
Sementara di taman sekolah, sisil masih menunggu dyana. Tak lama kemudian dyana berjalan mendekat ke arahnya.
"Maaf menunggu lama" sapa dyana
"Tidak apa, bagaimana apakah kau sudah bertemu dengan temanmu"? Sesil menyipitkan kedua matanya.
"Ya sudah, kami mengobrol cukup panjang" dyana lagi lagi berbohong. Padahal dyana memperhatikan semua kejadian yang terjadi antara sisil dan sesil.
Awalnya dyana menemui kepala sekolah untuk menanyakan kelas sesil, tapi kata kepala sekolah jam belajar sudah habis. Dan kelas sesil sudah bubar dari tadi.
Kemudian dyana kembali menuju parkiran, pandangan matanya di suguhkan adegan yang sangat manis, pertemuan antara anak dan ibunya, walaupun belum saling mengetahui, dyana yakin ikatan darah seorang ibu lebih kental dari cairan apapun.
"haloo kenapa kamu bengong" sesil menggoyangkan bahu dyana
dyana hanya cengengesan saja.
"Kita makan, aku punya rekomendasi tempat makan yang enak"
Dyana menarik tangan sisil menuju mobil.
"Tak ku sangka, Tuhan merestui rencana baikku. Bahkan semuanya berjalan lebih cepat dari yang ku duga" batin dyana.
Mobil melaju ke arah komplek perkantoran di semarang. Dyana sengaja akan mengajak sisil makan di cafe mawar.
CAfe mawar yang letaknya bersebrangan dengan kantor CARNAL PROPERTY.
Dyana berharap ayu sedikit demi sedikit bisa mengingat masa lalunya kembali.
Mobil berhenti tepat di depan cafe mawar. Ini sudah hampir jam 12 siang Rencananya akan segera melaksanakan rencana selanjutnya.
"Sesil, maafkan aku" dyana nampak menekuk wajahnya
"Kenapa dyn?" sesil nampak menghentikan aktivitasnya membuka daftar menu makanan.
"Aku harus mengantar titipan dari james untuk temannya" dyana nampak menyesal.
"Tidak apa apa, kau antarkan saja. Kebetulan aku ingin berjalan jalan, karena ini kali pertama aku datang kemari" sesil tersenyum
"Benarkah? aku merasa tak enak meninggalkanmu sendirian?"
"Pergilah" sesil mengibas ngibaskan tangannya.
"Selesai urusanku, aku akan menjemputmu oke? kabari saja nanti dimana posisimu" Dyana lantas berdiri dan berjalan meninggalkan pelaratan cafe.
Dyana duduk di diam di dalam mobilnya, Dia mengenakan kacamata hitam dan masker. Kemudian memperhatikan keadaan sekitar. Waktu menunjukan pukul 11.50pm, beberapa orang mulai memasuki cafe mawar.
Dyana nampak mencari seseorang, Orang yang di tunggunya belum menunjukan batang hidungnya.
15 menit sudah berlalu, orang yang di tunggu dyana tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Dyana mulai berputus asa "Apa mungkin dia tak makan siang di sini? ini cafe terdekat dari kantornya" dyana berbicara pada diri sendiri.
Dyana hendak turun dari mobilnya, namun terhenti sebelum tangannya sempat membuka pintu mobil. Senyum di bibirnya mengembang
"Akhirnya dia kemari" gumam dyana.
Terlihat swan memasuki cafe sendirian tanpa sean.
Swan memasuki cafe, ketika pintu terbuka matanya melihat sosok yang sangat dia rindukan. Sangat sangat di rindukan dia adalah ISTRINYA. Dia sudah kembali.
Tapi logikanya berontak "Tidak mungkin, pasti hanya bayangan semata" gumam swan dalam hatinya.
Swan memiliki ruangan VVIP yang biasa dia gunakan untuk makan siang, tapi kali ini swan memilih duduk di tempat biasa yang letaknya tak jauh dari sisil.
Mata swan terus mengawasi sosok sesil "Aku bisa melihat bayangmu kembali sudah mengurangi sedikit rasa rindu yang mendera di hatiku"
Sedangkan sesil sudah selesai menyantap makan siangnya, dia bergegas menuju kasir cafe. Sesil kemudian membayar tagihan yang dia makan.
__ADS_1
"Maaf kak, apakah dicafe ini tersedia peta wisata kota semarang, kebetulan aku baru pertama kemari" tukas sesil.
Kemudian pelayan cafe menyodorkan selembar kertas ke arah sisil
"Terimakasih" ayu tersenyum lantas meninggalkan cafe tersebut.
Melihat sosok istrinya pergi, swan mengikutinya dari belakang. Swan tak ingin kehilangan untuk kesekian kalinya, sekalipun kehilangan bayangannya.
Ayu tampak menyusuri jalanan kota semarang, dia menuju halte bus trans semarang. Tak lama kemudian bus datang dan ayu masuk, kebetulan busnya sepi jadi ayu bisa leluasa mencari tempat duduk.
Swan lebih memilih berdiri tak jauh dari sisil. Dia masih ingin menikmati wajah istrinya walau hanya bayangnya saja. Swan masih mengira dia berhalusinasi lagi
Sisilberhenti di depan halte lawang sewu,
Sisil memasuki pelataran lawang sewu, dia mengarahkan kameranya, Mengambil beberapa gambar disana, Tapi tiba tiba ada yang menabraknya dari belakang sontak tas yang dia bawa terjatuh. Swan membantu mengambil tasnya, kemudian memberikannya ke arah sisil. Tan sengaja tangan swan menyentuh salah satu jati tangan sisil.
