Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Permulaan


__ADS_3

Swan membimbing ayu untuk duduk di sofa, tubuh ayu masih bergetar hebat. Swan berusaha menenangkan istrinya "Sayang tenanglah, jangan takut" swan mengeratkan pelukannya.


Swan tak menyangka ayahnya bisa sekeji itu,ayah yang selama ini menjadi panutan hidup swan, kini berubah menjadi monster mengerikan.


Ayu berusaha menenangkan emosinya, ayu tau swan berada di pihaknya, meskipun ayu tak yakin swan bisa berlaku kasar terhadap ayahnya, tapi ayu yakin swan akan melindunginya dari ayah mertuanya.


Swan tidak mengatakan sepatah katapun, dia hanya memeluk erat istrinya. Awal pernikahannya dengan ayu, swan sudah berjanji akan melindungi ayu, tapi faktanya swan sudah membawa ayu kedalam jurang penderitaan. Tatapan mata swan penuh kilatan emosi, wajahnya memerah menahan gejolak hatinya.


"Mas, aku baik baik saja, Aku tidak takut lagi karena mas berada di sisiku" kepala ayu mendongak dan tersenyum ke arah swan.


Swan membalas senyuman ayu dengan mengusap puncak kepalanya.


"Papi, mami" sesil berlari menghampiri orang tuanya


"Putri papi sudah bangun"?


Sesil menghambur kedalam pelukan kedua orang tuanya.


"Papi hari ini tidak ke kantor?"


"tidak sayang, papi ingin menghabiskan waktu dengan sesil juga mami" swan mencubit pipi putrinya yang terlihat semakin cuby


"Sakit papi" sesil merajuk dan meminta perhatian dari maminya


"Mana yang sakit sayang? sini mami cium?" ayu mencium pipi kanan dan kiri sesil bergantian


"aku juga mau sayang" jari telunjuk swan menunjuk pipi sebelah kiri


Ayu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku suaminya, sedangkan sesil menatap tak suka ke arah papinya, tangan sesil terlipat di atas perutnya.


Melihat sesil menatap tak suka, swan tersenyum dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya "peace"


"Sesil ayo kita mandi bersama dengan mami" swan melirik ke arah istrinya, seketika wajah ayu memerah menahan malu, suaminya sungguh menjadi sangat mesum sekarang


"No papi, sesil akan mandi bersama mami tanpa papi"!!! sesil menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan kiri


"Papi kan juga mau ikut sayang ya" swan mengatupkan kedua tangannya di depan sesil


"Ayo mi" sesil menarik tangan maminya tanpa menghiraukan papinya yang merengek di belakang, sesil dan ayu berjalan menuju kamar untuk mandi.


Tiba tiba ponsel di saku swan berdering


"Halo?"


"Ceo, jika semua berjalan lancar, siang ini berita itu akan muncul menjadi topik utama" suara sean dari balik ponsel swan


Dahi swan mengernyit " jika tidak ada kesalahan"?


Sean tau bosnya tidak puas dengan laporannya, maka dengan segera sean merubah kata katanya "Ceo, apa yang ada damba siang ini akan segera terealisasi"


"Hm" swan langsung mematikan sambungan ponselnya.


Hari ini swan akan membuat sedikit pemanasan untuk pemilik Angkasa Entertainment


****


Sesil dan ayu sudah menyelesaikan aktivitas mandinya, swan dengan setia menunggu di ranjang sambil berbaring manja. Jarang sekali swan memiliki waktu luang seperti hari ini.


"Mas cepat sana mandi, aku dan sesil akan menunggu di meja makan" ayu menggandeng tangan sesil keluar dari kamar utama.

__ADS_1


"Aku tersisihkan" gumam swan dalam hatinya, kemudian dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi swan menyusul ke meja makan untuk sarapan pagi.


Mereka menikmati sarapan pagi dengan candaan hangat.


"Papi, sesil ada tugas menggambar dari sekolah, papi bantu sesil ya"


Swan hanya menganggukan kepalanya karena mulutnya penuh dengan makanan.


Setelah menghabiskan sarapan paginya, sesil mengambil tas dan buku dari kamarnya dan membawa ke ruang tamu, di ruang tamu ayu nampak membaca majalah fashion dan swan duduk santai menunggu putrinya.


"Pi ayo" sesil mengeluarkan buku gambar dan pensil warna. Swan mulai sibuk mengajari sesil menggambar, cukup lama hasil gambar mereka akhirnya jadi, sekarang tinggal proses pewarnaan.


Ayu mulai bosan membaca majalah, akhirnya ayu meraih remote tv dan menyalakan tv.


Ayu mengganti beberapa kali chaneel tv, tidak ada yang menarik sama sekali, Ayu akhirnya mendengarkan acara gosip akhir pekan.


Ketika presenter membacakan Hot News mata ayu terbuka lebar, karena yang menjadi topik utama adalah Scandal pemilik Angkasa Group dengan Model Internasional Anastasya. Bahkan video asusila mereka sudah menyebar di sosial media. Dan scandal tasya dengan salah satu pemilik agensi yang mengorbitkan dirinya menjadi model internasional.


Bahkan beberapa foto syur tasya tersebar luas di jagad hiburan. Dan yang menyebarkan kasus ini tak lain tak bukan dari pihak angkasa entertainment.


Mereka seperti menggali kuburnya sendiri dengan membongkar kasus tasya, secara tidak langsung mereka juga membongkar aib dari Ceo mereka Arik Prakasa


Beberapa produk yang menggunakan jasa tasya sudah memutuskan kontrak secara sepihak, dan saham angkasa entertainment mengalami penurunan secara drastis, bahkan pihak angkasa sudah kehilangan kontrak dari beberapa klien.


