Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Kospirasi 2


__ADS_3

**Mengapa semua terjadi, di saat namamu terukir di hatiku, kau pergi tanpa memberiku sajak perpisahan*


_srayu*


Waktu sudah menunjukan pukul 04.40pm


Swan berlari menyusuri lorong rumah sakit, ria baru tiba dari Bone, Swan tak lagi memikirkan akan bagaimana nasib proyek yang ada di sana, kini tujuannya adalah menemui istri dan calon anaknya. Dia berlari mencari letak ruang UGD. Apapun yang menghalangi jalannya akan dia tabrak saja, bahkan swan akan marah kepada orang orang yang dia tabrak akan kena omelannya.


Langkah swan terhenti melihat adik dan ibunya sedang duduk diam di salah satu bangku tunggu.


Swan mencoba menenangkan hatinya, mengontrol emosinya yang sedari tadi sudah membuncah. Bahkan beberapa kali saat di pesawat swan memaki pilot agar menjalankan pesawat lebih cepat lagi.


Swan berjalan perlahan mendekati adik dan ibunya.


Mendengar langkah kaki mendekat, Rara seketika menoleh, dia melihat sosok kakaknya yang berjalan dengan tenang seolah olah tak terjadi apapun. Tapi dari sorot matanya Rara tau kakaknya sedang menyembunyikan rasa takutnya.


"kakak..." mata rara kembali berkaca kaca


"Dimana dia"?


"kak ayu tidak disini, dia...." swan memotong perkataan adiknya yang belum selesai di ucapkan.


"Sudah kakak duga, pasti kau bercanda dengan kakak, kakak tau dimana istri kakak berada" Senyum di bibir swan mengembang, dia berbalik badan berlari meninggalkan Rara dan ibunya.


"Kakak tunggu, rara belum selesai berbicara.." tangis rara seketika pecah.


Ibunya tak kuasa melihat putra sulungnya membohongi dirinya sendiri, putra sulungnya sedang berusaha menolak takdir yang mengenaskan ini.


"Ra, cepat susul kakakmu, biar ibu di sini menunggu bayi kakakmu, Ayah juga sedang mengurus jenazah kak ayu di rumah duka. Cepat pergi"


Mendengar ucapan ibunya rara langsung berlari menyusul kakaknya yang jejaknya sudah tak terlihat lagi, tapi rara yakin kakaknya pulang kerumah. Kakaknya pasti mengira istrinya menunggu di rumah mereka.


Swan berlari meninggalkan pelataran rumah sakit, dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju CITRA SUN GARDEN, swan yakin istrinya sedang mengajaknya bermain main, istrinya pasti marah karna tadi pagi tidak mendengarkan permintaannya.


Sesampai di pelataran rumah, swan turun berlari menuju ke kamar utama.


Swan membuka pintu kamar, semuanya terlihat masih rapih, beberapa perlengkapan bayi yang sempat mereka beli sudah tersusun rapih, padahal ketika tadi pagi swan berangkat perlengkapan bayi itu masih di dalam kardus. Senyum swan semakin mengembang,swan yakin istrinya yang sudah menyiapkan ini semua. Perkiraan swan memang benar, sepeninggal swan tadi pagi entah kenapa ayu ingin menyiapkan semua perlengkapan bayinya sendiri.


"Sayang, keluarlah aku sudah kembali" Swan memanggil istrinya. Lama menunggu jawaban tak ada yang menyahut panggilannya.


"Sayang, aku minta maaf soal tadi pagi. Sekarang keluarlah jangan terus bersembunyi" pinta swan lagi.


Terlihat ayu berada di tepi jendela kamar, dia tersenyum ke arah swan. Ayu mengedipkan salah satu matanya dengan genit ke arah swan.


"Sayang, kau membuatku cemas" Swan berjalan mendekati ayu, ketika swan hendak merengkuh ke dalam pelukannya, seketika ayu menghilang. Hanya ada udara kosong di sana.


