Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Mengingat Kembali 2


__ADS_3

Swan masih diam tak bergeming, Dia masih sangat terkejut dengan adegan saat ini


"Awalnya mendapat tamparan lalu di peluk ? Sebenarnya apa yang sisil inginkan"? batin swan.


Tangan kanan swan terangkat, bukan untuk membalas pelukan sisil melainkan mengusap pipinya yang terasa panas akibat tamparan yang baru dia dapatkan.


Ayu masih mendekap erat tubuh suaminya, dia sangat merindukannya, Walaupun ingatannya belum sepenuhnya kembali tapi dia sudah mengingat moment pernikahan antara dirinya dan swan. Tapi sisil belum yakin kalo sesil putrinya, siapa tau swan menikah lagi setelah kepergian dirinya.


Ayu tidak menangis sama sekali, hatinya penuh dengan emosi kekesalan "Apakah swan tidak mengharapkan aku kembali? hingga kami sudah bertemu tapi dia tidak mau mengatakan sepatah katapun"


Swan mencoba melepaskan pelukan ayu. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Nona sisil baik baik saja ? ada masalah ?"dahi swan membentuk lipatan kerutan di sana.


Bukan menjawab ayu kembali memlototkan matanya, dia sangat kesal dengan suaminya.


4tahun berlalu tapi rasa kepekaan suaminya juga masih sangat rendah. Ayu memutar bola matanya malas. Seketika ayu mendorong tubuh swan jatuh ke sofa, tanpa aba aba lagi Ayu langsung mencium bibir swan, awalnya hanya lumatan lumatan kecil, menghisap dan lama kelamaan ayu semakin gila dia menggigit bibir swan hingga berdarah, Kemudian dia melepaskan ciumannya. Dan menjilat bibirnya yang masih tertinggal rasa bibir di sana.


Ayu tersenyum dan melihat ekspresi swan yang nampak seperti orang bodoh.


"Kenapa"? Ayu mengangkat alisnya dan menyilangkan tangannya di atas perut.


"Mas tidak suka? atau bibirku tak senikmat dulu"? Suara ayu terdengar sinis.


Jantung swan seakan berhenti berdetak, otaknya terbakar hebat, penantian yang dia nantikan selama ini berbuah manis.


"Apa kau sudah..."?


"Apa perlu aku hajar sampai babak belur? kenapa mas selalu saja tidak peka hah"? Ayu berdiri dan berkacak pinggang di depan swan.


Swan tak bisa lagi berkata kata, swan menarik ayu jatuh kepangkuannya, Swan menatap lama mata ayu, dia sangat merindukan istrinya. Menatapnya dalam menelusuri setiap wajah ayu yang sangat manis, sepertinya istrinya sekarang lebih terlihat arogan dan berani.


Lama mereka saling menatap satu sama lain. hingga pipi ayu terasa panas, pipinya merona seperti kepiting rebus.


Swan tersenyum melihat wajah istrinya merona "Kenapa"?


"Lepaskan" ayu berusaha bangkit dari pangkuan swan. Tapi swan memeluknya dengan erat


"Tidak akan ku lepaskan untuk kedua kalinya"!!!


Swan langsung mengecup bibir ranum ayu, bibir yang sangat dia rindukan sekali. Akhirnya wanitanya kembali, akhirnya penantiannya tidak sia sia.


Swan terus menjelajahi setiap inci wajah ayu, swan mengecup setiap sudur wajahnya, tanpa terkecuali. Swan meluapkan kerinduan yang selama ini dia tahan. Bertahun tahun sudah swan melewati hari hari yang berat, ketika kemarin swan hanya bisa melihat bayangan ayu tanpa bisa menyentuhnya kali ini swan bisa merasakan detak jantung ayu, nafasnya yang terasa hangat.


Dua orang saling mengecup meluapkan perasaan masing masing.


Ciuman swan turun ke arah leher ayu, swan sudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


Swan meninggalkan jejak jejak kepemilikan disana.


Tangan ayu mencoba menahan kepala swan, Ayu tau suaminya sangat merindukannya, tapi tidak mungkin mereka melakukannya disini, ini kan di kantor. Banyak karyawan yang berlalu lalang. Ayu takut jika nanti tiba tiba ada yang masuk ke ruangan swan.


"Kenapa sayang hm" swan melepas cumbuannya


"jangan di sini mas" ayu menjawab dengan malu malu. Wajahnya semakin merona.


Swan tersenyum bahagia, istrinya memang seperti itu. Dia suka memulai duluan tapi dia akan malu malu jika sudah selesai melakukannya.


Swan menarik ayu ke dalam pelukannya. Dia tak ingin kehilangan ayu lagi.


"Mas"? ayu memanggil swan lirih.


"hm" swan hanya berdehem menjawab pertanyaan ayu.


"Apa sesil putri kita"?


Seketika swan melepas pelukannya, dia menatap tajam ke arah ayu. Swan tak habis pikir, Selama ini swan menunggunya, tak pernah sedikitpun swan melirik apalagi menyentuh wanita lain walopun itu hanya sekedar one night stand. Tapi bisa bisanya istrinya bertanya begitu.

__ADS_1


Swan menarik nafas kasar, dia menyandarkan badannya ke sofa, matanya terpejam. Dia enggan menjawab pertanyaan ayu.


Melihat ekspresi swan sudah cukup menjawab pertanyaan ayu. Tak seharusnya ayu bertanya seperti itu. Tangan ayu terulur mengelus pipi swan "mas maaf"


swan masih diam tak bergeming, tidak ada salahnya dia sedikit ngeprank istrinya.


