
Setelah memikirkan cukup lama, sisil sudah yakin dengan apa yang akan dia lakukan.
"sisil sayang" aksa memanggilnya kembali
"bagaimana" aksa nampak mengeryitkan dahinya menunggu jawaban sisil.
aksa dengarkan aku " aku akan melakukan semua kewajibanku sebagai seorang istri Tapi nanti setelah kita menikah" tukas sisil.
"sil come on, ayolah aku sangat menginginkanmu malam ini" aksa merengkuh tengkuk leher sisil dan memaksa menciumnya.
"plakkkk" suara tamparan sisil mendarat di pipi kanan aksa dan meninggalkan sidik jari lima di sana.
Aksa nampak geram di buatnya, dia mengepalkan kedua tangannya.
"kalo kau berlaku kurang ajar denganku, aku ingin kita berpisah, sekalipun kau kekasihku kau tidak berhak memintanya saat kita belum menjadi sah di mata tuhan" sisil beranjak dari sofa meninggalkan aksa yang terlihat sangat kesal. Sisil membanting pintu kamarnya keras.
*****
Keesokan paginya aksa dan om nya sudah pergi ke semarang kembali.
Entah kenapa, sisil ingin mempercepat perjalannya ke semarang, sisil ingin segera mengingat bagaimana masa lalunya dengan aksa. Sisil meraih ponsel dan mengirim chat untuk dyana. Kemudian sisil mandi. Selesai mandi sisil mengemas beberapa pakaian ke dalam koper. Ponselnya bergetar ternyata dyana yang menghubunginya.
"2jam lagi kita ketemu di bandara, james sudah mengatur semua perjalanan kita, Mari liburan" suara dyana nampak sangat girang, kemudian dyana mematikan ponselnya.
Sisil sampai terlebih dahulu di lobi bandara, dia duduk sendirian mengenakan kacamata hitam dan masker.
"sisil" dyana berteriak memanggil sisil
sontak sisil menoleh dan tersenyum.
" Kenapa kau sangat senang? memangnya kau sudah di beri cuti"? sisil menelisik ke arah dyana.
dyana hanya mengangkat bahu " kalo aku di pecat, aku akan bekerja di rumah sakit james, jadi kau tenang saja"
"kau selalu seenaknya" james nampak kesal terhadap kekasihnya.
"apa kau tak mau memperkerjakan aku hah"? dyana berkacak pinggang
"kau memang...." sebelum james selesai berbicara sudah di potong oleh suara information bahwa mereka harus segera melakukan boarding pas.
"Lusa aku akan menyusul" james mengecup kening dyana kemudian mencubit pipi cubby dyana.
****
Setelah menempuh waktu sekitar 1jam perjalanan, mereka sudah sampai di bandara Achmad Yani semarang.
Disana dyana dan sisil di jemput oleh orang yang di suruh oleh james untuk mengantar kemanapun mereka pergi.
"dyn, kita akan kemana dulu? ke hotel atau jalan jalan" sisil nampak antusias, karena selama 4tahun belakangan ini, dia selalu terkurung di dalam rumah.
"kita akan ke PBIS" jawab dyana, senyumnya mengembang. Rencananya satu persatu akan di laksanakan dengan apik dan rapih.
"tempat apa itu" ? sisil nampak penasaran.
"PERMATA BANGSA INTERNATIONAL SCHOOL" tukas dyana.
"untuk apa"? sisil kebingungan di buatnya.
"aku ingin mencari dengan temanku, dia mengajar disana" dyana terpaksa berbohong
"kau keberatan" lanjut dyana lagi
"tidak.. tidak.." jawab sisil cepat.
Kemudian mereka berbincang tentang kemana mereka akan berjalan jalan. Tentu saja dyana merekomendasikan tempat makanan yang lezat, karena memang dyana hobi sekali makan.
Tak terasa mobil yang mereka naiki sudah memasuki pelataran PBSI, dyana segera turun dari mobil "kau tunggu di sini saja ya"
Tujuan utama dyana kemari adalah mencari malaikat kecil yang akan membantu memperlancar misinya.
Dyana menyusuri lorong menuju ruang kepala sekolah.
