Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 24


__ADS_3

" Hah… Hah.. "


Aku menatap sosok Iblis yang berada di hadapanku dengan napas yang tersengal sengal. Iblis itu memiliki penampilan yang tidak jauh berbeda dengan Iblis pada umumnya.


Sepasang tanduk, sayap dan sebuah ekor yang menjadi ciri khas bangsa Iblis. Namun kekuatan yang dimiliki Iblis ini cukup kuat, hampir setara dengan kekuatan yang dimiliki oleh Iblis sejati.


" Heh.. Ayo tunjukan lagi beberapa sihirmu. Kau cukup menarik, bocah kecil. "


Iblis itu tersenyum lebar dan api yang menyelimuti seluruh tubuhnya itu pun menghilang dengan sekejap.


Aku merentangkan kedua tanganku, kemudian munculan gelombang air dari sudut kiri dan kanan sang Iblis tersebut. Aku merapatkan kedua tanganku yang diikuti oleh bertabraknya dua gelombang air yang menghantam Iblis itu dengan ganas.


" Petir… "


Ujung telunjuk tanganku menghadap ke arah langit, dan tiba tiba munculah sambaran petir yang berasal dari atas langit dan menghantam sang Iblis yang masih terjebak dalam gelombang air.


*Duuar*


Suara sambaran petir itu sangatlah kencang sekali. Gelombang air yang terlihat transparan itu pun dipenuhi oleh aliran listrik yang berasal dari petir yang menyambarnya.


" Ukh.. "


Tubuh Iblis itu bergetar saat tubuhnya disengat oleh listrik yang mengalir. Gelombang air yang menekan tubuhnya membuatnya susah bergerak, dan listrik yang saat ini menyerang tubuhnya membuat sebagian dari kulit hitam berkilaunya itu mengelupas.


" Hah.. Hah.. "


Aku harap serangan yang kulepaskan ini bisa mengalahkan Iblis itu. Aku sudah bertarung dengannya selama 10 menit dan sudah mengeluarkan banyak energi spiritual untuk menghindari serangan yang ia tujukan padaku.


Bahkan teknik api yang biasa kugunakan pun tidak dapat mengalahkannya. Oleh karena itu Aku mencoba beberapa teknik lain untuk mengalahkannya.


Namun ketika teknik yang kulepaskan itu sudah melemah, Iblis itu berhasil menahan semua serang yang kuberikan.


" Sudah lama sekali sejak Aku bertarung dengan manusia. Kau sangat hebat karena bisa melukai diriku, usiamu pun masih muda untuk seorang manusia. Kau memiliki potensi yang sangat berbahaya.. "


Iblis itu mengusap ujung bibirnya yang berdarah, kemudian dia menatap sebagian tubuhnya yang dipenuhi luka. Kemudian dia tersenyum dan semua luka ditubuhnya itu menghilang dan kembali seperti sedia kala.


" …. "


" Haha.. Apa kau terkejut manusia? Jangan pikir semua Iblis yang ada di alam manusia ini lemah. Keberuntunganmu sangatlah buruk karena bertemu denganku. "


Aku mengalirkan tenaga dalam tubuhku dan melompat ke atas untuk menghindari kepalan tangan dari Iblis yang bergerak ke arahku.


Namun tiba tiba dia menghilang dan sudah berada di belakangku dan bersiap siap untuk memukulku.


Aku memfokuskan energi pada kakiku dan membuat sebuah tumpuan yang bisa kuinjak dan mengubah posisiku agar menjauh dari jangkauan serang Iblis itu.

__ADS_1


Saat tubuhku berhasil menghindar dari pukulannya, Aku melihat kawah bekas tinjuan yang membuat tanah di alam Astral ini hancur. Serangannya sangatlah berbahaya dan membuatku harus lebih berhati hati.


Saat tubuhku mendarat di atas tanah, instingku merasakan hal yang berbahaya. Aku menggeser posisi kepalaku, dan mengalirkan tenaga dalam yang berubah menjadi elemen petir dan menyelimuti seluruh permukaan tangan kananku.


