
Ravino tak melepaskan sebentar saja tangan yang melingkar di pinggang istrinya. Ravino memperkenalkan Cindy kepada rekan bisnisnya yang diundang oleh Desy. Mereka tak menyangka kalau ternyata wanita yang di pinang Ravino adalah bekas karyawan ibunya.
Senyum tak luntur dari wajah Cindy saat banyak yang memuji kecantikannya. Desy memang sangat memperhatikan penampilan Cindy, makanya Desy selalu memanggil orang salon kecantikan untuk merawat penampilan menantunya.
"Ravi, Cindy."
Ravi dan Cindy menoleh saat mendengar ada yang menanggil nama mereka. Ternyata Doni lah yang memanggil mereka. Keduanya berjalan menghampiri Doni, dan ternyata ada tamu jauh, Niko. Niko datang tak sendiri melainkan bersama calon istrinya. Seorang yang sangat cantik wajahnya blasteran indo dan Amerika.
"Happy Anniversary Ravi , Cind." Niko mengulurkan tangannya kepada Ravino.
Ravino menerima uluran tangan Niko dan saling memeluk. Apapun yang pernah terjadi di masa lalu antara mereka berdua, satu hal yang pasti, mereka berdua adalah sahabat.
"Ini hadiah buat kalian."
Niko memberikan sebuah undangan kepada Ravino, melihat itu Ravino langsung memberikan ucapan selamat kepada Niko dan juga calon istrinya.
Doni juga sangat senang mendengar kabar baik dari sanh sahabat. Akhirnya Niko sudah menemukan tembatan hatinya.
Saat tengah asik mengobrol, mba Siti membawa Vincent yang sedang mengamuk. Cindy langsung mengambil alih Vincent dari gendongan Siti.
"Oh cayang. De' ngantuk ya!"
Mendengar suara lembut ibunya, tangis bayi itu langsung sedikit mereda meski masih sesegukan. Cindi pamit terlebih dahulu untuk menidurkan anaknya. Cindy membawa Vincent ke kamar Hotel yang sudah disiapkan oleh Desy.
Di dalam kamar Hotel Cindy mengganti baju Vincent, setelah itu dia memberikan asi supaya bayi kecilnya tidur dengan nyenyak. Cindy menggenggam tangan mungil bayinya dan menciumnya. Rasanya sangatlah bahagia melihat bayi kecilnya tumbuh dengan sehat. Cindy sangat bersyukur dirinya masih diberikan kesempatan untuk bernafas, untuk melihat sang buah hati serta semua orang yang sangat menyayanginya.
Setelah anaknya tertidur pulas, Cindy melepas asinya lalu mencium kening sang buah hati. Bersamaan dengan itu, suara ketukan pintu terdengar dari luar. Cindy berjalan dan membuka pintu, ternyata ibu mertuanya yang berdiri dihadapannya.
"Loh mah, kok kesini?"
"Iya sayang, Vincent udah tidur!"
"Sudah mah."
Cindy mempersilahkan Ibu mertuanya masuk. Desy tersenyum melihat cucunya tertidur sangat pulas. Desy merebahkan tubuhnya di sofa, Cindy ikut duduk disebelah ibu mertuanya. Cindy merebahkan kepanya di pundak Desy dan melingkarkan tangannya ke pinggang mertuanya dan mengejutkan Desy.
Desy tersenyum lalu mencium pucuk kepala Cindy.
''Mah, makasih buat semuanya ya. Cindy seneng banget malam ini."
"Hmmmmm. Mamah juga bahagia, Mamah juga mau ngucapin makasih sama kamu. Kamu sudah kasih mama cucu yang ganteng dan sudah membuat anak mama Ravino bahagia."
__ADS_1
Keduanya kini saling memeluk. Mereka mengingat pertama kali bertemu, Cindy yang masih polos yang sangat senang menerima uang satu juta daru Desy. Keduanya tertawa mengenang itu semua.
"Cindy."
"Hmmm."
Cindy mendongak menatap ibu mertuanya. Desy menangkup kedua sisi wajah Cindy.
"Maafin perkataan mamah dulu, mamah emosi. Mamah mengira Gadis itu wanita baik baik tapi ternyata..."
Desy tak sanggup lagi berbicara lagi, terlalu menyakitkan untuk diingat.
"Mah sudahlah jangan diingat lagi. Itu sudah menjadi masa lalu."
