
Hari ini cuaca kota semarang sangat panas
ya memang Semarang selalu seperti ini
ayu menambah suhu AC di kamarnya,sedangkan Swan masih berkutat dengan komputer lipatnya
Ayu membolak balik lembar demi lembar majalah yang iya baca
Sesekali Ayu juga melirik ke arah swan yang tampak sangat serius. Entah apa yang dia sedang kerjakan itu
"drrrttt...drrrt" ponsel ayu tiba tiba bergetar
"ahhh siapa yang menggangu waktu libur dan santainya ? gerutu ayu sangat kesal
dia dengan malas mengulurkan tangannya ke nakas samping tempat tidur meraih ponsel yang sedari tadi terus bergetar seakan sang penelfon sangat tidak sabaran
Ayu meraih ponselnya dan melihat sebuah nama tertera di sana, tiba tiba mata ayu terbelalak terkejut
dia menggeser tombol hijau
dengan sangat hati hati dia pun menjawab "hallooo"..???
terdengar suara jawaban sangat melengking menyakitkan telinga ayu
ayu kemudian menjauhkan ponselnya dari telinga
"Kamu bisa tidak ngomongnya pelan pelan ? nggak perlu teriak, aku tidak tuli" jawab ayu kesal
yaaa Ayu mendapat telefon dari DYANA CRISTIANI MULVINA, dia adalah sahabat ayu
sahabat terbaik yang berada di sisinya saat keadaan terpuruk ayu, dia bahkan menemani ayu pergi ke semarang, menemani ayu hingga kondisinya membaik
Dyana adalah seorang perawat di RS.IMANUEL bandung, dyana gadis yang cantik, matanya sipit kulitnya putih rambutnya sebahu, ibunya berdarah solo dan ayahnya orang Tionghoa
"Gadis sial, kemana kamu pergi hah ? atau kau budeg aku panggil kamu tak kunjung keluar hah ? sekarang aku ada di depan Apartemenmu"? diana membrondong pertanyaan
"ahhh kenapa kamu tidak bicara akan berkunjung kemari ? kalo kamu memberi kabar aku pasti bisa menjemput kamu di Bandara" jawab ayu bisik bisik, dia takut swan terganggu
"Dasar bodoh ! tak usah banyak bicara? apa kau sedang keluar hah?atau kau hendak bunuh diri ? jangan gila kamu ! bukannya aku liat selama dua tahun ini kau bisa bertahan hidup dengan baik hah ?! cepat katakan kau di mana? kalau tidak aku akan segera melapor ke polisi "!!!! ancam dyana dari sebrang ponsel sana
"baik baik, kamu tunggu sebentar di situ yah, aku akan segera menemui mu, nanti kita ngobrol ngobrol dan tidur bersama "jawab ayu membujuk dyana, ayu melirik swan kembali, dan ternyata swan sedang menatapnya saat ini
ayu jadi salah tingkah, ayu takut swan berpikir ayu adalah wanita murahan, karena barusan dia mengucapkan kata tidur bareng
astaga bodohnya aku gumam ayu, ayu menutup speaker ponselnya, dia mengangguk ke swan lalu berkata "dia adalah teman wanitaku dari bandung"
swan hanya mengangguk lalu berdiri bergegas keluar kamar, bukan swan sedang marah, tapi swan ingin memberi ruang untuk dua sahabat itu berbicara
tanpa ayu bicara, swan juga sudah tau ayu sedang berbicara dengan siapa saat menyelidiki ayu dulu
"ahh pasti dia salah paham dan marah" gumam ayu
kembali suara di sebrang sana berteriak "Hei bodoh, kenapa kau diam saja hah'? kau pergi kemana gadis sial"???
