Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Mengumbar kemesraan


__ADS_3

Ayu menatap wajah tasya,ayu merasa tidak asing dengan tasya. Ayu mencoba mengingat ingat dimana dia pernah melihat tasya.


Begitupun tasya, tasya tak menyangka wanita yang sudah di singkirkan 4tahun lalu bisa berdiri lagi di hadapannya


"Bagaimana bisa dia ada di sini? bukankah sudah aku singkirkan dan ku buang ke bandung? lalu obat yang selalu di berikan mengapa tidak berfungsi? lalu bagaimana kerja si bodoh itu? bagaimana si bodoh itu melepaskan ayu ! sial ! " gerutu tasya dalam hatinya, tasya mengepalkan kedua tangannya.


Ayu masih menatap tajam ke arah tasya, tiba tiba kepalanya terasa sedikit sakit, sekelebat bayangan ruang operasi muncul di kepalanya.


Tidak terlalu jelas, tapi ayu akan berusaha mengembalikan ingatannya.


Tasya dan ayu masih beradu pandang


"ahhh aku ingat wanita itu yang di cumbu aksa tadi pagi" gumam ayu dalam hatinya.


"Sayang kemarilah" swan memanggil istrinya yang masih berdiri mematung di hadapan suaminya.


Ayu masih tak bergeming " apa hubungan wanita ini dengan swan? lalu juga dengan aksa" semua pertanyaan mengiang diotaknya.


"mami" sesil berlari menghampiri ayu yang masih diam.


Ayu sontak tersadar ketika sesil memanggil dirinya.


Sesil berlari dan meraih tangan maminya "Ayo mi kita duduk sama papi"


sesil menarik tangan ayu kemudian sesil dan ayu berjalan beriringan menuju sofa.


"Sayang baru sebentar aku di tinggalkan aku sudah merindukanmu" ayu mengecup pipi swan. Sontak mata swan terbuka lebar atas aksi ayu, kemudian dengan santainya ayu duduk di samping swan dan kepalanya menyandar di bahu swan, sedangkan sesil berada di pangkuan ayu. Tangan ayu mengelus puncak kepala sesil.


Swan cukup shock melihat istrinya berubah menjadi agresif bahkan mengumbar kemesraan di depan tasya.


"Sayang kau tidak mau mengenalkanku dengan temanmu" ayu mencubit lengan swan.


"Ah iya lupa, sayang kenalkan dia tasya teman lamaku, dulu kalian pernah bertemu sekali tapu belum sempat berkenalan" tukas swan lagi.


"Halo ayu, apa kabar?" Tasya mengulurkan tangannya untuk menjabat ayu.


Tapi ayu hanya meliriknya saja.


"Sesil ke kamar sebentar ya, nanti mami menyusul"


"iya mi" sesil langsung turun dari pangkuannya, sesil akan selalu menuruti apapun yang maminya suruh, sesil tidak mau membuat maminya marah dan meninggalkannya lagi. Sesil berlari ke arah kamar.


Tasya menarik tangannya kembali "berani sekali dia" geram tasya dalam hati.


Swan melirik ke arah istrinya, dulu ayu adalah wanita yang sangat sopan dan tidak pernah seperti ini.


"Sayang" ayu memanggil mesra suaminya.


Sontak swan menoleh ke arah ayu


"sayang aku merindukanmu" ayu menaruh dagunya di pundak swan.


"Apa kau sedang menggodaku sayang" swan mencubit gemas dagu istrinya


"Tentu saja, menggoda suami sendiri tidak ada salahnya" jawab ayu manja dan mengerucutkan bibirnya.


Swan langsung mengecup mesra bibir istrinya, bahkan swan melupakan tasya yang sedang melihat adegan mesra antara dirinya dan ayu.


Tasya mengepalkan tangannya, urat tangannya terlihat jelas. Tasya ingin sekali menghajar ayu bahkan membunuhnya dan mendorong ayu ke neraka terdalam. Tasya menggertakkan giginya.


Swan dan ayu masih menikmati ciuman mereka. Tapi suara deheman tasya membuat swan melepaskan ciuman panasnya.


"Aku permisi pulang dulu" tasya berdiri dan meninggalkan sofa ruang tamu swan.

__ADS_1


Tasya keluar dengan menghentakkan kakinya, dia tak menyangka ayu bisa kembali setelah berbagai usaha yang tasya lalukan untuk menghilangkannya.


Ayu melirik tajam ke arah suaminya, dan di balas swan dengan mengangkat bahunya saja.


Ayu duduk menjauh dari swan, mukanya di tekuk dan berubah menjadi murung.


