
2minggu waktu yang tidak panjang untuk rara dan sean mempersiapkan acara resepsi pernikahan untuk kakaknya.
Rara berdiri di samping ayu yang sedang di rias wajahnya. Rara sangat kagum, kecantikan kakaknya begitu terpancar hari ini, meskipun kakaknya sudah memiliki seorang putri, tapi tetap terlihat cantik dan mempesona.
Ayu menatapi pantulan dirinya dalam cermin, ayu tak menyangka hari ini akan tiba, dimana dunia akan menjadi saksi cinta antara dirinya dan swan.
Dulu ayu berpikir, kisah cintanya tak akan seindah ini, semua yang terjadi hanya ketidaksengajaan semata.
Ayu memutar dirinya di depan cermin, memastikan gaun yang dia pakai sudah rapi, gaun berwarna putih tanpa lengan yang memiliki ekor lebih dari 3meter itu terlihat sangat pas di tubuhnya.
"Ma, Pa, lihat ayu sangat bahagia" gumam ayu dalam hatinya. Ayu sekuat tenaga menahan air matanya supaya tidak keluar dari matanya.
"Kak ayo" rara merangkul lengan ayu.
Ayu berjalan beriringan dengan rara keluar dari ruang make up.
Di depan ruang make up sudah menunggu om iman suami tante rima. Iman lah yang akan menggantikan posisi ayah ayu untuk mengantar ayu ke altar sana.
"Ponakan om sangat cantik" iman menggandeng tangan ayu berjalan berlahan menuju ruang utama pemberkatan, Sedangkan rara berjalan di belakang ayu memegang ekor baju ayu.
Ayu berjalan perlahan, dan pintu utama gedung yang sudah dihiasi dengan sangat cantik terbuka, tampak di sana swan berdiri di altar dengan sesil di sebelah kanannya, sesil tersenyum manis ke arah maminya.
Ayu berjalan semakin mendekat ke arah swan, senyum di bibirnya terus mengembang, tubuh ayu yang mungil terlihat semakin mempesona.
__ADS_1
Semua tamu undangan berdecak kagum melihat kecantikan ayu.
Setelah sampai di depan pastur, iman menyerahkan tangan ayu kepada swan.
Kini ayu berdiri berdampingan di samping swan dan sesil. kedua tangan sesil di genggam erat oleh swan dan ayu.
Pastur memulai acara pemberkatan, setelah ucapan janji suci di ucapkan terdengar gemuruh tepuk tangan dari tamu undangan.
Harusnya sekarang swan mencium ayu, namun niatnya di urungkan karena keberadaan sesil di tengah mereka. Akhirnya swan menggendong sesil dan akhirnya ayu dan swan mengecup pipi sesil.
Terdengar sorak sorai dari tamu undangan, pemandangan yang berbeda dari biasanya.
Acara pun di lanjutnya kembali, swan dan ayu berdiri di panggung menerima ucapan selamat dari tamu undangan, sedangkan sesil ikut dengan rara dan sean.
Ayu dan swan tak hentinya menyunggingkan senyum yang indah untuk para tamu undangan.
Namun, tanpa mereka sadari ada satu pasang mata yang terus memperhatikan acara resepsi mereka, satu pasang mata yang di penuhi dengan amarah yang membara.
Dia sedang mengintai suasana, nanti setelah semuanya aman, dia akan melancarkan aksinya.
Dia tak akan terima melihat swan dan ayu hidup berbahagia, sementara dia harus seperti ini.
Rasa sakit hatinya harus di terbalaskan. Dia memasukan beberapa peluru kedalam pistol yang dia bawa dalam tasnya, matanya melihat sekeliling.
__ADS_1
Ketika sudah yakin tidak ada yang memperhatikan dirinya, dia mulai mengarahkan pistolnya ke arah swan. Dia tak ingin swan menjadi milik orang lain.
Setelah bidikannya tepat, dia menarik pistolnya dan "Dor" terdengar letupan pistol di dalam gedung resepsi pernikahan ayu dan swan.
.
.
.
.
.
.
.
Maafin author beberapa hari nggak up yaðŸ˜
semoga masih inget sama alur ceritanya.
Banyak problem yang harus author beresin di dunia nyataðŸ˜
__ADS_1