Sementara di mobil, sisil sedang membuka buka kamera yang dia bawa, sisil memang suka sekali dunia fotografi. Kemanapun dia pergi pasti kamera selalu di bawanya.
__ADS_1
Seketika matanya melirik ke arah anak kecil yang sedang berlari di menuju ke arah parkiran, dia di kejar oleh dua anak perempuan yang sepertinya yang mengejarnya lebih tua darinya.
Anak kecil itu berlari mendekat ke arah mobil yang sisil duduki.
Awalnya sisil mengira mereka sedang main kejar kejaran, tapi saat melihat anak kecil itu tertangkap dan di dorong hingga tersungkur seketika itu juga sisil keluar dari mobilnya berjalan mendekat ke arah mereka
"Kau itu anak pembawa sial"!!! kata anak yang rambutnya di kucir kuda
"Kau bahkan membuat mami mu pergi karena kau terlalu nakal" sambung anak yang rambutnya di gerai
"karenamu papimu di tinggal pergi mamimu"
"sesil anak nakal, sesil anak nakal" mereka menyoraki sesil yang sedang berusaha bangkit.
sesil sama sekali tidak menangis, Papi pernah bilang kalo maminya orang yang kuat, jadi sesil ingin seperti maminya. Dan maminya juga akan kembali lagi jika sesil sudah menjadi anak pintar dan penurut.
"kau bohong, mami ku tidak seperti itu!!!" sesil balik berteriak ke arah dua anak yang membulynya
"mami sangat menyayangiku!"
"kau bodoh, kalo mami mu menyayangimu mamimu pasti masih ada di sini!!! Mungkin saja mamimu sudah meninggal !!! dan nanti peringatan hari ibu, hanya kau seorang yang tak memiliki ibu" kemudian mereka berdua mendorong sesil hingga terjatuh dan kakinya berdarah.
Sisil sudah tak kuat melihat adegan ini, bagaimana mungkin di sekolah yang bertaraf internasional ada bulying dan parahnya mereka masih sangat kecil.
Sesil, mengusap darah segar yang keluar dari lututnya, dia nampak tak menangis sama sekali.
"Sayang, kakimu kenapa" sisil datang menghampiri sesil
kemudian membantunya berdiri.
"Apa kalian yang mendorongnya?" Sisil melirik ke arah anak yang berdiri di depannya.
Sontak kedua anak tersebut berlari menjauh dari mereka.
Sisil menggendong tubuh mungil sesil Kemudian mendudukan sesil di bangku panjang taman sekolah "Sayang kau tunggu di sini, kakak akan segera kembali"
Sisil berjalan menuju mobil, dia meminta P3K dari supir dan mengambil air mineral dari dalam tasnya. Sisil kembali mendekati sesil yang nampak terlihat meringis menahan sakitnya.
"yeee sudah deh, gadis kuat" sisil mengelus rambut sesil.
"siapa namamu sayang? nama kakak sisil!" sisil menjulurkan tangannya ke arah sesil.
"namaku sesil kak" tangan mungil sesil mencium tangan sesil. Tiba tiba hatinya berdesir hebat, ada rasa sesak tapi juga hangat menelusup relung hatinya.
Entah perasaan apa ini, tapi sisil sangat menyukai sesil.
"wahh nama kita sangat mirip ya? sisil dan sesil "! kita sekarang teman ya sisil mengacungkan jari kelingkingnya sesil pun membalasnya. Tak lama kemudian sesil nampak murung.
"sil kecil"? sisil nampak mencubit pipi sesil pelan
"kenapa? ceritakan ke kakak, kita kan teman" sisil mengelus pipi mungil sesil.
"Kakak, apa benar mami sudah meninggal"? mata sesil nampak berkaca kaca
"kakak, sesil sudah menjadi anak baik, menurut kepada papi, sesil juga rajin belajar supaya menjadi pandai. Supaya ketika mami nanti kembali mami akan bangga" sesil menundukkan kepalanya, bulir bulir air mata mulai membasahi pipi kecilnya.
"sesil sayang..."
"kakak, semua temanku bilang mami pergi karena sesil sangat nakal dulu jadi mami malas mengurus sesil kak" lanjut sesil lagi.
