Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Bahagia dan Air mata


__ADS_3

WARNING !!! 23+


MOHON BIJAK DALAM MEMBACA✌️


HAPPY READING GUYSπŸ™β™₯️😘😘


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Swan masih diam, dia tak bergeming mendengar perkataan ayu. Dia masih mencerna arah pembicaraan ayu.


Melihat swan mematung, membuat ayu geram, Apa suaminya begitu bodoh hingga tak mengerti apa yang dia maksudkan


Apa harus aku mengatakan AKU MAU BERCUMBU DENGANMU baru dia faham.


Akhirnya ayu mendorong swan ke sofa, ayu menindih tubuh swan, ayu mencium bibir swan, melumat, menggigitnya pelan, tangan mungilnya juga tak tinggal diam. Tangannya mulai menyentuh secara acak tubuh swan.


Tetapi lama ayu melakukan serangan, swan tak merespon, ayu jadi gelisah, ayu takut di tolak oleh swan, ayu takut swan tak menginginkan dirinya. Seketika itu ayu melepaskan bibir swan. Ayu memberanikan diri menatap mata swan.


Swan hanya mengangkat satu alisnya.


Ayu yang tak mendapat respon hatinya mencelos, sudah di pastikan dirinya tak diinginkan oleh suaminya.


Melihat kekecewaan di mata, swan mengangkat dagu istrinya "Apa kamu benar benar ingin melakukannya? dan bisa menerima aku sebagai suami seutuhnya?" Swan hanya ingin memastikan kesungguhan ayu, dia tak ingin ayu melakukan karena rasa terimakasihnya saja, bukan karena dia memang mau mencoba menerima swan menjadi suaminya. Jika ini sudah di mulai swan tak mungkin bisa mengakhirinya, karena dari pertama mereka menikah swan sudah ingin memakan ayu, tapi swan masih menghargai ayu, menepati janji swan untuk tidak menyentuhnya sampai ayu benar benar bisa menerima dirinya.


"kenapa masih banyak omong kosong hah? kalo ingin melakukan ya lakukan saja, kalo tidak pergilah" Ayu setengah berteriak, ayu sangat kesal, ayu sudah mengumpulkan keberanian untuk menerjang lebih dulu swan, tapi swan masih saja banyak bicara daripada tindakannya. Ingin rasanya ayu mencakar habis wajah tampan suaminya itu karena kesal di buatnya.


"Bagus"! sekarang swan membalik posisinya, kini ayu berada di bawahnya.


Swan mengecup bibir istrinya, melumatnya habis tak memberi ayu jeda sama sekali


kini lidahnya menelusup masuk membelit lidah ayu, Keduanya terlibat ciuman yang panas. Tak sampai disitu tangan swan tak tinggal diam, dia melepas kancing baju ayu satu persatu dan tangannya m*****s buah **** ayu. Swan semakin menggila mendengar leguhan dari bibir mungil ayu. Swan membopong badan ayu menuju kamarnya, Di sepanjang jalan menuju kamar bibir mereka saling memangut satu sama lain meluapkan perasaan mereka.


Swan meletakkan tubuh ayu di ranjang, kemudian dia melucuti semua pakaian ayu satu persatu, kini ayu tak mengenakan sehelai benang pun. Swan juga melepas asal pakaian yang dia kenakan. Swan mencium wajah ayu, kemudian dia turun ke leher memberi jejak jejak kepemilikan di sana.


Ciuman swan terus menurun kebawah hingga ke inti ayu, kemudian jarinya mulai bermain main di sana memberi *******i di sana.


Ayu hanya bisa pasrah, karna ini pengalaman pertama untuknya.


Setelah cukup lama bermain main di sana, swan mulai memasukkan adik nya secara pelan pelan, Ayu menjerit ketika ada benda keras memasuki intinya.


"Awwwww" air mata ayu mengalir tak terbendung, rasa perih menjalar di sekujur tubuhnya, ayu mencakar punggung swan


melihat Istrinya kesakitan, swan menghentikan aktivitasnya "Are you ok sayang"? swan nampak kawatir, dia tak mau menyakiti ayu.


