Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Petunjuk


__ADS_3

Dyana keluar dari ruangan james, dia memegang amplop cokelat, didalamnya terdapat informasi lengkap tentang Sisil.


Beberapa rencana sudah tersusun dengan rapih di otaknya. Langkah kakinya semakin ringan meninggalkan area SANTOSA HOSPITAL. Mobil dyana melaju membelah kemacetan kota bandung. Kali ini mobilnya tidak mengarah ke apartemennya melainkan ke arah lembang bandung. Mobil dyana berhenti di tepi jalan yang cukup padat, memang tempat yang dyana tuju bangunannya terletak di tepi jalan.


Dyana melihat ke arah area bangunan dengan gaya eropa itu, bercat putih dan ada beberapa pilar besar di teras rumah itu.


Nampak dari kejauhan ada mobil berplat H memasuki area bangunan tersebut. Matanya seketika melebar melihat seseorang yang tak asing untuknya, seseorang yang hanya pernah dyana temui sekali dalam hidupnya.


Sisil menyambut hangat dan memeluk orang tersebut. Entah apa yang sedang mereka bicarakan sepertinya sisil sangat dekat dengannya, tak lama kemudian mereka memasuki rumah tersebut.


Dyana diam tak bergeming, dia kembali memakai kacamata hitamnya kembali, jarinya mengetuk ngetuk pahanya, sepertinya dyana sedang mengatur ulang strateginya. "Ini akan sulit" gumamnya kemudian dyana melajukan mobilnya kembali menuju arah apartemennya.


.....


Hari ini hari sisil melakukan cek up kesehatannya lagi, sejak 4tahun yang lalu sisil slalu mondar mandir ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan tubuhnya. 4Tahun yang lalu ketika sisil membuka matanya, dia berada di ruang serba putih. Sisil di temani oleh lelaki paruh baya, lelaki tersebut mengaku bahwa dia adalah om nya, dan dua hari setelah kesadarannya, seseorang yang hanya berbeda beberapa tahun darinya datang dan mengaku sebagai tunangan sisil. Di jari manis sisil memang terukir nama lelaki itu, perkataannya di perkuat dengan bukti foto foto mereka mulai dari jaman SMA hingga bangku universitas.


Hingga kini sisil hanya mengenal dua orang itu saja, keduanya sangat protektif dan melarang sisil keluar tanpa pengawasan, Mereka bilang mereka kuatir akan keselamatan sisil yang baru sadar dari koma yang cukup panjang akibat kecelakaan.


"Sisil"...


sisil menoleh ke arah sumber suara yang memanggil dirinya "dyn? eh hi"


"Hi, bagaimana kondisimu ?" tanya dyana mencoba mencari topik pembicaraan.


"Seperti inilah, aku masih harus bolak balik untuk cek up" suara sisil nampak sedikit kesal.


Dyana hanya menanggapi dengan senyum saja


"apa yang kau lakukan disini dyn? bukannya kau tak bekerja di sini?" sisil mengernyitkan dahinya.


"Aku ada janji dengan kekasihku, dan kebetulan aku melihatmu disini" dyana nampak mantap menjawab pertanyaan sisil, dyana sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.


"kau datang sendiri"? Dyana nampak melihat ke arah sekitar sisil.


sisil hanya menganggukkan kepalanya.


"dimana kekasihmu" Tanya dyana lagi.


"dia sibuk" jawab sisil malas.


"Bagaimana kalo aku temani kau menunggu pemeriksaan? ya supaya kau tidak merasa bosan"? dyana menawarkan diri dan di balas senyum manis oleh sisil. Mereka berdua berjalan memasuki koridor rumah sakit.


Setelah melakukan registrasi mereka menunggu di kursi tunggu.


Dyana mengambil kesempatan ini untuk menggali informasi yang lebih banyak dari sisil.


"Sil, kau tinggal dimana" tanya dyana memulai percakapan


"Di salah satu villa di jalan lembang" entah kenapa hati sisil merasa dekat dengan dyana, padahal ini kali kedua mereka bertemu.


"Dengan orang tuamu kah?"


Sisil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku hanya sendiri disana, kekasihku akan datang berkunjung ketika dia tidak sibuk, dan aku mempunyai om, dia tinggal di luar kota, akan datang kemari 2bulan sekali" tukas sisil


"oh" dyana nampak membulatkan mulutnya.


"Seusai periksa, mari kita makan bersama? nanti aku ajak kekasihku? bagaimana?" lanjut dyana lagi.


"Tidak, kau ingin aku jadi autan kah" sisil tertawa geli.


"James orang yang welcome, dia juga seorang dokter loh, kau kan bisa sekalian sharing dengannya"


"dr.james? dia kekasihmu?" sisil nampak terkejut.


"Ya"


"dokter james dulu pernah menanganiku sebelum beliau di angkat menjadi kepala rumah sakit" jawab sisil nampak sangat senang


"Apa kau menyukainya? sepertinya kau sangat senang ketika mendengar nama james?" goda dyana lagi


"Mana mungkin dyn, ngaco kamu"!!! sisil nampak kikuk di goda seperti itu.