"Come on sayang, jangan bercanda" Swan membalikkan badannya mencari keberadaan ayu.


Kali ini swan melihat ayu sedang menyisir rambutnya di depan meja rias "Mas tak sayang aku lagi, mas ninggalin aku dinas padahal aku sedang hamil tua" ayu mengerucutkan bibirnya ke arah swan.


"Sayang maafkan aku, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi. Tetaplah di sisiku sayang" swan mendekati ayu, swan hendak mengelus rambut ayu tapi lagi dan lagi bayang ayu menghilang.


"Sayang sudah cukup kau menghukum ku, aku menyerah. Cepat keluarlah" Suara swan terdengar mulai frustasi.

__ADS_1


Di ambang pintu rara melihat semuanya, dia tak kuasa melihat kakaknya seperti ini, Untuk pertama kalinya kakaknya terlihat begitu hancur.


Rara berlari ke arah kakaknya, rara kemudian memeluk tubuh kakaknya "kak..."?


"Ra, katakan dimana kak ayu berada? Jangan berkomplot dengan kak ayu untuk mengerjai kakak ra" suara swan terdengar semakin melemah.


"kak, kak ayu sudah berada di sisi Tuhan"


Swan melepas pelukan adiknya "Kau jangan bercanda atau kakak akan menghukummu"


"Kak, tapi itu kenyataan yang harus kakak terima, kakak harus ikhlas ! semua sudah di gariskan oleh tuhan. Tidak ada yang bisa merubah garis tuhan"


swan menatap tajam adiknya, dia mencari kebenaran dari sorot mata adiknya, dan sepertinya kali ini adiknya tak sedang bermain main dengan ucapannya.


Seketika kaki swan melemas, tak bisa menopang tubuhnya lagi. Swan jatuh terduduk di lantai. Dia tak menyangka takdir memisahkan dirinya dengan wanita yang dia cintai. Dulu takdir memisahkannya dengan tasya, dan kini takdir juga memisahkannya dengan ayu. "Takdir macam apa ini tuhan? Arggggghhhh" swan mengacak rambutnya frustasi. Bulir bulir air mata mulai membasahi pipinya.


Hati rara terasa teriris melihat kondisi kakaknya, rara tak pernah melihat sisi ini dari diri kakaknya, yang rara tau kakaknya adalah orang yang keras dalam segala hal, Tak punya hati selalu bersikap sadis terhadap orang yang sudah mengusiknya.


"kak..." Rara memeluk tubuh kakaknya yang sedang bergetar hebat.


"jenazah kak ayu sudah di semayamkan dirumah duka. ayah yang mengurus semuanya"


swan masih tak bergeming mendengar ucapan adiknya.


Otak swan mengingat semua kenangan manis bersama ayu, dari awal mereka bertemu dan terakhir kali tadi pagi sebelum swan meninggalkan ayu.


Penyesalan menelusup ke relung hati swan.


"Ra, bahkan kakak belum membuatkan pesta pernikahan untuknya, kakak belum mengenalkannya ke dunia kalo dia adalah istri kakak ! kakak selalu sibuk dengan bisnis kakak, dan tak memikirkan perasaannya sama sekali"


"Ra, kakak adalah suami terburuk yang ada di dunia ini" swan menangis di pelukan adiknya.


"Kakak harus kuat, tenangkan diri kakak. Setelah kakak tenang kita akan kerumah duka memberi penghormatan terakhir untuk kak ayu" rara memapah kakaknya untuk duduk di sofa.


"Sean juga sudah kembali dari singapura, dia sudah menghubungi semua kerabat kak ayu yang ada di solo sana kak"


*Keesokan paginya*


Swan berjalan ragu ragu memasuki rumah duka, di sana sudah ada ayah dan ibunya.


Swan sebenarnya belum siap menerima kenyataan ini.


