Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Merenung


__ADS_3

Kinos menatapi punggung swan yang menghilang di balik pintu, hatinya seakan tak rela jika swan membencinya, walau bagaimanapun kinos menyaksikan proses pertumbuhan swan dan rara, terlebih lagi swan yang selalu menurut dan membuat kinos bangga dengan segudang prestasinya.


Meskipun kinos jarang sekali di rumah, tapi swan dan rara akan selalu menyambutnya ketika kinos kembali ke rumah.


Bayang masa lalu mulai berputar di kepala kinos, bahkan anne yang sekarang menjadi istrinya selalu bersikap baik kepadanya. Walaupun awal awal pernikahan anne selalu bertanya mengapa kinos banyak berubah terutama hobynya di dunia fotografi.


Kinos bahkan selalu menyibukkan diri dan jarang memperhatikan istrinya, ketika kinos berada di rumah waktu kinos di habiskan bersama dengan swan juga rara.


Anne sama sekali tidak pernah protes terhadap sikap dingin kinos, bahkan kinos hanya menyentuh istrinya ketika kinos berada di bawah pengaruh alkohol.


Tapi entah mengapa hati kinos merasa sakit ketika melihat kebencian di dalam sorot mata swan tadi. Kinos seakan tak rela di harus kehilangan swan dan rara. Di lubuk hatinya ada sedikit rasa cinta untuk kedua anaknya. Meskipun sebagian besar hati kinos di penuhi dengan amarah juga kebencian yang mendalam.


Kinos mengusap wajahnya dengan kasar. Dia bingung harus bersikap seperti apa saat ini, semuanya sudah terlanjur terjadi, jika mau mundur pun rasanya sudah terlambat.


Suara dering ponsel kinos mengagetkannya, tertera mama putrinya di layar ponselnya.


Lama ponselnya berdering tapi kinos masih mengacuhkannya.


****


Swan duduk diam memandang lurus ke depan, sedangkan sean fokus mengendarai mobilnya.


Sean beberapa kali berusaha mengajak swan berbicara tapi nampaknya swan tidak berminat sama sekali.


Mobil yang sean kendarai memasuki pelataran rumah swan, sean hendak turun membuka pintu mobil tapi swan sudah terlebih dahulu turun.


Swan berjalan memasuki rumahnya tanpa menatap sean yang melongo menatapi kepergian swan.


Sean hanya mengangkat bahu dan berjalan menuju mobilnya untuk pulang ke rumah.


Swan memasuki rumah, dan nampaknya rumahnya sudah sepi, karena waktu memang sudah menunjukan pukul 12.00pm


Swan berjalan perlahan memasuki kamarnya, lampu kamarnya sudah mati, sepertinya ayu sudah tertidur.


Swan berjalan mengendap endap supaya tidak membangunkan ayu.


Namun ketika swan sudah mendekati ranjang tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang "Sayang" ayu memanggil swan dengan lembut dan mesra.

__ADS_1


Swan berbalik badan dan menatap ayu. Perasaannya kembali berkecamuk hebat, dia bingung harus bagaimana menentukan sikap.


"Sayang bagaimana pekerjaanmu"? Ayu meraih sakelar dan menyalakan lampu kamar


"Kenapa belum tidur hm"? swan menaikkan kedua alisnya


"menunggumu" ayu berjalan menuju ranjang dan merebahkan badannya yang terasa pegal.


"Apa kau mengajakku bergelut sayang" swan tersenyum menggoda ke arah istrinya


"Dimana sesil"? swan mencari keberadaan putrinya, pasalnya setiap malam sesil selalu tidur bersama dengan swan.


"Sesil tidur bersama rara" ayu memejamkan matanya.


Swan kemudian menjatuhkan diri di samping istrinya dan memeluknya dengan erat.


"Aku sedang datang bulan, jangan meminta jatah" ayu melepaskan tangan suaminya dari perutnya.


Swan masih diam tak mau melepas pelukannya, Swan ingin sekali berbagi cerita tapi swan takut ayu malah akan meninggalkannya.


Swan masih diam tak bergeming, swan bingung harus memulai dari mana.


"Sayang, aku sudah menerimamu seutuhnya menjadi suamiku, jadi tolong kalau ada masalah kita selesaikan bersama" Ayu menatap wajah suaminya yang terlihat begitu gelisah.


Swan menarik nafas dalam dalam akhirnya dia menceritakan semua permasalahan antara dirinya dan kinos yang berpura pura menjadi ayah kandungnya.


Swan menceritakan semua kejadian yang baru saja dia dengar dari kinos beberapa jam yang lalu.


Dengan setia ayu mendengarkan semua penuturan suaminya, beberapa kali swan menarik nafasnya berat, swan mengingat masa masa dimana kinos terlihat sangat mencintai dirinya juga rara. Mendidik swan dan rara seperti anak kandungnya sendiri.


Setelah cukup lama ayu akhirnya memberi saran kepada suaminya, ayu berharap swan tidak menaruh dendam terhadap ayah yang sudah membesarkannya, semua kejahatan kinos di dasari atas rasa dendam karena ketidak adilan dari keluarganya.


Ayu memeluk swan dengan erat, menyalurkan energi semangat supaya swan tidak menjadi kinos kedua yang hidup dipenuhi dengan rasa amarah dan dendam.


Kemudian ayu mengajak swan untuk tidur, karena jujur saja ayu sudah cukup mengantuk. Kemudian mereka sama sama memejamkan mata.


Cukup lama swan memejamkan mata tapi dia tak bisa tidur.

__ADS_1


Pikirannya melayang layang entah kemana. Akhirnya swan memutuskan untuk keluar ke balkon.


Di balkon swan menyalakan rokok, dia merokok sambil merenungkan semua perkataan istrinya.


Cukup lama swan duduk termenung akhirnya dia menemukan jawaban harus bagaimana menyikapi permasalahan ini. Kuncinya adalah berada di tangan ibunya, swan besok akan menelfon ibunya untuk datang ke indonesia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Makin ke sini makin sedikit yang komentar ya😔 jadi sedih dan nggak semangat ngetik😭


mungkin cerita srayu semakin membosankan ya😭

__ADS_1


__ADS_2