
Laki laki duduk di balkon menatap langit. Dengan gelas berisi minuman kadar alkohol tinggi. Wajahnya menggambarkan kemarahan kekecewaan dan kesedihan mendalam.
Bayangan wanita yang amat dia cintai melintas dia rela melakukan segala cara untuk membahagiakan wanita itu. Tetapi kini rasa itu telah dihancurkan oleh sang wanita dengan sebuah penghianatan.
Niko!!!
Laki laki tersebut adalah Niko. Dia mengingat kembali masa masa bersama Gadis. Masa masa indah sampai bayangan penghianatan yang amat dalam.
Flashback.
Niko sedang melakukan meeting bersama kliennya di salah satu Restourant Hotel berbintang di America. Dia sangat bersemangat untuk membangun masa depan bersama Gadis, wanita yang amat dia cintai. Meski dia mendapatkannya dengan cara menghianati sahabatnya, Ravino.
Matanya memandang ke arah laki laki dan perempuan yang amat mereka kenal. Untung saja rapatnya sudah selesai. Dengan cepat Niko mengikuti kedua orang tersebut. Namun sayang kedua orang tersebut sudah masuk kedalam lift.
Niko kembali ke receptionist untuk menanyakan kedua orang itu. Benar saja mereka chek in di Hotel tersebut. Niko memohon untuk meminta kunci cadangan kamar itu, namun dengan sangat berat hati, hal itu dilarang oleh manajemen Hotel, karena itu melanggar privacy pelanggan.
Untung saja Niko mengenal Manajer Hotel tersebut, dengan sedi mohon Niko akhirnya memperoleh kunci cadangan kamar yang di tempati kedua orang tersebut. Langkah Niko amat berat, semoga yang dia pikirkan tentang kedua orang itu salah.
Niko mulai memasukan kunci, dengan hati hati dia mulai membuka pintu dan bak di sambar petir, Niko melihat pemandangan yang menyayat hati. Ayah dan kekasihnya sedang memadu kasih di atas ranjang bahkan mereka sudah menyatukan tubuh mereka.
"Daddy, Gadis'' teriak Niko.
Kedua orang tersebut langsung menghentikan aksi mereka dan menengok ke sumber suara. Dengan cepat Gadis dan Romy ayahnya Niko melepas penyatuan mereka. Gadis mengambil kemeja milik Romy dan memakainya. Lalu menghampiri Niko.
" Niko ka....''
PLAAAAAAK
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Gadis.
"Jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku Gadis?"
Gadis memegangi pipinya yang terasa perih. Sedangkan Romy duduk tersenyum di atas ranjang sambil menonton drama anak dan kekasih gelapnya.
__ADS_1
"Sudahlah Niko, Kamu tidak pantas untuk Gadis. Dia lebih bahagia dan puas bersama dengan Dady".
Pandangn Niko beralih kepada ayahnya. "Dady tega menghiananti momy dan Niko..!"
"Momy mu lebih mementingkan karirnya dari pada Dedy, Dan Gadis!!!". Memegang kedua pipi kekasih gelapnya lalu mencium bibirnya di depan Niko. "Dady lebih bisa membahagiakan serta memuaskannya".
Gadis dan Romy bahkan sudah tak malu saling berbalas ciuman di hadapan Niko. Melihat pemandangan itu, Niko memalingkan wajahnya dan keluar dari kamar Hotel terkutuk itu setelah membanting pintu sangat keras.
-
-
-
Niko menangis lalu melempar gelas yang dia pegang ke foto Gadis yang menggantung dikamar tidurnya. Dengan langkah sempoyongan, Niko mengambil bingkau foto Gadis yang menggantung di dinding kamar tidurnya lalu melempar ke sudut kamarnya.
Niko duduk di depan cermin meremas rambutnya, serta mengatai dirinya begitu bodoh bisa mencintai wanita seperti Gadis. Pandangan Niko terarah ke laci meja di samping ranjangnya, hatinya teriris ketika membuka kembali laci meja tersebut.
Didalam laci tersebut ada foto seorang wanita cantik serta buku diary milik wanita yang ada dalam foto tersebut. Diraihnya foto itu lalu menempelkan di dadanya.
flashback
Setelah Niko mengetahui hubungan Gadis dan Ravino, Niko sangat sesak. Dia tidak menyangka Gadis yang sangat dia cintai memilih sahabat ya sendiri.
Malam itu Niko berada di club malam yang sering dia datangi. Keadaannya kacau karena terlalu banyak minum, perempuan yang sangat mencintai Niko datang dan membawa ke Apartementnya. Tiara sudah lama mencintai Niko, namun dia hanya dianggap adek oleh Niko. Tiara tahu kalau Niko mencintai Gadis, tadinya dia akan merelakan laki laki itu bersama orang yang dicintainya namun, setelah mengetahiu hubungan Gadis dengan Ravino, Tiara mencoba kembali mendekati Niko.
