
Keadaan kinos semakin hari semakin membaik, hari ini kinos sudah di perbolehkan pulang ke rumah, semua keluarga berkumpul, bahkan rara juga menyempatkan waktu di tengah kesibukannya menjadi pengacara.
Kursi roda yang di naiki kinos keluar menuju lobi rumah sakit, dengan senyum mengembang rara mengarahkan kursi roda ayahnya menuju mobil kakaknya, di depan lobi terlihat swan dan ayu sudah menunggu.
Sedangkan nyonya anne dan sesil berada di rumah, nyonya anne menyiapkan perayaan kecil kecilan untuk menyambut kepulangan suaminya.
Swan membantu kinos untuk naik kedalam mobilnya.
Kinos duduk di samping kursi kemudi, sedangkan ayu dan rara duduk di kursi belakang.
Swan mulai menjalankan mobilnya menuju Citra Sun Garden, sepanjang perjalanan mereka mengobrol santai dan sesekali mereka tertawa bersama.
Ayu sungguh terharu, setelah sekian banyak masalah yang menimpa hidupnya, akhirnya tuhan memberi pelangi setelah badai besar.
Memakan hampir waktu satu jam, akhirnya mobil yang swan kendarai memasuki pelataran rumahnya, rara segera turun mengambil kursi roda yang tersimpan di bagasi mobil. Swan dan ayu membantu kinos untuk turun dari mobil, keadaan kinos memang sudah membaik, namun kakinya belum bisa di gunakan untuk berjalan, akibat operasi patah tulang.
Swan mendorong kursi roda ayahnya memasuki rumahnya, di sana sudah berjejer para pelayan mengenakan baju yang berbeda, bukan seragam kerja yang biasa mereka gunakan, tapi mereka semua mengenakan pakaian batik yang sama, semua.
Di paling ujung berdiri anne mengandeng sesil dan di samping sesil nampak sean turut hadir, swan nampak mengernyitkan dahinya, dia tak merasa mengundang sean,lalu bagaimana sean bisa datang kemari.
"Opah" sesil berjalan mendekat dengan anne ke arah kinos.
Sesil tersenyum lebar, nampak sangat bahagia bertemu dengan opahnya, tak berbeda jauh anne pun sama tersenyum lebar menyambut kedatangan suaminya.
Sean berjalan mengikuti anne dan sesil, namun tiba tiba rara merangkul tangan sean.
Sontak swan dan ayu saling beradu pandang, mereka tak mengerti arti dari sikap rara,pasalnya selama ini rara dan sean tak pernah terlihat dekat sama sekali.
"Kak sean, terimakasih sudah menyempatkan waktu datang kemari" rara tersenyum ke arah sean, dan di balas senyum lebar oleh sean, tangan sean terulur mencubit pipi rara. Sean dan rara saling memandang satu sama lain, bahkan mereka berdua melupakan tatapan ofang orang yang berada di dekat mereka.
"Ehem" suara deheman swan mampu membuat pandangan rara dan sean teralihkan ke arah swan.
"Sean,bukankah kau hari ini sudah ku tugaskan untuk mengurus kantor? Bagaimana kau bisa berada di sini?"
"Rara yang meminta kak sean datang, kenapa kakak ada masalah hah?" Rara melipat kedua tangannya di atas perut dan menatap tajam ke arah kakaknya, pasalnya kakaknya selalu memberi pekerjaan yang sangat banyak untuk sean sehingga sean tak memiliki waktu untuk rara. Bahkan sean datang hari ini saja, rara harus merengek berhari hari.
Swan menautkan kedua alisnya, menatap tajam ke arah adik dan sahabatnya itu.
"Sejak kapan"?
__ADS_1
Sean hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia bingung harus menjawab apa kepada swan. Semua perasaan datang dan mengalir begitu saja, bahkan rara dan sean tidak memiliki status apapun, namun sean sudah merencanakan hari ini dia akan melamar rara di depan keluarga besarnya.
"Kak, rara kan sudah besar jadi...."
