
Swan duduk di samping adiknya. Swan sedang memikirkan cara agar adiknya tak mengganggu dia lagi.
"Ra..?"
"hm" rara menjawab tanpa melihat kakaknya, kini dia sedang asik memainkan ponselnya.
"Kau kenapa datang kemari sekarang"
Rara hanya melirik ke arah kakaknya, rara tak menjawabnya. Menurut rara pertanyaan kakaknya sangatlah tidak penting.
Melihat adiknya tak menjawab swan menghela nafas kesal. Swan tidak bisa kasar ke adiknya yang ada adiknya akan semakin membrontak.
"Ra apakah kau kesepian"? tanya swan lagi
kali ini rara menganggukan kepalanya.
"Kalo kau kesepian, apakah kau ingin mempunyai adik kecil"?
Sontak wajah rara berbinar "Kakak, apakah kak ayu sedang hamil"?
"belum, tapi kakak akan berusaha lagi, makannya kau jangan ganggu waktu kami berdua ya? kau kan tau kakak sangat sibuk dan jarang memiliki waktu"
"jadi"? dahi rara mengernyit
"jadi kalau kau ingin cepat punya adik kecil, kau jangan menganggu kami ketika kami sedang di kamar! kau mengerti maksud kakak kan"?
Rara tampak berfikir sejenak, lalu dia tersenyum dan menganggukan kepalanya "Baiklah kakak cepat buat adik kecil yang banyak untuk menemani aku bermain"
Rara pergi melangkah keluar kamar dengan senyum gembira.
*****
"Rara kemana mas"? ayu mencari keberadaan rara.
"sudah pergi"
"kemana" ayu nampak bingung
swan bangkit dari sofa, mendekat ke arah istrinya "Rara tak mau menganggu kita lagi, katanya dia ingin cepat memiliki adik bayi"
Mendengar perkataan swan, pipi ayu kembali merona. Tak menunggu lama swan langsung menyerang ayu kembali, melanjutkan hasrat yang sempat tertunda tadi.
"Jangan sekarang mas, sebentar lagi waktu makan malam"
sejenak swan melirik ke arah jam dinding, waktu masih menunjukan pukul 05.45pm
"Masih ada waktu sayang"
Swan kembali menyerang ayu, semakin menggila melepaskan rindu. Karena sejak jadi suaminya, swan baru menyentuh ayu sekali. swan selalu sibuk bekerja di luar kota. Swan menahannya kurang lebih 5bulan.
Hasratnya sudah tak terbendung lagi, akhirnya ayu menjadi santapan makan malam swan, swan melahap habis tubuh ayu. Tubuh istrinya yang selalu swan rindukan.
Entah sudah berapa kali mereka melepaskan kenikmatan satu sama lain. Hingga kini ayu sudah terkulai lemas di pelukan suaminya.
"Sayang, jika kau hamil, apakah kau mau melahirkan anak kita" jika ayu menolak untuk hamil saat ini, swan akan tetap menghargai keputusannya.
Tapi dengan cepat ayu menganggukan kepalanya.
Swan tersenyum senang, dia membelai kepala istrinya kemudian dia mengecup kening istrinya "Terimakasih" !
Ayu dan swan berjalan menuruni tangga menuju ruang makan, disana sudah ada ibunya juga rara.
"Sayang, ayah sepertinya tidak bisa menyusul kemari" nyonya cornelio tampak sedikit kecewa terhadap suaminya.
"Tak apa bu, biar nanti kami yang akan berkunjung kesana" timpal ayu.
Kemudian mereka memulai makan malam. Sesekali di selingi dengan tingkah rara yang mengundang tawa dari ayu dan mertuanya. Lain hal dengan swan, swan menilai adiknya tidak pernah bisa dewasa, dia baru saja menjadi mahasiswi, tapi kelakuannya selalu seperti anak kecil.
Selesai makan malam, ayu rara dan nyonya cornelio menonton tv bersama, mereka mengomentari pembawa acara, tertawa ketika ada yang lucu, sedangkan swan menyibukkan diri di ruang kerjanya.
