
Swan mendorong tasya dari pangkuannya "Sayang aku bisa jelaskan"
Ayu masih menatap tajam swan, sedangkan tasya tersenyum senang tak di sangka rencana awal hanya untuk menggoda swan tapi ternyata dewi fortuna menyertainya, Tasya merapihkan kembali bajunya.
Ayu mendorong swan kembali duduk di kursi kerjanya. Ayu meletakkan tangannya di sandaran kursi tepat di samping leher swan. Ayu memutar bola matanya jengah. Dia tak menyangka suaminya akan sebodoh ini, kesekian kalinya di goda oleh wanita bar bar seperti tasya
"Sayang apakah kau kesal karna aku menolakmu semalam?" ayu menaikkan kedua alisnya dan tersenyum
Swan terperangah mendengar perkataan ayu, swan kira ayu akan salah paham dan marah padanya.
Ayu kemudian duduk di pangkuan swan, tangannya merengkuh tengkuk leher swan dan menciumnya dengan mesra.
Mata swan terbelalak lebar, dia tak pernah menyangka istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi singa betina yang liar. Kecelakaan itu banyak membuat ayu berubah.
Lama tak mendapat respon, ayu melepaskan ciumannya "Apa kau lebih suka di cium olehnya" ayu menoleh ke arah tasya yang sedang menahan amarahnya, kedua tangannya mengepal.
Ayu kembali menatap swan dan dahinya mengernyit
"Akan aku tunjukan siapa wanita yang aku cintai" swan kemudian mencium ayu dengan ganas, tangannya secara naluri mengikuti permainan mereka, bahkan swan membuka resleting dress yang ayu kenakan, swan ingin tasya melihatnya secara live, tidak ada wanita lain dalam hidup swan kecuali istrinya, hanya ayu satu satunya yang akan menyandang gelar nyonya Swan.
Di tengah aktivitas panasnya ayu melepas cumbuannya "Apa kau ingin di tonton secara langsung sayang" terdengar nada sinis dari ucapan ayu
Tasya tak kuasa lagi melihatnya dan akhirnya dia pergi meninggalkan ruang kerja swan.
Sean yang baru kembali dari Divisi Humas hanya menaikkan bahu melihat ekspresi tasya yang terlihat begitu kesal.
Sean nyelonong masuk ke ruangan swan "Ceo ini berkas yang anda minta"
"Sean, lain kali ketuk pintu dulu" swan memeluk ayu yang dresnya sudah setengah terbuka.
"Maaf Ceo" sean buru buru kabur, dia takut melihat tatapan tajam dari swan, cukup lama sean mendampingi swan dalam hal berbisnis, sean selalu masuk ruangan tanpa menunggu di persilahkan, dulu mana pernah swan memiliki urusan lain selain urusan pekerjaan di kantor.
Ayu menenggelamkan mukanya di dada bidang swan,dia sangat malu tertangkap basah oleh sean.
"Sayang" swan memanggil ayu mesra dan membopongnya menuju sofa
Ayu merapihkan kembali pakaiannya, "Kenapa wanita itu bisa ada di sini, Setelah tempo hari aku melihat dia bercumbu mesra dengan arik, sekarang dia menggodamu disini?"
"apa???? Arik mantan kekasihmu??? aku pikir dia sudah berubah tapi ternyata masih sama masih suka menjual tubuhnya sendiri"
"Mas tau siapa yang menemaniku di ruang operasi saat aku kecelakaan"?
Swan hanya menggelengkan kepalanya, karena yang swan tau ketika swan kembali dari bone swan hanya melihat mayat yang wajahnya sudah hancur, selama 4tahun menyelidiki kasus ini swan tidak menemukan titik terang.
"Tasya,dan satu orang lelaki paruh baya yang sekarang mengaku jadi om ku" tukas ayu
Ayu menyandarkan kepalanya di bahu swan, beban hidupnya terasa sangat berat, entah siap lelaki paruh baya itu ayu sendiri tak mengenalnya.
__ADS_1
Swan mengepalkan kedua tangannya, dia tak menyangka Tasya bisa melakukan hal sekeji itu.
"Bahkan lelaki itu meminta sesil di keluarkan terlebih dahulu, aku masih dapat mendengar sebagian percakapan mereka sebelum akhirnya aku di bius total. Ketika aku terbangun aku sudah berada di salah satu rumah sakit di bandung dan tak kusangka Arik orang yang pertama aku lihat" Ayu membuang nafasnya dengan berat
Ayu kembali mengingat saat sesil di keluarkan secara paksa dari perutnya dan ayu tak bisa melihat wajah putri kecilnya saat itu.