Sesampainya di Apartementnya Tiara merebahkan tubuh Niko di ranjangnya. Tiara merasa iba melihat Niko dalam keadaan seperti itu. Entah apa yang merasuki Tiara, dia mencoba memanfaatkan keadaan Niko. Tiara terus meraba tubuh Niko, bahkan sampai membuka kancing kemejanya. Niko yang masih sedikit sadar menghentikan gerakan tangan Tiara yang akan menyentuh kejantanannya.
"Apa apan kamu Tiara, hentikan apa kamu sudah gila?" sambar Niko. Niko tak habis fikir Tiara yang dua kenal sangat lugu berani berbuat semacam itu.
"Kenapa mas Niko, kenapa mas Niko terus saja menolak Tiara! Mba Gadis sudah ninggalin kamu, apa yang kamu harapkan dari dia" tanya Tiara.
Niko mencengkram kedua pipi Tiara. "Jangan pernah sebut nama dia dihadapanku". Bentak Niko.
__ADS_1
Tiara perlahan melepaskan tangan Niko dari kedua sisi wajahnya. Dengan senyuman manisnya Tiara meraih tengkuk Niko lalu menyambar bibir laki laki yang amat dia cintai. Tiara benar benar sudah kehilangan harga dirinya di hadapan laki laki yang amat dia cintai.
Tiara bahkan terus menciumi tubuh kekar Niko. Keadaan Niko yang sekarang membuat dirinya mulai kehilangan kendalinya. Tiara yang terus membuatnya semakin berhasrat padanya.
Niko berhasil menembus selaput dara milik Tiara. Jeritannya sudah tak bisa membuat Niko menghentikan kagiatannya. Tiara sudah menyiapkan dirinya untuk ini, dia menahan rasa sakit untuk menjadikan Niko sebagai miliknya. Tiara sudah tak bisa menahan hasrat untuk memiliki Niko, dia korbankan tubuhnya untuk di jamah, dan berharap Niko akan menjadi miliknya. Bahkan kalau pun Doni, kakaknya tahu dia sudah tidak peduli lagi.
*******
Niko membuka matanya, dia memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Saat dia akan bangun, tubuhnya sedang menjadu bantal oleh Tiara. Di lihatnya tubuh polos dirinya dan juga Tiara pakaian mereka yang berserakkan serta bercak merah di atas seprei putih itu, menandakan mereka memang sudah melakukan sesuatu yang salah.
"Pagi sayang". ucap Tiara penuh kebahagiaan.
Niko tak menjawab dia langsung memunguti pakainnya kembali. Tiara bangun dan menghampiri Niko lalu memeluknya dari belakang.
" Mas Niko mau kemana! Sekarang sudah tidaj ada yang bisa memisahkan kita. Aku sudah menjadi milikmu'' senyum Tiara mengembang.
"Hmmmm" jawab singkat Niko. "Aku harus pergi bersihkan dirimu, jangan sampai kakakmu tahu soal ini".
Tiara begitu bodoh menganggap Niko mencintainya. Niko hanya menganggap nya sebagai pelampisan saja dan sebagai penyalur hasratnya.
Niko terkejut mendengar pengakuan Tiara kalau dia hamik. Bagaimana mungkin dirinya sudah menyuruh Tiara untuk minum pil pencegah kehamilan. Namun siapa sangka Tiara tidak meminumnya karena dia menginginkan dirinya hamil agar Niko mau menikahinya.
Niko sangat kesal, dia tak mencintai Tiara , dia hanya menganggapnya sebagai pelampiasan saja. Tiara amat kecewa mendengar pengakuan Niko. Malam itu Tiara menampar Niko karena dia tak mau bertanggung jawab. Niko yang kalap mendorong Tiara amat keras, bahkan meninggalkannya saat dia merintih kesakitan.
Setelah kejadian itu Niko sudah tak pernah dengar kabar Tiara. Dia khawatir kalau Tiara sudah menceritakan semuanya kepada Doni. Tetapi kekhawatirannya tak terjadi, hubungan dengan Doni dan Ravino masih baik baik saja.
Hancur lebur hati Niko mendengar Tiara meninggal, terjatuh dari balkon apartemennya. Segera Niko datang ke apartement Tiara dan tak sengaja melihat buku diary milik Tiara. Dengan segera Niko membawa buku itu.
Niko berharap hubungannya dengan Tiara terkubur bersama jasad Tiara. Dirinya lega polisi menutup kasusnya, dan setelah itu Niko pergi Ke luar negeri melupakan semua tentang Tiara.
Bersambung...
Selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tambahkan ke favoritβ€ jika kalian suka.πππππ
Kalo ada kritik dan saran tinggalkan di kolom komentar.πππππ