
Akhir pekan ini, swan sudah melimpahkan semua pekerjaannya kepada sean, akhir pekan pertama dengan ayu tak akan swan sia siakan begitu saja.
Matahari sudah menampakan diri di atas sana, sinarnya menembus sedikit celah jendela kamar yang swan dan ayu tempati.
Ayu menggosok gosokan tangannya di kelopak matanya.
Dia menoleh ke arah samping, nampak sesil masih terlelap dan di peluk oleh papinya.
Empat tahun yang lalu, ketika ayu membuka mata pasti swan sudah rapih dengan baju kantornya dan sedang memangku laptop. Hari ini sungguh pemandangan yang langka, Swan yang seorang bos besar masih tertidur lelap ketika waktu sudah menunjukan pukul 07.00am. Ayu terus menatapi wajah suaminya yang terlihat tenang dalam tidurnya, kemudian ayu melihat sesil yang sudah tumbuh menjadi gadis yang besar, banyak pertumbuhan sesil yang ayu lewatkan.
Ayu meraih ponsel untuk menghubungi dyana sahabatnya.
Nada panggilan sudah terhubung namun belum ada jawaban, cukup lama ayu menunggu hingga akhirnya terdengar suara dari sebrang sana "Hallo"
"Dyn, kau masih di semarang"?
"Masih, ada misi yang harus aku bereskan, aku masih mengantuk lebih baik kau menghubungiku nanti" dyana memutuskan panggilan secara sepihak.
"Dasar gadis sial, seenak jidatnya saja mematikan telefon!" ayu memaki ponsel yang dia genggam.
Ayu kembali menatapi wajah orang yang sangat ayu kasihi.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, Ayu bergegas turun dari ranjang dan membuka pintu kamarnya.
Terlihat bibi eun berdiri di sana "Maaf nyonya, Tuan besar datang berkunjung"
Dahi ayu mengernyit, siapa yang di maksud bibi eun dengan tuan besar.
Melihat ekspresi bingung ayu, bibi eun kembali menjelaskan bahwa yang di maksud tuang besar adalah ayah dari swan, beliau baru datang dari australia.
Sebenarnya ayu ingin membangunkan swan untuk menemui ayahnya, tapi ayu tak tega membangunkan swan yang masih terlelap. Akhirnya ayu kembali ke kamar dan mencuci mukanya, memakai mantel untuk menutupi baju tidurnya.
Ini kali pertama ayu akan bertemu dengan mertua laki lakinya. Ada perasaan takut jika mertuanya tak bisa menerimanya. Pasti mertuanya mengira ayu sudah meninggal.
Ayu berjalan menyusuri anak tangga, ada sedikit keraguan di setiap langkah ayu, Ayu melihat punggung pria paruh baya yang sedang menatap keluar jendela di ruang tamu. Ayu nampak familiar dengan punggung itu.
Kemudian dengan canggung ayu menyapa terlebih dahulu "Selamat pagi"
Mendengar suara ayu, lelaki paruh baya itu berbalik badan dan betapa terkejutnya ayu ketika melihat wajahnya.
Tubuh ayu bergetar hebat, keringat mulai bermunculan di dahinya.
__ADS_1
Ayu ingin berlari bersembunyi atau memanggil swan. Tapi bagaimana respon swan nanti? Ada sedikit ketakutan jika swan akan lebih membela ayah yang sudah membesarkannya.
Tuan vino juga nampak terkejut melihat ayu berdiri di hadapannya, pasalnya dia sudah menyembunyikan ayu di bandung "Bagaimana si arik bisa kehilangan wanita ini" gumamnya dalam hati.
Tuan vino mencoba menetralkan raut wajahnya menjadi setenang mungkin.
Kini bayang tragedi kecelakaan bermunculan menjadi satu kesatuan yang utuh di kepala ayu, ayu sudah mengingat semua kejadian dengan sempurna.
