Karya Gagal Kontrak

Karya Gagal Kontrak
Kegilaan Gadis


__ADS_3

Cindy sedang duduk memangku Vincent, sedang matanya tak berhenti menatap kedua orang di hadapannya yang sedang berdebat. Cindy hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas. Sudah hampir satu jam perdebatan antara ibu dan anak itu belum selesai, bahkan bertambah parah.


"Ayo lah mah, ini berlebihan. Tidak usah sampai semewah ini."


Desy dan Ravino sedang berdebat mengenai resepsi pernikahannya dan Cindy. Desy meminta untuk mengadakan pesta yang begitu besar dan mewah. Mengingat status sosialnya, Desy tidak mau dianggap remeh oleh teman teman sosialitanya.


Sedangkan Ravino meminta hanya dihadiri oleh keluarga dan teman teman dekatnya.


Vincent menjerit menangis saat tidurnya terggangu oleh suara keras papa dan neneknya. Keduanya berpaling mendengar bayi kecil itu menangis begitu keras.


"Liat ma, ini gara gara mamah. Suara mama yang lebih keras dari gledek."


Mendengar itu Cindy langsung melipat bibirnya menahan tawa. Sedangkan Desy segera menghampiri anak dan menatunya lalu menghadiahkan sebuah pukulan di lengan anaknya dengan majalah yang dia gulung.


"Durhaka kamu ngatain mama."


Ravino hanya cengengesan mendengar omelan ibunya. Desy mengambil alih Vincent dari gendongan Cindy. Desy menimang cucu kesayangannya, Cindy duduk kembali di Sofa lalu merebahkan kepalanya di pundak suaminya.


"Mah gimana kalo resepsinya di adain di rumah aja, sama sekalian acara aqeqah Vincent. Kalo acara di gedung kan kasian Vincent mah, pasti banyak orang dan bakalan lama. Kasian kan kalo Vincent di tinggal lama lama!"


Desy sedikit berfikir lalu tersenyum sumringah. "Itu baru ide bagus".


-


-


-


Cindy melihat pemandangang yang sangat melelahkan, orang sedang lalu lalang didalam rumahnya. Mereka sibuk sedang mengurus acara aqeqah dan resepsei pernikahannya. Cindy hanya duduk manis mengikuti perintah ibu mertuanya.


Sandra baru datang dari butik membawa gaun yang Cindy pesan. Perut buncitnya membuatnya sedikit lambat berjalan.


"Hallo sayang ku Vincent", Sandra mengusap pipi gembul Vincent.


Sandra mengusap perut buncitnya, lalu meminum air yang diberikan oleh Cindy. Sandra memberikan gaun pesanan Cindy, mereka berbincang dengan sangat gembiranya. Bunyi ponsel Sandra menghentikan obrolan mereka. Sandra berjalan keluar untuk mencari sinyal diponselnya.


Sandra menerima telepon dari kliennya. Namun saat Sandra sedang berbicara di telepon, ada seseorang yang membekap mulutnya. Sandra terus meronta, matanya melirik sekilas dan ternyata yang membekapnya adalah Gadis.


Sandra menggigit telapak tangan Gadis kemudian berteriak meminta tolong berulang ulang. Gadis langsung mengalungkan pisau ke leher Sandra. Cindy yang mendengar teriakan Sandra langsung keluat dengan membawa Vincent.

__ADS_1


Cindy memohon kepada Gadis untuk melepaskan Sandra, namum tak di gubris Gadis. Cindy berteriak minta tolong namun Gadis mengancamnya. Aryo tak sengaja melihat kakaknya dan Sandra, dengan cepat Aryo memberi tahu kepada Doni dan Ravino.


Ravino dan Doni berlari menghampiri Sandra dan Cindy. Mereka begitu kaget saat melihat Sandra berada ditangan Gadis.


"Gadis lo apa apan, lepasin istri gue"


"Diem!!! Gara gara lo gue gagal nikah sama Ravino"


Sandra menangis sambil memegangi perutnya. Gadis membawa Sandra keluar dari halaman rumah Ravino, membawanya ke jalan komplek. Doni yang kesal berlari menahan tangan Gadis yang memegang pisau. Doni merebut pisau dari tangan Gadis tetapi Gadis mendorong Sandra ke jalan.


AAAAAAAAAA


Sandra berteriak, syukur Niko datang tepat waktu dan menahan tubun Sandra agar tak tejatuh. Gadis berlari menghindari Ravino dan semunya, tanpa dia sadari ada motor melaju ke arahnya dan langsung menghantam tubuhnya.


