
"Mas, ponselnya berdering terus, mungkin ada hal penting?"
Swan masih tak bergeming, dia masih memejamkan matanya.
Ayu berusaha lepas dari pelukan swan
"Biarkan saja sayang" akhirnya swan angkat bicara, swan malas melihat ponselnya, sudah bisa di pastikan tasya yang menghubunginya. Dia malas meladeni wanita gila itu.
"Tapi mas..."? belum selesai ayu berbicara swan sudah bangkit meraih ponsel dan membantingnya hingga ponselnya hancur tak berbentuk.
Ayu shock melihat sisi gelap swan, selama menikah dengannya ayu tak pernah melihat swan bersikap arogan seperti itu. Swan memang selalu bersikap dingin, tapi di balik sikap dinginnya dia menyimpan sisi baik menurut ayu.
Ayu seketika gemetar, ayu takut melihat swan marah. Menyadari istrinya bergetar dan matanya berkaca kaca, swan duduk di tepi ranjang, membelai kepala ayu "Maaf sayang" hanya itu yang bisa swan katakan. Harusnya aku tidak bersikap seperti ini gerutu swan dalam hatinya.
"Sayang??...."
"Tidak mas, seharusnya aku tidak mengganggu waktu istirahat mas, karena mas pasti lelah baru kembali, maaf aku bukan istri yang baik" Ayu merasa dirinya lah yang bersalah sehingga swan bisa marah seperti itu.
"Sayang, jangan seperti itu, aku yang salah. Sudahlah lebih baik sekarang mandi dan kita sarapan bersama. selesai sarapan kita pergi jalan jalan menghabiskan watu seharian, bagaimana ?" Tanya swan sambil menaikan satu alisnya.
Mungkin itu hal yang baik, menghabiskan waktu bersama bisa mendekatkan hubungan ini. Kemudian ayu menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Baik sudah di putuskan" swan tersenyum dan bangkit menuju kamar mandi.
.....
Selesai sarapan pagi, Swan mengajak ayu pergi berbelanja. Rutinitas yang jarang sekali swan lakukan. Selama pernikahan mereka, baru sekali mereka pergi berbelanja bersama dan itupun gagal karena ada insiden dengan gita tempo hari.
Ayu tampak antusias melihat berbagai barang di dalam mall, ayu hanya melihatnya saja tidak ada niatan untuk membeli karena barang di rumah belum semuanya terpakai walaupun swan sangat sibuk, tapi dia sudah mempersiapkan segala keperluan ayu melalui sean asistennya. Swan tak ingin ayu hidup kekurangan. Swan memanjakan ayu dengan caranya sediri, itu bertujuan untuk menebus waktunya yang selalu tersita oleh kesibukan kantor.
Ketika melewati toko perlengkapan bayi, langkah ayu terhenti. Dia melihat ke arah toko, sebenarnya ayu ingin mempunyai seorang bayi supaya ketika swan pergi dinas ayu tak merasa kesepian lagi. Tapi bagaimana bisa ada bayi, kalo swan saja baru sekali menyentuh dirinya. Setelah malam itu siklus bulanan ayu masih berjalan rutin.
__ADS_1
"Mari kita masuk" swan menarik tangan ayu memasuki toko perlengkapan bayi.
"Untuk apa mas? kita kan belum memiliki anak?" Tanya ayu yang keheranan melihat tingkah suaminya.
mendengar perkataan ayu, swan berhenti dan berbalik badan menatap istrinya "Sepulang dari sini kita buat bayi"
Mendengar ucapan swan, wajah ayu merona kembali, ayu mencubit pinggang swan "Kenapa berbicara seperti itu mas"
"Lah memangnya salah hm ? Kamu istriku ? Bahkan aku sudah melihat semuanya" swan semakin menggoda ayu.
Ayu tak tahan lagi mendengar godaan suaminya "Lebih baik kita ke toko ponsel, ponsel mas kan rusak" ayu berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah nyonya cornelio"
sebelum membeli ponsel, swan lebih dulu membelikan beberapa tas, sepatu dan pakaian untuk ayu. Awalnya ayu menolak, karena barang barang yang di rumah saja belum semua terpakai dan sudah di belikan yang baru. Tapi karena swan memaksa dan ayu juga tak mau membuat swan marah, akhirnya dia hanya pasrah menerimanya.
Tangan swan sudah penuh dengan kantong belanjaan. Swan tak mengijinkan ayu membawanya. Swan terlihat sangat santai membawa paper bag itu, ayu yang melihatnya terharu.
"Mas saja, aku takut pilihanku tidak sesuai dengan selera mas" kilah ayu
"Semua yang kamu pilihkan mas pasti suka"
Setelah menemukan yang cocok, swan memasang kartu perdananya. Baru saja ponsel di nyalakan langsung ada panggilan masuk. Tertera nomor telepon rumahnya
"Halo, apa bi"
....
"Baik saya akan segera pulang"
Raut muka swan berubah menjadi panik, Swan segera menyelesaikan pembayaran ponselnya.
__ADS_1
"Sayang ayo cepat, kita harus pulang kerumah" swan menarik tangan ayu.
Swan nampak tergesa gesa berjalan menuruni eskalator mall.
Dia memasukan asal barang belanjaan ke jok belakang mobilnya,
Ayu sudah duduk di dalam mobil, swan juga segera menjalankan mobilnya membelah kemacetan kota semarang.
Sebenarnya ayu ingin bertanya kenapa pulang tergesa gesa, Tapi niatnya di urungkan melihat wajah swan yang sangat tegang.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bakalan ada kejutan apalagi ? kita tunggu next chapter ya guys
CERITANYA MASIH CUKUP PANJANG, TAPI AUTHOR TAKUT READERS BOSAN😑
JADI GALAU😭
__ADS_1
salam sayang _srayu