Saat taxi yang dia tumpangi di tabrak berkali kali, bahkan saat tubuhnya di keluarkan dari taxi ayu samar sama melihat ayah swan, tasya dan gita berdiri melihatnya dengan senyuman di wajahnya.
Ketika sesil di keluarkan secara paksa dari rahimnya pun ayu sudah mengingatnya dengan jelas.
Ayu tak mengerti apa alasan dari mertuanya sehingga dia tega memisahkan anaknya dengan menantu juga cucunya.
Bahkan selama 4tahun orang yang di anggap baik oleh ayu, di anggap om yang selalu melindungi keponakannya tak lain tak bukan adalah sutradara dari perjalanan hidup ayu.
"Apa kau sudah mengingat semuanya"? suara tuan vino penuh penekanan
Ayu masih tak bergeming, tubuhnya bergetar hebat. Ayu takut mertuanya akan kembali memisahkannya dengan swan dan sesil.
Tuan vino berjalan mendekat ke arah ayu, tatapan matanya begitu tajam sehingga ayu ikut mundur beberapa langkah.
"Apa kau takut denganku? aku adalah om yang merawatmu selama 4tahun belakangan ini? apa begini caramu mengucapkan kata terimakasih?"
"hahahaha" tuan vino tertawa sarkas. Dia harusnya langsung menghabis ayu waktu itu sehingga dia tak perlu mengotori tangannya untuk kedua kalinya. Hanya demi menuruti tasya yang di anggap menantunya, tuan vino tak menghabisi ayu.
"Harusnya aku menghabisi mu waktu itu,karena aksa di bodoh aku jadi melepaskanmu bahkan aku mengurusmu" Tuan vino menatap tajam ayu.
Ayu tak menyangka kenyataan pahit menimpa dirinya berkali kali.
"Tinggalkan swan, maka akan aku biarkan kau menikmati hidupnya yang kedua" terdengar ancaman dari setiap kata kata yang di ucapkan tuan vino
"Kalo aku menolak?" ayu sekuat tenaga untuk bisa melawan mertuanya, ayu tak akan meninggalkan swan dan sesil lagi. Mereka adalah kehidupan untuk ayu.
"Tentu saja aku akan dengan senang hati menjadi malaikat pencabut nyawamu"
"Sayang" swan berjalan mendekati ayu, swan sudah mendengar semua percakapan ayu dengan ayahnya.
Swan berjalan ke arah ayu semakin dekat dan akhirnya swan menarik ayu kedalam dekapannya.
"Swan bagaimana kabarmu, dimana cucu ayah" tuan vino nampak melihat ke arah pintu tapi tidak menemukan sesil.
__ADS_1
"bibi eun, antarkan tuan besar keluar, sepertinya dia akan kembali ke villa kita di ungaran" Suara swan memanggil pembantunya
"Kau mengusir ayahmu?" tuan vino nampak menaikkan satu alisnya
"Di sana pintu keluarnya" swan menunjuk pintu utama rumahnya.
"Baiklah baiklah, kau sekarang sudah sukses jadi tidak membutuhkan ayahmu yang tua ini" Tuan vino berjalan menuju pintu utama.
Swan meraih ponselnya menghubungi sean " awasi tuan besar, dan laporkan setiap gerak geriknya" kemudian swan mematikan sambungan ponselnya.
Swan mendekap erat tubuh ayu yang masih bergetar hebat. Swan tak menyangka orang yang selama ini sangat swan hormati dan di idolakan tak lain tak bukan adalah eksekutor istrinya sendiri.
Sejak hari ini, swan anggap hubungan darah antara dirinya dan vino sudah berakhir.
Swan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti ayu dan sesil sekalipun itu keluarganya sendiri.
Swan tidak akan membiarkan vino atau siapapun menyentuh kembali istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah mau baca karya recehku🙏 syuka senyum kalo baca komentar para readers😁
__ADS_1
salam sayang _srayu