanita tadi. Ia berjalan sambil memperhatikan daerah di sekitarnya, namun ia belum menemukan tempat yang mencurigakan.
Arya pun ikut bertanya kepada Jin yang berada di sekitar tempat ini, namun mereka pun tidak mengetahui tentang seorang Jin yang membawa roh milik Nisa.
Awalnya mereka tidak ingin menjawab karena tidak ingin ikut campur dalam masalah Jin lain. Namun setelah Arya mengeluarkan lencana miliknya beserta lambang kerajaan Pantai Selatan, mereka langsung menanggapi Arya dengan serius.
" Wah.. Kakak dihormati banget ya.. "
Jin wanita yang saat ini memakai jubah pemberian dari Arya itu menatap Arya dengan takjub.
Saat ini ia menggunakan jubah yang menyembunyikan seluruh tubuhnya, ia juga menggunakan masker pemberian Arya agar lidahnya tidak sengaja terjatuh seperti sebelumnya.
" Uh.. Biasa aja Lisa… "
Ucap Arya dengan nada yang canggung. Jin wanita itu telah berbicara kepada Arya bahwa dirinya akan bernama Lisa mulai saat ini, jadi Arya harus memanggilnya dengan namanya saat ini.
" Hehe.. Kak Arya merendah untuk meninggi. "
Ucap Lisa dengan tawa kecilnya sambil tersipu malu. Ia merasa bahwa Arya sangatlah keren dan mulai mengidolakannya.
__ADS_1
Arya menahan kedutan di bibirnya dan hanya bisa tersenyum canggung menanggapi ucapan dari Lisa..
" Hah.. "
Arya memijat dahinya dan mulai merasa lelah, ia sudah memeriksa daerah di sekitar sini menggunakan teknik pelacakan. Namun hasilnya masih nihil, ia belum menemukan tempat yang mencurigakan.
" Sini Aku pijitin Kak. "
Lisa mengangkat kedua tangannya dan mencoba menyentuh pundak Arya.
" Gak apa-apa. Gak usah repot repot Lis. "
Arya tersenyum kaku dan menolak tawaran dari Lisa.
" … Maaf Aku lupa kalau Aku kayak gini.. "
Lisa menurunkan tangan dan menundukan kepalanya. Wajahnya terlihat murung ketika mengingat penampilan dirinya yang menjijikan.
Lisa melupakan fakta bahwa wujudnya sangat menjijikan, dan terkadang tubuhnya mengeluarkan bau yang tidak nyaman.
Oleh karena itu ia hanya mengikuti Arya dari kejauhan saja. Namun saat ini mereka sedang beristirahat di tempat yang sepi dan ia melupakan keadaan fisiknya yang sangat mengganggu.
Lisa sudah terbiasa menghirup aroma tubuhnya sendiri sehingga ia terkadang lupa bahwa aroma dari tubuhnya sangat mengganggu.
"...."
Arya terdiam sejenak ketika melihat Lisa yang seperti itu.
" Boleh deh. Kebetulan lagi pegel juga. Maaf ngerepotin kamu. "
Arya memalingkan wajah dan badannya untuk membelakangi Lisa.
" Gak usah Kak.. Tadi Aku lupa. "
Ucap Lisa dengan terbata-bata.
" Aku gak keganggu dengan penampilan kamu. Aku cuma gak terbiasa aja deket sama orang lain, makanya Aku suka nolak. Tapi kalau kamu mau bantu ya gak apa-apa. "
Arya berbicara dengan nada yang lebih lembut dari biasanya.
" Gak us.. "
" Tolong bantu Aku. "
Arya memotong ucapan Lisa dengan tegas.
"... "
Lisa hanya menganggukan kepalanya dan mendekati Arya.
" Makasih Kak Arya.. "
Lisa bergumam dengan pelan dan mulai memijat punggung Arya sambil terdiam.
__ADS_1