Waktu sudah larut malam, ibu dan rara pamit untuk beristirahat.
Ayu menuju ruang kerja suaminya "Mas bolehkah aku masuk"
__ADS_1
"Masuklah"
"Mas sudah malam, istirahat yuk" ayu mencoba mengajak suaminya.
Swan masih fokus melihat layar laptopnya "tidurlah dulu, nanti aku akan menyusul"
Ayu tak bergeming, dia tetap berdiri mematung di tempatnya.
melihat ayu mematung diam saja akhirnya swan menutup laptopnya. Dia berdiri menghampiri ayu "Come on baby" swan menggendong tubuh ayu menuju ranjang kamarnya.
Swan membaringkan tubuh ayu, swan samar samar mencium aroma wangi di tubuh ayu membuat hormon lelakinya bangkit kembali.
Swan **** tubuh istrinya, swan menginginkan ayu kembali. Swan selalu merasa gila bila di dekat ayu, dia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Malam ini swan menghabiskan banyak energi, keringat bercucuran. Ranjang berdenyit mengikuti gerakan swan yang memberi rasa untuk ayu, malam ini swan sudah yakin akan hatinya, hatinya hanya untuk ayu, Swan melakukan dengan penuh perasaan, membimbing ayu menikmati malam ini dengan indah. Hingga menjelang pagi aktivitas mereka belum selesai, swan masih terus menikmati tubuh istrinya. Ayu nampak kuwalahan melayani swan, energi swan sungguh luar biasa. Swan melampiaskan hasrat yang lama dia tahan.
hingga menjelang fajar, keduanya baru selesai melakukan adegan panas itu.
Mereka kemudian terpejam. Sebelum tertidur swan sudah mengirim chat ke sean untuk mengantikan posisinya hari ini.
Hari ini swan ingin ingin beristirahat di rumah.
****
3minggu berlalu begitu cepat, Ayu dan swan mengantar kepulangan adik dan mamanya ke bandara Achmad Yani, Mereka kini duduk menunggu waktu boarding pass.
Sudah beberapa hari ini nafsu makan ayu menurun, mukanya juga terlihat pucat dan ayu merasa menjadi gampang mengantuk.
Baru duduk beberapa menit, ayu sudah menguap berkali kali
melihat menantunya pucat dan terus menguap, nyonya cornelio sedikit kawatir "Apakah kau sedang sakit nak"?
"Sepertinya hanya masuk angin bu"
Tiba tiba ayu mencium aroma roti panggang, seketika dia mual, dia berlari menuju toilet.
"Ra, kejar kakakmu temani dia" perintah nyonya cornelio ke anak bungsunya.
"Kakak tidak apa apa? wajah kakak sangat pucat"
"Tidak apa apa, hanya masuk angin biasa" kemudian ayu berjalan keluar di papah oleh ayu. Rasanya ayu sudah sangat lemas sekali. Swan mondar mandir di depan toilet wanita menunggu ayu keluar. Melihat ayu keluar swan langsung memapahnya. Dia sangat kuatir keadaan ayu "sayang kita ke dokter ya"
"Tidak perlu mas, aku hanya perlu istirahat saja"
Mereka kembali ke tempat duduk, nyonya cornelio juga terlihat sangat kuatir melihat kondisi menantunya yang pucat pasi.
"Lebih baik kalian pulang ke rumah tidak perlu menunggu kami disini"
"tapi bu..''
"swan, cepat bawa istrimu pulang"
akhirnya swan memapah ayu menuju mobilnya, ayu duduk di samping kursi kemudi. Ayu langsung memejamkan matanya, Ayu tak punya tenaga lagi, dia merasa sangat lemas.
Sesampai di rumah ayu di gendong oleh swan, kemudian di rebahkan di ranjang kamarnya. Swan menyelimuti istrinya. Swan menatap wajah pucat istrinya.
Kemudian dia menghubungi dokter pribadi keluarga cornelio.
Selang beberapa jam dokter datang untuk memeriksa ayu.
Swan menunggunya di depan kamar, dia mondar mandir tak tenang menunggu pemeriksaan istrinya.
