Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Hilang kendali


__ADS_3

Tasya melajukan mobilnya dengan kencang menuju kantor arik, Tasya tak menyangka arik merekam adegan panas mereka dan parahnya sekaranh sudah tersebar di jagad maya.


Tasya memarkirkan mobilnya, dari dalam mobil tasya melihat kerumunan wartawan di depan pintu utama kantor arik


"aah sial,tasya memukul setir mobilnya"


Tasya memutar otak supaya bisa memasuki kantor arik. Namun tak di sangka mobil arik berhenti tak jauh dari mobil yang tasya kendarai. Tasya membuka kaca mobilnya "Hei brengsek,aku ingin bicara denganmu !! ikuti aku"


Arik yang tidak mungkin memasuki kantornya karena banyak wartawan di sana, akhirnya mengikuti mobil tasya.


Tasya membawa arik menuju apartemennya. Tasya memarkir mobilnya dengan sembarangan dan berjalan mendahului arik.


Tasya memasuki kamar apartemennya. Hidup tasya sudah hancur, karirnya juga berantakan dan yang paling parah swan tak mungkin mau kembali ke dalam pelukannya.


"Ada apa kau mengajakku kemari" Arik mendudukan diri di atas sofa kamar tasya.


Tasya berjalan mendekati arik yang sedang duduk "Tenang sayang, karena scandal kita sudah terungkap bagaimana kalo kau melupakan ayu, dan aku melupakan swan. Kita memulai semua dari awal" tidak ada swan, arik pun jadi pikir tasya


"Ciihhh tidak sudi, kau tidak sebanding dengan ayu. Bahkan aku menikmatimu tubuhmu itu bekas lelaki lain, ya entah berapa banyak lelaki yang sudah naik di atas tubuhmu dan sekarang aku harus menerima barang bekas? tidak sudi !!!!" Nada sinis terdengar dari setiap kata kata yang terlontar dari mulut arik.


"Memang dasar lelaki bedebah !!! kau ini sudah menikmati tubuhku selama 4tahun ini, dan sekarang mau mencaciku seperti ini hah" tasya sudah kehilangan kesabarannya dia meraih vas bunga yang terletak di atas meja dan langsung memukul kepala arik, arik yang tak memiliki kesiapan langsung terkena hantaman tasya, Darah segar mengalir dari kepalanya.


Tasya kembali menghantam kepala arik dengan vas bunga,tasya menarik tubuh arik hingga terkulai di atas lantai, tasya menduduki tubuh arik dan terus memukul arik dengan membabi buta kemudian tasya mencari gunting di dalam laci meja dan menusukkan ke tubuh arik beberapa kali.


"Kau lelaki bedebah yang pernah aku temui rik !!!! bahkan kau sendiri yang menyebarkan scandal percintaan kita ke atas permukaan publik tapi kau tidak mau bertanggung jawab setelah karirku hancur !!! dan kau masih sempat mencaci dan memaki dengan mulut kasarmu, kau memang pantas mendapatkan ini !!" tasya terus menghajar arik hingga arik tak bergerak lagi, tangan tasya penuh dengan noda darah.


Cukup banyak tenaga yang tasya keluarkan, tasya akhirnya ikut merebahkan diri di samping mayat arik. Tasya tertawa getir, hidupnya kini sudah benar benar hancur, bahkan sekarang dia menjadi seorang pembunuh. Jika saja waktu dulu tasya lebih memilih berada di samping swan mungkin kebahagiaan yang ayu miliki akan menjadi miliknya. Tasya merasa sangat bodoh karena dulu lebih memilih karinya ketimbang berada di sisi swan.


Bulir bulir air mata tasya membasahi pipinya, beberapa tetes masuk ke dalan sela sela mulutnya yang terisak menangis, terasa pahit sangat pahit hingga menusuk ke dalam hatinya. Semua penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi.


Jiwa tasya benar benar terguncang, badannya bergetar hebat, tasya mencari ponselnya dan menghubungi seseorang


"halo om, aku membunuh seseorang di apartemenmu" hanya itu yang di ucapkan tasya, kemudian tasya menutup telefonnya dan memejamkan mata memeluk mayat arik.


