Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Terbongkar


__ADS_3

Mobil yang di kendarai kinos terbalik dan ringsek.


Tak ada yang berani mendekat ke arah tempat kejadian perkara, semua orang hanya berkerumun dan melihat, tak berselang lama polisi datang dan langsung mengevakuasi kinos dari dalam mobil, kinos terluka parah dan sudah tak sadarkan diri. Polisipun menghubungi swan, karna di ponsel kinos nama swan di tulis dengan mana "Putraku".


Mendapat kabar tersebut, swan yang sedang ada meeting bulanan langsung meninggalkan ruang rapat menuju rumah sakit. Kali ini swan di temani oleh sean, sean tak mungkin membiarkan bosnya menyetir sendiri, sean takut terjadi hal buruk.


Wajah swan terlihat begitu panik, sean jarang sekali melihat ekspresi panik dari bosnya. Swan selalu menampilkan sisi wibawa dan tenang dalam setiap kesempatan. Terakhir kali melihat swan tegang seperti ini adalah saat ayu di kabarkan meninggal.


"Sean bisakah kau lebih cepat lagi" swan sudah tidak sabar lagi,swan rasa mobilnya berjalan seperti keong yang sangat lambat.


Sean tak menanggapi bosnya, sean masih terus fokus menyetir, tak selang lama mobil yang swan kendarai sudah memasuki area rumah sakit Karyadi.


Swan langsung berlari turun menuju ruang resepsionis.


Sedangkan sean meraih ponselnya untuk memberi kabar ayu dan rara.


Sean juga ingat nyonya anne datang ke indonesia hari ini. Tadinya swan sendiri yang akan menjemput ibunya di bandara, tapi sepertinya swan sudah lupa. Maka sean mengambil inisiatif untuk menjemput nyonya anne ke bandara. Sean kembali melajukan mobilnya menuju bandara.


Benar saja, nyonya anne sudah menunggu di lobi bandara, dia sedang menghubungi ponsel swan. Namun ponsel swan tertinggal di dalam mobil yang sean kendarai.


Kemudian sean menghampiri nyonya anne dan mengajaknya pulang. Sean tidak langsung memberi tahu kecelakaan yang menimpa suaminya.


Sebenarnya nyonya anne merasa heran mengapa bukan putranya yang menjemput, namun mendengar jawaban sean yang mengatakan bahwa swan sedang ada urusan penting dan tidak bisa di tinggalkan, nyonya anne bisa memahami. Putranya memang sangatlah sibuk. Putranya begitu pekerja keras seperti ayahnya, membangun usaha dari nol dan bisa memiliki nama yang cemerlang di bidang yang di gelutinya. Anne tiba tiba merasa sangat rindu terhadap suaminya, walaupun suaminya selalu bersikap dingin tak sehangat saat mereka masih pacaran, tapi anne tau suaminya sangat mencintai keluarganya.


Saat mobil yang sean kendarai tidak menuju arah rumah, anne mengernyitkan dahinya "sean, kita mau kemana"


"Begini nyonya, tuan vino mengalami kecelakaan dan sedang di rawat di Rs.Karyadi"


Mendengar jawaban sean, anne terkejut, anne memegang dadanya yang tiba tiba merasa sesak.


"Nyonya tidak apa apa" sean kuatir melihat raut pucat yang terpampang di kaca spion mobil.


"sean cepat" hanya dua patah kata yang di ucapkan oleh anne. Kemudian anne tenggelam ke dalam pikirannya.


Mobil yang sean kendarai memasuki pelataran rumah sakit, anne segera turun dan mencari dimana letak ruangan suaminya.


Anne berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan tergesa gesa.


Dia menghampiri anak anaknya yang nampak tegang menunggu di depan ruang IGD.


"Bagaimana keadaan ayah kalian" suara anne terdengar sangat putus asa


"Bu tenanglah, dokter masih berada di dalam" Rara merengkuh tubuh ibunya dan memeluknya erat.


Sedangkan ayu sedang berusaha menenangkan suaminya.


Tak selang lama dokter keluar "tuan vino kehilangan banyak darah, saya butuh pendonor darah dengan golongan darah AB"

__ADS_1


Seketika semua yang berada di situ saling memandang, swan memiliki golongan darah O sedangkan anne memiliki golongan dara B


Dan rara memiliki golongan darah A.


Seketika rara mengernyitkan dahinya "Kenapa kak, kenapa tidak salah satu dari kita tidak memiliki golongan darah yang sama"?


Swan semakin membungkam, dia tak bisa menjelaskan apapun terhadap adik dan ibunya.


