
Sebelum sampai ke kantor, Aku membeli tiga bungkus nasi padang untuk makan malam hari ini. Di sepanjang jalan, para Jin yang melihat Maja yang kini sedang membawa Jin lain di mulutnya itu menyapa kami berdua dengan ramah.
Mereka sudah tahu bahwa kini kami berhasil menangkap pembuat onar di kalangan Jin. Mereka mendukung apa yang kami lakukan karena mereka juga merasa resah dengan Jin pembuat onar di dunia manusia.
Rata-rata para Jin pembuat onar adalah Jin yang memiliki kekuatan yang cukup kuat dan sering memaksa Jin lainnya untuk ikut mengganggu manusia.
Jadi setelah kantor kami menangani permasalahan ini, mereka sangat senang dan merasa bisa bebas mengunjungi alam manusia dan melihat perbedaan dunia kami.
Aku sampai di kantor dan melihat bahwa tidak ada siapapun di depan kantor. Biasanya kantor kami akan tetap beroperasi 24 Jam. Namun karena salah satu anggota kami sedang dinas dan melatih para karyawan baru di kantor cabang lain, kini hanya Aku, Kakek dan Maja saja yang bekerja disini.
“ Kek, nih udah Aku beliin makan malamnya. “ Aku masuk kedalam kamar Kakek dan melihat bahwa Kakek sedang asik bermain c*ndy cr*sh di handphonenya.
“ Oh iya iya. Gimana tadi disana? “ Kakek menyimpan handphone-nya dan melihat Aku dengan pandangan yang ramah sekali.
“ Beres Kek, tapi ternyata kliennya orang tua temenku. Hah… Pantesan perasaan Aku gak enak tadi. “ Aku tersenyum kecil dan menghela nafas panjang mengingat kejadian tadi.
“ Hmm.. “ Kakek mengerutkan dahinya sambil tersenyum, sepertinya dia tahu bahwa ada hal lain dibalik kata “teman” yang ku ucapkan.
“ Tadi pas pulang kita nangkep Jin yang suka ganggu di jalanan juga Kek. Udah dibawa sama Maja ke sel tahanan kayaknya. “ Aku memberitahu Kakek tentang Jin yang kami tangkap di perjalanan pulang tadi.
“ Oh, ya sudah kita makan dulu aja sekarang. Nanti kita interogasi sesudah makan “ Kakek menganggukkan kepalanya dan beranjak dari sofanya.
Kami berdua pun menuju ruangan yang ada di samping kamar Kakek. Di Dalam ruangan ini terdapat televisi berukuran besar berikut meja dan sofa yang mewah.
Aku melihat Maja yang sudah berbaring diatas karpet berwarna abu-abu sambil terlihat malas sekali.
“ Lesu terus kamu Ja kelihatannya. Semangat dikit napa. “ Kakek duduk di sofa dan menyapa Maja yang menoleh ke arahnya.
“ Bosen disini terus. Gara-gara kerjaan numpuk jadi gak bisa jalan-jalan. “ Maja menjawab Kakek dengan nada yang sedikit kesal.
“ Ya mau gimana lagi, Mei kan lagi ngasih pengarahan di kantor lain. Nanti Kakek tanya ke teman Kakek deh, siapa tau ada anak Indigo yang mau magang disini. “ Kakek menghela nafas panjang karena Mei yang merupakan anak perempuan Kakek sedang berada diluar kota saat ini.
__ADS_1
Sehingga Mei tidak bisa membantu pekerjaan kami seperti biasanya. Mei adalah anak perempuan Kakek yang berumur 24 tahun, dia memiliki kemampuan yang sepertinya turun temurun dari keluarga Kakek.
Aku biasa memanggilnya teteh dan sangat dekat sekali dengannya, dia sering mengajakku bermain ketika Aku masih kecil. Bahkan sampai saat ini kami masih sering menghabiskan waktu bersama-sama.
“ Hmm.. Kangen ya sama Mei ? “ Kakek kembali mengerutkan dahinya sambil tersenyum padaku, raut wajah yang selalu dia tunjukkan ketika menggodaku membuatku kembali menghela nafas panjang.
Kakek tertawa melihat tingkahku yang sudah kebal terhadap godaannya itu. Akhirnya kami bertiga mulai memakan nasi padang yang sudah kubeli tadi.
Maja hanya menyerap energi-energi dari makanan yang kubeli. Dia sebenarnya bisa memakan makanan manusia secara langsung karena memang Maja merupakan jenis Jin yang spesial.
Namun maja tidak menyukainya karena itu akan membuatnya harus membuang sisa-sisa makanan itu layaknya makhluk hidup lainnya.
Jadi dia lebih memilih untuk menyerap energi ataupun sari pati makanan ini seperti yang biasa dilakukan Jin lainnya. Dan tentu saja Aku sudah membeli sop kaki sapi kesukaan Maja, karena dia menyukai sari pati yang berasal dari tulang kaki sapi.
