Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Menyesal


__ADS_3

**Hidup adalah perjuangan yang harus di menangkan, kesusahan yang harus di atasi dan rahasia yang harus di gali*


_Srayu*


Swan buru buru pergi dari apartemen Tasya, Dia sudah tak tahan dari semalam menemani wanita gila itu. Swan berjalan mengendap endap agar tasya tidak terbangun.


Sesampai di mobilnya dia membawa mobilnya melaju dengan kencang.


Hari ini akhir pekan, tapi sebelum fajar menampakkan diri ayu sudah bangun, dan bisa di bilang dia malam ini hanya tidur beberapa jam saja alhasil kantung matanya terlihat jelas, Ayu menuju dapur untuk mengambil air minum, waktu masih menunjukan pukul 06.30. Di dapur sudah terlihat paman tejo yang sedang membuat menu sarapan di bantu oleh bibi eun.


Dan di bagian rumah yang lain terlihat para pelayan sudah sibuk dengan pekerjaan masing masing.


Setelah minum, ayu memutuskan untuk kembali ke kamarnya membersihkan diri. Dan ayu juga berharap swan akan kembali hari ini.


Benar saja baru berapa langkah ayu menaiki anak tangga, terdengar beberapa pelayan menyambut swan. Sontak ayu menoleh ke belakang. Benar saja orang yang membuat ayu tak bisa tidur semalaman kini sedang berjalan mendekat ke arahnya.


Ayu meneguk air liurnya susah payah, Walaupun pernikahan mereka sudah berjalan cukup lama, tapi ketika berhadapan dengan swan ayu selalu merasa gugup.


Swan menatap wajah istrinya, dia melihat kantung mata istrinya terlihat begitu jelas. Dia pasti tidak tidur semalam gumam swan dalam hati.


Swan berjalan semakin mendekat ke arah ayu, jantung ayu berdegub semakin kencang, ayu seketika menundukan kepalanya.


Kini swan sudah berdiri tepat di hadapan ayu, menatapi istri kecilnya, rambutnya nampak acak acakan, tanpa ada polesan make up. Ayu memang selalu tampil sederhana dan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Swan mengangkat dagu istrinya "Apa kau terlalu merindukanku sehingga tak tidur semalam hm?"


Bukannya menjawab, muka ayu merona, di malu di tatapi swan seperti ini. Apa yang di katakan swan memang benar, tetapi untuk mengakuinya tentu saja ayu tak punya cukup nyali.

__ADS_1


Melihat rona di wajah istrinya itu sudah cukup menjadi jawaban untuk swan.


"Ayo" swan mengandeng tangan istrinya menuju kamar mereka.


"Mari kita tidur aku juga sangat lelah" swan tidak tidur semua karena ulah tasya. swan terlebih dahulu membaringkan dirinya di ranjang. Ayu masih berdiri mematung. Ayu tak tau harus bagaimana. Melihat ayu yang masih mematung. Timbullah sikap usil swan.


Swan membuka kemeja yang masih melekat di tubuhnya.


Melihat hal itu wajah ayu semakin merona "Aku sudah tidak mengantuk mas. Lebih baik aku mandi" ayu membalikkan badannya, , tapi belum sempat melangkah tangannya sudah di tarik swan, ayu jatuh di atas tubuh swan. Jantung ayu berdegub kencang. Swan menatapi wajah istrinya yang terlihat gugup dan sudah seperti kepiting rebus. kemudian


Swan mendorong tubuh ayu sehingga kini mereka tidur bersebelahan. "Sayang, temani aku tidur ! aku sangat lelah, dan aku juga sangat merindukanmu" swan mendekap erat tubuh istrinya. Matanya sudah terpejam.


Dalam posisi sedekat ini, samar samar ayu mencium aroma parfum wanita di tubuh swan. Walaupun ayu tak begitu faham dengan merk parfum yang swan pakai, tapi ayu yakin sekali ini bau parfum wanita.


"Apa jangan jangan dia ada...."?


Toh selama hampir 7bulan swan selalu bersikap sebagai suami yang pengertian. Bahkan ketika arik memeluk dirinya di depan mata kepalanya sendiri swan tak marah ataupun cemburu terhadap dirinya.


"tidak marah? tidak cemburu? kata kata itu terngiang di kepala ayu. Tentu saja swan tidak merasa seperti itu, bukankah awal pernikahan ini swan hanya ingin membantu ayu supaya kondisi mama nya membaik, dan kini mama nya sudah tidak ada. Apakah swan akan meninggalkan dirinya ? berpaling kepada yang lain ?


"Akankah aku merasakan terbuang untuk kedua kalinya?"


semua pertanyaan berputar putar di kepala ayu, hatinya begitu sesak. Tak ada orang tua di sampingnya. Dan kini ayu juga terancam terbuang oleh suaminya. Pantas saja hatinya semalam sangat gelisah ternyata ini jawabannya.


Ayu masih diam di dekapan suaminya, Pikirannya entah kemana, Terdengar suara ponsel. Bukan ponsel ayu yang berbunyi, pasti ponsel swan pikir ayu. Ayu berusaha melepaskan diri dari dekapan swan pelan pelan, Tapi swan malah memeluknya lebih erat. Sebenarnya swan tidak benar benar tertidur. Swan memikirkan kejadian semalam bersama tasya, swan merasa bersalah sudah menghianati istrinya.

__ADS_1


Swan tak tau harus menebus dengan cara apa.


.....


Sementara tasya meraba raba raba sisi ranjang tempat tidurnya, tapi hanya ada guling di sana, matanya terbuka malas. Ah ternyata dia sudah pergi. Tunggu swan, pasti akan ada malam malam selanjutnya.


Tasya mengambil ponselnya, dia menghubungi seseorang "aku sudah melakukan bagianku, sekarang giliranmu"!


Tasya mematikan ponselnya dan melanjutkan tidur kembali.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


MOHON MAAF APABILA ALUR CERITANYA TIDAK SESUAI HARAPAN, AUTHOR MASIH PEMULA DAN MASIH TAHAP BELAJAR🙏


TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG SAYA TERUS. KRITIK DAN SARAN READERS ADALAH PENYEMANGAT UNTUK SAYA🙏😘♥️


__ADS_2