Saat tinju Iblis yang datang secara tiba tiba itu berhasil kuhindari, Aku membalikan tubuhku dan melepaskan pukulan kepada perut Iblis itu dengan sekuat tenaga.


Saat tubuh Iblis itu terkena pukulanku, tubuhnya terlempar ke atas. Kemudian Aku mengerahkan semua sisa tenaga dalamku untuk mengikutinya dan melepaskan pukulan yang bertubi tubi.


Aku menyelimuti tangan kiriku dengan elemen api dan tangan kananku dengan elemen petir. Setiap pukulanku berhasil mendarat ditubuh Iblis tersebut, Akan ada percikan Api dan aliran listrik yang menghantam tubuh Iblis itu.


' Lebih cepat… lebih kuat.. '


Perpaduan antara kekuatan serangan fisik dan sihir ini terus kulepaskan agar Aku bisa mengalahkan Iblis itu.


Namun saat terjadi jeda pada pukulanku, Aku melihat sebuah benda kecil yang menembus perutku. 


"Ukh.. "


Ternyata itu adalah ekor sang Iblis yang berhasil lepas dari pengawasanku. Namun Aku merapatkan gigiku dan memegang ekor itu dengan erat dan mengalirkan teknik sihir api dan petir sambil melemparkan Iblis itu ke atas tanah.


" Hah.. Hah.. "


Aku memegang perutku yang bersimbah darah dan menatap kawah yang terbentuk karena benturan Iblis itu dengan tanah.


Iblis itu berdiri dan membuang darah yang terkumpul di mulutnya. Tubuhnya dipenuhi oleh luka dan terlihat asap yang keluar dari dalam luka itu.


Kemudian dia melompat ke arahku, Aku pun berhenti menghindar dan menyambut serangan Iblis itu dan bertukar pukulan.


Semua ini terjadi begitu cepat dan saat ini tubuhku bergerak mengikuti insting. Aku mengacuhkan beberapa pukulan yang kuterima dan membalasnya dengan pukulan kepada tubuh Iblis itu.


Pikiranku hanya berfokus untuk melancarkan sebanyak mungkin serangan dengan kuat. Setiap pukulanku dipenuhi oleh tenaga dalam yang akan membuat Jin biasa musnah dalam sekejap.


Selama ini Aku mengikuti perintah Kakek dan selalu menahan kekuatanku dan tidak menunjukkannya kepada Jin ataupun manusia lain.


Apalagi di dalam pertarungan, hidup dan mati itu bisa terjadi dalam sekejap saja. Satu kesalahan dan kematian akan menghampirimu, satu kecerobohan dan Kau akan menyesalinya.


Begitu pula saat Aku bertarung dengan Jin. Aku harus mengukur kekuatanku agar Aku tidak membunuh Jin yang lemah dan biasa saja.


Membunuh bukanlah hal yang sepele. Kakek berkata nyawa setiap makhluk hidup sangatlah berharga, Aku hanya diperbolehkan untuk membunuh bila keadaannya sudah berada diluar kendali saja.


Namun tentu saja berbeda ketika Aku melawan Iblis. Aku hanya boleh melemahkannya saja bila Aku tidak yakin bisa ikut membunuh jiwa iblis tersebut. 


Karena bila Iblis itu berhasil untuk membangun tubuhnya kembali, maka Aku harus menerima pembalasan dari Iblis dan bangsanya yang akan mengancamku dan orang didekatku.


Apalagi Iblis kuat seperti yang sedang kuhadapi ini pasti memiliki banyak sekutu dan akan melakukan hal apapun untuk membalasku.

__ADS_1


Mengapa Iblis sekuat ini berkeliaran bebas di alam manusia?. Aku hanya sedang berpatroli di daerah yang dicurigai sebagai titik selanjutnya dalam formasi pemanggilan Iblis Sejati.


Aku dan Maja melakukan penyelidikan di tempat yang berbeda. Kami sepakat untuk kembali dan bergabung bila kami menemukan Iblis, namun Aku tidak memiliki waktu untuk pergi karena Aku harus bertarung dengan Iblis ini.


