
"Sialllll !!! Brengsek !!!"
Arik menghancurkan semua benda di rumahnya, Sudah 8bulan semenjak ayu hamil, arik sama sekali tak bisa menyentuh ayu sama sekali. Swan menjaganya terlalu ketat.
Arik memecahkan lemari kaca di hadapannya, tangannya penuh darah. Semua pelayan hanya melihat arik tanpa ada yang berani mencegahnya.
Tasya yang baru datang terkejut melihat kondisi arik "Dasar kau bodoh ! apa yang kau lakukan" tasya menarik paksa arik menjauhi pecahan kaca.
"Lepaskan, dasar wanita bodoh ! menaklukan satu laki laki saja kau tak sanggup? apa swan sudah tak mau dengan tubuh bekasmu itu hah"?
"plakkkk" tasya menampar arik.
"beraninya kau menyentuhku dengan tangan kotormu! Dasar wanita jalang!"
"Cukup arik, aku kemari untuk memberitahumu soal rencanaku, aku sudah tahu bagaimana memisahkan ayu dengan swan, ada orang yang bersedia membantu kita.
Lusa aku akan melakukan rencana yang sudah ku susun dengan rapih"
"Terserah kau wanita jalang, jika aku tak bisa memiliki ayu lebih baik ayu tak di miliki oleh siapapun" arik nampak sangat frustasi
"Kau tenang saja, mungkin caraku akan cukup ekstrem tapi aku jamin ayu akan jatuh ke pelukanmu kembali" tasya berbicara penuh keyakinan.
....
"Sayang, aku sepetinya harus keluar kota seminggu, rara dan ibu akan tiba nanti sore"
"mas tapi kok perasaanku tidak tenang ya, apa tidak sebaiknya di tunda dulu"? ayu merasa gelisah, seakan ada hal yang salah.
"Sayang jangan kuatir, aku akan kembali dengan selamat, kevin bialng ada masalah di proyek kita di bone, sean tak bisa menghandle, dia sedang di singapura mengurus proyek disana. Jadi mau tidak mau aku harus turun tangan sendiri" swan mencoba memberi penjelasan agar istrinya tak kuatir lagi.
"Sayang, aku harus berangkat ya, untuk periksa kandungan hari ini, kau hati hati ya, maaf aku tak bisa menemanimu" swan mengecup kening ayu kemudian dia mengelus perut ayu yang sudah besar
"jaga mama sayang ya, selama papa dinas jangan merepotkan mama mu ya" kemudian swan mengecup perut ayu.
Ayu hanya menatap kepergian suaminya, entah kenapa hatinya terasa sangat berat melepas kepergian swan kali ini. Hatinya begitu gelisah, ayu berfirasat buruk kali ini.
....
__ADS_1
at 01.00pm
Ayu sedang bersiap siap untuk jadwal kontrol kandungan.
Hari ini dia pergi menggunakan taxi, supirnya sedang menjemput mertuanya di bandara. Ada mobil di rumah tapi ayu tidak mungkin mengemudi dalam keadaan hamil besar.
Ayu memesan taxi online, tak lama taxi muncul. Ayu tak curiga sama sekali dengan sopir taxi tersebut.
Ayu duduk di belakang melihat kemacetan kota semarang. Hatinya begitu gelisah seakan ada bahaya yang mengintai dirinya, Benar saja ketika jalanan mulai lengang taxi melaju dengan cukup kencang namun tiba tiba ada truk melintang di tengah jalan, sopir taxi melompat dari mobil dan taxi yang ayu kendarai menabrak mobil truk itu, taxinya terbalik dan naas dari arah belakang datang truk yang kembali menghatam taxi yang ayu kendarai. Darah segar mengalir dari kepala ayu, kakinya juga mengeluarkan banyak sekali darah, ayu masih sempat merasakan rasa sakit di perutnya. Tapi untuk kedua kalinya ada yang menabrak taxi yang ayu naiki lagi. Setelah itu ayu sudah tak bisa mengingat apa apa lagi. semuanya menjadi gelap.
Tasya dan gita tersenyum puas melihat adegan di depan matanya. Lalu tasya menghubungi ambulan yang sudah bekerja sama dengannya
Tasya membawa ayu ke rumah sakit karyadi, wajah ayu luka parah, kondisi ayu sangat mengenaskan.Tasya langsung melancarkan rencana kedua. Tasya
Tasya menghubungi Rara memberitahu ayu terlibat kecelakaan dan meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.
Mendengar kabar dari tasya rara panik dan langsung memberi tahu ibunya, mereka berdua menuju rumah sakit karyadi.
Sesampai di rumah sakit, ibu swan langsung menangis meraung meratapi nasib menantunya yang sudah terbujur kaku dengan wajah yang rusak parah. Tubuh mayat di hadapannya penuh dengan luka, sudah sulit sekali untuk di kenali
"Tan, tasya turut berduka ya"
"Tan tapi tenang saja, bayi dalam kandungan ayu berhasil di selamatkan, dia sekarang berada di ruang bayi, dia memerlukan perawatan intensif karena lahir belum pada waktunya"
Rara tak hentinya menangis, dia bingung harus melakukan apa saat ini.
"Ra, lebih baik kamu hubungi kakakmu" tasya tak berani menghubungi swan sendiri.
Rara berusaha meraih ponselnya dalam tas, sedangkan tasya memapah ibu swan untuk duduk di kursi tunggu.
Beberapa kali panggilan terhubung tapi tak ada jawaban dari swan. Rara terus berusaha menghubungi kakaknya
hingga panggilan kesekian kalinya baru di jawab oleh swan "halo, kenapa? kakak sangat sibuk"
"Kakak"... suara rara tesengal sengal karena terisak menangis
"ada apa? jangan buat kakak panik?"
__ADS_1
"kak ayu kak..." rara tak melanjutkan ucapannya, dia tak sanggup mengatakan apa yang terjadi kepada kakaknya.
"kak ayu kenapa? bicara yang jelas" swan geram mendengar kata kata adiknya yang hanya sepotong itu
"kak ayu kecelakaan, dan sekarang..."
"Cukup" swan memotong kata kata adiknya "kakak akan pulang sekarang, jaga kak ayu untuk kakak" swan langsung mematikan ponselnya. Dia bergegas kembali ke semarang secepat yang dia bisa.
Swan menyesal sudah meninggalkan ayu, swan juga menyesal tak mendengar larangan ayu. Seandainya dia tak pergi tentu saja ini semua tak akan terjadi.
Rara tak kuasa melihat kondisi jenazah ayu, sangat mengenaskan, rara tak bisa membayangkan reaksi kakaknya nanti akan bagaimana.
Rara duduk berdampingan dengan ibunya, kedua wanita itu hanya bisa menangis.
"Tasya pamit tan, ada pekerjaan yang harus tasya selesaikan" tasya meninggalkan lorong rumah sakit, setelah jarak yang cukup jauh tasya meraih ponsel yang ada di tas nya "jalankan rencana kedua" kemudian tasya menuju parkiran dan melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SHARE YA
TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGAN KALIAN SEMUA
__ADS_1
salam sayang _Srayu