
Swan bersimpuh di hadapan nisan ayu, swan tak menyangka lagi dan lagi takdir memisahkan dirinya dan ayu. Kali ini takdir begitu nyata di rasa oleh swan, swan melihat sendiri raga ayu di masukkan ke
dalam tanah, istri yang sangat dia cintai meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Swan masih mengelus nisan ayu dan memeluk erat erat sesil.
Sedangkan sesil masih menangis di dalam pelukan papinya.
Jika swan tau resepsi pernikahannya akan memisahkan dirinya dan ayu, tentu saja swan tidak akan mau melaksanakan acara itu.
Tujuan swan melaksanakan resepsi tak lain tak bukan untuk memperkenalkan ayu kepada dunia bahwa ayu adalah istrinya.
Tapi takdir berkata lain, ayu meninggal di saat acara resepsi sedang berlangsung. Tembakan yang harusnya mengenai swan malah ayu yang tertembak. Tembakan yang bersarang tepat di jantung ayu, saat itu ayu melihat tasya sedang menarik pistolnya, maka dengan reflek ayu mendorong swan hingga jatuh dan dirinyalah yang tertembak.
Tasya tak menyangka bidikannya akan meleset dan mengenai ayu, saat itu juga pistol yang tasya gunakan jatuh ke arah lantai dan terjadilah keributan di acara tersebut, tasya hendak melarikan diri tetapi tasya keburu di cekal oleh petugas keamanan dan di giring ke kantor polisi.
Sedangkan ayu jatuh ke lantai dengan darah segar mengalir di dadanya.
Ayu masih sempat melihat sekelilingnya, melihat sesil dan swan yang berlari menghampiri dirinya, tangan ayu mengelus lembut pipi swan dan sesil, ayu sangat bersyukur bisa memiliki suami sebaik swan, dan di anugrahi putri cantik dan sangat pandai.
Ayu tak pernah menyesal sudah mengorbankan dirinya dan menolong swan, bagi ayu inilah cinta yang sesungguhnya, cinta yang rela berkorban demi orang yang di cintai. Lama kelamaan pandangan mata ayu menghitam dan ayu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Incaran utama tasya iyalah swan bukan ayu, menurut tasya jika swan mati maka tidak akan ada wanita manapun yang memiliki swan termasuk ayu, jika tasya memilih membunuh ayu, maka bisa saja suatu saat swan akan menikah lagi dengan wanita lain.
Tasya kini meringkuk di balik jeruji besi, tasya di tuntut atas pembunuhan berencana. Awalnya tasya berada di RSJ magelang, namun dia berhasil melarikan diri dan menyamar menjadi tamu undangan dalam acara resepsi swan dan ayu.
***
Swan memeluk erat putri kecilnya, hanya sesil lah harta yang paling berharga di dalam hidupnya saat ini, swan ingin sekali menyusul ayu tapi itu tidak mungkin, bagaimanapun swan harus membesarkan sesil.
__ADS_1
Rara menyentuh pundak kakaknya, rara tak menyangka ini akan terjadi untuk kedua kalinya.
"Sesil ikut tante yuk" rara mencoba menarik sesil dan menggendongnya.
"Kak, ayo kita pulang"
"Pulanglah dulu, bawa sesil ! kakak masih ingin di sini"
Akhirnya rara, sean ,dan kedua orang tuanya meninggalkan area pemakaman untuk kembali ke rumah.
Tinggallah dyana dan james yang masih berdiri mematung di belakang punggung swan. Air mata tak berhenti sedari tadi dari pelupuk mata dyana, dyana tak menyangka sahabatnya akan meninggalkannya lagi, tapi kali ini ayu meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Dyana masih terus menangis di dalam pelukan james.
James hanya bisa mengusap pundak dyana, james tak tau harus berbuat apa. Yang bisa dia lakukan hanya dengan memeluk kekasihnya dengan erat.
"Sayang, ayo kita pulang" james mencoba mengajak dyana pulang, karena hari juga sudah senja.
"Sayang, ayu tidak akan suka bila melihat kamu terus bersedih. Ikhlaskan ayu biar tenang di sisi tuhan sayang" james menghapus air mata dyana yang kembali mengalir.
Akhirnya james dan dyana pamit dan meninggalkan swan yang masih bersimpuh di nisan mendiang istrinya.
"Sayang, maafkan aku, lagi dan lagi aku gagal melindungi mu"
Swan menarik nafasnya berat sebelum swan mengucapkan kata kata selanjutnya.
"Sayang semoga tuhan menyatukan kita di kehidupan kedua yang lebih abadi, dan aku berjanji akan membesarkan putri kita dengan baik"
Swan mengecup nisan ayu dan bangkit berdiri untuk meninggalkan area pemakaman itu.
__ADS_1
**Jika kematian memisahkan kita di dunia ini, maka aku yakin cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang lebih kekal, semoga engkau menungguku hingga aku kembali ke sisimu nanti*
_srayu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon maaf untuk para readers, kemarin aku lama nggak up, banyak urusan yang harus aku selesaikan.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya🙏
__ADS_1
Semoga masih berkenan membaca cerita saya dan masih ingat alur ceritanya🙏
salam sayang _srayu♥️*