"baik 40menit lagi aku sampai, tunggu aku di cafetaria apartemen ya !, setelah suara di sebrang sana mengiyakan, ayu bergegas berdiri, berganti baju dan membawa tas kecil untuk menyimpan dompet dan ponselnya, tiba tiba pintu terbuka dan nongol swan memasuki kembali ruang kamar dan menutup laptop yang masih menyala
"kamu mau kemana ay"? sapa swan yang sudah melihat ayu rapih dan cantik.
"Aku mau bertemu dengan sahabatku, dia seorang wanita, dia datang jauh jauh dari bandung, Apakah aku boleh menginap di apertemenku selama dia disini? tidak lama hanya 2 malam saja " pinta ayu mengatupkan kedua telapak tangannya
swan membuka mulutnya, belum sempat memberi jawaban ayu sudah memotongnya terlebih dahulu
"ku mohon, hanya dua malam, dia sahabatku dia seorang perempuan, memang ini mendadak, dia memang suka seenaknya sendiri, tapi ku mohon mengertilah" ayu merengek seperti anak kecil
swan diam saja, dia berjalan menuju meja nakas samping tempat tidur mengambil kunci mobilnya
melihat swan diam dan malah pergi dari hadapan ayu, hati ayu mencelos, sudah di pastikan swan tidak mengijinkannya, ayu menundukan kepalanya, matanya mulai berkaca kaca. Tapi tiba tiba ada telapak tangan kokoh menggenggam telapak tangannya
"ayo ku antar"? swan menarik tangan ayu tanpa menunggu jawaban ayu
seketika ayu mendongak, hatinya yang tadi masam kini bahagia
ayu mengikuti langkah swan menuju garasi rumah mereka
"hmm sebenernya aku bisa pergi menggunakan taxi " ayu merasa tidak enak hati merepotkan swan
"tidak perlu sungkan, aku suamimu bukan pajangan saja di rumah, lagian hari ini cuaca sangat panas lebih nyaman membawa kendaraan sendiri" swan membuka pintu samping mobilnya "masuklah" pinta swan
ayu sebenernya ingin menolak tapi tubuhnya malah mengikuti perintah swan
di sepanjang perjalanan, mereka hanya diam saja. ketika mobil berhenti di lampu merah swan mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu lalu menyodorkannya ke ayu
"pakailah, di dalamnya berisi gaji bulananku, pergunakan kartu ini untuk membeli semua keperluanmu"
__ADS_1
"tidak perlu, aku kan bekerja tentu saja aku bisa memenuhi keperluanku sendiri"
swan menautkan kedua alisnya, dia menatap tajam ke arah ayu, Wanita ini benar benar berbeda dengan yang lain. Dia sama sekali tidak menginginkan uangku.
Swan terdiam, dia memilih kata kata yang pas agar tidak menyinggung perasaan ayu.
"pakailah, aku suamimu, Aku hanya ingin melaksanakan kewajibanku sebagai seorang suami, memberi nafkah untukmu. Apa kamu ingin Tuhan marah karena aku tidak menunaikan kewajibanku ? atau kamu ingin aku di hukum Tuhan ?
jawaban swan tepat sasaran, ayu bungkam dia tak punya lagi jawaban untuk menolak permintaan swan
swan kembali menyodorkan kartu kreditnya, "simpanlah"!
Ayu hanya bisa pasrah dan menerima lalu memasukan kartu tersebut ke dalam dompetnya.
mobil yang mereka kendarai kembali berjalan.
"maafkan aku karena aku belum....."
swan buru buru memotong kata kata ayu, swan tau arah pembicaraan ayu
"sepertinya aku tidak bisa menemanimu menemui sahabatmu. Kebetulan pekerjaanku belum selesai. tidak apa apa kan ?
