Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Pembalasan


__ADS_3

Swan keluar kamar mandi mengenakan handuk kimononya, Rambutnya masih terlihat basah, beberapa tetes mengenai wajah tampannya.


Ayu masih asik menyisir rambut panjangnya, ayu memang sangat suka berlama lama dengan rambut panjangnya, Ayu tak menyadari sedari tadi di perhatikan oleh swan. Ketika ayu mendongak dia baru sadar swan berdiri mematung menatapi dirinya


"ehm, bajunya sudah aku siapkan di ranjang" ayu menunjuk ke arah ranjang


"swan hanya melirik kemudian mengambil bajunya dan memasuki kamar mandi lagi.


"ah dia seperti patung berjalan" ayu terkikik pelan


Swan sudah keluar kamar mandi sudah mengenakan pakaian yang rapih.


Swan menuju meja rias hendak menyisir rambutnya.


Melihat swan mendekat, Ayu sontak berdiri "hm apakah kamu mau menyisir rambut?


swan hanya menaikkan satu alisnya


"bolehkah aku membantumu menyisir rambutmu"? ayu menundukan kepalanya, wajahnya merona, entah dari mana keberaniannya muncul dia hanya ingin bersikap baik terhadap suaminya, kemarin saat di mall swan terang terangan membela dirinya, bahkan hingga saat ini swan tidak menanyakan masa lalunya. Seandainya swan menanyakan masa lalunya, entah jawaban apa yang akan ayu berikan. Lama tak mendapat respon swan, ayu memberanikan diri mengangkat kepalanya, Ternyata swan sedang menatapi ayu, memastikan kalau dia tak salah dengar, melihat wajah wanitanya merona swan hanya tersenyum gemas, akhirnya dia menundukan kepalanya untuk mempermudah ayu menyisir rambutnya, pasalnya postur tubuh swan lebih tinggi dari ayu.


Kini wajah mereka saling berdekatan, bahkan nafas satu sama lainpun terdengar, entah kenapa detak jantung ayu semakin cepat. Nafas swan yang hangat menerpa wajah cantik ayu membuat pipi ayu tambah merona


Swan menatap bibir ranum ayu, ayu sangat menggoda malam ini, bila terus seperti ini pertahanan sekuat apapun akan runtuh.


Ayu juga menatap swan, ayu baru menyadari suaminya sangatlah tampan, karakternya juga sangat intelektual. Entah muncul keberanian dari mana, tiba tiba ayu berjinjit dan mengecup sudut bibir swan, hanya menempelkan dan di lepaskan kembali.


Swan terbelalak mendapat perlakuan seperti itu dari ayu. Ketika swan ingin membalasnya, mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah ayu tiba tiba


toktoktok... pintu kamar di ketuk


ah sial, kenapa ada yang datang di saat yang tidak tepat "Siapa"? jawab swan kesal


"saya tuan bibi eun"


"Biarkan aku yang membukanya" Ayu secepat kilat melarikan diri dari swan, jujur saja ayu sangat malu. Dia merasa bodoh sudah mencuri cium dari swan. "iya bi ada apa"?


"Maaf nyonya di bawah ada tamu mencari tuan, katanya sudah membuat janji tadi saat di kantor"


"Baiklah bi, suruh tunggu sebentar ya saya akan panggilkan tuan" ayu menutup pintunya kembali


"Ada tamu yang ingin bertemu, katanya sudah membuat janji" ucap ayu yang memperhatikan swan yang telah selesai menyisir rambutnya


"Temani aku menemui tamunya"! swan berbalik dan mendekat ke arah ayu


Ayu berjalan mundur menghindari swan, wajahnya merona kembali


"Gadis kecil ini, tadi sudah menggodaku, sekarang menjauhi ku" batin swan


swan lantas menggandeng tangan ayu, menariknya keluar kamar


"ah aku takut bikin kamu malu di depan rekan bisnismu" ayu berusaha menolak, ayu takut akan membuat suaminya malu, pasalnya ayu tidak terlalu paham urusan bisnis suaminya.


