
Ravino pergi ke tempat mamanya bersama sahabatnya Doni sekaligus untuk makan siang bersama disana. Saat di jalan Ravino mengambil ponsel dari saku jasnya dan menghubungi mamanya.
"Hallo mah, aku udah di jalan! ucap Ravino.
---
---
---
"Oh ok mah," ucap Ravino. Setelah itu dia memutus panggilan telfon. Ravino fokus mengendarai mobilnya menuju tempat mamah nya bersama Doni. Di perjalanan Doni menanyakan perihal huhungannya dengan Gadis.
"Lo masih baik baik saja sama Gadis?" tanya Doni.
Ravino menaikan bahunya dan menggelengkan kepalanya. Dia sendiri juga bingung arah selanjutnya bersama Gadis.
"Udah lah Vin, mending lo cari cewek lain. Lupain tuh cewek gak jelas. Gue udah pernah bilang tentang Gadis ke lo, dia kayaknya gak serius sama lo," ucap Doni. Ravino tak menjawabnya, entah kenapa rasanya hari ini dia tidak bersemangat.
Ravino dan Doni sampai di tempat mamah nya yang kebetulan adalah resto dimana Cindy bekerja. Ravino adalah anak tunggal, ayahnya meninggal sejak lima tahun yang lalu. Dan Ravino melanjutkan bisnis papa nya dan sekarang bahkan bertambah maju dan menjadikan Ravino seorang pembisnis muda. Sedang Ibunya mengurus bisnis resto yang dia bangun dari nol bersama sang suami.
Ravino dan Doni memasuki resto yang dalam keadaan ramai. Shandy melihat Ravino datang dan langsung jingkrak jingkrak kesenangan. Lain hal nya dengan Cindy yang melotot siap memakan Ravino.
__ADS_1
"Aduuh tuan ganteng baru datang," tanya Sandy dengan gaya khasnya. "Mari silahkan duduk!"
Sandy celingak celinguk melihat tempat duduk yang masih kosong, lalu Sandy melihat disamping jendela dan mengarahkan Ravino dan Doni untuk duduk disana.
"Duh maaf ya tuan ganteng, ruang vip nya full. Silahkan mau pesen yang mana?" tanya Sandy sambil memberikan buku menu.
Ravino menerima nya sambil tersenyum membuat Sandy kegirangan sedang Doni hanya geleng kepala dan mulai memilih menu.
"Ok tuan ganteng ditunggu pesenannya!" ucap sandi dengan gaya anggunnya.
Pesanan Ravino dan Doni siap, Sandy menyuruh Cindy mengantar makan itu ke meja Ravino karena yang lain tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"Cind tolong lo anterin itu makan ke meja no 10," ucap Sandi sambil menunjuk ke arah Ravino dan Doni. Cindy membelalakkan matanya dan sebelum Cindy bicara Sandy lebih dulu pergi. Dengan perasaan aneh antara dongkol dan gerogi, Cindy berjalan membawa nampan berisi makanan pesanan Ravino.
"Lo!!!"
Mata Ravino dan Cindy bertemu namun setelah itu mereka saling membuang muka.
Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Doni. Doni mengerutkan keningnya penasaran ada apa dengan sahabatnya dan pelayan resto ini.
Setelah selesai menyantap makanannya Ravino dan Doni bergegas kembali ke kantor karena ada meeting dadakan dengan klien. Saat Ravino menuju pintu keluar restouran, tiba tiba Cindy menghadangnya.
__ADS_1
"Mau kemana?Kamu belum membayar makanan yang anda makan" ucap Cindy dan
semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka. Ravino mengerutkan keningnya sedang Doni tertawa lepas di belakang Ravino. Melihat itu Bu Susi langsung menghampiri Cindy.
"Kamu apa apaan Cindy, dia ini ...."
Belum sempat Bu Susi melanjutkan kata katanya, Cindy lebih dulu memutusnya
"Dia belum bayar makanannya Bu." Pandangannya beralih ke Ravino.
"Mau makan gratis disini," ucap Cindy.
Bu Susi;menghela nafas dan menepuk keningnya sendiri. Sedang Doni masih tertawa bahkan sampai mengeluarkan air mata dari sudut matanya. Tiba Tiba suara Bu Desi memecah keributan di restonya.
"Ada apa ini?" tanya Bu Desi.
"Mah. Dia karyawan baru disini?" tanya Ravino.
"Kalo memang iya ke--na--pa ...mamah." ucap Cindy merasa terkejut mendengar ucapan Ravino yang memanggil bu Desi dengan sebutan mamah.
"Iya Cindy. Mas Ravino ini anaknya Bu Desi'' ucap bu Susi sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Mati aku mati aku," guman cindy dalam hati dan merasa sangat cemas akan nasibnya selanjutnya.
Happy reading gaessππππ