
HAPPY READING GUYSππ€
ππππππ
Setelah beberapa hari yang lalu ayu di bawa ke psikolog oleh swan, kondisi ayu berangsur membaik.
Kini mereka memutuskan untuk kembali ke semarang. Ayu juga sudah lama tidak masuk kantor. Beruntungnya pekerjaan swan di handle dengan baik oleh sean, sean memang selalu bisa di andalkan.
Kini ayu dan swan sudah mulai beraktivitas kembali. Pagi pagi tadi swan pergi ke Lombok untuk meninjau pembangunan hotel yang ada di sana. Memang sepulang dari solo swan selalu sibuk dan jarang memiliki waktu bersama, swan hanya kembali saat akhir pekan dan itupun waktunya masih di gunakan untuk bekerja di depan laptop. Ayu tak pernah mempermasalahkannya, Ayu tau suaminya memang sangat sibuk
Waktu berjalan begitu cepat, 4bulan berlalu setelah kepergian mamanya, Ayu akhir akhir ini sangat merasa kesepian karena swan tak lagi memiliki waktu untuknya. Sudah hampir menjelang akhir tahun swan sibuk mengurus pembukaan ressort, hotel ,penginapan di berbagai tempat. Wajah swan selalu hilir mudik di setiap news kabar pasar. Ayu tak pernah menyangka kalo dirinya sekarang menjadi istri dari Carnal Group.
Ya walaupun hanya beberapa orang saja yang mengetahui statusnya sebagi istri swan.
Malam ini ayu sengaja menunggu swan kembali dari luar kota, ayu ingin makan malam bersama suaminya, ayu menunggu di meja makan, ayu sengaja meminta paman tejo memasak berbagai makanan yang swan sukai. waktu sudah menunjukan pukul 10.00pm belum ada tanda tanda kepulangan swan, ayu masih menunggu dengan setia di kursi meja makan. Rasa ngantuk mulai menyerang matanya, Akhirnya ayu tertidur di meja makan.
Sementara di salah satu apartemen swan sedang duduk mendengarkan seorang wanita menangis. Awalnya swan sudah sampai di bandara sejak jam 80.30pm, tapi ketika di bandara dia bertemu dengan Tasya, Tasya langsung memeluknya sambil menangis. Bagaimanapun juga Swan masih perduli ke Tasya, akhirnya swan mengantar tasya ke apartemennya. Dan akhirnya sekarang wanita itu menangis di pelukannya. Tasya gadis cantik yang sudah menghianati swan demi karirnya. "honey, menginaplah di sini malam ini? temani aku?" Tasya merengek dan bergelayutan di tangan swan
Swan masih diam tak merespon.
Tasya kembali meluncurkan aksinya, Tasya mencium pipi swan "honey, aku tau kau masih mencintaiku, begitupun aku. Kita lupakan masa lalu, kita mulai dari awal" tasya menggenggam tangan swan mesra.
Sedangkan swan sedang memantapkan perasaannya sediri, hatinya kini milik siapa ? istrinya atau tasya? Tapi naluri nya menolak kehadiran tasya.
"tas, aku pulang" swan berdiri dan beranjak meninggalkan tasya, tapi langkahnya terhenti ketika tasya memeluknya dari belakang.
"Tasya sengaja menempelkan dadanya dan menekannya di sana, tasya ingin swan tergoda lalu membawanya ke atas ranjang. Meskipun saat mereka menjalin kasih dulu swan sama sekali tak mau menyentuhnya tapi lambat laun pasti swan sudah berubah",
Swan melepas paksa tangan tasya "kita tak bisa seperti dulu, ada hati yang harus aku jaga"
"Aku bersedia menjadi yang kedua" Tasya berusaha merayu swan lagi
__ADS_1
Swan tak mau meladeni tasya, Swan melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen, Tapi teriakan tasya membuat langkahnya terhenti
"BERHENTI !!!! satu langkah kau berani keluar dari tempat ini, aku pastikan besok pagi namamu akan muncul di koran atas dasar pembunuhan!!!"
Swan tak habis pikir dengan tasya, dulu tasya pergi meninggalkannya dan kini tasya seperti orang yang tak tau malu mengancam dirinya.
