
Hari ini tepat tanggal 24 desember hari ulang tahun Aksa. Beberapa hari ini dyana tak pulang ke hotel, dyana bilang dia sedang menemani james. Malam nanti dyana baru bisa kembali
Kemarin sisil di sibukkan dengan mencari kado untuk aksa, sisil bingung harus membelikan apa untuk kekasihnya. Hari ini sisil berencana memberi kejutan untuk aksa dengan datang langsung ke kantornya. Beberapa hari ini juga sisil tak mengangkat atau membalas telepon dari aksa. Itu semua sebagian dari rencanannya untuk memberi suprise ulang tahun aksa.
Hari sisil mengenakan gaun berwarna toska, rambutnya di gerai sisil nampak sangat cantik. Kulitnya yang putih terlihat semakin bersinar.
Sisik berjalan memasuki kantor aksa, dia bertanya kepada resepsionis dimana letak ruangan aksa.
Tangan kanannya membawa cake birthday dan tangan kirinya membawa kado yang sudah sisil siapkan. Sisik melihat meja sekretaris yang ada di depan ruangan aksa kosong. akhirnya dia memutuskan untuk langsung masuk saja.
Langkahnya mantap mendekati ruangan aksa, langkah kaki sisil berhenti ketika mendengar desahan dari dalam sana.
Sisil merasa sangat penasaran, perlahan sisil memutar knop pintu, sisil membuka sedikit pintunya, mengintip kedalam.
Seketika matanya terbelalak, Sisil sangat terkejut, sisil tidak pernah menyangka akan di suguhkan tayangan bercinta live, adegan antara kekasihnya dan seseorang yang wajahnya terlihat tidak jelas karna menyamping.
Aksa sedang bercumbu mesra, Bahkan baju wanita itu sudah tidak di kenakan lagi. Hanya rok mini yang sudah di angkat ke atas, lidah dan mulut aksa sedang bekerja keras memberi kenikmatan di area inti wanita itu. Wanita itu tampak memejamkan matanya. Tangannya mencengkram lengan aksa.
"ahhhh sayang ayo terus, ahhh enak sayang" wanita itu meracau.
Aksa mulai memasukan jari tangan kanannya ke area inti wanita itu. Wanita itu semakin mendesah.
Mulut aksa tak tinggal diam, dia menghisap buah dada sebelah kanan, sedangkan tangan kiri aksa memilin ** payudara wanita itu.
"Ayo sayang, aku sudah tak tahan, come on jangan terlalu lama" wanita itu menekan buah dadanya ke mulut aksa.
Aksa nampak sangat menikmatinya, kemudian dia menghentikan aksi mulutnya.
Aksa kemudian mengeluarkan senjatanya dan tanpa basa basi lagi aksa langsung menghujam masuk ke dalamnya. Keduanya saling mendesah menikmati percumbuan mereka.
Sisil merasa sesak, sisil seperti mengingat sebuah kejadian. Kejadian yang sama seperti ini di masa lalunya.
Kepalanya terasa sakit, sekelebat bayangan satu persatu muncul.
Kaki sisil melemas dan tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya.
Akhirnya tubuh sisil ambruk terduduk di lantai, bayang kehidupannya satu persatu muncul.
Sisil berusaha mengumpulkan tenaganya, kemudian dia berdiri dan bergegas meninggalkan kantor milik aksa.
Dia mencari taxi, cukup lama taxi tak ada yang lewat, ayu mondar mandir di sisi jalan. Ketika ada taxi yang lewat ayu langsung menghentikannya.
Taxi melaju menuju kantor CARNAL GROUP. Haru cukup macet, perjalanan menuju kesana sangat lama. ayu nampak sudah tidak sabar lagi. Pikirannya kalut tidak karuan.
"Bapak bisa lebih cepat lagi" ayu memarahi supir taxi
"nyonya maaf, jalanan memang sedang macet karena ada proses pembangunan jalan"
Ayu memutar bola matanya jengah, ayu sudah tidak sabar lagi. Ayu ingin turun dan berlari saja. Tapi niatnya dia urungkan, karena jarak menuju carnal group masih cukup jauh.
__ADS_1
Ayu meraih ponsel untuk menghubungi dyana, beberapa kali tapi tetap tidak ada jawaban.
"Aku akan buat perhitungan denganmu gadis sial" ayu nampak geram sekali.
Memakan waktu kurang lebih satu jam perjalanan, kini ayu sedang menatap kantor yang menjulang tinggi di depannya. Kantor dimana dia bisa bertemu dengan serpihan hatinya yang lama dia rindukan.
