Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Santapan Siang


__ADS_3

Swan melepaskan dasi yang melingkar di kerah bajunya. Swan berjalan mendekati Ayu yang berdiri mematung. Sebenarnya ayu sudah tau apa kemauan dari swan. Tapi dia masih diam saja. Ayu ingin kali ini swan lebih mengambil inisiatif. Karena setiap mereka melakukannya ayu lah yang terlebih dahulu memulainya.


Swan sudah berdiri tepat di hadapan ayu, swan memandang wajah ayu cukup lama.


Ayu semakin berdebar debar menunggu kelanjutan dari tatapan swan. Lama menunggu namun swan masih diam menatapi wajah ayu dalam diam.


Ayu mencoba mengangkat wajahnya dan melihat ke arah mata swan, swan tersenyum dan mencubit pipi ayu, dia mengecupnya lembut dan membisikan sesuatu "Sayang aku lapar, bisakah kau membuatkan aku sesuatu, aku sangat merindukan masakanmu"


Mata ayu terbuka lebar, dia tak menyangka swan akan semenyebalkan ini, Saat dikantor tadi dia begitu agresif bahkan hampir saja dia memakannya, tapi ketika di rumah malah seperti ini, Ayu kesal di buatnya, ayu ingin sekali mencakar wajah tampan suaminya. Ayu sudah memikirkan terlalu jauh dan hasilnya seperti ini menyebalkan.


Ayu berbalik badan dan menghentakkan kakinya, Dia berjalan keluar pintu dan menutupnya dengan keras. Swan hanya tertawa melihat tingkah istrinya.


Sebelum kembali ke rumah swan sudah mengirim pesan kepada kepala pelayan bahwa hari ini semua pelayan di liburkan dan harus bekerja kembali besok paginya.


Maka dari itu rumah terasa sepi, swan ingin menikmati masa masa bersama istrinya tanpa ada yang mengganggu.


Swan memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Cukup lama swan berada di kamar mandi, setelah keluar kamar mandi, swan mengenakan pakaian rumahan dengan kaos warna putih dan celana selutut berwarna hitam. Sangat terlihat tampan dan menggoda.


Swan berjalan menuruni anak tangga menuju dapur. Dari balik pintu kaca terlihat tubuh mungil ayu sedang berkutat dengan spatula dan beberapa peralatan dapur yang lain. Walaupun gerakannya sudah tak selincah seperti saat pertama kali ayu memasak untuknya, tapi swan masih melihat keluwesan dari setiap gerakan ayu.


Swan berjalan mendekati istrinya yang tengah sibuk itu kemudian memeluknya dari belakang "Sayang, ada yang bisa aku bantu" swan meletakkan dagunya di pundak ayu, membuat ayu jadi susah bergerak.


"Mas tunggu saja di meja makan, makanan aku segera siap" ayu tetap fokus dengan masakannya.


Hari ini ayu memasak sup ayam, daging asam manis dan tumis jamur  sosis.


Swan masih tak bergeming, dia masih memeluk erat tubuh istrinya.


"Mas ayolah, aku susah bergerak" Ayu melepaskan spatula di wajan penggorengan dan berbalik menghadap swan.


Mata ayu tak berkedip dengan penampilan swan, swan terlihat berbeda sekali dengan stelan casualnya.


Empat tahun banyak merubah apa yang ada didalam diri suaminya.


Swan mengecup bibir istrinya sebentar lalu berbisik lembut di telinga ayu "Sayang sepertinya dagingnya gosong"


Sontak ayu berbalik badan dan melihat masakannya, tapi masakannya baik baik saja


"Massss"!!!! Ayu berbalik badan dan hendak membalas swan tapi swan sudah lebih dulu pergi menuju meja makan, dan tertawa disana.


2kali sudah ayu di kerjai oleh swan, tidak akan ada yang ketiga batin ayu.


Setelah cukup lama, akhirnya masakan sudah terhidang di atas meja makan.


"Mas, kok rumah sepi, pelayang kemana" ayu mengambil nasi untuk swan.


"Libur"


"tumben" ayu mengernyit keheranan.


"aku mau minum sup nya dulu" swan menyodorkan mangkok ke hadapan ayu, dan ayu mengambil lalu menuangkan beberapa sendok sup ayam.


Swan meminum sup yang di buat ayu, wajahnya seketika berubah datar tanpa ekspresi.


Wajah ayu berubah menjadi panik, tadi ayu yakin kalau masakannya sudah enak.

__ADS_1


"Masakannya tidak enak mas" tanya ayu hati hati


Swan diam tak bergeming, sedangkan wajah ayu semakin memucat karena takut.


Melihat wajah istrinya memucat swan tertawa terbahak bahak, dia suka sekali menggoda istrinya.


"Mas kenapa tertawa"? ayu menyatukan alisnya


"Masakanmu selalu enak sayang, aku sangat menyukainya" timpal swan lagi, kemudian dia kembali meminum sup yang masih ada di mangkuk.


Ayu seketika mengerucutkan bibirnya ke arah swan dan melipat tangannya di atas perut, hari ini dia sudah di kerjai swan empat kali.


"Mas jahat" ayu merajuk dan memalingkan wajahnya.


Entah sejak kapan swan memiliki sifat humoris, swan yang ayu kenal dulu selalu berwajah datar dan serius.


