Karya Gagal Kontrak

Karya Gagal Kontrak
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Dengan ragu ragu Cindy membuka pintu mobilnya. Kini dirinya berada di sebuah Hotel mewah. Mertuanya membawanya untuk menghadiri sebuah acara besar. Sebelumnya Desi mengajak menantunya untuk melakukan tubuh serta berbelanja pakaian untuk Cindy.


Tampil cantik gaun warna merah menyala serta lebar di bagian perut hingga lutut tetap menampilakan kesan elegan denga perut buncitnya.


"Ayo Cindy, kita sudah hampir telat", ajak Desi


"Bu Cindy......."


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan acara seperti ini, kamu tahu suamimu itu pengusaha sukses"


Cindy mengangguk pelan. Dengan di bantu oleh ibu Mertuanya, Cindy perlahan keluar dari mobilnya. Jantung Cindy berlari maraton di dadanya. Dengan erat Cindy mengalungkan tangannya di lengan ibu Mertuanya.


Seluruh orang yang hadir di acara tersebut memandang ke arah Cindy. Semua bertanya siapa wanita hamil yang di bawa oleh Desi. Siapa yang tak kenal dengan Desi Wijaya. Janda kaya raya ibu dari seorang pengusaha muda Ravino Arga Wijaya. Banyak kalangan pengusaha serta kalangan Artis yang datang salah satunya Gadis. Kini dirinya kembali ke dunia keartisannya dengan segala scandal yang dia buat. Namun semuanya terselesaikan oleh ayahnya, Miko.


Dengan percaya dirinya Gadis menghampiri Desi yang sedang berkumpul dengan teman sosialitanya. Untung saja dia sudah menyuruh Cindy untuk bersama dengan Ravino, kalau tidak pasti Gadis akan mempermalukan Cindy.


Saat memasuki ballroom ternyata Ravino sedang berjalan keatas panggung, untuk menerima penghargaan sebagai pengusaha muda tersukses. Ravino mulai mengucapkan pidatonya dan yang mengatakan keberhasilannya tak akan bisa tercapai tanpa dukungam dari dua wanita yang sangat dia sayangi.


"Merek adalah ibu dan calon ibu dari anak saya".


Semua merasa penasaran, siapa gerangan wanita yang Ravino sebut sebagai calon ibu dari anaknya. Sedangkan hampir semua orang tahu kalau pernikahannya dengan Seorang model bernama Gadis gagal.


MC dari acara tersebut meminta kepada orang yang dimaksud oleh Ravino untuk segera naik ke atas panggung. Dengan percaya dirinya Gadis mengikuti Desi untuk naik keatas panggung. Namun senyuman Gadis harus sirna saat Desi menghampiri Cindy dan membawanya ke atas panggung bersamanya.


MC kemudiam menyebukan nama Desi Wijaya serta Cindy Wijaya. Gadis tercengang ternyata wanita itu adalah Cindy orang yang pernah menjadi pembantu di Apertemen Ravino. Darah nya mendidih saat mendengar Nama Cindy Wijaya. Bahkan dia juga sudah mendapat nama Wijaya di belakang namanya.


Diatas panggung Desi memeluk dan mencium kening putra tunggalnya, dan Ravino mengecup kening dan perut Cindy. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan untuk Ravino dan keluarganya.


Gadis mengepalkan tangannya menahan amarah, melihat kemesraan Cindy dan mantan Suami sirinya.


-


-


-


-


PLAAAAAAK

__ADS_1


Tamparan keras berhasil mendarat tepat dipipi Cindy, pelakunya adalah Gadis.


"Jadi lo cewek murahan yang udah ganggu hubungan gue sama Ravino." Gadis mencengkram kedua pipi Cindy. Rasa perih sangat dia rasakan. Desi yang geram melihat Cindy di tampar oleh Gadis, langsung melepaskan tangan Gadis dari wajah menantunya dan langsung menampar wajah Gadis dengan sangat keras dan membuat semua orang memperhatikan mereka.


"Beraninya kamu menampar menantu saya." geram Desi


"Menantu..? Pembantu ini menantu tante..?"


Mendengar perkataan Gadis, semua orang mulai berbisik.


"Dengar Gadis, lebih baik saya punya menantu gembel dari pada saya punya menantu macam kamu. Kamu bilang menantu saya murahan, kamu salah. Dan harusnya kamu juga tahu siapa yang murahan disini." ucap Desi kepada Gadis dengan penuh penekanan.


