Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Tak Rela


__ADS_3

Setelah acara penyambutan kepulangan kinos, rara dan sean sibuk mempersiapkan acara pernikahan kakaknya. Walaupun tidak sepenuhnya rara dam sean dan rara bertanggung jawan, karena mereka di bantu oleh WO.


Rara kini sedang berada di sebuah butik langganan ibunya. Ayu dan swan sedang melakukan fitting baju resepsi mereka, sedangkan sean sedang sibuk mencari gedung yang sekiranya cukup untuk menampung tamu undangan yang lebih dari 10rb orang.


Walaupun acaranya di lakukan dengan cepat, tapi rara dan sean melakukan semua persiapan dengan sangat rapih dan teliti.


Setelah semuanya beres, ayu swan dan rara meninggalkan butik untuk pulang kerumahnya.


Mobil yang swan kendarai menuju Citra Sun Garden.


Cuaca semarang hari ini cukup mendung.


Swan melajukan mobilnya dengan perlahan.


Tak butuh waktu lama mobil yang swan kendarai memasuki pelataran rumahnya.


Swan memarkirkan mobilnya di depan pintu utama, kemudian swan berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu ayu. Ayu tersenyum ke arah suaminya, suaminya semakin hari semakin romantis saja.


Kemudian mereka bertiga berjalan memasuki rumahnya, mereka menuju ruang makan, di sana terlihat ayah dam ibunya sudah menunggu.


"Ibu, sesil dimana" swan mencari cari keberadaan putri kecilnya.


"hari ini jadwal les ballet kan?" sambung ibu swan.


Swan baru ingat kalau hari ini memang jadwal sesil les ballet.


Swan menarikkan kursi untuk ayu duduki. Kemduian mereka bertiga duduk menyantap makan siang bersama.


Namun di tengah acara makan siang mereka, tiba tiba kinos mengajak swan untuk mengunjungi tasya di RSJ Magelang. Kinos merasa kasihan melihat kondisi tasya saat ini, walau bagaimanapun tasya sudah di anggap oleh kinos seperti putrinya sendiri, tasya seperti ini karena di butakan oleh cintanya terhadap swan.

__ADS_1


Awalnya swan menolak ajaran kinos, namun akhirnya swan setuju usulan ayahnya setelah ayu ikut membujuk swan.


Setelah acara makan siang selesai, swan dan kinos menuju rumah sakit dimana tasya di rawat. membutuhkan waktu kurang lebih 2jam perjalanan, dan kini mobil yang swan kendarai sudah memasuki pelataran rumah sakit jiwa dimana tasya di rawat.


Kinos dan swan berjalan menuju resepsionis untuk menanyakan dimana ruang rawat tasya.


Kemudian swan dan kinos di antar oleh salah satu perawat yang berjaga di situ.


Swan dan kinos berjalan menyusuri lorong rumah sakit, ternyata ruangan tasya terletak di paling ujung yang menghadap langsung ke arah taman, terlihat di sana tasya sedang menekuk kedua lututnya dan kedua tangan tasya memeluk erat kedua lututnya.


tasya menenggelamkan wajahnya di antara dada dan lututnya yang di tekuk.


Rambut tasya juga terlihat berantakan.


Kinos meminta perawat membuka pintu ruang inap tasya, kinos berjalan mendekat ke arahnya namuntasya tak bergeming. Tasya masih diam saja di posisi awalnya.


Kinos berjalan menggunakan tongkatnya, dan menimbulkan suara gaduh di lantai keramik itu. Tasya mengangkat wajahnya. Melihat kedatangan kinos tasya tersenyum dan berdiri merangkul kinos dengan erat.


Kinos mengusap puncak kepala tasya dengan lembut, hatinya merasa iba, tasya jadi seperti ini juga akibat dosa kinos yang sudah mempengaruhi tasya.


Swan masih berdiri tak bergeming di depan pintu. Pandangan mata tasya teralihkan ke arah wajah swan yang sedang berdiri kaku.


Tasya melepaskan pelukan dari tubuh kinos,tasya kemudian bangkit dan berlari ke arah swan, tasya dengan manja memeluk swan.


"Aku tau kau pasti juga merindukanmu kan" tasya berbicara dengan manja di pelukan swan.


Swan melepaskan tasya dari pelukannya. Swan menatap tasya dengan tajam. Swan sudah sangat bosan melihat tingkah tasya yang tak kunjung sadar.


Kini kedua tangan swan mencengkram era tlengan tasya, kedua bola mata swan beradu pandang dengan tasya

__ADS_1


"Tas,dengarkan aku ! aku adalah suami ayu,dan beberapa minggu lagi kami akan melaksanakan resepsi pernikahan kami yang sudah terlambat, dan juga kami akan melakukan pemberkatan ulang pernikahan kami. Aku akan mengenalkan ayu kepada dunia kalo ayu hanya milikku seorang"


Mendengar penuturan swan, tasya menjadi berteriak histeris, tasya tak rela melepaskan swan untuk wanita lain.


Tasya mengamuk dan menghancurkan isi ruang rawat inapnya.


Tak selang lama, seorang dokter dan perawat datang dan menyuntikan obat penenang untuk tasya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


MAAFIN SRAYU UDAH TELAT LAMA BANGET UPNYA YA.


OIYA BENTAR LAGI SRAYU RILIS CERITA.

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR NANTI YA😘


TERIMAKASIH😘


__ADS_2