langkah swan terhenti, dia berbalik menghadap ayu, swan menaikkan satu alisnya, dia mendekatkan wajahnya ke wajah ayu "cup" swan mengecup kening ayu, ayu sontak terkejut. Ayu mematung, jantungnya berdetak kencang

__ADS_1


"Mulai saat ini dan seterusnya tetaplah berdiri di sampingku apapun yang terjadi ! jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisiku" ucap swan lembut di telinga ayu


ayu terperangah dan hanya bisa mengangguk tanda setuju


"Bagus gadis kecil, Mari kita temui mereka"


swan dan ayu menyusuri tangga, ketika ruang tamu sudah mulai nampak, ayu melihat dua orang yang membuatnya malu saat di mall


Ya kevin dan Gita sedang duduk di sofa ruang tamu, seketika langkah ayu terhenti, badannya gemetar mengingat kejadian kemarin malam


swan mengeratkan genggaman tangannya menyalurkan kehangatan "Ada aku"


mendengar perkataan swan, ayu berusaha memberanikan diri dan kembali mengikuti langkah swan


Melihat kedatangan swan dan ayu, kevin menarik gita untuk berdiri membungkuk dan memberi salam


"ah rupanya kau" swan terlihat acuh, dia menduduki sofa, lain halnya dengan ayu dia masih mematung, dia menerka nerka apa tujuan dua sejoli ini kemari


apa untuk menceritakan aib masa lalu ayu yang tidak sesuai dengan faktanya?


"Sayang, kemarilah duduk di sampingku" swan menepuk sofa di sebelahnya


Ayu tercengang mendengar dirinya di panggil sayang. Hubungan antara dirinya dan swan tak seintim itu.


Kini ayu sudah duduk berdampingan dengan swan, swan juga menggenggam tangan ayu memberikan rasa aman tersendiri untuk ayu. Ayu tak merasa sendirian lagi, di sisinya sudah ada swan


Hening cukup lama, tidak ada yang memulai obrolan, swan mengacuhkan kedua tamunya, dia malah asik menatap wajah istrinya yang mungil dan cantik


akhirnya kevin memberanikan diri membuka suara "Tuan. maksud tujuan kami kesini adalah untuk meminta maaf kepada anda perihal permasalahan kemarin malam, kami sungguh sangat menyesalinya"


"Tuan saya mohon, jangan putuskan kontrak dengan perusahaan saya, saya bersedia melalukan apapun untuk anda" imbuh kevin


"Aku ingin kau menampar kekasihmu baru aku akan membantu kalian" jawab swan dingin


sontak Kevin,Gita dan Ayu tercengang mendengar perkataan swan.


"Aku ingin kekasihmu merasakan apa yang istriku rasakan" sambung swan lagi


mendengar perkataan swan ayu menatap swan dan menggeleng tanda tak setuju


Swan hanya menghembuskan nafas kesal.


Istrinya terlalu baik, ayu bahkan tak memilik dendam sama sekali.


"Hm baiklah, sepertinya istriku tidak setuju dengan permintaanku. Jadi sekarang semua keputusan ku serahkan padanya"


kini kevin menatap ayu, sedangkan gita nampak sangat geram, dia sangat ingin mencakar wajahnya, Untuk pertama kali harga dirinya terasa di injak injak oleh rakyat jelas, perempuan murahan yang tak sebanding dengannya


"Nyonya cornelio, mohon maafkan kesalahan kami" suara kevin sangat merendah


Ayu hanya menatap swan, dia sebenernya sudah memaafkan mereka. Mata ayu serasa panas, Air matanya mengembang di pelupuk mata, dia tak menyangka suaminya akan membelanya hingga seperti ini


Swan kemudian merengkuh tubuh ayu kedalam dekapannya, dia tau ayu tipikal wanita yang mudah terharu dengan hal hal kecil

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengembalikan 10% proyek yang sudah kita sepakati dan untuk Gitaria Financial aku tidak akan mengambil alih perusahaan tersebut Tapi aku ingin Gita keluar dari gitaria financial, kalau tidak aku akan mengambil sahamku kembali dan sudah di pastikan Gitaria financial akan bangkrut"


"Bibi eun antarkan tamu keluar"


Kevin melangkah dengan gontai meninggalkan kediaman swan.


