Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Hasrat Tertunda


__ADS_3

Tak terasa waktu sebulan berlalu begitu cepat


Hubungan Ayu dan Swan juga semakin membaik, mereka mulai memahami satu sama lain, Apa yang di suka apa yang tidak di suka oleh satu sama lain.


Hari ini ayu sedang berkutat dengan file penawaran untuk pembelian lahan di jepang


swan juga kemarin sudah terbang kesana untuk melakukan negoisasi dengan pihak penjual lahan.


waktu menunjukan pukul 04.00pm, semua pekerjaan ayu sudah terselesaikan dengan rapih, tapi ayu enggang untuk kembali kerumah lebih awal, karena ketika di rumah dia akan teringat swan


setelah kepergian swan kemarin ada sesuatu yang menurut ayu hilang dari hidupnya.


Ayu membayangkan hari hari yang sudah terlewati dengan baik, ayu merasa nyaman berdekatan dengan ayu


Di tengah lamunannya ponsel ayu berdering


tertera nama tantenya di layar ponselnya


"Halo tan?"


"apa tan? ? mama masuk rumah sakit? baiklah aku akan segera terbang kesolo sekarang.


Ayu bergegas merapihkan berkas dan memasukan barang barangnya kedalam tas


Dia berlari menuju lift menuju lobi


dia mencegat taxi disana, karna sopirnya belum menjemput. sopirnya biasa menjemput saat jam pulang kantor saja.


BANDAR UDARA ACHMAD YANI..


Ayu menuju loket pembelian tiket, untung saja masih mendapat tiket penerbangan pukul 05.00pm


Ayu menunggu dengan gusar di ruang tunggu bandara, dia mondar mandir beberapa kali menghubungi swan tapi tidak di angkat


akhirnya ayu memutuskan untuk mengirim pesan singkat menjelaskan kepulangannya kesolo dan meminta swan tetap tenang disana.


Hampir 1,5jam di dalam pesawat kini ayu sudah sampai di bandar udara soemarmo solo


dia bergegas menaiki taxi menuju salah satu rumah sakit swasta di solo


setelah sampai, dia bergegas menuju ruang rawat mamanya. Di depan pintu sudah ada tantenya yang sedang duduk dengan kyla


"tante? bagaimana keadaan mama ku? tanya ayu nampak sangat kuatir


"mama tidak apa apa sayang, hanya kadar gulanya cukup tinggi saja, mungkin karena tidak menjaga pola makannya saja" kemarilah duduk kamu kan baru sampai pasti sangat lelah


"syukurlah kalo mama tidak kenapa napa tante, aku sangat kuatir tadi" ayu menghempaskan dirinya duduk bersebelahan dengan tantenya


"kakak, mana suami kakak? kenapa tidak kemari ? aku kan ingin berkenalan dengan kakak ipar" kyla ikut nimbrung bicara


"dia sedang ke jepang mengurus proyek"


"yah sayang sekali aku tak bisa berjumpa, kemarin saat pernikahan kalian aku sedang sibuk mengurus studio kakak"


"Dasar gadis tengil, Bagaimana kondisi studio? apa ada perkembangan?" ayu menatap adik sepupunya itu


" tentu saja kakak, kakak kan setiap bulannya dapat bagi hasil dariku! kenapa kakak seolah olah tidak mendapatkan uang hah? Aku mengurus studio dengan baik, Bahkan sekarang studio kebanjiran job berkat usahaku" kyla menepuk nepuk dadanya


"Dasar kau gadis tengil, ketika masih di tanganku studio lebih maju dari sekarang" ayu mengacak rambut adik sepupunya itu. ayu gemas melihat tingkah adiknya itu


"sudah sudah kalian selalu saja bertengkar kalo bertemu, temuilah mama mu yu, pasti dia sangat senang kau datang kemari"


"baik tan" ayu bangkit dari kursinya, menuju ruangan mamanya.


di sana mamanya nampak tidur lelap,wajahnya masih terlihat pucat, Ayu menggenggam tangan mamanya, "ma maaf ya ayu belum bisa membuat mama bahagia"


"sayang, tante dan kyla pulang kerumah ya? kamu ikut saja bersama kami pulang beristirahat"? pinta tante Rima


"Tidak tan, aku akan di sini menjaga mama"


"Baiklah kami pulang dulu ya, besok pagi kami akan kesini lagi membawa baju ganti untukmu" kemudian Tante rima dan kyla pulang.


Ayu masih menatapi wajah pucat ibunya yang masih terlelap, ayu menyesal tidak bisa menemani masa tua ibunya di tambah lagi ayu sekarang sudah menikah tentu saja dia tak bisa meninggalkan kota semarang begitu saja. Rasa kantuk mulai menyerah, akhirnya ayu terlelap di sambil menggenggam tangan mamanya.

__ADS_1


Entah berapa lama ayu terlelap, samar samar ada yang menyelimuti punggungnya dengan jas. Ayu terkesiap dan mengerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya dan menatap orang yang berdiri di sampingnya, ketika pandangannya sudah jelas, ayu sontak berdiri


"Swa...swan..?? kenapa kamu sudah kembali? bukannya kamu akan kembali lusa? kenapa sudah di sini?