Air mata ayu mengalir tak terbendung, Begitu banyak orang membencinya, hingga dia harus mengalami hal sesulit ini selama 4tahun.
"Mas tau siapa arik"? Ayu melirik ke arah swan, ayu bisa melihat gurat kemarahan di wajah swan
"Pemilik angkasa entertainment" sambung ayu kembali
Swan kembali shock, yang dia tau pemilik angkasa entertainment adalah aksa, Pihak angkasa bahkan meminta bantuannya saat dalam keadaan pailit. Saat itu hanya Asistennya yang menemui pihak swan, mereka bilang Ceo mereka sedang berada di luar negri dan mengutus asistennya.
Swan tidak akan membiarkan orang yang menyakiti istrinya lolos begitu saja. Dia akan membalas satu persatu orang orang itu, swan tidak akan membiarkan ayu di sakiti oleh siapapun termasuk jika orang sedarah swan pun tidak akan membiarkannya.
"Sayang maafkan aku ! Aku sudah gagal melindungimu" Swan mengecup mesra kening istrinya.
"Sayang apa kau tidak mengenal lelaki paruh baya itu"? swan menatap mata istrinya dan di balas gelengan kepala oleh ayu
*****
Sementara di kantor angkasa entertainment Tasya sedang mengamuk, dia memarahi arik habis habisan
"Dasar bodoh, menjaga wanita satu saja kau tidak bisa!"
Arik tak merespon apapun, dalam masalah ini dia yang paling banyak di rugikan, dia kehilangan ayu dan juga terancam kehilangan perusahaan yang sudah dia bangun dengan susah payah. Jika swan mengetahui hal ini hanya dengan satu kali tepukan tangan perusahaan arik akan lenyap dari muka bumi
"Cukup dasar kau wanita gila" arik juga ikut emosi melihat Tasya menghancurkan ruang kerjanya
"Lebih baik kau hubungi si tua bangka itu, tanyakan padanya kita harus bagaimana" sambung arik lagi sambil memunguti berkas berkas yang berserakan di lantai.
"Aku sudah menghubunginya, tapi ponselnya tidak aktif" Tasya melemparkan ponselnya ke dinding ruang kerja arik.
"Kenapa di saat genting seperti ini dia tidak bisa di hubungi!! ah sial!!!"
"Ini semua karena ide gilamu yang mau menerima tawaran dari si tua bangka itu"!! sambung arik kembali.
"Tidak ada gunanya aku disini,kau membuang waktuku saja!" tasya melenggang pergi dari ruangan arik yang sudah di hancurkan itu
"Dasar wanita jalang"
****
Sementara ayu dan swan berjalan meninggalkan kantor menuju sekolah sesil.
Swan akan sering meluangkan waktunya untuk menemani ayu, swan tidak ingin kehilangan ayu untuk kedua kalinya. Apalagi di luar sana banyak yang mengincar ayu.
__ADS_1
Sesil duduk di bangku taman sekolah menunggu maminya. Ketika mobil swan memasuki area sekolah, sesil langsung berlari menghampiri mobil papinya.
Nampak ayu turun bersama swan dari mobilnya
"Mami, papi" sesil memeluk ayu dan swan bergantian.
"Sudah nunggu lama sayang" ayu mengusap pipi sesil yang cuby
"Belum mi" sesil tersenyum dan mengedipkan kedua matanya.
"Sayang tunggu sebentar, aku akan menghubungi sean, ada berkas yang ku lupakan" swan berjalan menjauh dari ayu dan sesil.
Swan merogoh ponsel dari saku celana dan mengubungi sean "Sean, aku meninggalkan berkas di mejamu, kerjakan dengan rapih"
Kemudian swan memutuskan panggilan telefonnya, swan tidak memberi sean waktu untuk bertanya. Swan yakin sean cukup pintar dalam hal seperti ini.
Dunia bisnis memang terlihat indah dan menyenangkan di luarnya, tapi di dalamnya hanya ada kekejaman dan saling menghancurkan.
Arik dan tasya sudah berurusan dengan orang yang salah. Jika mereka ingin bermain main maka dengan senang hati swan akan meladeninya.
Swab tidak akan mengotori tangannya sendiri, swan ingin melihat mereka menjemput kematian dengan tangannya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.