Ayu mengecup pipi suaminya, tangannya mengelus mesra.


Swan kemudian memegang tangan ayu, kemudian matanya terbuka dan dia duduk tegak menghadap ayu "Apa kau sedang menggodaku ? kau ingin aku memakanmu di sini hm" swan mengangkat satu alisnya.


Ayu memukul dada bidang suaminya dengan satu tangannya lagi "mas ih"


Swan memeluk tubuh istrinya kembali, hatinya begitu bahagia, istrinya sudah kembali kedalam pelukannya.


"Ayo kita pulang" swan beranjak berdiri menggenggam tangan ayu.


"Mas jangan seperti ini, malu"


"Kenapa? kau istriku ! aku ingin menunjukan kepada dunia kalo kau milikku ! Dulu aku sangat bodoh hingga tak memperkenalkanmu di depan umum!!! tidak untuk sekarang !!!" Swan mengatakan dengan penuh penekanan, dan ayu tentu saja hanya bisa menerima dengan pasrah.


swan berjalan keluar ruangan dengan ayu. Ketika pintu terbuka sean nampak sangat terkejut melihat pemandangan yang dia lihat.


"nona sisil"? anda.....


"panggil dia Nyonya swan" Swan menatap tajam ke arah sean.


"Ah maafkan atas kelancangan saya nyonya" sean membungkuk memberi hormat.


"sean tidak apa apa, jangan dengarkan suamiku" Ayu menginjak kaki swan dengan heelsnya .


"Awww sayang" Swan memlototkan matanya ke arah ayu.


"Kau ini jangan suka menindas karyawanmu sendiri" Ayu balik memlototkan matanya.


"Sean batalkan semua jadwalku untuk hari ini dan lusa" swan berjalan meninggalkan sean


Melihat sean mengekori dirinya, langkah swan terhenti. Dia membalikkan badannya.


"Sean apa kau tidak mendengarkan ucapanku" swan menatap tajam ke arah sean.


"Ceo kita sudah menghabiskan banyak dana untuk proyek ini, akan sangat di sayangkan jika sampai gagal" sean mencoba mengingatkan swan.


"Mas sudahlah, lebih baik mas bekerja seperti biasa, aku akan menunggu di rumah" ayu menatap ke arah swan. Dia tidak mau karir suaminya jadi terhambat.


"Sean aku tidak perduli berapa nilai proyek itu, yang terpenting adalah istriku" swan berlalu dari hadapan sean.


Sean masih berusaha menjelaskannya dengan bosnya itu. Sean terus mengikuti dari arah belakang.


"Sean apa kau ingin mengikuti kami hingga ke ranjang"? nada suara swan terdengar sinis. Dan ya itu ampuh membuat langkah sean terhenti.


Sean hanya bisa garuk garuk kepalanya. Kemudian dia balik ke arah meja kerjanya. Mau tidak mau sean harus mewakili bosnya lagi. Swan memang selalu seperti itu.


Swan dan ayu berjalan menuju lift, Swan menggunakan lift khusus Ceo. Tak lama kemudian lift terbuka dan membawa mereka turun ke lantai dasar.


Ketika di lantai dasar semua mata tertuju ke arah mereka. Tak terkecuali lisa yang baru kembali dari pantry membuat kopi, sontak matanya terbuka lebar melihat bosnya menggandeng mesra temannya.


"Apa mungkin ayu itu...." sontak mulut lisa menganga lebar.


Ayu melihat lisa yang bengong tak jauh dari dirinya, kemudian ayu mengajak swan menuju ke arah lisa, awalnya swan enggan tapi akhirnya dia mengikuti istrinya juga.


"Sa, haloo" ayu mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah lisa.


"Eh iya yu, hm halo Ceo" lisa merasa sangat gugup.


"Aku kan pernah berjanji akan mengenalkan suamiku, kenalkan ini suamiku" Ayu melirik ke arah swan.


Lisa sangat terkejut. bola matanya hampir keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Sa kami pulang duluan ya" ayu berlalu dari hadapan lisa, lisa masih bengong dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


Ternyata suami yang dulu sering di critakan ayu tak lain tak bukan adalah bos mereka sendiri.


Tak di sangka ayu sangat low profil. Lisa mencubit pipinya sendiri, ini sakit dan artinya ini nyata.


Swan mengemudi mobilnya sendiri, meninggalkan area parkir kantornya. Mobilnya mengarah ke arah Citra Sun Garden


"Mas sesil apa sudah pulang"


Swan tidak menjawabnya, dia tetap fokus mengemudi.


Sesampainya di rumah dia memarkirkan mobilnya.


kemudian memutari mobilnya membuka pintu untuk ayu.


Ayu malu di perlakukan seperti ini.


"ayo sayang" swan menggandeng tangan ayu memasuki rumah.


Rumah masih sepi, ini baru jam 10pagi tentu saja sesil masih di sekolah dan Rara pasti sedang di kantor lawyer. Para pembantu pasti sedang sibuk bekerja di belakang.


Swan mengajak ayu menaiki tangga. Swan membimbing ayu menuju kamar utama.


"mas dimana putri kita" Ayu mencari keberadaan putrinya.


"Di sekolah" jawab swan singkat, swan melepaskan dasi yang melekat di kerah bajunya.


Sudut bibirnya terangkat, memberi senyum penuh tekanan.


Ayu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA😘 KALO BACA KOMENTAR KALIAN AKU JADI SEMANGAT NULISNYA.


JANGAN LUPA LIKE NYA YA😘


TERIMAKASIH SUDAH DUKUNG SRAYU TERUS😘


SALAM SAYANG _srayu

__ADS_1


__ADS_2