"ahhh itu tentu saja tidak apa apa"
.........
mobil swan berhenti di depan cafetaria apartemen.
ayu menuruni mobil, kaca mobil di buka oleh swan, "hatihati, jangan lupa memberi kabar"
"baiklah, kamu juga hatihati dijalan" jawab ayu sambil melambaikan tangannya
mobil sport swan kini melaju meninggalkan
ayu, Setelah mobil swan tidak terlihat lagi ayu melangkah menuju cafe.
ayu mencari gadis sipit yang sudah mengganggu hari liburnya
ternyata sahabatnya duduk di meja pojok cafe
ayu berjalan menghampiri meja dan menghempaskan tubuhnya duduk di sofa tepat samping ayu
"ahhh bisakah kau tidak seenaknnya datang kemari tanpa memberi kabar" gerutu ayu
dyana masih tam bergeming, dia asik memainkan ponsel di tangannya
"kau mendengarkanku tidak? kau sangat membuatku kesal, mengacuhkanku setelah menggangu waktu liburku"
"diam kau gadis sial, kupikir kau bunuh diri didalam kamar apartemenmu ! aku menggedor beberapa kali, mengubungi ponselmu juga tapi tak ada jawaban ! jantungku hampir copot " dyana memeluk sahabatnya, dia sangat khawatir tadi, tetapi kehawatirannya lenyap sekarang melihat sahabatnya baik baik saja
ayu sangat paham sahabatnya, dyana hanya bermulut pedas tetapi dyana sangat menyayangi ayu. mereka berpelukan melepas rindu satu sama lain.
"Ayo kita ke kamarku, aku akan menceritakan sesuatu padamu" ajak ayu mengandeng tangan dyana
.....
kini mereka sudah membaringkan diri di kasur apartemen ayu
walaupun sudah tidak di tinggali tapi tetap terawat rapih karena swan sudah menyewa pelayan untuk membersihkan kamar istrinya 3x dalam seminggu.
"dyn, "? ayu memanggil sahabatnya yang berbaring di sampingnya, dyana asik memainkan ponselnya
"hm"? jawab dyana tanpa menoleh ke arah ayu
"dyn, sebenernya aku sudah menikah 2minggu yang lalu"
dyana masih acuh saja, dia tau sahabatnya tidak mungkin menikah tanpa memberi tau dirinya, belum lagi setau dyana ayu tidak memiliki kekasih semenjak 2tahun yang lalu
melihat sahabatnya tetap acuh, ayu menunjukan cover akta nikah yang sempat dia potret sebelum berangkat tadi
ayu menunjukan ke depan wajah dyana
sontak dyana mengambil ponsel ayu dan duduk
bola matanya hampir keluar saking terkejutnya
"kau sudah gila, siapa laki laki itu? dyana menatap sahabatnya tajam
"dia CEO di tempatku bekerja sekarang" ayu menjawab dengan santai
"kau bodoh, kenapa kau mau menikah dengan lelaki tua, atau kau menjadi simpanannya hah? apa otakmu sudah pindah ke dengkul? kau sangat cantik, bahkan kalo kau mau aku bisa mengenalkanmu dengan dokter di tempatku bekerja !" jawab dyana sengit, dyana tak menyangka sahabatnya sangat bodoh dalam hal percintaan
ayu diam saja, dia tak mau menanggapi dyana. Ayu malah tersenyum mengingat momen waktu yang sudah terlewati beberapa akhir ini
__ADS_1
"hei gadis bodoh, kenapa kau tersenyum? apa ada yang lucu dengan perkataanku hah"? cepat beritahu siapa nama suamimu!