"Bagaimana bisa golongan darahmu tidak mengikuti ayah atau ibu"? anne menatap ke arah putranya.


"Kak mengapa darah rara berbeda "? swan bingung harus bagaiamana menjawab pertanyaan dari adik dan ibunya.


Nyonya anne sama terkejutnya, dia sudah merahasiakan status rara. Dan tak menyangka semuanya akan terbongkar di saat yang tidak tepat.


"Dok, saya memiliki golongan darah AB" ayu menawarkan diri untuk menjadi pendonor.


"Mari nyonya ikut dengan saya" dokter mengajak ayu menuju riang tranfusi darah.


"Kakak..? mata rara mulai berkaca kaca.


Swan menarik adiknya ke dalam pelukannya, mungkin sudah saatnya adiknya tau kebenarannya.


Swan melirik ke arah ibunya, ibunya menggelengkan kepalanya lemah, anne tak sanggup bila rara sampai mengetahui status uang sebenarnya.


"Apa rara bukan adik kandung kakak"? rara mendongak menatap wajah kakaknya.


"Dengarkan kakak ra, siapapun kamu, Rara tetap adik kesayangan kakak" swan mengusap air mata rara dengan ibu jarinya.


Anne ikut menghambur memeluk putrinya.


"Sayang dengarkan ibu, kamu tetap putri kami, dan kamu pantas menyandang nama cornelio setelah nama depanmu" anne mengusap kepala rara lembut.


Swan membimbing adik dan ibunya untuk duduk di kursi tunggu. Tak lama kemudian ayu juga kembali dari proses transfusi darah.


Ayu mendudukan diri di sebelah suaminya.


"sesil dimana nak" anne nampak mencari keberadaan cucu semata wayangnya.


"Sesil sudah kembali ke rumah bersama mbak pengasuh bu"


Kemudian semuanya tenggelam dalam pikirannya masing masing, swan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


Sedangkan rara menyandarkan kepalanya di bahu ibunya.


"Swan, mengapa bisa golongan darahmu tidak sama denganku ataupun ayahmu"? anne teringat kembali perihal golongan darah swan yang berbeda.


Swan masih tak bergeming, tarikan nafasnya terdengar semakin berat.

__ADS_1


Ayu mengusap pundak suaminya. Ayu tak tega melihat suaminya mendapat bertubi tubi cobaan.


Swan menoleh ke arah istrinya, ayu memberi kode dengan menganggukan kelapanya.


Tangan ayu beralih menggenggam tangan swan dengan erat, menyalurkan energi positif dan semangat


Swan menarik nafasnya dalam dalam "Bu, sebenarnya ayah swan sudah meninggal sejak lama, dan orang yang ada di dalam ruang IGD tak lain tak bukan adalah saudara kembar ayah yang tidak di tunjukan ke depan publik oleh alm.kakek bu"


Anne terasa tersambar petir di siang bolong mendengar penuturan dari putra sulungnya. Begitupun dengan rara, rara tak menyangka keluarganya mendapat cobaan begitu berat.


Rara mencoba menenangkan ibunya.


"Bu, orang di dalam adalah kakak dari ayah,namanya kinos, dia yang menggantikan ayah menikahi ibu. Saat menuju ke tempat pernikahan ayah terlibat kecelakaan hebat dan meninggal di tempat. Dan kakek memaksa kinos menikahi ibu karena kakek tidak mau menanggung malu"


Anne semakin lemas mendengar penuturan putranya, kepalanya dia sandarkan di dinding rumah sakit.


"Bu, tapu swan sudah menganggap kinos sebagai ayah swan, walau bagaimanapun, beliau sudah membesarkan dan mendidik swan juga rara dengan baik, bahkan beliau menafkahi kita dengan jerih payah dan usahanya sendiri tanpa meminta bantuan dari kakek, Apapun yang sudah beliau perbuat swan sudah ikhlas dan memaafkannya"


Tiba tiba dokter keluar dari ruang ICU bersama beberapa perawat


"Bagaimana keadaan ayah saya dok"? swan bangkit dari duduknya menghampiri dokter.


"Masa kritis beliau sudah lewat,Sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat. Namun terjadi benturan hebat di bagian kepala belakangnya, kemungkinan itu akan membuat beliau koma untuk waktu yang belum bisa di tentukan" tukas dokter, kemudian dokter pamit meninggalkan swan dan keluarganya.


Swan terduduk lemas di kursi, badannya merosot. Ayahnya memang pernah membuat ayu kecelakaan dan koma beberapa lama, tapi swan tidak berharap Tuhan menghukum ayahnya dengan cara yang sama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Salam sayang _srayu♥️


__ADS_2