Kasih Terakhir

Kasih Terakhir
Tersadar


__ADS_3

Hari ini tepat peringatan 40hari meninggalnya ayu.


Swan sepertinya perlahan sudah bisa menerima kenyataan kalau ayu sudah tidak ada lagi, meskipun logikanya menerima tapi hati kecilnya selalu menolak, dan hingga saat ini Swan masih terus mencari keberadaan ayu. Usahanya tidak di tunjukan kepada siapapun, Hanya sean lah yang mengetahuinya.


Tasya semakin hari semakin terlihat menyayangi putri kecilnya, keluarga besar swan juga sudah memaafkan semua kesalahan tasya di masa lalu.


Tasya akan datang setiap hari untuk membantu Rara mengurus sesil. Swan juga akhir akhir ini sering memperhatikan tasya, Tasya terlihat telaten mengurus putrinya. Swan perlahan bisa melupakan penghianatan yang tasya pernah lakukan dulu.


Swan tidak mau menyimpan dendam terlalu lama.


Hari swan sengaja makan siang di kantin kantornya. Mengingat masa masa pertama kali saat dirinya makan siang bersama ayu untuk pertama kalinya.


Saat itu ayu nampak sangat kaku di depannya. Bayang wajah ayu terngiang di otaknya.


Hari ini seluruh staf kantor makan siang di cafe mawar yang tak jauh dari kantor swan. Swan sudah mengatur supaya kantin kantornya kosong, dia ingin mengenang masa bersama ayu dulu.


Di hadapan swan sudah tersedia dua Piring makanan dan dua gelas Cappicino dingin.


Semua memori indah terbayang di pelupuk mata swan. Senyumnya mengembang mengingat masa masa itu.


Dari kejauhan sean hanya bisa menatap sendu ke arah bosnya, Dia tak menyangka kepergian ayu menjadi pukulan hebat seorang SWAN CORNELIO.


"Sayang datanglah, sudah lama kau tak menemuiku" swan berbicara ke arah kursi kosong di hadapannya.


Ponsel di saku sean bergetar, Ternyata nama rara yang muncul di layar ponselnya


"Halo nona?"


"dimana kakakku" suara rara terdengar dari ujung ponselnya


"Ada di kantin kantor, datanglah kemari"


Tak selang lama ketika ponsel di matikan, muncul rara dan tasya dari arah belakang.


"Nona,jangan kesana" sean mencoba mencegah Rara yang berjalan memasuki kantin di ikuti tasya.


"Kakak? Kebetulan sekali aku lapar" Rara langsung melahap makanan yang swan sediakan untuk ayu.

__ADS_1


Swan menajamkan alisnya ke arah rara.


Rara acuh tak acuh, Kak cepatlah makan. Kita akan segera pergi ke MAKAM KAK AYU. Rara menekankan kata MAKAM.


Rara ingin kakaknya sadar kalo istrinya memang sudah tidak ada. Rara tak ingin melihat kakaknya terpuruk telalu lama.


Hati swan berdesir, seakan ada runtuhan batu yang menimpa hatinya, perih dan sesak mendengar perkataan adiknya.


"Kakak tidak lupa kan kalo hari ini peringatan 40hari meninggalnya kak ayu" rara lagi lagi mengatakan dengan tidak berperasaan.


Kali ini hati swan seperti di cincang menjadi kecil, saking kecilnya menjadi debu yang akan hilang di terpa angin.


"Cukup Ra" swan membentak adiknya


Bukannya diam, Rara bangkit dan menampar kakaknya


"Kakak SADARLAH!!! terima kenyataan!!! Mau sampai kapan kakak seperti ini? Kakak pikir kak ayu akan suka melihat kakak seperti ini ??? Ingat Ada SESIL yang membutuhkan kakak!!!!" Rara tak bisa lagi mengontrol emosinya, di bergegas meninggalkan kakaknya. Tapi ketika kakinya menginjak ambang pintu keluar langkahnya terhenti "Aku tunggu di mobil, kita ke makam bersama" kemudian Rara melenggang pergi meninggalkan kakaknya.


Hati swan seketika merosot, jatuh ke titik terendah, Swan mengacak rambutnya kasar.


Matanya sudah berkaca kaca, Sebulan lebih dia berusaha mencari ayu, tapi belum ada titik terangnya.


"Tas, apakah aku salah jika masih berharap ada keajaiban" Suara swan tampak putus asa, dan ini pertama kalinya dia berbicara lembut ke tasya semenjak kejadian itu.


"benar semua perkataan rara, kamu harus bangkit"


Swan diam tak merespon, dia memang sekarang sedang membutuhkan tempat bersandar untuk hatinya. Setidaknya tasya bisa menjadi teman berbicara untuknya.


Cukup lama swan diam di pelukan tasya, hingga akhirnya swan bangkit dan menarik tangan tasya "Mari kita ke makamnya tas"


Tasya merasa sangat girang, sekian lama dia menunggu moment ini, moment dimana tangannya di genggam kembali oleh swan. Senyum tasya mengembang, perlahan tapi pasti swan akan jatuh ke dalam pelukannya.


****


Setelah peringatan 40hari perjngatan meninggalnya ayu, swan benar benar sudah bangkit, Dia sekarang sudah kembali seperti dulu menjadi seseorang yang ambisius dalam karirnya. Wajahnya hilir mudik di layar kaca, perusahannya berkembang pesat. Pasar Asia yang menjadi Incaran swan sudah berhasil di tembus.


Perusahaan swan juga mulai melebarkan sayap ke dunia Entertainment. Beberapa model yang di orbitkan oleh perusahaannha sukses menembus pasar indonesia

__ADS_1


Swan juga tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang papi, Swan selalu kembali ke rumah sebelum makan malam, dan Sesil juga tak dibiarkan tidur dengan pengasuh. Sesil selalu tidur dengan swan.


Swan selalu meluangkan waktunya untuk merawat putrinya.


Tasya juga selalu datang ke rumah swan membantu mengasuh sesil.


Tasya selalu terlihat baik mengurusi sesi. Tapi entah kenapa sesil akan selalu rewel ketika di pegang oleh tasya.


Hubungan tasya dan swan juga semakin hari semakin membaik, swan sudah mulai bisa menerima tasya sebagai temannya lagi. Swan sudah sedikit membuka diri untuk tasya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


SEMOGA TIDAK BOSEN YA KAKAK


TERUS DUKUNG KARYAKU


TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA

__ADS_1


SALAM SAYANG _srayu😘😘😘


__ADS_2