Melihat istrinya merajuk, swan berdiri dan bangkit dari kursinya.


Dia mendekati ayu, bibir swan mengecup pipi ayu lembut.


"Sayang aku merindukanmu"


Ayu masih diam saja, ayu tau swan pasti hanya akan mengerjainya lagi. Ayu tidak akan mempercayainya lagi. Ayu masih diam dan memalingkan wajahnya tak mau menatap swan.


Swan meraih dagu ayu dan mengarahkannya menatap dirinya. Mata mereka saling beradu, Swan sangat menginginkan ayu saat ini. Kemudian swan mendudukan ayu di atas meja.


"Sayang aku menahannya selama 4tahun, aku sangat merindukanmu" bisik swan lembut di telinga ayu.


Tak pake basa basi ayu mengecup daun telinga ayu mesra, membuat bulu kuduk ayu merinding.


Swan mengecup daun telinga ayu, menurun ke arah leher dan memberi jejak jejak kemerahan di sana.


Tangan swan membuka baju ayu, kedua tangannya meremas buah dada ayu,  bibirnya terus melumat hingga ayu rasanya tak bisa bernafas lagi.


Puas menikmati bibir ayu, bibir swan turun menuju dada ayu, bibirnya bermain main di sana, dia menghisap dan menggigit lembut ** ayu, Ayu seketika bergetar hebat, tangan swan yang sebelah asik meremas.


Tangan ayu mencengkram bahu swan erat. Swan melanjutkan aksinya, jari tangannya mengelus bagian inti dari ayu, tangannya mulai bermain di sana, rok yang ayu kenakan di angkat ke atas, kini bibir swan menurun menuju inti ayu.


Lidah swan bermain main di sana, ayu semakin menggelijang, tubuhnya bergetar hebat


Desan dari mulutnya sudah tak bisa di tahan lagi.


ahhhhhh hanya itu yang mampu ayu ucapkan atas kenikmatan yang dia rasakan saat ini.


"sayang, ahhhh" ayu klimaks untuk pertama kalinya. Tubuh ayu lemas dan jatuh di pelukan swan.


Swan membopong ayu menuju kamar utama. Swan meletakkan ayu di atas ranjang, kemudian swan melucuti semua pakaian ayu, kemudian swan melepas secara asal pakaiannya kemudian dia melempar ke sembarang arah.


Swan kembali menerkam ayu, melahap tubuh ayu hingga berulang kali, ayu tak tega menolak swan, mendengar bahwa suaminya sudah menahannya selama empat tahun membuat ayu merasa iba. 4tahun bukan waktu yang sebentar, Tentu  sangat sulit untuk seorang pria.


Maka ketika swan masih terus meminta, ayu akan melayaninya dengan baik walaupun tubuhnya sangat lelah, setelah sekian lama akhirnya aktivitas mereka berakhir, swan memeluk tubuh istrinya yang bertelanjang.


swan memandangi istrinya yang matanya terpejam.


Swan melihat ke bagian perut ayu. Ada bekas luka jahit di sana, ini pasti bekas operasi melahirkan putri mereka.


Swan mengelus luka ayu, seketika mata ayu terbuka karena merasa geli.

__ADS_1


"Mas hentikan !  geli !" ayu meraih tangan swan menjauh dari area perutnya.


"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut swan


"untuk apa?" ayu menaikkan satu alisnya.


"Luka diperutmu itu" sambung swan lagi.


"Mas kenapa bodoh hm? dulu aku merasa ngeri ketika melihat luka diperutku, tapi ketika aku mengetahui luka ini dari belas operasi melahirkan sesil, aku malah menjadi bahagia"! kata ayu penuh penekanan


"Aku dari awal bertemu sudah sangat menyukai sesil, dan kenyataan sekarang berkata bahwa sesil adalah putri kita, itu tentu saja membuatku sangat sangat dan sangat bahagia" ayu mengecup pipi suaminya.


"Sayang terimakasih" sambung ayu lagi


"Apa sayang? kau bilang apa ? aku tidak dengar ? coba ulang sekali lagi " swan mendekatkan telinganya ke arah bibir ayu.


"Tidak akan" ayu berteriak dan mengubur dirinya ke dalam selimut. Swan hanya tersenyum melihat tingkah ayu, sepertinya ayu sekarang sudah tidak secanggung lagi seperti saat mereka menikah.


Namun pintu kamar tiba tiba terbuka, sontak ayu dan swan menoleh ke arah pintu


"Papiiiiiii" sesil baru pulang dari sekolahnya, dia langsung menerobos masuk ke dalam kamar papinya.


Ketika tadi sesil turun dari mobil, sesil melihat mobil papinya terparkir di garasi. Dengan selamat sesil berlari ke arah kamar papinya dan mencari papinya.


Sontak ayu dan swan menutup tubuh mereka yang masih belum mengenakan pakaian.


Sesil berlari mendekati ranjang, sontak mata sesil membuka lebar mendapati ayu yang sedang tertidur di samping papinya.


"Kak sisil"? sesil nampak sangat terkejut.


"kok papi dan kak sisil tidur bersama? kenapa tidak mengajak sesil?" sesil mengerucutkan bibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Id IG @novisetyaw

__ADS_1


salam sayang _srayu


__ADS_2