Sedangkan gita menahan kesalnya, gita berjanji akan membalas semua penghinaan hari ini.


"Sayang kamu kenapa menangis hm" swan mengelus istrinya yang masih terisak di dalam pelukannya.


"a..apakah kamu tidak ingin tau orang seperti apa aku di masa lalu?" jawab ayu yang mulai bisa mengendalikan emosi tangisnya


"Aku tidak pernah memperdulikan masa lalumu, semua orang mempunyai masa lalu, masa lalumu tidak ada hubungannya denganku, yang aku perdulikan adalah masa depanmu, masa depan kita berdua" swan menatap lekat lekat bola mata ayu


bagaimana ini, ayu serasa ingin menangis lagi, tapi itu tidak boleh terjadi, dia harus tersenyum, ayu tak ingin membuat swan kuatir.


Ayu menyunggingkan senyum manisnya, ayu kemudian mengangguk mengiyakan perkataan swan


melihat tingkah ayu, swan semakin gemas di buatnya, istrinya sangat lucu, rona merah menyembul di pipinya swan tidak tahan lagi akhirnya dia mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi ke arah ayu


ayu hanya bisa memejamkan mata ketika bibir swan mulai mengecup bibirnya pelan kemudian berubah menjadi lumatan lumatan kecil, awalnya ayu hanya menerima saja, tapi toh akhirnya dia juga membalasnya, dia juga menghisap bibir swan yang terasa dingin keduanya saling melumat dan menghisap bibir masing masing. Lengan ayu juga mencengkram erat pinggang swan saat swan tangan swan secara tak jujur masuk kedalam baju ayu. Seketika badan ayu menegang. Tanpa disadari ayu mulai berusaha menolak. Ayu belum siap melakukannya saat ini, ayu belum yakin atas perasaannya.


Mendapat penolakan ayu, swan menghentikan aktivitasnya kemudian dia merapihkan baju ayu dan mengecup kening ayu. "semua janjiku masih berlaku, aku tidak akan memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kau sukai"


"Baiklah, mari kita ke meja makan, aku sudah sangat lapar" swan bangkit dari sofa dan menuju meja makan


Ayu mengekor di belakang swan


Di meja makan keduanya saling diam, tidak ada yang berbicara satu sama lain.


Selesai makan swan pamit menuju ruang kerjanya, Ayu juga menuju kamar untuk berganti piyama tidur


dia ingin membaringkan badannya yang pegal pegal


didalam ruang kerja pikiran swan terus terbayang adegan di sofa ruang tamu, otaknya tak bisa lagi berpikir pekerjaan


akhirnya swan memutuskan untuk mandi air dingin di kamar tamu depan.


sama halnya dengan ayu, ayu juga tak bisa tidur. ayu terus terbayang bayang adegan di sofa tadi, "ah bodoh, kenapa aku harus menolaknya? sebagai istri apa lagi guna ku kalau melayani suami saja aku tidak mau?!


pintu kamar terbuka sangat pelan, ayu berpura pura memejamkan mata. Ranjang samping ayu mencelos swan kini berbaring disampingnya swan juga berusaha memejamkan matanya.


Ayu melirik swan, akhirnya ayu berguling mendekati swan, dia menyentuh wajah swan tapi tangannya di tahan oleh swan "jangan sembarang sentuh ! tidurlah sudah malam ! kemudian swan menarik tubuh ayu dan mendekapnya"!


keduanya sama sama tak bisa memejamkan mata hingga waktu yang cukup lama.


Sebenernya swan sangat menginginkan ayu menjadi istrinya yang seutuhnya, tapi swan hanya akan melakukan itu ketika ayu sudah benar benar siap dan bisa menerima dirinya sebagai suaminya. Bukan atas dasar paksaan untuk memenuhi nafsunya. Ayu adalah istrinya bukan alat pemuas nafsu. Swan harus memperlakukan ayu sebagaimana mestinya.


HALOO HALLOOO GUYS, TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVELKU YA


JANGAN LUPA LIKE SARAN DAN TANDA ♥️ NYA YA 🙏🤗😘


MATUR NUWUN

__ADS_1


SALAM SAYANG _SRAYU


__ADS_2