Ayu hanya bisa menganggukkan kepala


"Please" hanya kata itu yang terucap dari bibir mungilnya


"Ini akan sakit sayang" kemudian swan melakukan aktivitasnya kembali. Seketika dia merasa merobek sesuatu. Benar saja darah segar mengalir disana.

__ADS_1


Setelah cukup lama ayu tak lagi merasa kesakitan, kini ayu mulai menikmati permainan swan, swan sangat lembut memperlakukannya. Kini seperti ada gelombang besar yang menerjang ayu, terombang ambing hingga ke puncak samudera, Hingga semuanya terasa hening, hanya nafas mereka berdua yang terdengar. Nafas ayu tak beraturan. Swan masih menindih di atas tubuhnya, swan menatapi wajah istrinya yang merah merona.


Swan memberi waktu ayu beristirahat untuk mengatur nafasnya. Setelah ayu nafas ayu berangsur normal


"Ay,ayo lakukan sekali lagi"?


Melihat swan yang memintanya, ayu tak sampai hati menolak, pasalnya sedari tadi swan hanya memperdulikan kenikmatannya saja. Ayu akhirnya menganggukan kepala


Swan kembali menerjang ayu, swan seperti serigala kelaparan yang melihat makanan lezat di depannya, Swan memakan makanan yang hanya di sediakan untuknya. Sekita 2jam akhirnya olahraga pagi mereka berdua berakhir. Swan terbaring di samping ayu, ayu mendekap erat suaminya. Tapi tak berlangsung lama. Seketika tangan ayu di hempas oleh swan, swan meninggalkan ayu.


Ayu merasa ada yang hilang saat swan pergi "Bisakah dia bersikap sedikit manis di saat seperti ini saja dia masih bisa bertindak seperti itu"


Tak selang beberapa lama, swan kembali ke ranjang. Dan ayu tak sengaja melihat yang seharusnya dia tak lihat. Ayu sontak menutup matanya, ayu malu.


Swan mengangkat tubuh ayu menuju kamar mandi, ayu yang tak punya tenaga lagi hanya pasrah menyerusuk ke dada bidang swan.


Swan meletakan badan ayu di bath up kamar mandi yang sudah di isi air hangat, kemudian memandikan ayu, kini ayu telanjang bulat di hadapan swan, seketika wajah ayu merona menahan malu.


Yakinlah butuh banyak kekuatan untuk melakukan kegiatan memandikan tanpa berbuat lebih, swan meneguk air liurnya susah payah, dia tak ingin menyakiti ayu, mengingat ini adalah pengalaman pertama ayu.


Setelah selesai memandikan swan memakaikan piyama kemudian menyelimuti istrinya. Swan juga menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Swan yang sudah selesai mandi kemudian membaringkan dirinya di samping ayu, swan menatapi wajah istrinya yang teduh. Hati swan di penuhi perasaan bahagia, akhirnya ayu menjadi istri seutuhnya untuknya. Kemudian swan memejamkan matanya sambil memeluk ayu.


At 12.00am


"Sayang, bangun" swan mengguncangkan badan istrinya, Swan sudah menyiapkan makan siang yang di ordernya tadi.


swan yang melihat ekspresi ayu kemudian membantu ayu untuk duduk bersandar di ranjang "Maaf, aku tidak mengendalikan kekuatanku tadi, lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi"


Mendengar perkataan swan, seketika pipi ayu merona, ayu kembali teringat saat dia menerjang swan terlebih dahulu.


"Tunggulah disini, aku akan ambilkan makanan" swan hendak beranjak meninggalkan ayu tapi tangannya di tarik oleh ayu "Peluk aku"ayu terlihat malu malu dan menundukan kepalanya dan entah sejak kapan ayu mulai bersikap manja terhadap suaminya itu.