"Dia nyata, dia bukan bayangan,bukan halusinasiku saja. Dia memiliki suhu badan, dia juga bernafas" semua berkecamuk dalam otak swan
"Tuan terimakasih" ayu tersenyum dan berlalu meninggalkan swan yang masih berdiri melamun.
Sisil kemudian melanjutkan perjalanannya lagi menuju tugu muda yang tak jauh dari situ. Sisil hendak menyebrang jalan namun tiba tiba ada truk yang melaju dengan kecepatan penuh hendak menabraknya
"Aaaaaaaaaaaaaaa" sisil berteriak seketika
Mendengar teriakan, swan tersadar dari lamunannya, kemudian berlari secepat yang dia bisa. Untung dia belum terlambat, swan menarik tangan ayu dan keduanya terjatuh bersama ke lantai jalanan.
"ahhhh" sisil mendesah menahan rasa sakit di kepalanya, bayang bayang kecelakaannya samar samar terlihat, walaupun belum begitu jelas.
Ayu memegang kepalanya, tubuhnya bergetar hebat.
"Kau kenapa"? swan nampak panik melihat kondisi sisil yang bergetar dan wajahnya pucat.
"Argggghhhh sakit" bulir air mata membasahi pipi sesil, kemudian sisil memeluk swan secara reflek karena sekarang dia sedang merasa takut sekali.
Mata swan terbelalak, cukup lama swan untuk mengontrol emosinya akhirnya tangannya terangkat mengelus tubuh sisil yang bergetar. "Tenangkan dirimu"
Tangan swan merogoh menghubungi sean untuk membawa dokter kemari.
Kemudian swan membimbing ayu berjalan untuk duduk di bangku yang ada di halaman lawang sewu.
Tak selang lama sean datang dan tergesa gesa menghampiri bosnya.
Seketika sean kaget melihat sosok yang di peluk bosnya.
"Nyonya ay..."
perkataan sean di potong oleh swan dengan melambaikan tangannya menyuruh sean pergi.
"kau tenanglah, sudah ada dokter disini, kau lebih baik di periksa dulu" swan melepas pelukannya.
Dokter mulai melakukan pemeriksaan darurat, kemudian memberi beberapa vitamin dan obat.
"Bagaimana keadaannya dok"? tanya swan sedikit kawatir melihat sesil diam melamun.
"Hanya shock biasa saja, sebentar lagi pasti akan membaik, saya pamit dulu Ceo" kemudian dokter itu pamit meninggalkan swan dan sisil
Sisil nampak masih dia , dia sedang berusaha mengumpulkan tenaganya kembali. Cukup lama sisil diam akhirnya dia buka suara
"Terimakasih tuan" sisil menundukan kepalanya dan...
sisil nampak mengambil nafas dalam dalam sebelum melanjutkan kata katanya
"Maaf aku tadi lepas kendali sehingga memelukmu" pipi sisil seketika merona karena malu.
"Tidak apa" jawab swan datar
__ADS_1
"Tiba tiba bayang kecelakaan yang menimpaku di masa lalu hadir di kepalaku, walaupun masih samar dan tak jelas tapi itu membuat kepalaku terasa sakit" Sisil merasa harus menjelaskannya, karena dia tak ingin di cap sebagai wanita yang genit karena memeluk lelaki saat pertama bertemu.
Swan tersenyum getir, dia tak pernah membayangkan pertemuan yang dia harapkan selama beberapa tahun ternyata seperti ini.
Swan selalu membayangkan ketika dia bertemu dengan ayu kembali ayu akan langsung memeluknya mesra dan mengatakan merindukannya. Atau setidaknya dia akan menanyakan keadaan putri mereka bukan seperti orang asing yang tak saling mengenal.
Swan mengepalkan kedua tangannya, ototnya tergambar jelas di sana, telapak tangannya tertusuk oleh kukunya, tidak terasa sakit lagi, yang paling sakit sekarang adalah hatinya.
"Aku tak lagi ada dalam ingatannya" batin swan bergejolak hebat. Namun dengan cepat swan berusaha mengendalikan emosinya, dan berusaha tersenyum ke arah sisil. kemudian swan mengulurkan tangannya
"Swan cornelio"
"Sisil" sisil membalas jabat tangan swan.
Kemudian dia melepas tangan swan dan beranjak berdiri
"Tuan, saya pamit pergi dulu ya" Sisil membungkukkan badannya memberi hormat.
"aku antar ya" swan menawarkan diri namun dengan cepat ayu menolaknya, Aku akan naik taxi. Terimakasih untuk tawarannya" kemudian sisil melangkahkan kakinya meninggalkan swan
"See you, hatihati" teriak swan ke arah sisil.
sisil balik badan dan melambai ke arah swan.
"Mengapa aku merasa sangat familiar, pernah bertemu dengannya dimana ya"?
sisik bertanya pada dirinya sendiri.
Lama sisil menyusuri jalan, seketika matanya melebar melihat papan iklan yang terdapat wajah swan.
"Oh dia adalah bos Carnal Group, yang wajahnya bolak balik muncul di layar kaca" gumam ayu
"dan aksa selalu melihat berita bisnis tentang kemajuan carnal group, pantas saja aku tidak merasa asing" sisil berjalan menyusuri trotoar menunggu jemputan dyana.
Sementara swan masih melihat arah kepergian sisil "Sean, siapkan orang untuk menjaganya 24jam full, tapi jangan sampai dia curiga"
"Baik Ceo"
Swan mengenakan kaca mata hitamnya dan memasuki mobil yang sean bawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
MUDAHAN NGGAK BOSEN SAMA CERITAKU YA, JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA ♥️🙏
TERUS VOTE AKU YA🙏
__ADS_1
SALAM SAYANG _srayu