Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Hampir Saja


__ADS_3

Semakin hari james,dyana dan sisil semakin dekat. James selalu memenuhi apapun untuk kekasihnya, bahkan ketika di minta untuk mencarikan replika obat yang sering sisil minumpun james bersusah payah mencarinya.


Hari ini mereka berjanji akan makan bersama di villa sisil.


Tepat pukul 07.00 dyana dan james menyambangi villa sisil, di sana hanya ada beberapa penjaga saja. James dan dyana di antarkan masuk menemui sisil. Sisil juga baru keluar dari kamarnya yang kebetulan letak kamarnya tak jauh dari ruang makan kemudian sisil menyambut mereka dengan senyum manisnya. Entah kenapa sisil merasa nyaman berdekatan dengan dyana.


"sil, aku pingin ketoilet nih" dyana nampak memegang perutnya.


"kamu tinggal lurus, belok ke arah kiri ruangan nomor dua" jawab sisil sambil menunjuk lorong rumahnya.


"Ayo antarkan saja, aku takut" dyana semakin meremas perutnya.


Sisil bangun dari duduknya, mereka berjalan beriringan menuju ke toilet


"Kau tunggu sampai aku selesai ya"teriak dyana dari dalam toilet. Dyana tersenyum penuh kemenangan. Rencananya berjalan mulus.


Setelah sisil dan dyana tak terlihat, james bergegas menuju kamar sisil james mencari letak obat itu.


Cukup lama dia mencari, akhirnya menemukannya di laci meja samping tempat tidur. Kemudian james menukarnya dengan vitamin yang bentuknya sama. Kemudian james merogoh ponsel dan memberi tau dyana misinya berhasil. James bergegas keluar kamar dan duduk kembali di meja makan tak selang lama sisil dan dyanapun kembali. Mereka memulai acara makan malamnya.


Setelah selesai makan malam mereka berbincang bincang.


Dyana memberi kode kepada james agar melaksanakan rencana kedua.


"sil, bagaimana kondisimu selama berobat di rumah sakitku? Apakah ada kemajuan?" tanya james berbasa basi.


"Aku belum bisa mengingat apapun tentang masa laluku" sisil nampak sedikit sedih


"Tapi tenang james, aku tidak akan menyerah" lanjutnya lagi.


"Sil, bagaimana kalo kau aku rekomendasikan ke salah satu temanku yang bertugas di rumah sakit terbesar di semarang, dia lulusan Harvard university. Siapa tau kau akan ada perubahan yang signifikan bila di tangani olehnya"? James nampak memprovokasi sisil


"sisil nampak menimang saran james" karena sisil memang sangat ingin mengingat masa lalu dengan kekasihnya, karena kekasihnya mendesak mengajaknya menikah.


"aku akan bicarakan dengan kekasih dan om ku dulu" lanjut sisil


Dyana nampak geram, pasti tidak akan di


ijinkan sisil menginjakkan kaki di semarang lagi. tiba tiba dyana muncul sebuah ide "Sil, jangan minta ijin, lebih baik kau membuat kejutan untuk kekasihmu, bukankah kemarin kau bilang pusat kantor kekasihmu ada di semarang?


Sisil nampak mengingat percakapan yang mereka obrolkan di telepon, sisil menceritakan kalo kekasihnya selalu sibuk dan jarang datang, di bandung hanya ada cabang kantornya, sedangkan pusatnya ada di semarang.


"Kau benar juga dyn, sebentar lagi dia ulang tahun, aku ingin memberinya sebuah kejutan, dan lagi kalo aku sembuh dan bisa mengingat masa lalu kami dia pasti akan senang"


"Oke, sudah di putuskan, lusa kita ke semarang, aku akan menemanimu kesana" tukas dyana.


"apa kau tidak bekerja"? tanya sisil sedikit kawatir.


"aku akan ajukan cuti beberapa hari untuk menemanimu" diana menaik turunkan alisnya


"aku juga ingin jalan jalan kesana"lanjut dyana.


"Dyana memang pandai sekali merayu,otaknya juga sangat cerdas, menurun dari ayahnya yang seorang ahli intel"gunam james kagum.


Sisik tersenyum lebar dan menganggukan kepala.

__ADS_1


Tiba tiba ponsel sisik berdering, sisil minta ijin untuk mengangkatnya terlebih dahulu. Dyana dan james menyetujuinya.