Belum selesai rara berbicara swan terlebih dahulu memotong omongan adiknya, dan menyuruh rara untuk diam.
Swan mengalihkan pandangannya ke arah sean kembali.
"Maksud kedatanganku kemari tidak lain tidak bukan untuk menyambut kembalinya tuan besar ke rumah,dan yang kedua yaitu...."
Sean berlutut di hadapan rara dan mengeluarkan sebuah kotak merah lalu membukanya, sebuah cincin berlian bergaya simpel ada di dalamnya.
"Ra mungkin aku bukan lelaki sempurna, aku juga tidak semapan kakakmu dan mungkin aku juga belum menjagamu sebaik ayahmu menjagamu dari kecil, tapi aku akan berusaha menjagamu, bekerja keras untuk menghidupimu dengan layak. Tetap di sampingku dari rambut kita satu warna, menjadi dua warna dan nanti kembali menjadi satu. Will you marry me ?"
Rara melebarkan matanya, dia tak menyangka sean akan melamarnya di hari ini. Rara sangat tercengang hingga rara diam saja tak menjawab pertanyaan sean.
Lama sean menunggu jawaban dari rara, tapi rara diam saja. Sean menggoyangkan lengan rara, sontak rara tersadar dan menatap sean dengan dalam, akhirnya rara menganggukan kepalanya. Sontak saja semua yang berada di ruangan itu bertepuk tangan.
Sean memasangkan cincin di jari manis rara lalu memeluk rara dengan erat.
Swan gerah melihat adegan yang ada didepan matanya, akhirnya dia berjalan mendekat ke arah rara dan sean, swan menarik sean melepaskan pelukannya.
Swan tertawa dan meninju lengan sahabatnya kemudian sean dan swan saling berpelukan, mereka memang sudah bersahabat lama sedari swan duduk di bangku sekolah menengah atas, hingga saat ini sean adalah orang yang selalu membantu swan di dalam bisnisnya, dan bahkan sebentar lagi sean akan menjadi adik iparnya.
"Awww sakit kakak ipar" sean pura pura meringis memegang lengannya.
"Kau sudah gila, mana pantas kau memanggilku kakak? Yang ada kau pantas jadi kakakku"
Mendengar penuturan swan, semua yang ada di ruangan itu tertawa, akhirnya semuanya berjalan menuju ruang makan untuk makan siang bersama, semua pelayang juga ikut makan siang bersama, karena memang ini acara kecil kecilan untuk menyambut kepulangan kinos.
Setelah selesai makan siang, mereka semua kumpul di ruang keluarga berbincang bincang hangat.
Tiba tiba muncul ide kinos untuk membuat resepsi pernikahan putra sulungnya, pasalnya swan sedari menikah belum melakukan resepsi pernikahan,bahkan hanya sebagian orang yang mengenal ayu sebagai istri dari bos Carnal Group.
"Bagaimana kalo kita adakan resepsi o
Pernikahan untuk swan dan ayu"? Kinos mengutarakan idenya, sontak semua orang yang tadinya sedang berbincang kini diam.
"Mereka sudah menikah lama, namun hanya sebagian orang yang mengetahui ayu adalah istri swan" imbuh kinos lagi
__ADS_1
"Tidak perlu yah, aku sudah bahagia bisa di samping swan, lagian sesil kan sudah besar yah" ayu menolak tawaran yang di ajukan oleh kinos.
"Aku setuju dengan ayah" rara, sean dan swan kompak menjawab pertanyaan kinos.
"Serahkan padaku dan kak sean" Rara menawarkan diri untuk mengurus acara resepsi kakaknya.
Swan mengacungkan jempolnya ke arah adiknya yang kebetulan duduk bersebrangan dengannya.
"tapi mas"? Ayu menggelengkan kepala ke arah swan.
"Sayang ayah benar, semua orang harus tau kau adalah istriku, jadi kita harus mengadakan resepsi" swan mengelus mesra puncak kepala istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Salam sayang _srayu♥️