Swan hanya tersenyum dan langsung memeluk istrinya "Gadis nakal, mari kita makan dulu"


swan kemudian menggendong ayu menuju meja makan. Di meja makan sudah tersedia makanan dan juga susu hangat yang ayu sangat sukai. Mereka berdua mulai makan, hanya hening yang tercipta.


Tapi tiba tiba tangan swan terulur menyentuh sudut bibir ayu "ada susu"


"ah putih lengket seperti.." buru buru ayu menepis pikiran kotor yang ada di otaknya


"Ini hanya susu, apa apaan aku ini menghubungkannya dengan aktivitas semalam"


ayu memukul kepalanya sendiri, dia merasa otaknya sudah tidak waras


"sudah cepat habiskan, kita harus segera kerumah sakit menjenguk mama" swan menyela, swan yakin jika terus berlanjut istrinya tak bisa keluar dari pikiran anehnya.


selesai makan ayu dan swan menuju rumah sakit, sepanjang perjalanan ayu tak henti tersenyum. Ayu akan menanyakan kepada mamanya, mamanya ingin cucu perempuan atau laki laki? Ayu juga berencana akan memiliki anak dengan jarak waktu berdekatan agar mamanya membantu ayu mengasuhnya supaya mamahnya tak merasa kesepian lagi.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, ayu dan swan berjalan bergandengan tangan. Ayu tak memperdulikan orang yang menatap aneh ke arahnya. Memangnya kenapa toh ayu menggandeng suaminya sendiri bukan suami orang.


Tiba tiba ponsel ayu berdering, panggilan masuk dari kyla


ayu menggeser tombol hijau "Hallo gadis tengil ada apa"


"Kakak, budhe anfal" cepat kemari" suara kyla sangat panik


"mama anfal," hanya itu yang bisa ayu katakan, Kemudian mereka berjalan tergesa gesa menuju ruang rawat inap mamanya.


Disana sudah ada tante Rima dan kyla yang mondar mandir di depan pintu


"tan bagaimana kondisi mama"?


"Masih di tangani dokter sayang, kamu tenanglah" Rima mencoba menenangkan ayu


Dokter keluar dari ruangan, wajahnya nampak sangat tidak bersahabat "Maafkan kami, kami sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan lebih menyayangi nyonya Anin"


"No, No" ayu berteriak dia meraung dia tak sanggup menghadapi kenyataan ini, hatinya seakan terkena runtuhan batu, badan ayu merosot ke lantai, ayu terus menangis swan ikut berjongkok dan memeluk istrinya, mencoba menenangkan istrinya, swan tidak mengucapkan sepatah katapun, swan hanya memeluk ayu dengan erat. Hati swan perih melihat air mata ayu. Dia tak tahu harus bersikap bagaimana.


Ayu baru saja merasa dunia menyayanginya, dia baru saja ingin menanyakan kepada mamanya ingin cucu lelaki atau perempuan tapi kenyataan begitu kejam. Maut memisahkan sebelum ayu bisa mengatakannya.


Bayangan masa kecil ayu terngiang ngiang di kepalanya. Ayu berusaha bangkit . Dia ingin memastikan sendiri perkataan dokter tadi


"Antar aku masuk" suara ayu sangat parau


Swan hanya bisa menuntun ayu memasuki ruang inap. Rima tak kuasa melihat kondisi ponakannya.


Sesampainya di ruangan ayu melihat wajah pucat ibunya, bantuan peralatan medis sedan di lepaskan oleh para perawat.


"Jangan.. jangan.. jangan lepaskan, mama pasti bangun lagi mama sayang ayu" ayu berteriak histeris. Para perawat mundur beberapa langkah, paham betul kondisi ayu saat ini


"Ma bangun ma, bangun jangan tinggkalkan ayu sendirian. Papa sudah pergi ma, kenapa mama tinggalin ayu sendirian?" ayu mengguncang tubuh kaku mamanya.


.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SARANNYA YAβ™₯οΈπŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


MATUR SUWUN


SALAM SAYANG _SRAYU


__ADS_2