"Tidak ada yang perlu di kuatirkan tuan, nyonya baik baik saja"
"Bagiamana mungkin? wajah istri saya sangat pucat, dia juga sering mual, dan akhir akhir ini nafsu makannya berkurang"? swan nampak tidak puas dengan diagnosa dokter di hadapannya ini
"itu hal wajar tuan di awal masa kehamilan" tukas dokter tersebut.
"Apa?" swan nampak sangat terkejut. dia takut salah mendengar ucapan dokter itu.
"selamat sebentar lagi tuan akan menjadi ayah" dokter tersebut tersenyum simpul
Swan sangat senang dan gembira mendengar kabar bahagia ini.
__ADS_1
"tuan kandungan nyonya sedikit lemah, ini saya berikan beberapa vitamin, jangan biarkan nyonya terlalu lelah"
swan mengantar dokter itu keluar rumahnya. Kemudian dia berbalik menuju kamarnya. Swan melihat ayu sedang tertidur pulas. Dia akhirnya menelfon sean untuk untuk mengurus surat pengunduran diri ayu dari kantornya.
Semenjak mengetahui ayu hamil, swan jadi sangat posesif, dia bahkan memindahkan kantornya ke rumahnya, pasalnya swan bekerja di rumah, anak buahnya hilir mudik datang ke rumah untuk mengantar berkas penting.
Swan juga melarang ayu tak bekerja lagi, dan ayu hanya bisa pasrah akan keputusan suaminya itu.
Sebenarnya ayu sudah sangat bosan dengan kondisi yang selalu di larang beraktivitas oleh swan. kemanapun ayu pergi swan akan menegikutinya.
Kandungan ayu semakin membesar, sudah 8bulan usia kandungannya. Dokter menyatakan kandungan ayu sehat dan baik baik saja.
Selama ayu mengandung swan tak pernah meminta haknya sebagai seorang suami.
Ayu sedikit merasa bersalah.
Malam ini swan masih berkutat dengan laptopnya, ayu hanya baring baring di tempat tidur menatapi suaminya yang sedang bekerja
"Mas"? panggil ayu ragu ragu
Swan langsung merespon istrinya, dia mengalihkan pandangannya dari laptop "kenapa sayang, ada yang ingin di makan"
"aku pingin itu..." ayu tak melanjutkan kata katanya.
swan bangkit menghampiri ayu " pingin apa sayang ? katakan saja?"
Ayu tersenyum malu malu "dokter kan bilang kandunganku baik baik saja"
"Terus"?? swan tak memahami arah pembicaraan istrinya.
"Dokter bilang, kita boleh melakukannya asal tidak lebih dari 2x dari seminggu"
swan mulai paham arah pembicaraan istrinya, dia tersenyum dan mengecup istrinya mesra "Sayang, aku tak mau melukai mu dan anak kita"
"Tapi aku mau itu mas" Ayu sedikit menggoda swan, ayu tak tega melihat swan tak mendapat haknya selama beberapa bulan ini.
Akhirnya, swan merebahkan tubuh ayu, di melakukannya dengan sangat hati hati, seperti memperlakukan sebuah permata yang berharga. Hanya satu kali mereka melakukannya.
"Mas pasti tidak puas ya" ayu menatapi wajah suaminya yang berbaring di sampingnya.
"Puas, mas selalu puas melakukannya bila denganmu" goda swan
ayu merona mendengar penuturan swan.
"Ayo kita tidur, jangan kurang istirahat"
akhirnya mereka tertidur bersama memeluk satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
AUTHORNYA SUKA SEDIH KALO HARUS NULIS ADEGAN DEWASA, AUTHORNYA MASIH SINGLE JADI BELUM TAU GIMANA ADEGAN SEBENARNYA.
MOHON MAAF BILA TIDAK SESUAI DENGAN YANG READERS HARAPKAN.
YAKIN DEH KALO NULIS ADEGAN DEWASA AKU MIKIRNYA LAMA BANGET😂😂✌️✌️
salam sayang _*srayu
jangan lupa like dan komentarnya😘😘😘*
__ADS_1