Tak selang lama polisi datang mendobrak pintu kamar tasya , tuan vino terkejut melihat kondisi arik yang tewas mengenaskan dengan darah yang masih mengalir di kepalanya dan beberapa luka tikam di sekujur tubuhnya.


Tasya sepertinya sudah benar benar terkena sakit jiwa, tasya tersenyum dan berbicara sendiri.

__ADS_1


Melihat kondisi tasya polisi membawa tasya ke rumah sakit jiwa untuk melakukan tes kejiwaan, jika benar jiwa tasya terganggu maka tasya akan menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.


*****


Sementara itu, dyana dan james baru sampai di kediaman rumah ayu.


Dyana dan james di sambut oleh ayu dengan ramah, ayu mengajak dyana memasuki rumahnya.


"Dimana anakku ay" dyana nampak mencari keberadaan sesil


"Kalo kau mau anak ya buat saja sediri dengan dokter james, iya kan dok?" ayu melirik james, james hanya menggaruk tengkuk lehernya sambil cengengesan tidak jelas


"Plakkkk" dyana memukul kepala james dengan tangannya


"kenapa kau memukulku sayang"? jam mengusap usap kepalanya


"Berhenti berpikiran mesum"!!! dyana menatap sinis ke arah james.


James hanya nyengir menanggapi perkataan dyana "Dia selalu bisa membaca isi kepalaku" gumam james dalam hati


"memang aku bisa membaca isi kepalamu yang kotor itu ! Dasar bodoh" dyana menatap sinis ke arah james


"Sayang, ada dokter james" ayu memanggil swan yang sedang menemani sesil bermain di ruang tengah


"ayo masuklah, swan sedang menemani sesil bermain" ayu menggandeng tangan dyana.


"Lepaskan, aku ini masih bisa berjalan sendiri bodoh "!!! dyana menggerutu kesal


"Baiklah baiklah" ayu melepaskan tangan sahabatnya dan meraih tangan james sontak dyana menatap tak suka.


Melihat dyana menatapnya dengan sinis, ayu tersenyum "kau cemburu"?


"Ah tidak ya" dyana mencoba mengelak


Seketika ayu dan james tertawa bersama, menertawakan wajah dyana yang memerah.


Kemudian mereka bertiga memasuki ruang tengah.

__ADS_1


"Sesil main sama mba pengasuh dulu ya sayang" swan mengusap kepala putrinya


"iya pi" sesil beranjak pergi dari ruang tengah, namun sebelum pergi sesil memberi salam kepada dyana dan james terlebih dahulu.


Presenter news siang itu membawakan berita acara tentang kasus pembunuhan, awalnya ayu tidak tertarik, namun ketika nama Arik Prakasa di sebut ayu sontak menaikkan volume tv nya, Ayu sangat shock melihat berita hari ini, pagi tadi isu scandal dan siangnya arik sudah tewas mengenaskan oleh tasya.


"Tak kusangka akan secepat ini" swan tersenyum samar melihat berita hari ini, swan jadi tidak perlu bersusah payah mengotori tangannya untuk menyingkirkan nyamuk.


Sedangkan dyana dan james melirik ke arah swan, dyana tak menyangka swan bisa melakukan semua rencana ini dengan mulus. James tak menyangka di balik sikap diamnya swan seseorang yang sangat kejam. Bahkan swan bisa menciptakan skenario dengan rapih dan menghabisi musuhnya tanpa harus tangannya ternoda.


Kemudian james dan dyana beradu pandang dan saling menggelengkan kepalanya.


Ayu sangat shock, walaupun ayu sangat membenci arik tapi melihat arik meninggal dengan mengenaskan ayu merasa iba.


Dan tasya, walaupun tasya pernah mencoba membunuh ayu, tapi ayu juga merasa tak tega melihat tasya menjadi pembunuh dan jiwanya sekarang terguncang sepertu itu.


Ayu,dyana dan james tenggelam kedalam pikiran mereka masing masing, sedangkan swan masih bersikap tenang seolah olah swan tidak pernah mengenal tasya sama sekali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Beberapa part lagi ceritanya bakalan tamat, minta sarannya dong aku pingin nulis lagi tapi belum punya ide, bagusnya nulis cerita apa ya guys ?


salam sayang _srayu♥️🙏


__ADS_2