Ayu melirik ke arah swan, ini semua pasti perbuatan suaminya, tak di sangka suaminya memiliki sisi kejam. Tapi yang jadi pertanyaan adalah bagaimana bisa swan menyebarkan berita melalui pihak angkasa entertainment? Dia yang melakukan tetapi pihak orang lain yang tersalahkan.


Swan nampak sangat tenang dan sesekali bercanda dengan sesil, seolah olah swan sama sekali tidak terganggu dengan gosip yang sedang rame di layar televisi itu.


"Sayang, kalo nilainya bagus nanti nilainya buat papi ya" swan tersenyum meledek putrinya


"Hahaha" swan tertawa senang melihat tingkah putrinya. Sepintas swan melirik ke arah ayu dan memanyunkan bibirnya ke arah ayu lalu fokus lagi membantu sesil menyelesaikan tugas gambarnya.


Ayu kembali memfokuskan matanya melihat layar kaca, semua chaneel tv menayangkan tentang scandal dari bos angkasa group dan tasya.


***


Sementara arik secara sembunyi sembunyi menuju ke hotel tempat dyana menginap, Arik menggedor pintu kamar dyana dengan keras. Dyana yang masih terlelap mengerjapkan matanya beberapa kali mengumpulkan kesadarannya dan berjalan menuju pintu, dengan setengah sadar dyana membuka pintunya, nampak wajah tegang arik berdiri di ambang pintu. Dyana memutar bola matanya malas, sepagi ini arik sudah membuat moodnya menjadi buruk


"Mau apa kau" dyana menutup mulutnya yang menguap


Tanpa menjawab arik langsung menerobos masuk ke dalam kamar dyana, arik mendudukkan dirinya di sofa dan melempar sebuah map ke meja.


"Kau beri aku waktu berpikir 3hari, tapi ini baru hari kedua kau sudah menyebarkan bukti scandal antara diriku dan tasya" Arik membuang nafasnya kesal


Dyana masih enggan membalas perkataan arik, dyana tak mengerti arah pembicaraan arik


"Kenapa kau diam saja, tak ku sangka dyn kau temanku semasa SMA dan sekarang kau menghancurkan karirku ! Dan hebatnya kau yang menyebarkan berita tapi aku yang kena ! Siapa orang dari pihak perusahaanku yang bekerja sama denganmu ? dan kau bayar berapa dia hah? arik membentak dyana dengan kasar


Kali ini dyana tak tinggal diam, Dyana tak tau menahu tapi dia kena getahnya


"Bicara apa kau brengsek? aku bahkan tidak tau apa apa !" Dyana berkacak pinggang di hadapan arik


"Tidak usah berpura pura bodoh ! satu satunya orang yang mengancamku ya kau ! Lalu jika bukan kau aku harus menuduh siapa? Hantu?" Arik meraih remote dan menyalakan tv dan menaikkan volumenya.


Sontak dyana menoleh ke arah tv. Hot News hari ini adalah Scandal arik dan tasya.


Siapa yang sudah melakukan hal ini, dyana mencoba menerka nerka, tidak mungkin james melakukannya tanpa meminta persetujuan dari dyana terlebih dahulu

__ADS_1


"Tidak usah pura pura terkejut kau ! Sudah puas kau, sekarang karirku benar benar hancur, satu satunya yang belum mencabut kerja sama yaitu pihak CARNAL GROUP, jika swan sampai mencabutnya maka habislah aku"


Mendengar arik menyebutkan nama swan, dyana mendapat jawaban atas semua pertanyaannya.


Yang memiliki kuasa sebesar ini iyalah suami dari sahabatnya.


Tapi dari mana swan mengetahui informasi ini?.


Dyana saja membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui semua ini. Tapi dengan mudahnya swan langsung membunuh dua nyamuk sekaligus. Dyana menggeleng gelengkan kepalanya, dyana tak menyangka di balik sikap diam swan dia melakukan semuanya dengan apik dan rapih, bahkan arik saja tidak menyadari kalo swan berada di balik semua ini.


Lalu bagaimana dengan ayahnya, apakah swan juga akan menghancurkan karir ayahnya sebagai fotografer internasional, dyana tak yakin swan bisa menyakiti lelaki yang di anggap ayah olehnya.


"Dyn nampaknya kau sangat puas hah" arik berdiri dan hendak menampar dyana namun dengan sigap dyana menangkisnya


"Heh bodoh, beraninya kau menyentuhku" dyana menghempaskan tangan arik


"Enyahlah dari hadapanku, atau akan ku buat hidupnya semakin menderita" dyana menunjuk ke arah pintu kamar hotelnya.


Arik memlototkan matanya dan menghentakkan kakinya meninggalkan dyana.


Kemudian dyana meraih ponselnya menghubungi ayu.


Mendengar dering ponselnya ayu langsung menggeser tombol hijau di layar. Belum sempat ayu mengucapkan kata "halo" dyana langsung nyambar berbicara


"ay suamimu ada ?"


Dahi ayu seketika membentuk lipatan, ayu heran mengapa sahabatnya menanyakan suaminya


"Ay kau dengar aku atau tidak"? terdengar suara dyana kembali


"Ada" ayu melirik ke arah swan sekilas


"Baguslah, james ingin bertemu dengannya, 2jam lagi aku akan datang ke rumahmu, share lock oke" kemudian dyana mematikan telefonnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya nggak bisa up banyak, soalnya srayu lagi capek kerjanya jadi nggak semangat nulis😑 Menulis hanya untuk menghibur diri saja bukan pekerjaan utama.


Tapi srayu usahakan up setiap hari.


Terimakasih sudah mau baca karya receh srayu♥️

__ADS_1


Tinggalkan saran kalian ya, Mohon maaf jika alurnya tidak sesuai yang readers harapkan🙏


__ADS_2