Melihat wajah istrinya murung swan meraih ayu kedalam dekapannya kembali.


"Sayang tasya hanya temanku saja, percayalah" swan mencoba meyakinkan ayu


tapi ayu masih diam tak bergeming dalam pelukan swan.


"Sayang tasya memang mantan kekasihku, tapi itu hanya masa lalu saja, aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun terhadapnya, aku baik kepadanya hanya karena dia sering kemari dan mengurus sesil, dia juga terlihat menyayangi sesil" swan mencoba menjelaskan tentang tasya


"jadi mas mau menjadikan tasya sebagai ibu sesil" terdengar nada sinis di dalam perkataan ayu


"Astaga sayang bukan ,bukan seperti itu ! maksudku..." Ayu melepas pelukan swan dan berjalan menuju kamar sesil.


"Mami" sesil berteriak ketika melihat ayu berjalan memasuki kamarnya.


Ayu tersenyum ke arah putrinya, dan swan juga ikut menyusul ayu ke dalam kamar sesil.


"Sayang ayolah" swan berusaha membujuk istrinya yang sedang ngambek.


"Papi !!!! kenapa mami marah" sesil melotot ke arah papinya


"Tidak sayang, mami tidak marah kok" sambung ayu sambil tersenyum ke arah swan.


Ayu tadi hanya bercanda ke swan, membalas perlukan swan tadi pagi


Swan menghembuskan nafas lega. Dan mendekati ayu.


"Sayang kau berani ya" swan kemudian menggelitiki ayu hingga ayu tertawa terbahak bahak.


Ayu jatuh ke atas ranjang, sedangkan swan dan sesil masih terus menggelitikinya.


Ayu tertawa terbahak bahak, hingga air matanya ikut keluar.


"ampun ,mami menyerah " ayu akhirnya menyerah, swan dan sesil menghentikan aksi mereka, kemudian sesil dan swan ikut berbaring di samping ayu. Sedangkan sesil berbaring di antara orang tuanya.


Sesil merasa sangat bahagia, Dia akhirnya merasakan memiliki orang tua yang lengkap.


Akhirnya sesil juga bisa merasakan kasih sayang mami.


Sesil kemudian memeluk maminya erat


"Kenapa sayang" Ayu merasa terkejut mendapat pelukan dari sesil.


"mami janji ya jangan tinggalin sesil dan papi lagi"


"Iya pasti mami janji sayang" ayu mengecup kepala sesil.


"Ahhh aku lupa" ayu menepuk jidatnya


"Apa sayang" Swan melirik ke arah istrinya.


"Aku harus membuat perhitungan dengan gadis sial itu" ayu tersenyum jahat


"siapa" swan menyatukan kedua alisnya tajam


"Kau juga sama, jangan berpura pura tidak tau seperti itu" ayu nampak sinis terhadap suaminya


"aku memang tidak tau dan tidak mengerti apa yang kau katakan" sambung swan lagi

__ADS_1


Ayu menatap tajam ke arah mata suaminya, mencari jawaban dari sana, Tapi mata suaminya mengatakan bahwa memang semua yang di katakan swan benar adanya.


"Dyana" jawan ayu singkat


"Dyana?" swan mengangkat kedua alisnya


"Dyana yang membawaku kemari, Sudahlah nanti aku akan menjelaskannya. aku sekarang harus ke hotel untuk membuat perhitungan" Ayu bangkit dari ranjangnya


"Biar aku antar" swan ikut bangkit dari ranjang


"Sesil ikut" sesil ikut menimpali


"Ayo" ayu berjalan keluar dengan mengandeng tangan mungil sesil.


Mobil swan melaju ke arah hotel tempat dyana menginap.


sesampainya di parkiran mobil, ayu meminta swan dan sesil menunggu sebentar di mobil.


Ayu berjalan menuju lift dan menuju kamar mereka.


Ayu mengetik beberapa kode sandi, dan pintu terbuka, benar saja dyana sedang duduk dengan james melihat tv


Sontak dyana dan james menoleh secara bersamaan "Kau sudah kembali" dyana bangkit menghampiri ayu


Dyana merentangkan tangan dan hendak memeluk ayu tapi tangan ayu terangkat dan "plaakkkkkk" tamparan keras mendarat sempurna di pipi dyana


Dyana mengelus pipinya yang terasa panas akibat tamparan ayu


"Kau kenapa"? dyana nampak terkejut mendapat tamparan dari ayu


"Plaakkkk" tamparan kedua mendarat kembali di pipi dyana


Mata dyana terbuka lebar, dan james bangkit dari duduknya melihat kekasihnya di tampar oleh ayu


Ayu tersenyum sinis ke arah dyana


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2