"Sisa pekerjaan di sana sudah di tangani sean, kamu jangan terlalu kuatir" swan menarik ayu kedalam pelukannya. Swan sangat menyesal lagi dan lagi swan terlambat ketika ayu membutuhkan dirinya.


Sore tadi, setelah melakukan negoisasi dengan pihak penjual lahan, swan baru sempat membuka ponselnya ada selusin panggilan dari ayu dan juga pesan singkat. Swan menghubungi ayu tetapi ponselnya sudah tidak aktif lagi, akhirnya swan memutuskan untuk kembali lebih cepat. Swan takut terjadi sesuatu terhadap ibu mertuanya.


"Kamu pasti lelah, berbaringlah di sofa atau lebih baik pulang ke rumah untuk beristirahat" ayu nampak kuatir dengan kondisi suaminya


"tidak perlu, kita jaga mama bersama ya" swan menarik ayu untuk duduk di sofa samping tempat tidur. Ayu nampak sangat bahagia, suaminya kembali dari jarak yang sangat jauh ketika mendengar kabar dari ayu itu berarti swan tidak hanya perduli kepada dirinya tapi juga perduli dengan mama nya. Hati ayu mengembang dia sangat bahagia kali ini "apa badanmu pegal pegal? aku sedikit bisa memijit" ayu mulai memijit pundak suaminya


"jangan mulai lagi ay" swan mengatakan dengan suara parau, hormon laki lakinya kembali bangkit. Jika terus seperti ini jangan salahkan jika ayu akan di makannya sekarang.


"mulai apa? aku kan hanya ingin membantu memijit saja" Gerutu ayu kesal yang tak paham dengan arah pembicaraan swan


swan menarik ayu kedalam pangkuannya "apa kau sedang menggodaku ? menguji imanku sayang?


Muka ayu seketika merona, dia baru mengerti apa yang di maksud swan, belum sempat ayu menjawab swan sudah menyerang ayu, swan mengecup bibir ayu, melumatnya tangannya meraih tengkuk ayu untuk memperdalam ciumannya, lidah mereka saling membelit, tangan ayu naik ke tengkuk leher swan, tangannya menjambak rambut swan


mendapat perlakuan itu swan semakin menggila, kini ciumannya turun ke leher ayu, meninggalkan jejak jejak kepemilikan disana. Keduanya tenggelam dalam suasana panas.


Tangan swan mulai membuka kancing kemeja ayu, karna dari kemarin ayu masih mengenakan baju kantor


Tangan swan *** dada ayu yang sintal, tangannya kembali membuka kancing baju ayu, saat kancing kedua terbuka tangan swan di cekal ayu. ayu melepaskan ciuman mereka


"Jangan disini, nanti kalau mama bangun bagaimana" ayu menunduk, dia sangat malu sekali


swan hanya tersenyum menatapi wajah gadisnya merona " apa kamu ingin melakukannya nanti ketika kita di rumah hm"? swan menggoda gadisnya


benar saja wajah ayu semakin merona mendengar perkataan swan


"atau kamu ingin kita pulang kerumah sekarang hm?


ahhh bukan seperti itu, ayu memukul dadi bidang swan, swan tertawa dia sangat gemas melihat gadisnya seperti ini seperti anak kecil. Swan kembali merapikan baju ayu yang nampak berantakan oleh aksinya tadi.


Swan menurunkan ayu dari pangkuannya. Ayu hendak beranjak menuju kursi di samping ranjang ibunya, tapi tangannya di cekal swan "mau kemana? tidurlah disini" swan menepuk pahanya


Swan menatapi wajah teduh istri mungilnya, Awalnya swan menikah berniat untuk melindunginya dari mantan calon suaminya yang hingga saat ini masih mendambakannya


Tapi seiring berjalan waktu, melihat kebaikan ayu, melihat sisi lembut ayu, dan fakta hingga saat ini kartu kredit yang pernah dia berikan belum di gunakan sama sekali membuat swan bisa menilai ayu berbeda dengan wanita yang lain.


Kini perasaan swan lebih dari sekedar ingin melindungi . Sepertinya sudah tumbuh rasa suka di hatinya.


Swan kembali mengecup kening istrinya, "Selamat malam istriku". kemudian swan juga ikut terlelap.


Keesokan paginya....


Sepagi ini ketika terbangun di suguhi pemandangan yang sangat indah, mata mama Anin mengerjap beberapa kali, kemudian sudut bibirnya tertarik ke atas.


Tak disangka ketika bangun dia akan melihat putri dan juga menantunya tertidur di sofa samping ranjang.


Sepertinya swan sangat menjaga istrinya. Seketika pintu kamar terbuka, menyembullah kepala kyla "sela..." belum selesai kyla mengucapkan salam, dia mendapat kode dari Budhenya anin untuk tidak menimbulkan suara yang dapat membangunkan kakaknya.


Kyla berjalan pelan pelan menuju ranjang budhenya, "Budhe sudah membaik?"