"memang mereka tadi siapa sayang"
"Mereka adalah temanku di rumah, rumah mereka sangat dekat dengan rumahku kak"
"mami sesil pasti kembali dan bangga pada sesil. Sesil kan sudah besar dan mandiri sekarang" sisil berusaha menyemangati gadis kecil di depannya.
"kakak seperti papi, papi selalu bilang sesil harus jadi anak yang kuat, baik dan menurut kepada yang lebih tua" sesil kemudian tersenyum kembali dia tak ingin maminya melihat sesil tumbuh jadi anak yang cengeng dan lemah, sesil selalu bertekad akan membuat maminya bangga.
"Kakak, nanti ketika peringatan hari ibu, kakak datang ke sini ya" sesil mengedipkan dua matanya, terlihat sangat lucu di mata sisil. Entah dorongan dari mana tiba tiba sisil menganggukan kepalanya.
"ye.. yee... makasi kakak, nanti kakak harus mendengar puisi yang aku buat untuk mami" sesil nampak sangat kegirangan dan bersemangat
"nona sesil" suara baby sitter sesil datang dari arah belakang sisil.
__ADS_1
"mbak, kemana bibi Rara"? sesil mencari keberadaan bibinya. biasanya bibinya yang selalu menjemputnya ke sekolah.
"Nyonya sedang ada kerjaan non, jadi bibi dan tante tasya yang menjemput nona kemari, Ayo kita ke mobil non" baby sitter mengandeng tangan tasya.
Sebelum pergi, tiba tiba sesil mengecup pipi kanan sisil " kakak terimakasih" sesil tersenyum manis.
Ada perasaan haru yang seketika menyebar tanpa persiapan. Senyum manis tersuguhkan dari bibir mungilnya.
"kakak jangan lupa janjinya" sesil melambai dan meninggalkan sisil yang masih duduk di bangku taman.
Sesil memasuki mobil tasya, sesil duduk di bangku di samping tasya.
Tasya nampak kesal karena sudah cukup lama dia menunggu di dalam mobilnya.
Tasya sengaja menunggu di sebrang jalan, dia malas memasuki area sekolah.
"Sesil, tadi kau berbicara dengan siapa"? tasya mulai menjalankan mobilnya.
"Teman sesil" jawab sesil yang sedang mengambil minum dari tas nya.
"Tante sudah bilang, kau jangan gampang dekat dengan orang baru ! bisa saja dia orang jahat ! kau ini sangat bandel ya!" Tasya setengah berteriak meluapkan emosinya. Tasya hanya berpura pura baik untuk mendapatkan swan, tapi hingga saat ini swan hanya menganggapnya dia teman tak lebih.
"tapi kakak orang baik tante, dia membantu mengobati kaki sesil" sesil menunjuk luntutnya yang berdarah
"kau berani membelanya" tasya menjewer telinga sesil
sesil meringis menahan sakit "lepaskan tante sakit"
"Tidak akan !" tasya semakin kencang menjewer telinga sesil hingga memerah
Sesil tak tinggal diam, dia lantas menggigit tangan tasya.
Awww seketika tasya memekik kesakitan "Berani kau melawanku bocah tengik" tasya kemudian mencubit luka di kaki sesil.
"sudah nyonya, kasian non sesil" baby sitter sesil mencoba menghentikan aksi tasya.
"Diam kau" tangan tasya menunjuk ke arah baby sitter. "Sekali lagi kau berbicara aku akan segera menendang kau dari rumah keluarga CORNELIO"!!!!
Tasya nampak sangat kesal hari ini, dia melajukan mobilnya dengan kencang.
Sebenarnya sesil ingin melawan atau mengadukan semua perbuatan tasya ke papinya, Tapi tasya selalu mengingat pesan papinya untuk menjadi anak yang baik dan penurut tidak boleh melawan orang yang lebih tua.
Jika sesil melawan, berarti dia bukan anak penurut. Sesil takut maminya akan marah dan tak mau kembali jika sesil tidak menuruti ajaran papinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN BOSEN YA, PARTNYA CUKUP PANJANG NIH, SEMOGA TETAP ADA YANG MAU BACA DAN NGGAK BOSAN🙏♥️
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA🙏
SALAM SAYANG _srayu
__ADS_1