Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Berkabung


__ADS_3

***Kasihmu sebening embun, seterang mentari dan seindah pelangi


Akankah kutemukan cinta sepertimu lagi IBU?


_Srayu***


Proses pemakaman berjalan dengan khidmat. Kini satu persatu pelayat pergi meninggalkan lokasi pemakaman, hanya tertinggal ayu,dyana,kyla,tante rima,sean dan swan


Ayu masih nampak memeluk nisan mama nya. Ayu tak menyangka mama nya akan menyusul papa nya begitu cepat.


"Tan, lebih baik pulanglah bersama kyla, tante pasti capek" pinta swan yang kuatir akan kondisi tante rima


"tapi ayu bagaimana" Rima tak kuasa melihat kondisi keponakannya.


"biar swan yang menemani tan"


Akhirnya tante rima dam kyla pulang terlebih dahulu.


Tersisa dyana yang masih memeluk sahabatnya, Dyana tak kuasa melihat kondisi ayu yang seperti ini,kepergian mamanya pasti jadi pukulan terberat untuk ayu. Dyana tak mengucapkan sepatah katapun, tapi tangannya yang tak lepas mengelus punggung sahabatnya.


Dyana melirik ke belakang, di belakangnya ada swan dan sean yang masih berdiri menunggu mereka.


Dyana baru menyadari kalo sahabatnya sekarang sudah tak sendiri, dia memilki suami, akhirnya dyana berinisiatif pulang,memberi ruang untuk ayu dan swan bersama, barangkali ayu bisa sedikit lega bila mencurahkan isi hatinya


"swan, bolehkan asistenmu mengantarku pulang ?" dyana melirik ke arah sean memberi kode, Sean yang sudah malang melintang di dunia bisnis tentu saja dia faham kode yang di berikan dyana. Swan melirik ke arah asistennya dan mendapat anggukan dari sean. Akhirnya dyana dan sean mumutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Swan masih menatapi istrinya yang memeluk nisan mertuanya.


Swan berjongkok dan mengusap kepala istrinya. Swan tak mengatakan sepatah katapun. Dia tak tau harus berbicara apa.


Ayu baru menyadari, selain dyana masih ada swan yang berdiri di sampingnya. Air matanya kembali mengalir dari sudut matanya. Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya "Mas akan tetap di sisiku"?


Swan terkejut ketika mendengar ayu memanggil dirinya dengan sebutan Mas. Selama 7minggu menikah ayu hanya memanggil namanya atau aku-kamu saja.

__ADS_1


Apakah ini artinya ayu sudah mulai membuka hati untuknya? "tentu sayang" hanya itu yang swan bisa ucapkan


Ayu mengangguk pelan, Dia kini bisa sedikit tenang karena akan ada yang selalu menjaganya.


"Ma , Pa , lihat sekarang ada orang yang akan menjaga ayu, keinginan papa dan mama sudah di kabulkan tuhan, Tuhan memberi ayu suami yang baik, Mama Papa yang tenang di surga sana ya" Ayu berbicara dengan nisan kedua orang tuanya, swan memang mengatur makam mertuanya untuk bersebelahan.


"Mas mari kita pulang" ayu berdiri dan mengandeng tangan swan.


Ayu dan swan bergandengan tangan meninggalka area pemakaman.


Sesampainya dirumah, ayu menuju kamarnya dia berbaring di atas ranjang dan swan menuju kamar mandi membersihkan diri.


Cukup lama waktu yang di habiskan swan untuk mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, dia masih melihat ayu yang belum tertidur, Ayu menatapi langit langit atap rumahnya, pandangan matanya kosong.


"Sayang" swan duduk ranjang samping ayu.


Ayu menoleh dan tersenyum. Senyum yang menurut swan sangat di paksakan, ayu akan selalu bersikap kuat di depan swan.


Waktu berlalu begitu cepat tak terasa sudah 4hari sepeninggal mamanya, Kondisi ayu masih sama masih melamun seperti tak memiliki lagi roh di tubuhnya. Selama 4 hari ini juga ayu tak makan apapun, dia hanya minum air putih saja.


Swan duduk di sofa ruang tamu, seketika dia melihat ART dirumah ayu membawa nampan berisi makanan untuk ayu "bi bagaimana? ala ayu mau makan"?


asisten rumah tangga ayu hanya menggeleng "nona tidak mau makan tuan" suaranya terdengar putus asa.


"Berikan nampannya padaku bi, biar aku yang mencoba" swan membawa nampan masuk ke dalam kamar


"Sayang"?


Ayu menoleh, dia melihat suaminya membawa makanan.


"sayang makan ya, biar ku suapi" swan berusaha membujuk istrinya


Ayu menggelengkan kepalanya pelan

__ADS_1


"baiklah kalo begitu, aku akan ikut berpuasa denganmu" swan sedikit merajuk


mendengar rajukan swan, bibir ayu tersenyum samar, selama menikah dengan swan, ayu bari pertama melihat suaminya merajuk.


"Aku mau makan tapi tidak banyak"


"Tentu sayang, yang penting perutmu di isi.buka mulutnya sayang"


"Ayu membuka mulutnya, dan mengunyah makanan yang swan berikan, ketika makanan baru di telan perut ayu terasa di aduk aduk, seketika ayu bangkit dari ranjang menuju kamar mandi, dia memuntahkan kembali makanan yang baru dia telan


Ayu keluar kamar mandi dengan muka pucat pasi, swan yang menunggunya di depan k


pintu kamar mandi nampak sangat kuatir.


"Sayang kita ke dokter ya" bujuk swan


Ayu hanya menggelengkan kepalanya saja "Aku hanya butuh istirahat saja". Ayu berjalan menuju ranjang kemudian berbaring dan menarik selimut menutupi tubuhnya. Mata ayu kembali terpejam.


Swan hanya menghela nafas panjang. Jika kondisi ini di biarkan tidak baik untuk kesehatan ayu. Lebih baik aku bawa ayu ke psikolog untuk membantu kondisi psikisnya.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SHARE YA🙏


MATUR NUWUN

__ADS_1


SALAM SAYANG _SRAYU


__ADS_2