"Ya tentu sayang, kapan kakakmu datang sampai kemari ? kan budhe sudah bilang jangan beritahu dia, kenapa sekarang dia ada di sini?!


"mama budhe, kalo kyla tidak tau menau" kyla berkilah takut kena omelan budhenya


"budhe, apakah itu kakak ipar?" mata kyla melirik ke arah swan


"loh apa kalian belum berkenalan"? tanya anin yang merasa heran


"Kemarin kakak datang sendirian budhe, katanya sih suaminya lagi dinas di jepang, lah kok tiba tiba sekarang mereka tidur di sini"? kyla ikut kebingungan


Ayu menggeliat dari tidurnya, dia mengerjapkan mata beberapa kali, ketika menoleh ke arah ranjang dia melihat kyla dan mamanya sedang berbincang, ayu bangkit dari sofa menghampiri mamanya.


"Mama gimana keadaannya"? sudah membaik?"


belum sempat anin menjawab, kyla sudah menyela


"Kakak, apa di rumah sakit ini banyak nyamuk ?"

__ADS_1


"Maksud kamu apa gadis bodoh"? mana mungkin di rumah sakit ada nyamuk, Ac kan nyala ! jangan mulai ngigau kamu"! ayu tampak tak habis pikir dengan adiknya ini


"Kakak, nampaknya kamu tidur seperti kerbau, leher kakak merah itu! Pasti di gigit nyamuk semalam tak kerasa?!" kyla menunjuk leher ayu yang ada bercak merah


Ayu baru menyadari arah pembicaraan kyla, seketika dia meraba lehernya, ayu jadi teringat adegan panas semalam. Seketika pipinya merona


"Diam kau bocah tengil, berani sekali mengatakan kakakmu ini kerbau" ayu berusaha menutupi kegelisahannya.


Swan mendengar suara berisik, matanya seketika terbuka, kemudian dia bangkit dari sofa menuju istrinya yang sepertinya sedang ribut dengan seorang gadis kecil


"Mah, bagaimana keadaannya" swan menatap mama mertuanya kawatir


"Kakak, apa kau tak mau mengenalkan aku dengan kakak ipar?" kyla menatap ayu jahil


Ayu tampak acuh saja. Melihat tingkah istrinya swan berinisiatif mencairkan suasana "halo gadis cantik, siapa namamu? namaku kak swan"?


"Kakak ipar memang terlihat manis, kakakku sangat beruntung. Oiya kak swan apa merasa kalo istri kakak tidur seperti kerbau? sampai di gigit nyamuk di lehernya tak terasa? Kyla masih saja membahas tanda merah di leher ayu.


Swan seketika melirik ke arah leher ayu, benar saja bekas kepemilikan swan masih ada di sana, seketika swan tersenyum di kulum


"Diam kau gadis tengil, sekali lagi kau bicara akan kakak pastikan studio kakak tutup" Ayu dibuat sangat kesal.


"sudah sudah, kyla jangan buat kakakmu kesal, biarkan kakakmu pulang pasti dia sangat lelah dan butuh istirahat" mama anin berusaha menengahi.


"Budhe, kenapa kakak jadi marah aku kan cuma nanya soal..."?


"Gadis cantik, kakak pulang dulu ke rumah ya, kami ingin membersihkan diri, kamu nitip mama ya sayang" swan menyela perkataan kyla. Swan sangat paham posisi istrinya ,muka istrinya sudah seperti kepiting rebus.


"Baik kakak, serahkan semua kepadaku" jawab kyla sambil menepuk nepuk dadanya.


"Ma kami pulang dulu ya, nanti kami ke sini lagi" kemudian ayu dan swan berpamitan pulang kerumah.


Sebelum ayu melangkah keluar tangannya di tahan mamanya "putri mama, janji ya harus bahagia, mama rasa suamimu menjagamu dengan baik, seandainya waktu mama tak panjang lagi, mama akan pergi dengan tenang sayang, mama yakin swan lelaki yang baik"


Mah Stop it, mama harus sehat dan di samping ayu terus ya, pokoknya mama tunggu kami ya, kami akan segera kembali.


....


Sesampainya di rumah, Ayu berjalan mendahului swan, Ayu sangat malu atas tingkah adiknya tadi. Swan hanya mengikutinya dari belakang. Namun tiba tiba ayu berbalik badan.


"Kenapa"? swan menaikkan satu alisnya


ayu berjalan mendekat ke arah swan dia kemudian memeluk swan


"Terimakasih" hanya kata itu yang mampu ayu ucapkan


"untuk"? swan tak mengerti arah pembicaraan ayu


"semuanya" ayu semakin mengeratkan pelukannya


swan hanya tersenyum mendengarnya


"Apakah aku boleh meminta satu permintaan"? sambung ayu


"Katakan!" jawab swan singkat


"Aku ingin punya anak darimu"!


.


.


.


.


.


*TERIMAKASIH UNTUK SUPPORT DARI KALIAN SEMUA


JANGAN LUPA LIKE DAN TANDA ♥️


KRITIK DAN SARAN KALIAN ADALAH PENYEMANGATKU🙏🤗♥️*

__ADS_1


__ADS_2