"Jika kau berani keluar, aku akan memukul diriku sendiri hingga aku tewas mengenaskan, kau tau di depan pintu kamarku ada cctv, jika aku mati mengenaskan sudah di pastikan kau adalah orang pertama yang akan jadi TERSANGKA"!
Swan tak bergeming, dia bimbang. Swan sangat tau sikap tasya yang nekad, dulu semasa kuliah tasya pernah melakukan percobaan bunuh diri hanya karena tak di belikan mobil baru oleh ayahnya.
Melihat swan tak bergeming tasya tersenyum puas, akhirnya aku berhasil. Tasya berlari ke arah swan dan memeluknya dari belakang "Honey, temani aku tidur aku sangat merindukanmu"
"Tas, lepaskan!" swan berusaha melepas pelukan tasya.
"honey, aku sangat sangat merindukan belaianmu" goda tasya
Swan hanya bisa pasrah, dia harus mencari cara untuk lepas dari tasya, tapi jika di memaksa pergi swan takut tasya akan berbuat nekat. "Baiklah aku mau mandi, badanku sangat lengket" swan berusah melepaskan diri dari tasya
"Baiklah honey, apa mau aku temani"? tasya menawarkan diri
Swan melangkah menuju kamar mandi di kamar tamu. Sedangkan tasya tersenyum penuh kemenangan. Jika ada hari ini tentu saja akan ada hari selanjutnya.
Akan ku pastikan kau kembali ke pelukanku lagi Swan Cornelio"!
Tasya memasuki kamarnya, dia berganti dengan piyama yang cukup sexy, dia tak ingin melewatkan malam ini barang sedetikpun.
Sementara Ayu tertidur menunggu swan kembali, waktu sudah menunjukan pukul 12.00pm, Bibi eun tak kuasa melihat majikannya tertidur di meja makan, dia memberanikan diri membangunkan ayu "Nyonya" bibi eun menepuk pelan pundak ayu.
Ayu mengerjapkan matanya beberapa kali, mengumpulkan kesadarannya "Bi, apa tuan sudah kembali"? ayu nampak melihat ke arah luar jendela mencari mobil yang biasa swan kendarai.
"Sepertinya tuan masih belum kembali nyonya, kemungkinan tuan menambah masa dinasnya" bibi eun nampak berhati hati memilih kalimat yang di ucapkan, Bini eun takut majikannya kecewa.
__ADS_1
"oh begitu ya bi" Ayu nampak sedikit kecewa, Harusnya hari ini swan sudah kembali dari perjalanan dinasnya.
"Lebih baik nyonya makan ya, dari siang nyonya belum makan sama sekali" bibi eun kuatir kesehatan ayu memburuk kembali seperti saat kepergian mamanya kemarin.
"Tidak bi, aku sudah tak berselera, lebih baik aku istirahat saja bi" Ayu bangkit dari kursinya dan melangkah menuju kamarnya.
Ketika sampai di kamar dia mengirim chat menanyakan kabar swan, tapi tak ada balasan.
Entah kenapa ayu merasa ada yang mengganjal di hatinya. Ayu berusaha memejamkan matanya. Tapi sekian lama dia menutup matanya ayu tak bisa tertidur. Bayang wajah swan selalu mengisi otaknya.
Entah kenapa ada yang berbeda dengan hari ini.
Di tinggal dinas oleh swan adalah hal yang sudah biasa. Tapi hari ini ayu sangat gelisah, Waktu sudah menunjukan pukul 03.00 ayu masih terjaga, dia juga beberapa kali melihat ponselnya menunggu balasan swan, tapi hasilnya nihil. Hati ayu semakin tak tenang dia takut terjadi sesuatu hal yang buruk. Akhirnya ayu memberanikan diri menelfon swan, Panggilan terhubung tetapi tak ada jawaban. Ayu beberapa kali menelfon swan tapi tetap tak ada jawaban.
"Kenapa tak di angkat? Mungkin dia sedang tidur dan tidak mendengar dering ponselnya.
.
.
.
.
.
.
.
**TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA DAN MENUNGGU KARYA SAYA.
__ADS_1
TERUS DUKUNG DENGAN LIKE KOMEN SHARE DAN TANDAβ₯οΈnya YAH
SALAM SAYANG _SRAYU**