Niko berlari untuk menolong Gadis, namun naas ada mobil yang lebih dulu melindas tubuhnya.


"GADIIIIIIS"


Semua orang yang melihatnya menutup mata mereka tak sanggup melihat kondisi Gadis.


Kediaman Gadis


Ravino dan Doni datang ke acara pemakaman Gadis, mereka sangat menyayangkan kematian Gadis yang begitu tragis. Seluruh media langsung berlari ke arah Ravino dan Doni. Mereka tak ingin mengatakan apapun, mereka langsung masuk kedalam untuk menemui orang tua Gadis.


Kediaman Desy


Acara resepsi pernikahan Cindy dan Ravino berlangsung sederhana. Setelah acara aqiqah selesai semua menikmati hidangan yang sudah disiapkan.


"Bebeb"


Sandy berlari menghampiri Cindy yang sedang menggendong anaknya. Sandy memberikan hadiah kepada Cindy. Cindy langsung membukanya. Cindy melihat sweatter, topi, dan sepatu rajutan.


"Maaf ya beb, gue cuma busa ngasih ini aja. Ini gue bikin dari tangan gue sendiri"


"Serius Sand!! Ini bagus banget. Makasih ya Sand."


Desy menghampiri Cindy dan Sandy pamit kembali bekerja. Desy memperkenalkan Cindy pada teman teman sosialitanya.


"Jeng ini menati saya dan cucu saya"

__ADS_1


"Ya ampun jeng Desy, mantunya cantik banget. Cucunya mirip banget sama papanya."


Salah satu teman Desy menceritakan saat Cindy menyelamatkan Desy daru kecelakaan, dan itua menambah kagum mereka kepada Cindy. Serta mengucapkan rasa syukur Desy tak mendapat menantu seperti Gadis.


Mereka juga berkata mengaku salah selama ini selalu memandang sebelah mata orang dari kalangan bawah. Tak harus kaya dan cantik, tetapi baik dan tulus itu lebih baik.


Niko datang bersama orang tua Gadis, tadinya Niko ingin sekali membuka lebaran baru bersama Gadis, namun sayang takdir berkata lain.


"Nik, thank lo dah nolongin istri gue. Gue gak tahu kalo gak ada lo, apa yang akan terjadi sama mereka." ucap Doni tulus.


"Sama sama Don. Itu juga belum cukup buat gue nebus kesalahan gue ke lo." balas Niko.


Semua bergembira, melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru.


Cindy merebahkan anaknya ke box bayi dikamarnya. Badannya sangat lelah, ini baru pesta sederhana. Bagaimana kalau dengan pesta mewah yang diinginkan Desy, bisa remuk badannya. Ravino datang menghampiri istrinya yang baru keluar dari, sehabis membersihkan diri.


Ravino tersenyum memandang wajah cantik istrinya. Ravino meraba wajah istrinya dan memandangnya begitu lama. Cindy bertanya kenapa suaminya memandangnya sepeti itu.


"Makasih buat kebahagiaan yang kamu kasih ke aku." ucap Ravino tulus.


"Makasih juga buat kamu, karena kamu menghadirkan begitu banyak kebahagiaan di hidupku." balas Cindy.


Ravino begitu merindukan istrinya, apa lagi selama satu bulan lebih mereka tak berhubungan suami istri. Ravino perlahan ******* bibir sang istri dan di balas oleh Cindy, tangan Ravino mulai beraksi. Ravino mulai mengusap lembut punggung istrinya dan meremas dada istrinya.


"Cindy ada titipan dari temen ma---ma"


Ravi dan Cindy terkejut, dengan cepat Cindy bangun dari atas ranjang dan mengancing piyama tidurnya. Ravi menggeram kesal.


"Mah bisa gak sih kalo masuk kamar Ravi ketuk pintu dulu."


"Salah sendiri pintu gak di kunci. Lagian istri kamu baru melahirkan satu bulan yang lalu, jangan diapa apain dulu."


Desy segera menarik kuping Ravino dan menyeretnya keluar kamar. Dan menyuruhnya tidur di kamar tamu. Cindy begitu malu, Desy memergokinya sedang bermesraan dengan suaminya. Untung saja mereka belum sempat menyatukan tubuh mereka, Cindy tak bisa membayangkan kalau semua itu sampai terjadi.


*Happy reading gaess


Mampir ke karyaku yang lain juga


❤Demi nama cinta

__ADS_1


❤Raja dan Ratu


Terima kasih😘😘😘😘*


__ADS_2