“ Oh iya, karena besok kamu libur, kamu anterin tahanan bulan ini ya “ Kakek yang baru saja menghabiskan makanannya berkata padaku.
“ Gak mau ah, Aku jaga di kantor aja Kek. “ Aku menjawab Kakek dengan nada yang malas dan kembali mengunyah makananku dengan lahap.
“ Ayolah Ya.. masa Kakek terus sih. Gak kasian sama Kakek? “ Kakek mulai menggunakan jurus andalannya untuk membuatku menyerah, namun Aku mengacuhkan Kakek dan hanya fokus kepada makananku saja.
“ Tuh kan, sekalian jalan-jalan kalian berdua. “ Kakek tersenyum senang melihat dukungan yang diberikan oleh Maja. Karena dia tahu bahwa Maja pasti akan setuju untuk melakukan tugas ini yang berarti Aku pun harus terpaksa mengikuti kemauan mereka.
“ Hmm.. Ya udah, tapi kirim ke Bogor aja ya Kek? “ Aku berpikir sejenak dan terpaksa menyetujui permintaan Kakek.
“ Oh? Kenapa? Masa dikirim ke Bogor. Kirim ke Pelabuhan Ratu lah, kan cabang kita kerja samanya sama kerajaan Ibu Ratu. “ Kakek bertanya padaku sambil terlihat bingung.
Namun beberapa saat kemudian dia tertawa terbahak-bahak, bahkan Maja pun ikut tersenyum sinis padaku.
“ Kenapa? Malu? Takut? “ Kakek kembali memasang senyum khasnya itu.
“ …. “ Aku hanya mengacuhkan mereka dan meminum air putih karena kini Aku sudah selesai dengan makan malam ini. Aku berhasil memasang wajahku yang biasa saja sehingga mereka berdua tidak tahu apa yang kurasakan sebenarnya.
__ADS_1
***
Aku mengunci pintu kantorku ini dengan wajah yang sedikit kesal. Kakek tidak pulang setelah pergi untuk bermain catur dengan temannya malam tadi.
Dia hanya mengirimkan pesan chat yang berkata bahwa dirinya langsung pulang ke rumah dan menyerahkan tugas mengantar para tahanan di kantor kami padaku.
Aku membawa ransel besar yang berisi beberapa botol kosong. Di dalam botol itu berisi para Jin yang sudah kami tangkap selama sebulan, para tahanan ini biasanya akan kami serahkan ke Pelabuhan Ratu setiap bulannya.
Disana mereka akan menerima hukuman lebih lanjut dari kerajaan Pantai Selatan yang sudah bekerja sama dengan cabang kami selama setahun.
Maja yang kini sudah berwujud Harimau Putih besar itu terlihat bersemangat sekali, dia terlihat seperti anak kecil yang akan pergi liburan saja.
“ Ayo Ya naik ! “ Maja menoleh ke arahku dan berkata dengan keras sekali. Aku pun menghela nafas panjang dan mulai menggunakan teknik yang merupakan anugerah ku sejak lahir.
Setelah Aku berkonsentrasi sejenak dan mengalirkan tenaga dalam di seluruh tubuhku, Aku pun menghilang dari alam manusia ini dan masuk kedalam dimensi Jin.
Kantor kami yang semula berdiri kokoh itu hilang dari pandanganku, dan tergantikan oleh bangunan yang terbuat dari batu dan terlihat megah sekali. Dan pintu bangunan tersebut berada persis di dekat kamar Kakek.
Bangunan tersebut merupakan kantor tempat kami mengurus perizinan para Jin, disana juga berisi ruangan yang tersegel khusus untuk mengurung para Jin yang sudah kami masukan kedalam botol.
Bangunan ini dihormati oleh bangsa Jin dan merupakan simbol penegak hukum di kota ini.
Di Sekitar kantor kami hanya terlihat rerumputan hijau dan beberapa pohon yang besar. Di sekitarnya terdapat beberapa bunga dan tumbuhan yang merupakan taman dari kantor kami.
Aku sangat menyukai pemandangan yang indah ini, di alam ini memiliki keindahan yang berbeda dengan alam manusia. Hembusan angin yang berhembus ke tubuhku ini membuatku tenang dan nyaman sekali.
Aku melirik ke arah Maja yang sudah menundukkan badannya itu. Kemudian Aku mulai menaiki tubuhnya karena perjalanan yang kami tempuh berada cukup jauh dari sini.
Aku bisa merasakan betapa lembutnya bulu yang dimiliki oleh Maja, namun tubuhnya terasa sangat kuat sekali.
“ Hah.. pelan-pelan aja Ja, gak usah terburu-buru gitu. “ Aku menghela nafas panjang sambil merasakan hembusan angin yang berhembus kencang.
__ADS_1
Maja berlari sekuat tenaganya diantara rerumputan yang hijau, namun dia langsung memperlambat kecepatannya setelah mendengarkanku.
Kami berdua pun mulai menyusuri alam yang sangat menakjubkan ini sambil menyapa beberapa Jin yang berpapasan dengan kami.