Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Canggung


__ADS_3

4hari berlalu dengan cepat


sore ini hari kepulangan mama ayu dari rumah sakit


kondisi mama ayu juga semakin membaik,


swan dan ayu menjemput mama nya


swan membawa beberapa barang dan ayu mendorong kursi roda


"anak mama sekarang sudah menikah? tante Rima bilang kalian memutuskan untuk menikah ketika mama kritis"?


"ma, jangan banyak pikiran, ayu dan swan akan melewatkan hari serta menua bersama" ayu sekilas melirik swan


dia masih seperti biasanya


mukanya sangat datar tanpa ada ekspresi


setelah sampai di mobil ayu duduk di samping kursi kemudi dan mamanya berada di bangku belakang


sekarang di dalam otak ayu sangat bingung, bagaimana harus bersikap terhadap swan


beberapa malam kemarin ayu dan swan tinggal berbeda kamar


kalo malam ini harus tinggal berbeda kamar dengan swan maka tentu saja mama nya akan curiga, ayu kawatir itu akan berpengaruh pada kesehatannya


melihat raut wajah ayu yang panik, swan mengulurkan tangan dan mengenggam tangan ayu


tadinya ayu ingin melepaskannya, tapi entah kenapa saat di genggam, ayu merasa hatinya sedikit tenang dan hangat


di sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara


sesampainya di rumah ayu langsung mengantar mama nya masuk ke kamar

__ADS_1


ayu bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam


karena dulunya ketika masa kuliah ayu tinggal ngekost


maka beberapa hidangan sederhana segera siap di meja


setelah siap, dia bergegas menuju kamar swan, memanggilnya untuk makan malam


di meja makan suasananya sangat canggung tidak ada yang memecah kesunyian


setelah selesai makan malam swan menawarkan diri untuk mencuci piring


kebetulan asisten di rumah ayu sedang izin beberapa hari


gerakan swan sangat canggung, butuh waktu lama untuk menyelesaikan beberapa piring dang mangkok


selesai makan, ayu menuju kamar mamahnya untuk melihat keadaan mamanya , ternyata mamanya sudah tertidur dengan lelap mungkin efek obat. ayu akhirnya menuju ruang televisi


ayu duduk di sofa di depan televisi dan swan masih sibuk mencuci piring setelah selesai swan pun pamit ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya


tak selang berapa lama ketika ayu mulai terlelap,pintu kamar terbuka


samar samar dia melihat swan memasuki kamar mandi dan berganti pakaian tidur


ayu bangkit dan menggosok matanya


"C..C..Ceo"? ayu sangat panik hingga tergagap, otaknya seakan meledak takut seandainya swan melakukan hal yang tidak ayu inginkan.


Lalu memangnya kenapa, itu sah saja menurut swan, swan adalah suaminya sekarang mereka adalah pasangan yang sah,tapi batin ayu belum siap


"tidurlah,sudah larut" jawabannya masih sangat datar


dia mengambil posisi di sebelah kanan dan berbaring

__ADS_1


"oh" ayu menjawab lirih, batinnya bergejolak, ada rasa canggung


dia juga takut hingga badannya tegang dan bahkan mungkin kaku


menyadari hal itu, tangan swan terulur mengusap kepala ayu " meskipun kita pasangan yang sah, tapi aku tidak akan memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan".


tangan swan dengan telaten mengusap kepala ayu seperti sedang menidurkan bayi


ayu yang mendapat perlakuan seperti itu hatinya menghangat


dia sangat beruntung mendapat suami sebaik swan


swan juga sangat pengertian dan tidak memaksa ayu melakukan kewajibannya sebagai seoranh istri


mendengar perkataan swan, badan ayu berangsur angsur rileks dan tak butuh waktu lama ayu sudah berada di alam mimpi.


Swan masih menatapi wajah gadis yang berbaring di sampingnya.


Gadis yang mampu menggetarkan hati, mampu memporak porandakan otaknya.


Setiap detik wajah ayu selalu menari nari di kepala swan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. ♥️


__ADS_2