Karena saat ini di alam manusia yang berbenturan dengan alam astral tempat kami bertarung, seorang anak kecil yang terlihat berumur 10 tahun sedang memegangi kepalanya sendiri sambil menangis.


Sepertinya dia telah masuk kedalam ilusi yang telah Iblis itu ciptakan dan sedang mengalami hal yang buruk. Anak itu memiliki kekuatan spiritual dan memiliki hati yang polos dan bersih, sepertinya dia akan menjadi korban dari ritual Iblis selanjutnya.


Ilusi itu akan sangat mudah kupatahkan, namun ketika Aku memergoki peristiwa ini, Iblis itu memperkuatnya dan langsung melawanku yang bermaksud untuk mematahkan ilusi dan menyelamatkan anak itu.


Ah.. Aku tidak bisa merasakan apa apa di tubuhku saat ini, Aku hanya bisa melihat dengan sebelah mataku. Tulang di tanganku yang kugunakan untuk memukul Iblis itu pun terlihat remuk, namun Aku masih bisa menyelimuti seluruh tanganku dengan tenaga dalam dan membuat hantaman dari tinjuku ini tetap kuat dan Aku masih bisa menendangnya menggunakan kakiku yang masih kuat.


Aku tidak tahu kondisi tubuhku saat ini karena Aku hanya berfokus untuk menyerang Iblis itu. 


" Kau benar benar gila… "


Aku terlempar dan tubuhku tergeletak diatas tanah, namun Aku langsung berdiri dan bersiap untuk menyerang Iblis itu kembali.


Akan tetapi tubuhku kehilangan keseimbangan karena sepertinya tulang dibagian lutut ku sudah remuk, Aku mengalirkan tenaga dalam untuk menyelimuti tulang yang remuk itu dan kembali berdiri kembali.


Pandangan mataku sedikit kabur, namun Aku bisa melihat Iblis itu juga memiliki kondisi yang sangat buruk sepertiku.


Sayapnya hanya tersisa sebelah saja, dan tangan kanannya pun terputus dan tergeletak diatas tanah. Di Bagian lengannya terlihat bekas gigitan, Ah sepertinya Aku menggigitnya dan mencoba untuk mencabut lengannya dengan sekuat tenaga.


Pantas saja mulutku terasa menjijikan dan berceceran darah berwarna hitam. Aku bisa melihat pantulan diriku dari bola mata Iblis tersebut, Aku terlihat sangat menyedihkan dan bersimbah darah dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Terdapat lubang di perutku dan dadaku terlihat bengkung kedalam. Pakaianku pun compang camping, padahal Kakek menjamin pakaian yang kukenakan ini sangatlah kuat dan bisa menahan beberapa serangan kuat dan Aku tidak perlu khawatir akan terlihat telanjang bila terkena api ataupun serangan lainnya.


Sepertinya Aku harus meminta pakaian pelindung yang lebih kuat pada Nenek..


Hah.. Pikiranku melayang dan Aku mulai merasa lemas, bahkan untuk mempertahankan postur tubuhku untuk berdiri saja terasa sangat sulit sekali.


Sisa tenaga dalam yang kumiliki pun sudah tidak banyak dan Aku akan kehabisan tenaga dalam.


" Untuk seorang manusia.. Kau sangat kuat bocah.. Kau benar benar akan menjadi ancaman yang berbahaya kelak, Aku harus membunuhmu!"


Iblis itu berteriak dan terlihat mengalirkan seluruh energi keseluruh tubuhnya.


Akupun menggerakan tanganku dan mengambil kantung kecil yang ada di saku celanaku. Kemudian Aku memasukkan tanganku dan mengeluarkan sebutir pil berwarna hijau yang berkilauan.


Dengan mata yang berat dan suara yang lemas, Aku menelan pil itu dan berkata,


" Ok. Ronde kedua. "


Seluruh tubuhku seperti dipenuhi oleh gelombang energi dan luka yang berada diseluruh tubuhku pun menghilang.

__ADS_1


__ADS_2