Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Kembalinya Mantan


__ADS_3

Ayu masih tak bergeming di dalam pelukan Arik. Tenaganya sudah tak cukup lagi untuk melawan.


Otaknya blank kosong. Sementara Gita tersenyum bahagia, sepertinya sebentar lagi akan ada perang dunia wanita murahan itu.


Bahkan wanita murahan itu tak sadar akan statusnya kini yang sudah menjadi Istri bos Carnal Group.


Dyana yang baru kembali membawa air mineral sangat terkejut melihat pemandangan di depannya. Dyana nampak familiar dengan punggung pria yang sedang memeluk ayu. Dyana nampak berpikir sejenak. Pria itu bukan swan. Ahhhhh seketika dyana memekik. Dia berjalan terburu buru menuju ayu kemudian dia menarik paksa tangan arik menjauh dari ayu


"Sedang apa kau kemari hah? Dasar tak tau malu !


"Aku kemari jelas ingin mengucapkan bela sungkawa, apa ada yang salah"? Arik nampak sangat santai menanggapi dyana


Sedangkan ayu sudah terduduk lemas di samping peti mama nya, ayu tak bisa berkata apa apa, rohnya seakan menghilang dari raganya.


"Kau harusnya cukup tau diri, jangan menambah kesedihan ayu lagi, lebih baik kau pergi" dyana hilang kendali dia mengusir arik keluar dari rumah ayu.


Swan yang baru datang dari proses pengurusan lahan makam mamanya terkejut mendengar pertengkaran. Swan dan Sean mempercepat langkahnya menuju sumber suara. Tatapan matanya hanya tertuju ke ayu, gadisnya nampak sangat terpuruk dan menyedihkan. Seketika swan merasa hatinya di hantam batu besar, rasa perih menjalar tanpa persiapan. Swan melewati dyana dan arik yang sedang adu argumen. Dia berjongkok dan merengkuh tubuh mungil istrinya "Sayang" hanya kata itu yang bisa swan ucapkan


"Tuhan tidak adil" hanya kata itu yang terucap dari bibir mungil ayu. Ayu kembali terisak di pelukan suaminya.


"Sayang, dengarkan aku, Tuhan menyayangi mama, Tuhan tak ingin melihat mama berlama lama dengan sakitnya. Tuhan juga mau mama menemani papa di surga sana. Kamu harus kuat, mama akan sedih kalo kamu seperti ini"


Swan mengeratkan pelukan ke istrinya. Arik sudah tak mau mendengar ocehan dyana lagi. Arik kini fokus melihat swan. "Dasar pria sialan !! beraninya dia menyentuh wanitaku" arik mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat geram melihat pemandangan di depannya.


"Lepaskan" arik menarik paksa tangan swan menjauh dari ayu. Swan terperangah mendapat perlakuan arik. Swan hanya menatap tajam arik. Kau tak pantas menyentuhnya ! Ayu hanya milikku !! Kau di jadikan pelarian saja olehnya!! jangan bodoh lebih baik kau tinggalkan ayu.

__ADS_1


Arik kembali merengkuh tubuh ayu, arik menuntunnya duduk di kursi yang jaraknya agak jauh dari peti mamanya.


"Bee tenanglah, ada aku"


Swan hanya memandang rendah Arik. Lelaki tak tau malu yang sekarang sedang memeluk istrinya, Lelaki yang dulu menyakiti istrinya dan kini kembali lagi untuk merebut ayu dari pelukannya.


Dyana semakin kebakaran jenggot melihat swan diam saja tak melakukan apapun saat istrinya di peluk lelaki lain, apa swan tak mencintai ayu. Ah dyana sangat ingin menghajar arik, dyana hendak melangkah ke arah arik tetapi di tahan oleh swan " jangan buat keributan, suasananya tidak pas, jangan tambah lagi beban ayu dyn"


dyana hanya bisa menghela nafas kesal. Swan nampaknya sangat tenang sekali. Jika lelaki lain yang di posisi swan mungkin arik sudah di hajar habis habisan hingga babak belur.


Ayu mengumpulkan cukup lama kekuatan, akhirnya dia mendorong tubuh arik menjauh dari dirinya "pergi" hanya kata itu yang mampu ayu ucapkan, ayu bangkit dari duduknya, dia berjalan gontai mendekati swan dan dyana yang berdiri di samping peti mati mama nya. Selangkah demi selangkah ayu berjalan mendekati suaminya. Swan tak berani menjemputnya, swan takut ayu tak menginginkan dirinya setelah kedatangan arik. Tapi semua kekawatiran swan lenyap seketika tubuh ayu semakin dekat dan langsung memeluk swan "tetaplah di sisiku'


Ayu menenggelamkan kepalanya di dada bidang swan. Tangan swan terulur mengusap punggung ayu. "sayang, ada aku. jangan kuatir"


Ayu selalu merasa tenang bila di dekat suaminya, entah sejak kapan perasaan nyaman itu datang yang ayu tau dia sekarang memiliki swan sebagai teman hidupnya melewati badai cobaan.


Arik mengepalkan kedua tangannya, dia berjanji akan merebut ayu kembali kepelukannya. Jika Ayu tak mau kembali ke pelukannya, maka lebih baik tidak ada lelaki manapun yang berhak memiliki ayu termasuk Swan !


Arik meninggalkan ruangan itu, arik sangat muak melihat pemandangan menjijikan itu. Arik berjalan keluar rumah menuju mobilnya.


Arik memutar bola mata nya malas, dia melihat seseorang sedang berdiri menyandar di mobilnya sambil memainkan jari jemarinya


"Sepertinya aku melewatkan pertunjukan menarik"


Arik tak merespon, dia malas menanggapinya. Minggir aku mau pulang

__ADS_1


"uh uh, sabar apa kau tidak mau menemaniku masuk kedalam ?


"Untuk apa kau masuk kedalam? kalo kau berani menyentuh wanitaku, habis kau di tanganku"! nada mengancam arik sangat meyakinkan


"Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerja sama? kenapa kau bodoh dan berbuat hal ceroboh?!


Diamlah, lebih baik kau masuk dan ikut aku pergi dari sini.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan pelataran rumah ayu, percakapan arik tak luput dari pandangan licik seseorang yang sedari tadi menguping pembicaraan dari balik pagar rumah ayu.


.


.


.


.


.


.


.


***JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND SHARE YA GUYS

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI KARYAKU


SALAM SAYANG _SRAYU***


__ADS_2