"Halo"


"Apa sudah di bandara"?


"Ah aku tidak ingin di belikan apapun, cepat kalian kerumah, di rumah ada temanku akan ku kenalkan denganmu, dia sangat baik" sisil melirik ke arah dyana sambil tersenyum. setelah itu sisil menutup ponselnya.


"Siapa?"tanya dyana sambil menaikkan satu alisnya


"Om dan kekasihku baru tiba di bandara hussein"


Sontak james dan dyana saling memandang,


Dewi fortuna menyertai mereka, tiba tiba ponsel james berdering


"Halo"?


"Apa? kritis ? baik aku akan segera ke rumah sakit" raut wajah james terlihat panik.


"Maafkan kami sil, ada pasienku kritis aku harus segera ke rumah sakit" James nampak berdiri dan menarik dyana setengah berlari.


"Hatihati di jalan ya" sisil berteriak tapi punggung mereka sudah tak terlihat.


james dan dyana memasuki mobilnya dan berjalan keluar area villa


"Memang siapa yang kritis"? tanya dyana


"kita yang kritis" jawab james ketus.


"Dasar bodoh, kalo kita tidak segera pergi pasti mereka akan mengenalimu kan? semua rencana yang sudah kau susun akan berantakan bodoh" Gerutu james


"Ah dasar kau gila" dyana memukul lengan james.


awww james meringis menerima tinju dari dyana. Mobil mereka melaju membelah kemacetan kota bandung.


Di villa sisil nampak menunggu kedatangan mereka.


Mobil berplat H memasuki area pekarangan rumah mereka.


"Om, aksa kalian sudah sampai?" sisil menyambut mereka.


Ya sayang, aksa merengkuh tubuh sisil dan memeluknya. Bibirnya bergerak hendak mencium sisil, tapi sisil segera menghindar.


"Malu ada om" kilahnya


"Kau selalu menolakku" aksa nampak cemberut.


Sudah empat tahun sisil memang selalu menolak ketika aksa ingin menyentuhnya, entah menangapa sisil merasa risih dengan aksa. Sisil selalu beralasan Boleh menyentub asalkan sudah menikah, dan syarat menikah dari sisil adalah ingatannya kembali. Aksa juga sudah menyetujuinya.


Tapi entah kenapa akhir akhir ini, aksa selalu memaksa untuk menikahi sisil. Tapi sisil masih terus menolaknya.


Kemudian mereka memasuki villanya,


"Apa kau lama di sini" sisil melirik ke arah aksa.

__ADS_1


"besok aku harus kembali ke semarang" aksa nampak malas.


"oh" sisil ber oh ria saja.


"om, ke kamar dulu ya capek mau istirahat"


aksa dan sisil menganggukan kepala.


Di ruang tamu hanya tersisa mereka berdua. Aksa duduk semakin dekat dengan sisil.


"Sil, bisakah kita melakukannya malam ini"? bisik aksa mesra di telinga sisil.


Sontak bola mata sisil melebar dan mulutnya menganga lebar.


Sisil pura pura tidak mengerti arah pembicaraan aksa "maksudnya"?


"sil aku sudah menahannya selama 4tahun, aku ingin memiliki dirimu seutuhnya, aku menginginkan tubuhmu" aksa mengecup daun telinga sisil.


Bulu kuduk sisil seketika meremang. Pasalnya aksa selama ini tak pernah meminta hal tersebut kepadanya.


Aksa selalu memegang janji janjinya ketika sisil baru siuman dari koma.


"Sil kau tenang saja, aku pasti akan menikahimu, Kalo kau tak percaya, besok pagi kita langsung menikah"? aksa nampak meyakinkan sisil.


Sisil hanya diam saja mendengar perkataan aksa, dia nampak sedang berfikir. Memang aksa adalah kekasihnya, di jaman sekarang hal seperti itu di lakukan di luar nikah sudah wajar.


"Tapi apakah aku yakin bisa melakukannya dengan aksa" sisil nampak berpikir keras.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TERIMAKASIH YANG SUDAH VOTE SAYA🙏


TERUS DUKUNG AKU YA READERS


MAAF UP NYA SEDIKIT, KERJAAN LAGI NUMPUK SOALNYA🙏 TAPI AKU USAHAKAN UP SETIAP HARI KOK😘


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA

__ADS_1


SALAM SAYANG _srayu♥️


__ADS_2