Ayu melangkahkan kakinya cepat menuju lift, saat pintu lift terbuka ayu sangat terkejut melihat orang yang ada di dalamnya
"Ayuuuuu" teriakan wanita di depan ayu memekikkan telinga ayu. Dia adalah Lisa teman satu divisi nya.
Ayu hanya tersenyum dan memasuki lift.
Lisa memeluk tubuh ayu " Aku sangat merindukanmu, kemana saja? kenapa resaigh secara tiba tiba dan tidak memberi tahuku "
"Lalu kau ada perlu apa kemari? apa kau mau melamar kerja lagi di sini"? lisa lagi lagi mencecar ayu dengan pertanyaannya.
"Aku ke sini ingin menemui suamiku" tukas ayu
"Suami mu? kerja di sini? siapaaaa ? divisi mana?" Lisa nampak sangat terkejut.
Belum sempat ayu menjawab, pintu lift terbuka dan ayu mendorong lisa untuk keluar " Cepat kau bekerjalah dengan baik, nanti Ian bisa marah denganmu!" tukas ayu, kemudian pintu lift tertutup. Lisa melihat lift menuju lantai 17.
"apa mungkin suami ayu sean"? ah mana mungkin, aku bisa patah hati, ahhh tapi siapa aku ? aku tak sebanding dengan ayu" guman lisa dalam hatinya
Pintu lift terbuka, ayu segera melangkah keluar lift. Dia menuju ruangan swan.
"Nona sisil" sean nampak terkejut melihat kehadiran sisil di dalam kantornya.
"Nona, mohon tunggu sebentar, Ceo sedang ada pertemuan penting dengan klien dari bali"
Ayu mengibaskan tangan sean, Ayu menerobos masuk ke dalam. Benar saja ayu melihat swan sedang berbicara dengan lelaki paruh baya.
Swan terkejut ketika mendengar pintu ruangannya di buka paksa. Swan semakin terkejut ketika melihat ayu lah yang masuk ke ruangannya.
"Ceo maafkan saya, saya sudah melarang tetapi nona sisil memaksa masuk"
Swan menyatukan dua alisnya, dia menatap tajam ke arah sisil. Mencari jawaban apa tujuan wanita di hadapannya datang menemuinya.
"Mr. Barak, maafkan saya, sepertinya kita tunda meetingnya lusa"
Mr. barak tersenyum dan mohon undur diri dari hadapan swan. Sean mengantar Mr. barak keluar ruangan. Setelah pintu tertutup ayu merasa tenang, dia akan meluapkan emosinya terhadap swan, ingin menghajarnya hingga babak belur, Pasalnya mereka sudah bertemu lalu mengapa swan tidak memberitahu kebenarannya ? apa swan bersekongkol dengan dyana?
Ayu menatap tajam lelaki di hadapannya.
Begitupun dengan swan yang juga memandang mata ayu.
Ada kilatan emosi di dalam sorot mata ayu, swan tak mengerti mengapa ayu terlihat sangat emosi.
Begitupun ayu menatap swan lama, ada kilatan kerinduan dan kebingungan di mata hitam swan.
__ADS_1
Keduanya saling menatap untuk waktu yang cukup lama.
Swan sedang mengontrol emosinya, menenangkan hatinya yang bergejolak hebat.
Setelah cukup tenang, swan akhirnya memulai percakapan terlebih dahulu, mencairkan suasana yang terasa tegang
Senyum di bibir swan mengembang "Nona sisil, ada keperluan apa? mengapa datang kemari tidak membuat janji terlebih dahulu.
Ayu tidak menjawab, ayu berjalan mendekat ke arah swan.
semakin dekat dan "plaaakkkkkk" tamparan ayu sangat keras menempel di pipi swan.
Bola mata swan melebar, dia sangat terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Belum sembuh dari keterkejutannya. Lagi lagi swan hampir jatuh tersungkur saat ayu menghambur kedalam pelukan swan.
Ayu memeluk swan sangat erat.
Swan masih diam tak bergeming, Swan mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
SUMPAH YA CAPEK LANGSUNG NGETIK TIGA EPISODE LANGSUNG😑
BUAT PARA READERS AYO DONG BANYAKIN LIKE DAN KOMENTARNYA
BIAR AKU SEMANGAT NULISNYA HEHEHEH
SYUKA SYEDIH KALO KOMENTARNYA SEDIKIT😭
__ADS_1
MAKASI
SALAM SAYANG _srayu♥️