Desy mencium kening Cindy. "Terima kasih ya sayang."
Cindy tersenyum dan mengangguk. Lalu kembali memeluk sang ibu mertua.
"Ya sudah temenin suami kamu, biar Vincent mama yang jaga. Sekalian mama mau istirahat."
Cindy mengangguk dan bersiap turun ke restauran dimana suaminya berada. Cindy menghampiri Siti dan memintanya untuk ke kamar hotel menemani ibu mertuanya.
Ravino, Reno, Niko dan Doni serta pasangan mereka masing masing, duduk bersama di meja bundar. Kemudian mereka berdiri dan mengangkat gelas mereka masing masing ke udara.
CHEEEER
Mereka saling beradu gelas kemudian memimun minuman mereka masing masing.
Ravino dan Cindy, Doni dan Sandra, memulai peran mereka sebagai orang tua. Reno dan Mira baru akan menjadi orang tua setelah beberapa bulan lagi. Sedang Niko dan Jeselyn akan memulai kehidupan baru sebagai suami istri.
Malam semakin larut dan pesta pum telah usai. Para tamu undangan pun sudah pulang ke rumah masing masing. Ravino dan Cindy kembali ke kamar hotel untuk menemui anaknya.
-
-
-
Dilihatnya Desy sedang menimang Vincent yang terbangun. Segera Cindy mengambil alih menggendong Vincent dan menyuruh Desy dan Siti untuk beristirahat.
"Mamah istirahat aja, biar Cindy sama mas Ravi yang jagain Vincent."
__ADS_1
"Ya sudah, mama balik ke kamar dulu. Ingat pesenan mama jangan lupa. Bikinin mama cucu yang banyak."
"Mah!!"
Ravino melebarkan matanya, bisa bisanya ibunya berbicara seperti itu di depan umum. Siti dan Cindy melipat bibir untuk menahan tawa.
"Udah ah, mama keluar dulu. Mama pusing dengerin kamu ngomel terus." seloroh Desy kepada Ravi.
"Cindy kasih servis yang memuaskan untuk suamimu biar gak marah marah terus." Ucap Desy cuek sambil berjalan keluar kamar itu.
Siti tak bisa menahan tawanya lagi mendengar ucapan Big bosnya.Sedang Cindy hanya bisa menyembunyikan wajah malunya.
"MAMAAAH!!!"
Ravino menutup pintu kamar hotel dan menggerutu pelan. Sedang Desy dan Siti tertawa terbahak bahak di luar sana.
Cindy membaringkan kembali tubuh bayi mungilnya ke atas Ranjang. Setelah itu ia menghampiri sang suami yang sedang berdiri di dekat jendela menatap pemandangan diluar. Pemandangan di luar sangatlah indah, lampu lampu jalanan ternyata sangat indah di pandang dari atas.
Cindy berdiri di samping suaminya, namun Ravino menarik Cindy dan memeluknya dari belakang.
"Cindy aku sangat mencintaimu."
"Aku juga Mas."
Mereka saling pandang dan akhirnya saling menempelkan bibir mereka. Satu kata yang mewakili perasaan mereka adalah kata BAHAGIA.
*HAPPY ENDING
Cinta adalah sebuah ketulusan hati yang tidak bisa di paksakan.
Cinta adalah sesuatu yang tidak dapat di lihat namun hanya dapat di rasakan.
Cinta adalah sesuatu yang bisa membuat orang bahagia apabila merasakannya. Tapi Cinta juga bisa sangat menyakitkan jika kita terjatuh begitu dalam.
Sebuah Kesalahan di masa lalu memang sangat menyakitkan, dan kita tak dapat mengubahnya kembali. Namun kita bisa melangkah untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Apapun yang terjadi di masa lalu memang sangat lah sulit untuk dilupakan. Lebih baik kita menyimpannya sebagain kenangan dan pelajaran untuk menuju masa depan*.
Happy reading gaes 😘😘😘
Terima kasih semua yang sudah berkenang untuk membaca karyaku. Maaf masih banyak typo bertebaran. Terima kasih dukungannya juga meski belum banyak 😅😅😅 tapi tetap bersyukur masih ada yang mau baca.
__ADS_1
Insya allah kalau tidak ada halangan ingin lanjut ke season 2, tetapi lebih menonjolkan Si ganteng Vincent Sebastian Wijaya.