Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Kabar Buruk


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat


hari ini sudah memasuki 4hari masa dinas


ayu terus menyelesaikan beberapa file juga membantu mencatat beberapa hal penting


selama beberapa hari ini dia sangat sibuk hingga lupa menanyakan kabar ibunya


biasanya 3hari sekali ayu rutin menanyakan kabar ibunya di kampung halamannya


Ayu meninggalkan ibunya di rumah,tapi ayu juga memperkerjakan 2 asisten yang satu khusus merawat ibunya dan yang satu lagi kusus pekerjaan rumah serta memasak.


sekarang sudah hampir makan siang tapi ayu masih sibuk di depan laptopnya, ada deadline yang harus di kerjakan


Ayu beberapa hari ini sangat sibuk, dia berusaha yang terbaik dalam pekerjaannya


dia tidak mau mengecewakan bosnya itu


"zzzzttttt" ponselnya berdering


ayu yang sangat sibuk mengangkat tanpa melihat siapa yang menelepon


"haloo"


setelah beberspa saat mukanya menjadi sangat panik


dia bergegas menutup laptop dan menyimpan barang masuk ke tas kecilnya


dia berlari menuju lokasi dimana swan dan sean sedang mengadakan tinjauan lokasi


ayu terus berlari,hatinya sangat panik


sudah lama dia tidak pulang menengok ibunya


semenjak kejadian itu dia memutuskan untuk berpindah keluar kota


dia hanya menyiapkan suster dan beberapa asisten untuk menjaga ibunya


bisnis yang sudah dia rintispun di serahkan ke sepupunya


dia pergi meninggalkan tanah kelahirannya untuk mengobati luka penghianatan itu

__ADS_1


hari ini dia mendengar berita buruk


dia sangat menyesal telah egois dan meninggalkan ibunya


dia juga lalai beberapa hari ini dia tidak menanyakan kabar ibunya


"CEO" dengan terengah engah ayu memanggil nama swan


"CEO, ibu saya kritis dan masuk rumah sakit, saya mohon kebijaksanaan CEO saya meminta izin cuti beberapa hari kedepan"


tanpa pikir panjang swan menjawab "baik saya akan antar kamu pulang"


"tidak usah,saya bisa naik kendaraan umum" jawab ayu


"menaiki mobil sendiri waktunya lebih efisien" timpal swan


"sean, urus semua pekerjaan yang ada di sini, hubungi manager hadi untuk membantumu" swan berkata sambil berjalan menarik tangan ayu


ayu dalam keadaan panik hanya bisa menurut mengikuti swan menaiki mobilnya


setalah swan menanyakan kota asal ayu dia dengan serius mengemudi mobilnya


sepanjang perjalanan tidak ada yang memecah kesunyian


kedua tangannya menutup wajahnya


kalau sampai terjadi sesuatu terhadap ibunya dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri sampai kapanpun


dulu karena ayu, ayahnya meninggal terkena serangan jantung


memikirkan itu semua, air mata ayu tanpa sadar mengalir hatinya sangat kacau dan takut


Ayu belum sempat membahagiakan ayahnya, tapi ayahnya sudah pergi ke pangkuan Tuhan


kali ini Ibunya, bahkan ayu belum mengabulkan permintaan ibunya


ayu tidak tau harus bagaimana, dia sangat ingin memenuhi permintaan ibunya sebagai tanda baktinya tapi hatinya belum siap


Ayu takut jika dia menikah dia akan menyakiti suaminya kelak, karena jujur hati ayu masih mengingat Mantan calon suaminya dulu


swan yang sedari tadi fokus mengemudi akhirnya melihat ayu, tanpa sadar jari jari swan mengusap air mata ayu dengan tangan sebelah kirinya

__ADS_1


ada perasaan sakit yang menyebar di hati swan lolos begitu saja, hatinya seperti tersayat belati seolah tak rela melihat ayu menitikkan air matanya


entah perasaan apa itu,bahkan dia belum pernah merasakannya


"tenanglah ay,aku yakin ibu kamu akan baik baik saja" swan berusaha menenangkan ayu


tak ada penolakan dari ayu saat jari jemari swan menghapus air matanya


setelah 3jam perjalanan swan menepikan mobilnya di rest area


swan mengajak ayu makan, karena sejak pagi ayu belum makan, ayu sangat sibuk sekali


awalnya ayu menolak karena dia ingin segera sampai solo untuk bertemu ibunya


tapi mendengar perkataan swan bahwa ayu harus makan agar tetap bisa menjaga kondisinya supaya tidak tumbang dan bisa mengurus ibunya nanti akhirnya ayu menurut dan menuju restoran yang ada di rest area untuk makan..


Ayu hanya mengaduk aduk makanannya saja. Ayu sama sekali tidak tertarik dan berselera makan.


Dalam otaknya kini sedang mengkhawatirkan keadaan ibunya. Ayu tidak mau kehilangan orang yang dia sayang kesekian kalinya.


CALON SUAMINYA, AYAHNYA dan sekarang kenyataan pahit kembali menghantui ayu. Gurat wajah ayu nampak sangat kuatir.


.


.


.


.


.


.


.


.


MOHON MAAF KEPADA PARA PEMBACA, AYU BARU SEMPAT MEMPERBAIKI EPISODE EPISODE AWAL🙏


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA

__ADS_1


SALAM SAYANG _srayu


__ADS_2