
Pagi pagi sekali swan sudah pergi menuju kantornya, hari ini jadwal swan sangatlah padat. Ketika perjalanan menuju kantor, swan menyempatkan untuk menghubungi ibunya, memberi kabar baik bahwa ayu sebenarnya belum meninggal. Awalnya ibunya tidak percaya, karena memang putra sulungnya belum bisa menerima kenyataan bahwa istrinya sudah meninggal.
Namun tidak ada salahnya jika anne akan datang berkunjung ke indonesia. Suaminya juga kebetulan sedang mengunjungi cucunya jadi tidak ada salahnya jika anne juga menyusul.
Anne memesan tiket menuju indonesia.
Sementara swan sedang berkutat dengan file file yang menumpuk di meja kantornya.
Dan ayu tanpa sepengetahuan swan pergi untuk menemui ayah mertuanya.
Ayu di antar oleh supir yang sudah bekerja puluhan tahun di keluarga swan. Menempuh perjalanan yang cukup lama karena semarang selalu macet di jam jam seperti ini. Akhirnya mobil yang ayu kendarai memasuki pelataran sebuah villa yang minimalis, sebelumnya ayu belum pernah berkunjung kemari.
Bahkan ayu heran seberapa kaya suaminya sehingga memiliki aset di berbagai daerah.
Ayu berjalan ragu ragu memasuki rumah. Ada dua bodyguard yang berjaga di depan pintu utama.
Ketika melihat kedatangan ayu kedua bodyguard itu saling berpandangan.
"Bisakah saya bertemu dengan ayah mertua saya" ayu berbicara dengan sedikit takut dan bergetar
"Tunggu sebentar" salah satu penjaga memasuki rumah. Ayu masih diam dan terus menerus meremas jari jari tangannya.
Tak selang lama penjaga itu keluar dan mempersilahkan ayu untuk masuk.
Ayu berjalan memasuki ruang tamu, disana terlihat kinos sedang menikmati secangkir teh dan melihat siaran televisi yang masih di dominasi oleh kematian arik.
Ayu berdiri mematung di belakang sofa, entah keberanian darimana ayu bisa datang kesini sendirian.
Sebelum kemari ayu sudah menyiapkan kata kata yang akan di ucapkan namun ketika berada di sini tiba tiba lidahnya terasa kelu.
"Ada apa"? Suara kinos terdengar di telinga ayu.
__ADS_1
"Ada yang perlu aku bicarakan dengan ayah" suara ayu sedikit bergetar ketika mengucapkan kata "ayah"
Sontak kinos mengalihkan pandangannya dari layar televisi, dia menatap ayu dengan tajam.
Ayu yang di tatap seperti itu semakin tak nyaman, dia segera meralat kata katanya kembali "maksudku ada...."
Sebelum ayu menyelesaikan kata katanya kinos sudah terlebih dahulu memotong perkataan ayu dan mempersilahkan ayu untuk duduk.
Ayu dan kinos duduk berhadapan, cukup lama mereka saling beradu pandang tanpa ada yang mengucapkan satu patah katapun.
Lama keheningan di antara mereka akhirnya ayu memberanikan diri membuka suara terlebih dahulu
"Tuan, saya sudah mendengar semuanya dari swan, saya paham bagaimana posisi anda, tapi saya mohon sudahi dendam yang ada di hati anda, walau bagaimanapun anda adalah ayah yang sudah membesarkan dan mendidik suami serta adik ipar saya, saya yakin swan dan rara akan menerima anda ke dalam pelukannya. Dan untuk ibu, saya yakin ibu bisa menerima anda sebagai Kinos suami yang selama puluhan tahun memberikan kehidupan dan nafkah" ayu menarik nafasnya berat, dia takut ucapannya akan menyinggung kinos
Kinos masih diam tak bergeming,di dalam otaknya semua bayang kehidupannya dengan anak anaknya kembali berputar seperti film. Bayang wajah anne mengisi kembali di pikiran kinos, anne selalu bersikap baik meskipun kinos selalu bersikap dingin dengannya.
"Tuan kembalilah bersama keluarga anda, swan dan rara sangat mencintai anda, bahkan semalam swan berkaca kaca ketika menceritakan masa kecil yang indah bersama anda" ayu masih berusaha meyakinkan pria paruh baya di hadapannya.
Mata kinos mulai berkaca kaca, sedari semalam melihat swan terlihat membencinya kinos merasa tak rela, kinos menyesal tapi tidak tau harus berbuat apa untuk menebus kesalahannya terhadap swan.
Kinos terduduk di lantai, mengusap rambutnya dengan kasar.
Ayu yang menyaksikan secara langsung,tak kuasa lagi menahannya. Akhirnya ayu bangkit dari duduknya dan mendekati kinos, ayu memberanikan diri mengusap pundak kinos.
"Apa orang sepertiku masih pantas mendapatkan kesempatan kedua"? Suara kinos terdengar putus asa
"Ayah, aku yakin swan sudah memaafkan anda, dan saya juga sudah memaafkan anda jauh sebelum anda meminta maaf"
Kinos menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tubuhnya bergetar hebat.
"Ayah tenangkan dirimu, temuilah swan di kantornya"
__ADS_1
Kinos mengusap air matanya dan memeluk menantunya itu "Terimakasih nak" kemudian ayu membantu kinos bangun dan keduanya berjalan keluar dari rumah.
Awalnya kinos mengajak ayu untuk menemaninya bertemu dengan swan. Tapi ayu harus menjemput sesil di sekolahnya. Ayu berjanji akan mengajak sesil menyusul ke kantor swan.
Akhirnya kinos dan ayu pergi mengendari mobil yang berbeda.
Kinos mengemudikan mobilnya sendiri, sepanjang perjalanan kinos menyusun kata kata yang pas untuk di ucapkan. Fokusnya menjadi terpecah, kinos masih terus berpikir apakah swan mau menerimanya atau tidak.
Kinos ingin segera sampai ke kantor swan, dia menyalip beberapa kendaraan, dan naas ketika menyalip mobil container mobilnya oleng dan akhirnya tergelincir dan kecelakaan tak bisa terhindarkan lagi, mobil kinos ringsek tertabrak mobil container.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tinggalkan like dan komentarnya biar aku semangat nulisnya ya readers♥️
Terimakasih untuk apresiasinya sudah mau baca karya receh saya🙏