Ayahnya yang melihat kondisi putra sulungnya cukup terkejut. Pasalnya swan bukan tipikal orang yang melow. Ayahnya menepuk bahu putranya " kita akan membawa jenazahnya ke rumah untuk memberi upacara penghormatan terakhir kali untuk istrimu"


Swan tak mendengarkan perkataan ayahnya, dia berjalan menuju peti mati, peti mati di buka oleh petugas. Disana dia melihat sosok yang sudah tak bisa di kenali. Wajahnya rusak, luka di sekujur tubuhnya terlihat sangat mengerikan. Tapi di jari manisnya ada cincin. Cincin yang di berikan swan saat mereka menikah dulu. Swan mengambil cincin dari jemari jenazah itu. Swan yakin yang di hadapannya bukan mayat istrinya. Istrinya sangat cantik, suka tersipu malu dan yang di hadapan swan hanya sosok mayat yang mukanya sudah hancur. Swan berusaha membohongi dirinya sendiri.


Proses kepulangan jenazah dari rumah duka menuju kediaman swan berjalan lancar karena di kawal oleh polisi.


Di kediaman swan sudah banyak karangan bunga ucapan turut berduka cita, kedatangan jenazah tak luput dari sorot media. Media di buat gempar karena tak mengetahui kapan pastinya bos Carnal Group menikah.


Berbagai pertanyaan di lontarkan oleh para wartawan


"Tuan swan kapan tepatnya anda menikah'

__ADS_1


"Dimana anda menikah"


"Siapa wanita yang menjadi istri anda"


"Bagaimana kecelakaan bisa terjadi"


Semua pertanyaan wartawan tak ada yang di jawab oleh swan. Swan berjalan di samping peti mati memasuki rumah utama.


Di dalam rumah utama sudah ada Dyana dan kerabat ayu dari solo, nampak juga beberapa rekan bisnis swan termasuk tasya,kevin,Gita dan yang paling mencuri perhatian swan adalah kedatangan Arik.


Peti mati di letakkan di tempatnya. Tante rima dan kyla tak kuasa melihat kondisi jenazah yang penuh luka bahkan wajahnya tak bisa dikenali. "kakak.." kyla bersimpuh di dekat peti mati kakaknya itu, tangisnya kembali pecah. Kyla tak kuasa menahan gejolak perasaannya sendiri.


Sedangkan swan berdiri mematung di apit oleh sean dan dyana.


"sean"? panggil swan lirih


"Baik tuan, saya akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas" sean paham betul apa yang bosnya inginkan. Sean pamit undur diri untuk meninjau langsung lokasi kejadian.


Dyana nampak tak bergeming, dyana juga tak menangis. Untuk ukuran sahabat harusnya dia bersedih. Tapi entah kenapa hati dyana yakin kalo mayat di hadapannya bukanlah mayat ayu, Itu hanya asumsi dia saja, tapi dyana akan menyelidikinya nanti.


Tatapan mata dyana beralih ke arah arik, yang diam seribu bahasa, entah karena arik shock atas kepergian ayu atau arik memang mengetahui sesuatu?. Tapi dyana tak yakin arik bisa melukai ayu bahkan hingga tewas dengan cara mengenaskan, pasalnya arik sangatlah mencintai ayu.


Tasya berjalan mendekat ke samping swan, dia mengelus pundak swan "Honey sabarlah, kau harus ikhlas. Aku turut berduka atas kepergian istrimu"


Dyana terkesiap mendengar panggilan yang dilontarkan oleh tasya "apakah wanita ini selingkuhan dari swan" batin dyana. Kalo benar swan berselingkuh dyana tak akan tinggal diam. Dyana akan buat perhitungan dengan swan.


Swan tak bergeming, dia diam saja tak merespon tasya sama sekali.


Tasya kembali melancarkan aksinya, kali ini dia memeluk pinggang swan dan kepalanya bersandar di dada bidang swan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA

__ADS_1


SALAM SAYANG _srayu


__ADS_2