Dyana hanya tersenyum menanggapi sisil, muka sisil berubah menjadi tomat matang.


Tak lama kemudian nama sisil di panggil dan melakukan pemeriksaan dan dyana menunggu di luar ruangan.


Setelah selesai dyana mengajak sisil menunggu james cafe, tak lama kemudian james datang menemui mereka, muka james bermuram durja pasalnya dyana tak membuat janji terlebih dahulu dengannya, dan dengan seenaknya dia menyuruhnya datang kemari di saat jam kerja. James ingin sekali *** dyana menjadi butiran debu, dyana selalu saja menindas dirinya. James menghempaskan dirinya di samping dyana


"Kenapa kau selalu seenaknya saja hah"


"Sayang kau bicara apa" dyana memberi kode ke arah james, tapi sepertinya james tak mengerti kode dyana, james kembali melontarkan kalimatnya" Kau selalu saja menang sendiri, menyuruhku kemari padahal kau belum......" tibatiba kaki james di injak oleh diana dengan sepatu hilssnya.


james baru menyadari keberadaan sisil yang duduk berhadapan dengannya.


"dr.james" sapa sisil lembut


"Halo sisil, how are you?" Tanya james ramah


"fine thanks dok"


"Well, sudah kita pesan makan dulu oke" dyana kemudian melambai ke arah pelayan. Mereka memesan beberapa makanan dan minuman dingin.


Sisil mengeluarkan sebotol obat dan kemudian meminumnya


dyana dan james saling bertatap melihat obat yang sisil minum.


"sisil, apakah rumah sakit memberimu obat tersebut?" james nampak menaikkan satu alisnya.


"Tidak dok, ini vitamin yang om saya kasih, Vitamin ini di beli dari jepang katanya" jawab sisil jujur.


James nampak menggaruk dagunya yang tak gatal nampak sedang menganalisis sesuatu.


"dr. james"....


"panggil aku james saja" ucap james yang nampak enggan disebutkan title nya di depan umum.

__ADS_1


"ah baiklah james, bolehkan aku bertanya sesuatu"


"silahkan"


"Setiap malam aku bermimpi sangat seram, mimpi saat ada seseorang yang membedah perutku dan mengeluarkan seorang bayi dengan paksa, Padahal aku belum menikah, bagaimana mungkin aku hamil" sisil nampak mengernyitkan dahinya.


dyana tampak tercengang mendengar penuturan sisil.Tapi raut wajahnya berubah normal kembali. Dyana tak mau sisil curiga.


james nampak bingung menjawabnya. bukan dia tidak tau apa jawabannya. Tapi dia harus memastikan terlebih dahulu tentang obat yang sisil minum tadi.


James memilah beberapa kata akhirnya dia menanggapi sisil "Sepertinya itu hanya mimpi biasa"


Sisil menganggukan kepalanya saja. Sisik sebenarnya kurang puas dengan jawaban james tapi dia tak mau di anggap sok tau oleh james yang notabennya adalah dokter.


"Sil, bolehkan aku minta vitamin mu satu? aku juga ingin mencoba, bila cocok aku akan ikut memesan kepada om mu" james berharap sisil memberinya hanya itu cara untuk membuktikan pikirannya.


Sisil mengeluarkan sebutir obat dan memberikan kepada james. Tak lama kemudian makanan datang, dan mereka menikmati santap makan dengan berbincang santai.


Setelah cukup lama mengobrol, Sisil pamit dan james mengantar dyana pulang. Di perjalanan james hanya diam nampak memikirkan sesuatu.


"Obat depresan yang di gunakan untuk menghapus ingatan buruk seseorang" Celetuk dyana. Sontak james menoleh karena merasa terkejut.


"Biasa saja kau, kekasihmu memang pandai ! memang kau bodoh yang harus menggunakan laboraturium untuk mengetesnya" cibir dyana


"bukan seperti itu sayang, aku hanya tidak ingin berburuk sangka ! obat itu tidak di jual bebas di pasaran" jawab james lagi.


"Dasar kau bodoh" umpat dyana


"Stop it honey" james memutar bola matanya malas.


"Sebenarnya kau ada hubungan apa dengan sisil? kenapa kau mengetahui jenis obat yang sisil kosumsi"


"Tidak penting aku tau dari mana! Kau harus bantu aku melakukan sesuatu" kemudian dyana berbisik ke arah james dan menganggukan kepalanya tanda mengerti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


MAAF KALO ALUR CERITANYA TIDAK SESUAI HARAPAN KALIAN, JALAN CERITA SUDAH SESUAI DENGAN APA YANG ADA DI PIKIRAN SAYA. MOHON MAAF MASIH BANYAK KEKURANGANNYA🙏

__ADS_1


TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA SUPAYA SAYA SEMANGAT NGETIKNYA. SUKA LEMES KALO YANG LIKE SEDIKIT😑


SALAM SAYANG _srayu


__ADS_2