"Bu..udah bu jangan bikin malu diri ibu," ucap Cindy. Hati Cindy begitu bahagia saat Desi menganggapnya sebagai menantu. Rasa sakit di hatinya langsung hilang.


"Iya jenk bener jenk, untung saja jenk Desi gak jadi punya menantu macam dia", ucap Siska teman Desi.


Ravino menghampiri ibu dan Istrinya saat Gadis akan menampar wajah ibunya.


"Gadis", teriak Ravino. "Berani sekali lo mau nampar wajah nyokap gue..!"


Cindy meraih lengan suaminya untuk menetralkan amarahnya.


"Mending lo pergi atau gue suruh security buat nyeret lo..?"


******


Acara penghargaan sudah selesai, Ravino menyuruh ibu dan istrinya untuk lebih dulu menuju mobilnya. Seseorang memanggil Desi dari seberang parkiran. Desi berniat menghampiri temannya, saat sedang di tengah jalan ada mobil yang melaju cepat ke arahnya. Cindy yang tak sengaja melihatnya langsung berteriak memanggil ibu mertuanya.


"Bu Desi awaaaaaas", teriak Cindy


Bu Desi belum menyadarinya, Cindy mencoba berjalan cepat dan untung saja masih sempat, ditariknya tangan Desi kepinggir jalan dan buugh tubuh Cindy terjatuh bersama ibu mertuanya. Cindy memekik kesakitan memegangi perutnya.


"Aaaaaaw.....Bu sakit sakiit" rintih Cindy


Desi melihat darah mengalir di sela sela kaki Cindy langsung histeris meminta pertolongan.


"Cindy Cindy" Fajar yang berlari saat melihat Cindy terjatuh bersama Desi


"Fajar..Fajar.. bawa Cindy ke Rumah Sakit cepeet", teriak Desi.

__ADS_1


Desi juga meminta tolong pada temannya untuk menghubungi anaknya Ravino. Untung saja Rumah Sakit tak begitu jauh dari Hotel. Fajar dengan cepat membawa Cindy ke ruang IGD. Dokter langsung membawa Cindy ke ruangan operasi.


Dengan cemas Desi dan Fajar menunggu Cindy di ruang operasi. Ravino datang dengan berlari menghampiri ibunya.


" Mah Cindy kenapa..?"


Sebelum Desi menjawab pertanyaan anaknya Dokter lebih dulu keluar dari ruangan operasi.


"Maaf Bapak dan Ibu. Ibu dan anak dalam kandungannya kritis. Saya harus cepat mengeluarkan tindakan operasi tapi...."


"Tapi apa Dok..." tanya Desi


"Kemungkinan hanya satu yang selamat", jawab Dokter dengan penuh penyesalan.


Desi semakin histeris di pelukan anakanya. Ravino tak kuasa manahan linangan air matanya. Dirinya sekarang hanya bisa pasrah.


"Dokter tolong selamatkan menantu saya dan cucu saya", ucap Desi. Berharap keduanya bisa selamat.


Dokter kembali ke ruang operasi dab langsung melakukan operasi caesar. Di luar ruang opersai tak henti hentinya Ravino, Fajar dan Desi berdoa untuk keselamatan Cindy. Doni dan Sandra baru datang serta Reno dan Mira.


Mira sudah menghubungi Rohim dan Aryo di kampung dan segera di jemput oleh orang suruhan Ravino.


Berjam jam mereka menunggu di depan ruang operasi semoga Dokter keluar dengan membawa berita baik. Dokter akhirnya keluar.


"Allhamdulillah bayi nya selamat tapi, ibunya mengalami pendarahan hebat dan keadaannya sangat kritis. Sampai sekarang dia belum sadarkan diri."


Setelah menyampaikan berita itu Dokter kembali ke ruangan operasi. Tangis histeris tak bisa di tahan lagi. Mira sampai tak kuasa menahan kesedihannya hingga jatuh tak sadarkan diri.


"Tolong Cindy jangan tinggalkan aku dan anak kita", ucap Ravino dalam hatinya.


Hatinya Remuk melihat Istrinya terbaring tak sadarkan. Amarahnya tak terbendung saat mendengar kabar kalau mobil yang mencoba menabrak ibunya adalah mantan istri sirinya, Gadis.


*Hay Terima kasih semua yang sudah bersedia mampir di novelku. Makasih juga yang sudah memberi Vote, like dan favorit.


Mampir juga ke novel terbaruku


Raja dan Ratu


Jangan lupa like πŸ‘, tambah ke favorit ❀, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ jika kalian suka

__ADS_1


Happy reading gaes😘😘😘*



__ADS_2