"SWAN CORNELIO" jawab ayu singkat
Dyana mengetik nama tersebut di halaman google "dia pasti gendut,botak, perutnya buncit dan....." belum selesai dyana mengumpat, dia berteriak keras "whaaaaaaattttttttt" apakah ini orangya teriak dyana
"ya itu orangnya" ayu memunggungi ayu sambil memeluk gulingnya
"astaga demi apapun demi tuhan sangat tampan, dia juga punya kekuasaan tajir mlintir sist ! kebajikan apa yang sudah kau lakukan sehingga mendapatkan suami seperti pangeran? dyana memeluk sahabatnya dia sangat terharu juga bahagia
mereka berbincang bincang hingga malam, bahkan mereka lupa makan lupa waktu
mereka saling bercerita melepas kerinduan. Karena sudah lama mereka tak bertemu
saat sedang asik berbincang tiba tiba ponsel ayu bergetar. Ayu mengambil ponselnya, tertera nama Swan di layar ponselnya
"dia menghubungiku, aku jawab sebentar ya"
dyana hanya mengangguk
"Hallooo"? jawab ayu malu malu
"apa kamu sudah makan malam" ?
ayu melirik jam dinding, ah benar saja ini sudah malam, dia lupa belum makan dari siang, saking asiknya mengobrol dengan dyana
"ah itu, hmm aku baru akan keluar membeli makanan bersama dyana"
setelah berbasa basi sebentar akhirnya swan menutup ponselnya terlebih dahulu
"sepertinya suamimu sangat perduli denganmu? kapan kau mengenalkannya kepadaku ?? goda dyana jahil
"tidak akan, aku takut kau akan merebutnya dariku" jawab ayu sambil tertawa. Sudahlah ayo kita keluar mencari makan, aku lapar !
"aku ingin makan lumpia basah pedas dan bandeng presto, hm terus kita beli wingko babat untuk cemilan "
"ah kau sangat rakus, apa kau tidak takut gendut hah"? jawab ayu kesal.
"ahh lupa satu lagi, aku juga ingin tahu petis" jawab dyana cengengesan, dyana tak perduli dengan wajah cemberut sahabatnya.
.....
setelah menikmati kuliner makan malamnya mereka kembali ke apartemennya lalu beristirahat
badan mereka sangat lelah. Mereka pun terlelap.
...
waktu menunjukan pukul 23.30
tiba tiba ponsel dyana berdering
ahh sial siapa yang mengganggu tidurku hah
tangannya terulur meraba nakas mencari benda kotak pipih yang terus berdering
tanpa melihat siapa yang menelfon dyana mengangkatnya dengan malas
"hallo" jawab dyana setengah sadar
"sepertinya kau terlihat bahagia bisa bertemu dengan sahabatmu? sahabatmu terlihat semakin cantik saja" jawab seseorang di sebrang sana
siaaalll, dyana sangat tau siapa yang sedang berbicara "Mau apa kau? jangan ganggu ayu lagi!!! biarkan ayu bahagia!! kau tak pantas lagi mencarinya !!!
dyana bangkit menjauh dari ranjang, dia takut ayu terbangun.
"hahahaha, sudah lebih dari 2tahun aku menyimpan rinduku, kali ini aku takkan melepaskannya dengan mudah"
"brengsek kau Arik!!! jauhi ayu ! kau lupa dulu kau membuangnya seperti sampah. Kini kau mau meminta dia kembali ? cihhh ...tak tau diri kau !!" dyana semakin kesal
"baiklah, sepulangmu ke bandung aku akan segera menjemput kekasihku kembali" arik memutuskan sambungan telefonnya
Dasar brengsek !!! laki laki itu mau apa lagi si bodoh !
dyana sangat geram ! setelah kejadian itu, bahkan arik masih punya malu untuk mencari ayu ?
Dyana kembali ke marnya, membaringkan diri di samping ayu dengan hati hati.
Dyana tak bisa memejamkan matanya kembali, dia teringat perjuangan sahabatnya,Dyana tak rela jika arik merusak kebahagiaan sahabatnya.
DUH KIRA KIRA APA YANG AKAN DI LAKUKAN ARIK YAAA ? BAGAIMANA DENGAN RUMAH TANGGA AYU DAN SWAN ????
TUNGGU NEXT CHAPTER YAAA!!!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN SARANNYA YA
MATUR SUWUN 🙏🙏🙏♥️♥️♥️🤗🤗🤗😘😘😘